Anda di halaman 1dari 12

LUMUT

PENDAHULUAN
Organisme fotosintetik berkembang di dalam air.
Tumbuhan yang mendiami habitat air tawar nampak sangat terspesialisasi.
Habitat akuatik memberikan stabilitas yang besar, jika dibandingkan dengan
habitat darat.
Habitat darat tidak selalu
terdapat banyak air dan kisaran suhu kecil.
Cahaya tidak menembus ke dalam air. Tumbuhan tidak dapat tumbuh pada
kedalaman lebih dari beberapa meter.
Jumlah CO2 terbatas, juga nutrien dan O2 bagi bagian-bagian tubuh
yangterendam dalam air (terutama akar-akarnya)
Air tawar menjadi lingkungan sangat tidak ramah
Gerakan kehidupan dari akuatik menuju darat untuk memperoleh cahaya &
udara
jika tumbuhan petualang dapat memecahkan masalah kebutuhan airnya.
ADAPTASI
Tumbuhan akuatik ke darat Tantangan terbesar bagi tumbuhan untuk kolonisasi di
darat adalah mempertahankan agar sel-selnya tetap lembab.Untuk menghadapi
tantangan tersebut, tumbuhan beradaptasi dengan:
1. Mengembangkan sistem transport air yang
kompleks; dengan
jaringan
lignin
2. Adanya kutikula yang tahan air. Stoma dan pori untuk transpirasi.
3. Rizoid/akar untuk memperoleh air.
4. Deferensiasi jaringan.
Jaringan penyimpan pada lumut hati, terdapada talus ventral. Pada kondisi
buruk dapat bertahan hidup.
5. Organ reproduksi seksual dilindungi jaringan steril. Karena habitat air
memberikan kondisi stabil sehingga pada protista mirip tumbuhan organ reproduksi
hanya terdiri sel fertil. Habitat darat mendapatkan banyak gangguan, sehingga perlu
adaptasi reproduksi.
BRYOPHYTA
Tumbuhan (Plantae) merupakan organisme eukariotik multiseluler dengan dinding sel
terdiri atas selulosa; kloroplas mengandung klorofil a & b serta karotenoid; tepung
(amilum) sebagai cadangan utama.
Tumbuhan berkembang dari alga hijau dan terbagi menjadi 2 kelompok utama :
1. Tumbuhan non vaskuler: lumut
2. Tumbuhan vaskuler : paku-pakuan, konifer, dan tumbuhan berbunga.
Bryophyta mencakup :
1. Lumut hati,
2. Lumut daun,
3. Lumut tanduk.
Habitat dimana saja, termasuk pada kulit pohon atau batu-batuan yang terkena cahaya
Matahari, asalkan kondisinya lembab.
Ciri-ciri Umum
1. Sebagian besar Bryophyta kecil, kompak, tumbuhan hijau. Seperti alga hijau,
kelompok ini menghasilkan klorofil a & b, tepung, dinding sel : selulosa &
sperma motil.

2. Tidak mempunyai jar. vaskuler dan jar. berlignin. Akibatnya, tumbuhan ini
tumbuh menempel pada habitatnya dan absorbsi air dengan kapilaritas.
3. Organ seperti daun dan akar dari tumbuhan vaskuler dibatasi oleh adanya
jaringan pengangkut, kelompok tumbuhan ini tidak mempunyai akar dan daun.
Walaupun beberapa anggota Bryophyta mempunyai struktur mirip dan
berfungsi ekuivalen dengan daun -- organ ini sering diacu sebagai daun.
4. Bryophyta memperoleh nutrien dari debu, air hujan, substansi terlarut dalam
air pada permukaan tanah. Rhizoid sangat kecil di permukaan bawah talus.
5. Gametofit mendominasi siklus hidup. Gamet terbentuk melalui mitosis dalam
gametangia multiseluler yang disebut anteridia () dan arkegonia ().
1. Tiap arkegonium berbentuk botol menghasilkan satu sel telur.
2. Tiap anteridium seperti kantong menghasilkan banyak sperma.
3. Gametangia dilindungi selubung sel steril.
6. Sporofit hidupnya sering singkat dan tidak bercabang serta menghasilkan
sporangium terminal. Walupun fotosintetik, untuk sebagian besar hidup
sporofit secara permanen atau sebagian menempel dan tergantung gametofit.
7. Sperma berflagel berenang melalui air menuju ke sel telur. Oleh karena itu,
Bryophyta perlu air untuk reproduksi seksualnya. Sebagian besar reproduksi
Bryophyta adalah aseksual
Siklus Hidup
Tidak sperti alga hijau, Bryophyta mempunyai siklus hidup
heteromorfik yaitu sporofit dan gametofit dengan ciri eksternal
berbeda.
Spora haploid dibentuk melalui meiosis untuk memulai generasi
gametofit.
Pada sebagian besar Bryophyta, spora berkecambah menjadi gametofit
berbentuk filamen (protonema), yang dilanjutkan dengan bentuk talus
berdaun.
Gametofit sangat beranekaragam pada Bryophyta dibanding dengan
kelompok tumbuhan lain.
Rhizoid menempelkan gametofit pada substratnya.
Gametofit tumbuh dari sel apikal dan menghasilkan anteridia dan
arkegonia.
Reproduksi seksual Bryophyta membutuhkan air, karena sperma harus
bergerak menuju sel telur. Karena sperma tidak dapat berenang jauh
maka posisi anteridia dan arkegonia harus berdekatan satu sama lain
agar reproduksi seksual dapat berlangsung.
Sperma dilepaskan dari anteridium tidak berenang. Secara acak;
sperma tertarik oleh gradien substansi yang belum teridentifikasi yang
dihasilkan oleh arkegonium.
Perkembangan sporofit tergantung pada gametofit untuk kebutuhan
nutrisi dan air.
MARCHANTIALES (LUMUT HATI)
Terdiri dari 95 marga 2000 spesies.
Talus :
Menyerupai lembaran rata, dorsiventral;
Terdiferensiasi menjadi sel fotosintetik, rongga udara dan jaringan penyimpan.
Sporofit terdiri dari :

