Anda di halaman 1dari 7

ARTIKEL ILMIAH

PRAKTIKUM ANALISIS FARMASI


ANALISIS KUALITATIF TRAMADOL HCL
Qualitative Analysis of Tramadol HCl

Oleh :
Diah Syauqieresa (260110120135)
Nufus Dwianita (260110120136)
Fatimah Fika Ambarani (260110120137)
Nadia Ananda Puteri (260110120138)

LABORATORIUM ANALISIS FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015

ANALISIS KUALITATIF TRAMADOL HCL


METODE SPEKTROFOTOMETRI INFRA RED
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang KM. 21, Jatinangor, 45363
Abstrak
Tramadol

HCl

atau

(1RS,2RS)-2-[(Dimetilamino)metil]-1-(3-metoksifenil)sikloheksanol

hidroklorida memiliki mekanisme kerja sebagai agonis reseptor .

Tramadol HCl banyak

digunakan sebagai analgesik dalam mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Pada penelitian ini
dilakukan analisis gugus fungsi dari senyawa Tramadol HCl menggunakan spektrofotometer
inframerah (IR). Analisis dilakukan dengan pelat KBr yang telah dicampurkan dengan sampel.
Didapatkan 9 puncak diantaranya pada bilangan gelombang 3300 cm -1, 3018.65 cm-1, 2861.45
cm-1, dan 1600 cm-1. Dari puncak tersebut, dapat diketahui gugus fungsi Tramadol HCl sesuai
dengan literatur diantaranya terdapat gugus aromatik dan sikloheksana.
Abctract
Tramadol

HCl

or

(1RS,2RS)-2-[(Dimethylamino)ethyl]-1-(3-Methoxyphenyl)cyclohexanol

hydrochloride works as a receptor agonist. Tramadol HCl is widely recognized for its analgesic
effects used to alleviate mild to moderate pains. This study aimed to analyze the functional
groups of Tramadol HCl using spectrophotometer infrared (IR). The analysis was performed
using a KBr plate that was previously combined with the sample. Nine peaks were obtained with
the wavenumbers of 3300 cm-1, 3018.65 cm-1, 2861.45 cm-1, and 1600 cm-1. Corresponding to the
prior literature, the peaks demonstrated that the functional groups of Tramadol HCl consist of
aromatic group and cyclohexane.
I.

Pendahuluan
Kimia analisis dapat dibagi dalam 2

adalah unsur atau senyawa apa yang terdapat

bidang, yaitu analisis kualitatif dan analisis

dalam suatu sampel. Sedangkan analisis

kuantitatif. Analisis kualitatif membahas

kuantitatif

tentang identifikasi zat-zat. Urusannya

berurusan

dengan

penetapan

banyaknya satu zat tertentu yang ada dalam

sampel padat, cair, gas, sampel antara padat

sampel (Svehla, 1985).

dan cair atau gas, sampel permukaan,

Atom-atom dalam suatu molekul


tidaklah diam, melainkan bervibrasi atau

maupun sampel ruahan (bulk) (Gandjar dan


Rohman, 2012).

bergetar. Hal ini disebabkan karena ikatan

Spektrofotometri Infra Red atau Infra

kimia yang menghubungkan dua atom dapat

Merah merupakan suatu metode yang

dimisalkan

yang

mengamati interaksi molekul dengan radiasi

dihubungkan oleh pegas (Hendayana, 1994).

elektromagnetik yang berada pada daerah

sebagai

dua

bola

Spektroskopi infra merah merupakan


teknis analisis yang sangat populer untuk
analisis berbagai sampel, baik sampel
produk

farmasetik,

pada Bilangan Gelombang 13.000 10 cm -1.


(Christian, 1994).

cairan

Spektrokopi IR digunakan untuk

lingkungan.

penentuan struktur, yakni informasi penting

Instrument infra merah mulai tersedia di

tentang gugus fungsional suatu molekul.

pasaran pada tahun 1940-an. Spektroskopi

Penentuan struktur ini dilakukan dengan

infra merah merupakan jenis spektroskopi

melihat plot apektrum IR yang terdeteksi

yang bersifat : (1) spesifik terhadap suatu

oleh alat spektrofotometer IR. Spektrum ini

molekul; yang akan memberikan informasi

menyatakan

yang menyatu (inheren) tentang gugus

diteruskan melalui cuplikan sebagai fungsi

fungsional

frekuensi

biologis,

makanan,

panjang gelombang 0,75 1.000 m atau

maupun

yang

sampel

ada

dalam

molekul,

jumlah
atau

radiasi

bilangan

IR

yang

gelombang.

