Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL FINAL PROJECT SISTEM FOTONIKA

JUDUL FINAL PROJECT

RANCANG BANGUN LUXMETER MENGGUNAKAN SENSOR


PHOTOCELL BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO

Diusulkan Oleh :
David Hetristiari Napitupulu
Febrilia Ramadani
Rizky Diwyastra
Dinu Saadilah
Alan Kumsuma Putra
Zain Amarta

Afthon Ilman Huda Isyfi


Putria Widya Budiarti

(2410100014)
(2412100032)
(2412100056)
(2412100108)
(2412100112)
(2412100123)

Angkatan 2010
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012

Asisten
(2411100125)
(2412100047)

Angkatan 2011
Angkatan 2012

PROGRAM STUDI S-1


JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015

LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL FINAL PROJECT
JURUSAN TEKNIK FISIKA FTI ITS
Judul

: Rancang Bangun Luxmeter Menggunakan Sensor


Photocell Berbasis Microcontroller Arduino
Bidang Studi
: Rekayasa Fotonika
Kelompok
: 15
1. Jangka waktu
: 3 Minggu
Asisten
: a. Afthon Ilman Huda Isyfi
(2411100125)
b. Putria Widya Budiarti
(2412100047)
2. Usulanan Proposal ke : Satu
3. Status
: Baru
Surabaya, 31 Maret 2015

Asisten Pendamping

Ketua Kelompok,

Putria Widya Budiarti


NRP. 2412 100 047

Rizky Diwyastra
NRP. 2412 100 056

I.

Judul
Judul dari Final Project yang akan dibuat ini adalah Rancang Bangun
Luxmeter Menggunakan Sensor Photocell Berbasis Microcontroller Arduino

II. Asisten
1. Afthon Ilman Huda Isyfi
2. Putria Widya Budiarti

(2411100125)
(2412100047)

Angkatan 2011
Angkatan 2012

III. Latar Belakang


Cahaya mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari
misalnya cahaya lampu, dimana iluminansi cahaya bergantung pada jarak terhadap
sumber cahaya tersebut. Metode eksperimen merupakan salah satu faktor yang
sangat penting dalam pembelajaran di ASISTM (Australia School Inovation in
Science, Technology & Mathematics). Dalam Percobaan intensitas cahaya yang
menyelidiki hubungan iluminansi cahaya dan jarak dari sumber cahaya dengan
menggunakan luxmeter [1]. Selain itu, Pencahayaan merupakan salah satu faktor
penting dalam desain dan operasionalisasi sarana pendidikan. Ruang kelas adalah
salah satu sarana dengan aktivitas utama baca-tulis, sehingga iluminansi cahaya
minimum yang diharapkan adalah 250 lux. Sedangkan standar di negara kita
tentang iluminansi cahaya untuk kelas yaitu 200 - 300 lux [2].
Besarnya iluminansi cahaya perlu untuk diketahui karena pada dasarnya
manusia memerlukan pencahayaan yang cukup. Iluminansi cahaya adalah suatu
besaran fisika yang sangat mempengaruhi kondisi suatu tempat misalnya
kelembaban, suhu dan lain-lain. Alat untuk mengukur iluminansi cahaya adalah
luxmeter atau light meter. Iluminasi cahaya ini perlu diperhatikan karena pada
dasarnya setiap ruangan dengan fungsi mereka masing-masing membutuhkan
pencahayaan yang sesuai yang sudah ditetapkan dalam SNI pencahayaan agar tidak
mengganggu para pemakainya, sehingga para pemakai ruangan akan merasa
nyaman dengan adanya pencahayaan yang sesuai dengan standart yang sudah ada.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibuat alat ukur iluminansi cahaya.
Implementasi dari alat ukur ini dapat digunakan untuk kegiatan dalam proses
pengauditan suatu pencahayaan ruangan agar sesuai dengan standart yang sudah
ada. Oleh karena itu, dalam penelitian ini juga dibuat desain alat untuk menentukan
intensitas cahaya
IV. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam proposal ini adalah :
a. kurangnya alat yang digunakan dalam mengaudit pencahayaan dalam suatu
ruangan
b. kurangnya pengetahuan mengenai cara merancang suatu luxmeter menggunakan
sensor photocell

V. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah dalam proposal ini, maka tujuan yang ingin
diambil dalam perancangan ini adalah:
a. untuk menciptakan alat yang digunakan dalam mengaudit pencahayaan dalam
suatu ruangan
b. untuk mengetahui cara merancang suatu luxmeter menggunakan sensor
photocell
VI. Batasan Masalah
Proposal ini dibatasi pada sistem Rancang Bangun Luxmeter Menggunakan
Sensor Photocell Berbasis Microcontroller Arduino.
VII. Teori Penunjang
7.1 Intensitas Cahaya (I) dan Fluks Cahaya ()
Luminous intensity atau intensitas cahaya I didefinisikan sebagai banyaknya
fluks cahaya yang memancar per sudut ruang :

I = ......................................(1)

Total sudut ruang adalah w = 4 (Steradian). Fluks cahaya adalah besarnya


intensitas cahaya yang memancar pada sudut ruang tertentu [3].
7.2 Iluminansi Cahaya
Iluminansi cahaya adalah sinar yang jatuh (datang) pada sebuah permukaan
atau fluks cahaya yang menerangi bidang tiap satu satuan luas, sehingga dapat
ditulis persamaan sebagai berikut :

E = ......................................(2)
A
Karena fluks cahaya yang memancarkan dari titik seluruh ruang adalah =
4I dan luas permukaan bola adalah A = 4R2, suatu sumber intensitas cahaya I
menghasilkan iluminansi total adalah
I
E = 2 ......................................(3)

Ini menunjukkan bahwa iluminansi pada jarak R berbanding lurus terhadap


intensitas cahaya sumber dan berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak [4].
7.3 Photocell
Sensor cahaya yang digunakan adalah photocell atau fotovoltaik sel.
Fotovoltaik sel diberi nama demikian sesuai dengan apa yang dilakukannya: yaitu
mengkonversi cahaya ("foto") menjadi listrik ("voltaic"). Sel ini terbuat dari bahan
semikonduktor. Elektron dalam atom semikonduktor tidak bebas untuk bergerak
kecuali mendapatkan sejumlah energi. Elektron ini dapat memperoleh energi dari
cahaya yang mengenai semikonduktor pada photocell.

Gambar 1. Diagram penampang Photocell


Ketika menyinari photocell, cahaya memiliki sekumpulan energi yang disebut
foton, sehingga semakin besar frekuensi cahaya, semakin besar pula energi foton
tersebut. Jika energy foton cukup besar, ini dapat memberikan energi pada elektron
dan membebaskannya dari ikatan kovalen. Dengan demikian terjadi penyeberangan
elektron pada sisi-p di p-n junction ke semikonduktor tipe-n, elektron akan bebas
bergerak dan menghasilkan arus listrik. Jika photocell tersebut dihubungkan ke
rangkaian listrik, elektron akan mengalir dari semikonduktor tipe-n melalui
rangkaian menuju semikonduktor tipe-p, seperti halnya elektron bergerak dari
terminal negatif pada sebuah baterai ke terminal positif. Energi yang diperoleh dari
cahaya sama seperti energi yang diperoleh elektron dari baterai [5]. Photocell yang
digunakan mempunyai keluaran maksimum sebesar 200 mV. Keluaran ini perlu
diperkuat sehingga dapat mencapai masukan maksimum untuk ADC yang
digunakan yaitu 2,56 V. Oleh karena itu dibuatlah op-amp non inverting.
7.4 Mikrokontroller Arduino
Arduino dirilis oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles pada tahun 2005.
Arduino merupakan sistem mikrokontroler yang relatif mudah dan cepat dalam
membuat aplikasi elektronika maupun robotika. Arduino terdiri dari perangkat
elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang di dalamnya terdapat
komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis AVR dari
perusahaan Atmel. Arduino memiliki software dan hardware. Gambar 2.
menunjukkan logo Arduino.

Gambar 2. Logo Arduino


Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source,
diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan

elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan
softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.
Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar
mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah dipelajari. Tapi
tidak hanya pemula, para hobbyist atau profesional pun ikut senang
mengembangkan aplikasi elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai
dalam Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang
disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka (libraries) Arduino. Arduino juga
menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus menawarkan
berbagai macam kelebihan antara lain:
a. Murah - Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif murah (antara
125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform
mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu bisa dibuat sendiri
dan itu sangat mungkin sekali karena semua sumber daya untuk membuat
sendiri Arduino tersedia lengkap di website Arduino bahkan di website-website
komunitas Arduino lainnya. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga
cocok bekerja di Linux.
b. Sederhana dan mudah pemrogramannya - Perlu diketahui bahwa lingkungan
pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel
bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen, Arduino berbasis pada
lingkungan pemrograman Processing, sehingga jika mahasiswa atau muridmurid terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan mudah menggunakan
Arduino.
c. Perangkat lunaknya Open Source - Perangkat lunak Arduino IDE
dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para pemrogram
berpengalaman untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa
dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada
Bahasa C untuk AVR.
d. Perangkat kerasnya Open Source - Perangkat keras Arduino berbasis
mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280
(yang terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya
(dan kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi bootloader
tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga
menggunakan breadoard untuk membuat perangkat Arduino beserta periferalperiferal lain yang dibutuhkan.
VIII. METODOLOGI
Metodologi penelitian yang dilakukan dalam membuat Rancang Bangun
Luxmeter Menggunakan Sensor Photocell Berbasis Microcontroller Arduino
adalah sebagai berikut :