Kaki;
Tangkai/seta -- ada/tidak ada
Bagian kapsul (sporangium) yang berdinding satu lapis
Contoh :
Famili : Marchantiaceae
Spesies : Marchantia polymorpha
Famili : Ricciaceae
Spesies : Riccia fluitans
Marchantia
Habitat
Di darat : M. polymorpha
Di batu karang : M. paleacea
Di batu karang calcareus : M. domingensis
Ciri Eksternal
Tubuh pipih, dorsiventral, berbaring, bercabang dikotomi
Ukuran dewasa bisa mencapai 10 cm panjangnya bila kelembaban dan nutrisi
lingkungan cocok.
Apeks talus notched. Titik pertumbuhan terletak di antara 2 cuping dari
notched
Permukaan dorsal nampak terbagi menjadi beberapa area berbentuk poligonal
dengan titik berwarna hitam. Area ini adalah rongga udara dan titk hitam
adalah pori.
Sisi dorsal mempunyai tulang tengah, bagian atas terbagi atas ruang udara
poligonal, masing-masing dengan satu pori sentral, permukaan tumbuhan
mengandung kutin.
Permukaan ventral diliputi sisik dan rhizoid sepanjang tulang tengah.
Sisik: Sisik ada dua tipe :
Bentuk ligula (sederhana)
Bentuk apendikula
Rhizoid ada dua tipe yaitu berdinding halus (dinding dalam halus) dan
berdinding tuberkula (dinding bagian dalam ada tonjolan seperti umbi/pasak).
Sisik dan rhizoid tuberkula berperan dalam aliran air yang cepat. Rhizoid
halus berperan untuk menancapkan diri di tanah.
Bagian atas tumbuhan jika diiris transversal tersusun atas :
1. Bagian fotosintetik
Satu lapisan rongga udara dikelilingi oleh sel fotosintetik dan ditutupi
oleh epidermis yang mengandung sedikit kloroplas.
Pori udara dikelilingi oleh sel-sel khusus tersusun atas 4 5 deret sel
yang saling tumpang tindih, tiap deret terdiri dari 3 4 sel. Pori ini
analog dengan stoma.
2. Bagian penyimpan, rhizoid, dan sisik berasal dari derivat sel-sel ventral
Reproduksi
Gametofit
Pada perkembangannya, tumbuhan muda pada awalnya adalah vegetatif.
Selanjutnya tumbuhan vegetatif menghasilkan struktur perkembangbiakan
khusus yaitu mangkuk gemma pada permukaan dorsal.

