Anda di halaman 1dari 49

( anatomis dan fungsional)

Oleh

Didiek Pangestu Hadi

Sistem Saraf
Merupakan salah satu sistem pengaturan

tubuh manusia di samping sistem endokrin


Sistem saraf disusun oleh tiga jenis sel saraf yaitu
neuron aferen, neuron eferen, dan interneuron
Aktivitas yang dikontrol oleh sistem saraf
ditujukan untuk mempertahankan homeostasis.
Secara umum sistem saraf bekerja melalui
sinyal-sinyal listriknya (potensial aksi) untuk
mengontrol respons terhadap tubuh yang cepat
(milidetik).

Sistem Saraf

Sistem Endokrin

Sistem kabel; pengaturan secara


struktural antara neuron dan sel
target

Sistem tanpa kabel; kelenjar


endokrin tidak saling berhubungan/
ke sel target

Neurotransmiter dilepaskan ke celah


sinap

Hormon dilepaskan ke dalam darah

Jarak kerja pembawa sinyal kimia


sangat dekat (berdifusi melewati
celah sinaps)

Jarak kerja jauh (dibawa oleh darah)

Kekhasan kerjanya bergantung pada


hubungan anatomi

Bergantung pada pengikatan sel


target dan tanggap terhadap hormon
khusus

Kecepatan respons sangat cepat


(mdet)

Lambat (menit sampai jam)

Lama kerja pendek (mdet)

Lama (menit sampai hari atau lebih


lama)

Mengkoordinasi respons yang cepat


dan tepat

Mengontrol aktivitas yang


memerlukan waktu lama

Memengaruhi sistem pengaturan


utama lain

Memengaruhi sistem pengaturan


utama lain

Sel Neuron

Sel Neuron
Sel peka rangsang yg menerima sinyal

sensorik dan menyalurkan sinyal motorik.


Unit anatomis dan fungsional sistem saraf.

Neuron

Sel Neuron
Dendrit: tonjolan yg menghantarkan impuls

ke badan sel.
Akson: tonjolan yg menghantarkan impuls
keluar badan sel.
Mielin: kompleks protein-lemak, warna putih,
membungkus saraf.
Nodus Ranvier: konduksi saltatorik.

Sel Neuron
Neuron
Neuron
Neuron
Neuron

aferen: sensorik
eferen: motorik
asosiasi
memerlukan glukosa sbg sumber

energi.
Neuron: membuat & melepaskan
neurotransmiter.
Neuron berkontak dg neuron lain atau efektor
melalui sinaps.

OTAK

OTAK

Sistem Saraf Pusat


OTAK
Berat:

2% berat badan dws

Telensefalon:

hemisfer cerebri,
sistem limbik, ganglia basalis
Diensefalon
Mesensefalon
Metensefalon: pons, cerebelum
Mielensefalon: medula oblongata

OTAK
Otak & medula spinalis dilindungi oleh tulang

tengkorak & tulang belakang.


Sumber energi: glukosa

Lapisan Pembungkus
Otak
Lapisan pembungkus otak:
Ruang epidural
- Duramater
Ruang subdural
- Arachnoid
Ruang subarachnoid
- Piamater

Serebrum
Pusat saraf, mengatur semua kegiatan

motorik&sensorik, proses penalaran, ingatan,


intelegensia.
Dibagi jd hemisfer kanan& kiri
Hemisfer kanan tubuh kiri
Hemisfer kiri tubuh kanan

Serebrum
Area Wernicke

Area bicara

Serebrum
Bag.luar : substansia grisea korteks serebri
Bag.dlm : substansia alba
Korteks: byk lipatan girus : memperluas

permukaan.
Celah/lekukan sulkus
Fungsi spesifik daerah korteks serebri :
pemetaan Brodmann
Substansia alba: jaras serabut neuron:
asosiasi, komisura, proyeksi.

Diensefalon
Sekitar ventrikel III, bag.dlm serebrum.
Tdr: talamus, subtalamus, epitalamus,

hipotalamus.
Talamus : relai jaras sensoris
Hipotalamus : tingkah laku, emosi, hormon.