termasuk macamnya, interaksi-interaksinya

Semakin rumit struktur suatu molekul,

dan

selektif

semakin banyak bentuk-bentuk vibrasi yang

terhadap isomer, yang disebabkan oleh

meungkin terjadi. Akibatnya kita akan

adanya

jari

melihat banyak pita-pita absorpsi yang

(fingerprint); (3) bersifat kuantitatif dan

diperoleh pada spektrum IR. Perlu diketahui

non-destruktif

bahkan

bahwa atom-atom dengan massa rendah

terhadap senyawa-senyawa yang sangat labil

cenderung lebih mudah bergerak dibanding

dengan kisaran kerja yang utama antara 0,1-

atom dengan massa atom lebih tinggi.

100%; dan (4) bersifat universal, dalam

(Hendayana, 1994).

orientasi-orientasinya;
kisaran

persyaratan

daerah

(tidak

(2)

sidik

merusak),

pengambilan

sampel,

baik

Radiasi Infra Merah yang dilewatkan


melalui

suatu

cuplikan

(dapat

Dilanjutkan dengan pengempaan hingga

berupa

terbentuk pelat dari campuran tramadol HCl

padatan / cairan murninya), menyebabkan

dan KBr. Pelat dimasukkan ke dalam

molekul-molekul dapat menyerap energi

instrumen spektrofotometer IR dan diamati

radiasi, sehingga terjadi perubahan tingkat

puncak yang terbentuk.

vibrasi, yakni dari tingkat dasar atau ground


state ke tingkat vibrasi tereksitasi atau

III.

Pada

exited state (Khopkar, 1984).


Dalam spektrofotometer, mula-mula
sinar infra merah dilewatkan melalui sampel
dan larutan, kemudian dilewatkan pada
monokromator untuk menghilangkan sinar
yang tidak diinginkan (stray radiation).
Berkas sinar ini kemudian didespersikan
melalui

prisma

atau

Hasil dan Pembahasan

grating.

Dengan

melewatkannya melalui slit, sinar tersebut


dapat difokuskan pada detektor yang akan
mengubah berkas sinar menjadi sinyal listrik
yang selanjutnya direkam oleh rekorder
(Tarigan, 1986).

ini

dilakukan

penentuan kadar Tramadol HCl dengan


menggunakan Spektrometer I . Spektrometer
I

digunakan

memastikan

untuk
identitas

mengetahui
suatu

dan

senyawa

berdasarkan gugus yang terdeteksi, karena


tiap senyawa akan mempunyai ciri khas
spectrum yang berbeda dengan senyawa
lainnya. Hal pertama yang dilakukan adalah
ditimbang Tramadol HCL sebanyak 50 mg
dan kemudian dikeringkan dalam oven agar
menghilangkan

air

karena

bersiat

higroskopis. Setelah dikeringkan, hasilnya


ditimbang

II. Metode

pratikum

sebanyak

10

mg

lalu

dicampurkan dengan KBr kering sebanyak

Sampel Tramadol HCl ditimbang

250 mg dan digerus pada mortir kecil hingga

sebanyak 4 mg dan KBr ditimbang sebanyak

homogen. Kemudian, campuran tersebut

196 mg pada kaca arloji yang berbeda.

diletakkan dalam pompa hidrolik yang telah

Kemudian kedua zat tersebut dikeringkan di

ditekan sebesar 10 ton selama 5 menit,

dalam oven selama kurang lebih 30 menit.

perlakuan ini akan menghasilkan lempeng

Tramadol

telah

yang transparan. Transparasi sangat penting

homogen.

karena serapannya akan kurang bagus

HCl

dikeringkan,
Campuran

dan

KBr

digerus

hingga

dimasukkan

ke

yang
dalam

alat

apabila tidak homogen dalam pengadukan

pencetak pelat dan diratakan permukaannya.

dan menghasilkan ada pellet yang buram.