Mangkuk gemma tempat terbentuknya gemma yang melekat pada dasar


mangkuk dengan tangkai pendek. Jika mangkuk penuh dengan air, gemma
akan terlepas dan tumbuh menjadi tumbuhan baru bila lingkungannya cocok.
Perbanyakan vegetatif bisa dengan fragmentasi selain dengan pembentukan
gemma.
Bagian fertil dari tubuh tumbuhan dibentuk oleh cabang khusus yang tegak
dan dikenal dengan gametofor.
Marchantia polymorpha merupakan tumbuhan berumah dua (dioecious).
Anteridia dibentuk pada cabang tegak yang disebut anteridiofor, dengan
puncaknya membentuk cakram dengan tepi bergelombang (berlekuk) 7 8.
Anteridium terletak pada rongga bagian dalam berbentuk bulat telur dan
terbuka ke permukaan cakram bagian atas.
Anteridium terdiri dari tangkai, lapisan jaket dan sel-sel induk anterozoit
(androsit). Tiap androsit akan menjadi anterozoid (sperma) berflagel 2.
Anteridium berasal dari sel superfisial tunggal ke permukaan bagian atas
cakram
Arkegonium dibentuk pada cabang tegak berbentuk seperti payung dengan
cuping berbentuk jejari yang terpencar sebanyak 7 10 yang dikenal dengan
arkegoniofor (archegoniophore).
Arkegonium berkelompok di bagian bawah cakram di antara sepasang
cuping/lobus jejari. Arkegonium sebenarnya dibentuk oleh derivat sel apikal
disisi atas cakram muda.
Dalam perkembangannya jaringan di antara cuping tumbuh ke bawah dan
melekuk ke dalam sehingga arkegonium terletak di bagian bawah.
Arkegonium berbetuk seperti botol dengan leher panjang terdiri dari bagian
venter dan bagian leher. Bagian venter terdiri dari sel telur, sel saluran venter.
Bagian leher terdiri dari sel leher dan sel-sel saluran leher
Pembuahan
Jika terjadi pembuahan, tangkai arkegoniofor masih memendek.
Anterozoid masuk ke dalam arkegonium secara kemotaksis.
Bila sel telur siap dibuahi, maka sel-sel saluran leher akan melebur sehingga
terbentuk saluran sebagai jalan masuknya anterozoid -- terjadi peleburan
anterozoid dan sel telur -- zigot.
Sporofit
Zigot berkembang menjadi sporafit, yang terdiri dari bagian kaki, tangkai, dan
kapsul (sporangium).
Sporofit muda tumbuh membentuk bagian kaki (sebagai sel absorpsi), tangkai
(seta), dan kapsul (sprangium).
Bagian kapsul membelah-belah membentuk lapisan amphithesium dan
endothecium.
Lapisan endothecium membelah-belah, sebagian membentuk sporosit - spora
dan sebagian membentuk elatera.
Lapisan amphithecium membentuk lapisan jaket.
Skema Pembentuk Sporofit
Bagian kaki (2n)
Zigot
embrio
Bagian tangkai (2n )
sporofit

Bagian kapsul
*(sporangium) (2n)
*Endotesium (2n)
Elatera

sporosit (2n)

*amphitesium (2n)
jaket (selubung) (2n)

Spora (n)
Siklus Hidup
Marchantia
Gametofit

Arkegoniofor(n)

arkegonium (n)

ovum (n)
Zigot

Marchantia
Gametofit
Spora (n)

anteridiofor (n)

sporosit (2n )

anteridium (n)

sporofit (2n)

sperma (n)
Embrio
(2n)

Ricciacarpus natans
Permukaan bawah (ventral) terdapat (1) 4 baris sisik ventral atau lebih yang
berwarna ungu & terletak di tepi talus ; (2) Rizoid yang merupakan tonjolan
uniseluler yang terletak di bagian tengah ventral. Rizoid dibentuk pada
tumbuhan Ricciocarpus yang hidup di darat.
Permukaan atas (dorsal) terlihat alur (cekungan pada tulang daun tengah
yang meluas ke dalam tubuh)
Struktur talus
Rongga udara, ada beberapa baris menyerupai jaringan sponsa pada tumbuhan
tinggi. Ruang udara dibentuk oleh sel-sel parenkim fotosintetik (klorenkim).
Sel-sel filament fotosintetik terluar berisi sedikit plastida dan berfungsi
sebagai epidermis dengan dinding luarnya mengandung kutin.
Jaringan penyimpan : sel-sel parenkim berisi beberapa kloroplas dan berfungsi
sebagai sel penyimpan.
Gametofit
Organ reproduksi tenggelam dalam ruang pada dasar dan dinding alur dorsal
sejalan dengan kedewasaan tumbuhan.
Organ reproduksi berasal dari sel tunggal dan pada awalnya menonjol keluar
dari permukaan alur.
Tumbuhan protandri : anteridia dibentuk lebih dulu.
Organ reproduksi seksual hanya dibentuk pada tumbuhan yang mengapung.
Anteridia dan arkegonia tersusun atas 3 baris atau lebih pada alur dorsal
Anteridium terdiri dari tangkai pendek, lapisan jaket yang terdiri satu lapis dan
sel-sel spermatogen
Arkegonium berbentuk seperti botol terdiri dari sel telur, sel saluran perut dan
dikelilingi oleh selubung yang terdiri dari sel-sel steril yang meliputi sel-sel
leher dan sel perut
Sporofit
Setelah zigot terbentuk, zigot membelah membentuk massa jaringan berbentuk
bola dalam bagian perut dari arkegonium
Sel-sel perut membelah periklinal membentuk 2 lapis sel setelah terjadi
fertilisasi
Diferensiasi sporofit terjadi sebagai hasil pembelahan periklinal sel-sel lapisan
luar, yang memisahkan lapisan amphithecium dari bagian massa jaringan yang
di tengah yaitu endotesium.
Endotesium membelah membentuk sel-sel induk spora (sporosit) yang diploid
Sporosit membelah miosis membentuk tetrad spora
Spora dilapisi dinding tebal berwarna hitam