Anda di halaman 1dari 6

PT Jasa Marga Tbk

A. ANALISIS MAKRO EKONOMI


Indikator

Perubahan

Pengaruh Terhadap Pasar Modal

PDB
Tingkat Bunga
Nilai Tukar
Inflasi
Defisit Anggaran
Investasi Asing

B. ANALISIS INDUSTRI
1. Pendatang Baru
PT Hutama Karya (Persero) adalah perusahaan penyelenggara jalan tol baru yang
sepenuhnya milik negara tanpa ada campur tangan pihak luar. PT. Hutama Karya (Persero)
awalnya merupakan perusahaan swasta Hindia Belanda Hollandsche Beton Maatshappij
yang dinasionalisasi pada tahun 1961 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 61/1961
tanggal 29 Maret dengan nama PT HUTAMA KARYA.
Status perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas berdasarkan Peraturan
Pemerintah No. 14 tahun 1971 juncto Akta Perseroan Terbatas No. 74 tanggal 15 Maret 1973,
juncto Akta Perubahan No. 48 tanggal 8 Agustus 1973 yang keduanya dibuat dihadapan

Notaris Kartini Mulyadi, SH yang kemudian berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi
dan Dewan Komisaris No. DU/MK. 136/KPTS/03/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang
Penetapan Hari Ulang Tahun PT. Hutama Karya, maka tanggal 29 Maret ditetapkan sebagai
hari ulang tahun PT. Hutama Karya.
2. Pembeli
Setiap orang yang menggunakan jalan tol adalah pembeli, karena pengguna jalan tol
diwajibkan untuk membayar sejumlah uang tertentu jika menggunakan jalat tersebut.
3. Pemasok
Untuk pemasok bahan baku pembuatan jalan tol dapat dikatakan aman dan terkendali
untuk jangka waktu yang panjang karena lapisan permukaan jalan tol dibuat dengan aspal
maupun semen yang dapat diperoleh dengan mudah selain itu ada jalan tol yang dilapisi dengan
beton agar menambah ekuatan dan masa pakai jalan tersebut.
4. Produk
Usaha Jalan Tol
Saat ini Jasa Marga mengelola dan mengoperasikan 13 hak pengusahaan (konsesi) jalan tol
melalui sembilan kantor cabang dan satu anak perusahaan yaitu :
1. Jalan tol Jagorawi
2. Jalan Tol Jakarta-Tangerang
3. Jalan Tol Jakarta- Cikampek
4. Jalan Tol Dalam Kota Jakarta
5. Jalan Tol Prof. Dr.Ir. Sedyatmo
6. Jalan Tol Serpong-Pondok Aren (dioperasikan oleh JLJ)
7. Jalan Tol Cikampek -Purwakarta-Cileunyi
8. Jalan Tol Padalarang Cileunyi
9. Jalan Tol Palimanan-Kanci
10. Jalan Tol Semarang

11. Jalan Tol Surabaya Gempol


12. Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa
13. Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (dioperasikan oleh JLJ)
Usaha Non Tol
Selain dari menambah jalan tol, Perseroan mengembangkan usaha lain dengan mengkapitalisasi
berbagai aset-aset yang dimiliki perusahaan diantaranya adalah :

Penyewaan lahan dan Utilitas

Pengembangan rest area

Pemasangan iklan

Berbagai Jasa termasuk Jasa pengoperasian jalan tol pihak lain

5. Produk pengganti
Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai
jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol dan memberikan pelayanan yang
memadahi bagi penggunanya. Barang pengganti jalan tol adalah jalan umum yang penggunanya
tidak diwajibkan membayar jika menggunakan jalan tersebut.
6. Pesaing
Jasa Marga merupakan perusahaan perintis penyelenggaraan jalan tol di Indonesia sejak 1
Maret 1978 sampai sekarang. Bahkan selama ini Jasa Marga dianggap sebagai perusahaan
monopoli yang membangun dan mengoperasikan seluruh jalan tol di Indonesia tanpa adanya
pesaing lain dalam bidang yang sama. PT Jasa Marga Tbk tetap masuk dalam daftar emiten di
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan membuktikan bahwa PT Jasa Marga tidak kalah bersaing
walaupun ada pendatang baru.