8.1 Flowchart Pembuatan Alat


Adapun Flowchart pembuatan Rancang Bangun Luxmeter Menggunakan
Sensor Photocell Berbasis Microcontroller Arduino adalah sebagai berikut :
Start

Studi literatur mengeneai Arduino, photocell


dan tentang pengukuran Kuat Pencahayaan
pengukuran massa

Mengumpulkan komponen
pembuatan alat

Perancangan serta pembuatan


hardware dan sistem perhitungan

Pengujian alat ukur


dengan alat standar

Evaluasi

Pengambilan data , dan


pengolahan data Kuat
pencahayaan

Analisa hasil dan kesimpulan

Selesai

Gambar 3. Flowchart Pembuatan Rancang Bangun Luxmeter Menggunakan


Sensor Photocell Berbasis Microcontroller Arduino

Keterangan :
a. Studi literatur mengeneai Arduino, photocell dan tentang pengukuran Kuat
Pencahayaan
Merupakan tahap untuk mendapatkan literatur mengenai Arduino, photocell dan
tentang pengukuran Kuat Pencahayaan guna menunjang proses pembuatan
Luxmeter
b. Mengumpulkan komponen pembuatan alat
Merupakan tahap dimana menentukan seluruh komponen alat ukur mulai dari
sensor, pengondisian sinyal, pemrosesan sinyal dan display yang sesuai
spesifikasi alat yang akan digunakan.
c. Perancangan serta pembuatan hardware dan sistem perhitungan
Pada tahap ini akan dirancang bagaimana hardware untuk menunjang sistem
pengukuran kuat pencahayaan Komponen penunjang seperti, kabel jumper,
solder mulai disiapkan guna pembuatan rancang bangun. Sesuai dengan diagram
blok perancangan alat yang dibuat.
Mikrokontroller
Photocell

Signal
Conditioning

ADC

Counting

Display

Gambar 4. Diagram Blok Sistem


d. Pengujian Alat Standar
Setelah semua terintegrasi, alat ukur diuji dengan alat ukur yang telah standard,
jika sudah sama pembacaan dengan alat ukur standar, maka lanjut ke tahap
selanjutnya.
e. Pengambilan data dan pengolahan data karakteristik alat ukur berat
Setelah alat ukur selesai dibuat maka langkah selanjutnya adalah pengembilan
data pengukuran terhadap kuat pencahayaan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik sistem.
f. Analisa hasil dan kesimpulan
Analisis dari sistem yang telah di buat berhasil di dapatkan, hasilnya sesuai yang
di harapkan dan menarik keesimpulan dari hasil penelitian yang di dapatkan.
8.2 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan rancang bangun ini
adalah sebagai berikut :
Bahan
a. Arduino

b.
c.
d.
e.
f.
g.

Photocell
Resistor
LCD
Kabel
Timah
PCB

Alat
a. Solder
b. Gunting
c. Gergaji

IX. Jadwal Kegiatan


Adapun jadwal pelaksanaan program PKM Penelitian ini adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Program
No

Kegiatan

1
2
3
4
5
6

Briefing praktikum
Pengumpulan proposal
Evaluasi proposal
Pembelian alat
Pengerjaan alat
Pengambilan data

Pembuatan dan evaluasi laporan

Minggu keII III IV V VI

X. Daftar Pustaka
[1] http://com/experiments/physics/34-Inverse-square- SV.pdf - 2008-10-23.
[2] Darmasetiawan, C. and Puspakesuma, L. 1991, Teknik Pencahayaan dan Tata
Letak Lampu, Gramedia, Jakarta.
[3] Frederick Bueche, David L. Wallach., 1994, Technical Physics 4th Ed, John
Wiley & Sons, Inc.
[4] Sears, Francis Weston., 1948, Principles of Physics III Optics, Addison-Wesley
Press, Inc.
[5] John C. C. Fan, Solar Cells: Plugging into the Sun, Tech. Rev., 80 (7), 14
(Aug/Sep 1978).