Pellet tersebut kemudian dimasukkan ke

merupakan output interaksi ikatan tiap unsur

instrumen dan dirunning, untuk kemudian

di dalam senyawa, dan interaksi yang

dianalisis hasilnya berdasarkan spectrum

dimaksud adalah stretching dan bending

gugus fungsi yang terbentuk. Spectrum ini

240
%T
225

210

195

180

165

150

135

120

105

2 0 4 6 .5 1

90

75

60

3 0 1 8 .6 5

45

8 4 9 .6 6

30

4600
tramadol hcl

4400

4200

4000

3800

3600

3400

1 6 0 7 .7 0

2 9 2 9 .9 2

3 3 4 1 .7 3
3 3 0 5 .0 8

2 8 6 1 .4 5

2 4 8 1 .4 6

15

3200

3000

2800

2600

2400

2200

2000

1800

1600

1400

1200

1000

800

600

400
1/cm

Gambar 1. Hasil Spektrum IR


Hasil analisis kualitatif Tramadol

1600 cm-1, terdapat juga kemungkinan C-C

HCl dengan menggunakan spektroskopi IR

strecthes

menunjukkan

yang

divisualisasikan oleh pita tajam di daerah

dalam

1600 cm-1. Kemudian, dilihat juga gugus

Tramadol HCl yaitu gugus OH, cincin

OH akan muncul sebagai lekukan kecil di

aromatik, halida (Cl), karbonil (-CO), serta

daerah 3700-3200 cm-1 , dimana pada

amin tersier. Terdapat ciri khas khusus yang

spektrum

tervisualisasi dalam bentuk spektrum IR dari

kemungkinan di daerah 3620 cm-1, tetapi

tiap-tiap gugus tersebut. Pertama-tama dicari

kemungkinan juga terjadi di daerah 3300

gugus karbonil yang muncul di daerah 1820-

cm-1 tapi menunjukkan pita yang lebih lebar

menggambarkan

spektrum
gugus-gugus

cincin

gugus

aromatik

OH

yang

tervisualisasi

karena overlap dengan CH strecth alkena

out-of-plane di daerah 900-675 cm-1, serta

dan aromatik, serta pita sedikit tajam di

CH bending di daerah 1250-1000 cm-1.

daerah lebih sedikit dari 3000 cm-1.

Gugus

sekitar

3000

satuan

gelombang

Di

amin

tersier

biasanya

tidak

ada

memunculkan apapun di daerah dimana

spektrum tajam yang menunjukkan interaksi

seharusnya terjadi NH stretch yaitu di

antara C-H alifatik serta aromatik. Terdapat

daerah 3000-3300 cm-1 dan NH bending di

juga pita yang diduga merupakan CH

daerah sekitar 1600 cm-1 karena tidak

stretch alkana berada di daerah 2900 cm-1.

memiliki

Ciri khas yang paling khas terdapat pada

dikatakan pitanya cenderung lemah dan

gugus aromatik dilihat tervisualisasi adanya

tertutup oleh gugus OH di daerah ini.

ikatan

NH

sehingga

dapat

overtones di daerah 2000-1600 cm-1, pita

Gambar 2. Kemungkinan visualisasi struktur Tramadol HCl dalam hasil spektrum IR


Kemungkinan kemungkinan yang

2. Pellet yang kurang homogen

dapat mengganggu serapan I dan berujung

3. Pellet yang kurang transparan

pada adanya spektrum pengganggu adalah :

4. Adanya kontaminasi dan lemak jari

1. Kurang keringnya KBr

pada pellet

Gandjar, I. G. dan A. Rohman. 2012. Kimia


IV.

Simpulan

Farmasi

Sampel Tramadol HCl dapat


diidentifikasi
metode

secara

kualitatif

spektrofotometri

dengan

inframerah,

Analisis.

Yogyakarta

Pustaka Pelajar
Khopkar, S. M. 1984. Konsep Dasar Kimia
Analitik (terjemahan). Bombay

didapatkan hasil beberapa puncak pada

: Analytical Laboratory Department

panjang gelombang 3300 cm-1, 3018.65 cm-

of Chemistry Indian Institut of

Technology Bombay, hal. 204 243..

, 2861.45 cm-1, dan 1600 cm-1 yang

mengidentifikasikan

gugus

OH,

C-H

(Alkana), C-H Aromatik.


DAFTAR PUSTAKA
Christian, G.D. 1994. Analytical Chemistry
5th Edition. John Wiley and Sons,
lnc. New York. Page 485-497.

Tarigan, Poris. 1986. Spektrometri Massa.


Bandung : Alumni, hal. 51 54.
Svehla. 1985. Vogel; Analisis Anorganik
Kualitatif

Makro

dan

Semi

Mikro.Edisi Kelima. Kalman Media


Pustaka, Jakarta.