C. ANALISIS PERUSAHAAN
1. Profil Perusahaan
Jasa Marga merupakan perusahaan perintis penyelenggaraan jalan tol di Indonesia, yang
didirikan pada tanggal 01 Maret 1978. Sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang dioperasikan
oleh Jasa Marga, Jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) merupakan tonggak sejarah bagi
perkembangan industri jalan tol di Tanah Air. Berbekal pengalaman selama lebih dari tiga

dasawarsa, Perseroan membuktikan kepiawaiannya dengan tetap menjadi pemimpin pasar di


industri jalan tol di Tanah Air. Hingga saat ini Perseroan telah mengoperasikan 531 km jalan tol
atau 72 % dari total panjang jalan tol di Indonesia.
Perseroan berhasil memenangkan 3 (tiga) konsesi baru yaitu Bogor Ring Road,
Semarang-Solo, dan Gempol-Pasuruan pada tahun 2004 serta 2 (dua) ruas JORR 2 yaitu
Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong pada tahun 2007. Tiga ruas tol baru lainnya yaitu
Surabaya-Mojokerto, JORR W2, serta Gempol-Pasuruan juga menambah jumlah ruas tol yang
saat ini dimiliki Perseroan. Sebanyak 8 (delapan) ruas tol baru dengan panjang sekitar 200 km
yang saat ini sedang dipersiapkan Perseroan tersebut diharapkan dapat beroperasi secara
bertahap antara 2011-2013.
Perseroan telah melalui berbagai peristiwa penting dan perubahan dalam perjalanannya.
Pada awal berdirinya, Perseroan berperan tidak hanya sebagai operator, tetapi juga memikul
tanggung jawab sebagai otoritas jalan tol di Indonesia. Tahun 2004, peran otorisator
dikembalikan kepada Pemerintah dengan dikeluarkannya Undang Undang No. 38 tahun 2004
tentang Jalan. Peran otorisator dilaksanakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Sebagai
konsekuensinya, Jasa Marga menjalankan fungsi sepenuhnya sebagai sebuah perusahaan
pengembang dan operator jalan tol dengan berorientasi pada kaidah-kaidah korporasi.
Perubahan ini mendorong Perseroan untuk lebih fokus dalam mengembangkan bisnis
jalan tol, mulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengoperasian jalan tol. Perseroan pun
semakin mendapatkan kepercayaan pemangku kepentingan terutama investor karena Perseroan
dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan nilai Perseroan.
2. Struktur Organisasi

3. Dewan Komisaris
Komisaris Utama

: Ir. Agoes Widjanarko, MIP

Komisaris

: Ibnu Purna Muchtar, SE. MA

Komisaris

: Prof. DR. H. Akhmad Syahroza

Komisaris

: DR. Joyo Winoto

Komisaris Independen

: Irjen Polisi. (Purn) Drs. Michael Dendron Primanto, SH, MH

Komisaris Independen

: Mayjen. (Purn). Samsoedin

4. Dewan Direksi
Direktur Utama

: Ir. Adityawarman

Direktur Operasi

: Ir. Hasanudin, M.Eng.Sc

Direktur Pengembangan Usaha

: Ir. Abdul Hadi Hs.,MM

Direktur Keuangan

: Ir. Reynaldi Hermansjah

Direktur Sumber Daya Manusia Dan Umum

: Ir. Muh. Najib Fauzan, M.Sc.

5.

Earning Per Share


EaringPer Share (EPS) 2011 = 105,08

6.

Return On Asset
Return On Asset (ROA) = 6,25%

7.

Return On Equity
Return On Equity (ROE) = 14,5%

8. Price Earnings Ratio


Price EarningsRatio (PER) = Harga pasar saham / EPS = 5800 / 105,08 = 55,1960411
9. Return Of Share
(di excel)
10. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(di print sebagai lampiran)