Serebelum
Dalam fossa kranii posterior
Fungsi:

Koordinasi gerakan, tonus, kekuatan kontraksi,


mempertahankan keseimbangan & sikap
tubuh.

Batang Otak
Medula oblongata, pons, mesensefalon.
Berlanjut sbg medula spinalis
Medula oblongata:

Pusat pernafasan, kardiovaskuler, muntah,


batuk,bersin,menelan

Formatio Retikularis
Serabut yg saling terjalin membentuk inti

sentral batang otak.


Berhubungan ke bwh dgn medula spinalis,
meluas ke atas ke diensefalon & telensefalon.
Fungsi:
Mengatur fungsi kesadaran dan merangsang
korteks serebri utk menerima rangsang dr
semua bagian tubuh.

Medula Spinalis
Lanjutan medula oblongata-foramen

magnum-kolumna vertebralis sampai vertebra


lumbal 1 : konus medularis.
Sebagai pusat refleks, jaras konduksi dari dan

ke otak.

Medula Spinalis
Bag.luar substansia alba
Sbg penghantar traktus2 / shg impuls aferen

dr spinal otak, impuls eferen dr otak cornu


ant med spinalis
Bag.dlm substansia grisea (btk H)
Kornu anterior eferen
Kornu posterior aferen
Neuron asosiasi: Menghantar impuls antar
neuron

Sistem Saraf Tepi


Anatomis :
12 pasang saraf kranial
31 pasang saraf spinal:

8 ps saraf servikal, 12 ps saraf thorakal, 5 ps


saraf lumbal, 5 ps saraf sakralis, 1 ps saraf
koksigeal.

Sistem Saraf Tepi


Fungsional :
Sistem saraf somatis :

Aferen : nyeri suhu, raba


Eferen : otot rangka
Sistem saraf otonom : Aferen, eferen organ
viseral
Simpatis : torakolumbal
Parasimpatis : kraniosakral

Saraf Spinal
Radix posteriorsensoris
Radix anteriormotorik
Keluar dr foramen intervertebralis bersatu

membentuk saraf spinal.


Saraf spinal saling terjalin membentuk jalinan
saraf pleksus.

Pleksus-pleksus
Pleksus servikalis (C1-C4):

Leher, blkg kepala, diafragma.


Pleksus brachialis (C5-T1):
Ekstremitas atas
Pleksus Lumbalis (T12-L4):
Otot,kulit tubuh bag bwh,ekstremitas bwh
Pleksus sakralis (L4-S4):Perineum
Pleksus koksigeus (S4-koksigeus): perineum

Saraf Thorakal +
Dermatom
Saraf thorakal (T3-T11):

Saraf intercostalisdada, abdomen


Kulit: radix dorsal tiap saraf

spinaldermatom.

Suplai Darah
a.carotis comunis:
a.carotis eksterna : wajah,tiroid,lidah,faring

a.meningea media:duramater
a.carotis interna:

sinus caroticus

a.cerebri media

a.oftalmika : mata&orbita

a.cerebri anterior

Suplai Darah
a.Vertebralis
(berasal dr a.subclavia kanan dan kiri)
a.basilaris (mel.foramen magnum)
a.cerebri posterior
Sirkulus arteriosus Willisi:

Anastomosis a.carotis interna &


vertebrobasilaris
Aliran vena:
sinus venosus duramater v. jugularis interna.

Cairan Serebrospinal
Volume: Dws: 85-150ml, Neonatus 10-60ml
Diproduksi: pleksus koroideus (500ml/hari)
Berisi: air, elektrolit,O2,CO2, glukosa,

leukosit,protein.
Fungsi: transport nutrisi & metabolit,
proteksi.
Aliran:
Ventrikel lateralventrikel IIIventrikel
IVruang subarachnoidsinus sagitalis
superior.
Lumbal punksi: Dws : L3-L4, Anak : L4-L5

Hidrosefalus
Pbtkan LCS>>, absorbsi<<, obstruksi aliran

LCS
Hidrosefalus nonkomunikan:
Obstruksi aliran pd sistem ventrikel, srg pd
anak.
Hidrosefalus komunikan:
Gangguan reabsorbsi, srg pd dewasa,
sekunder krn infeksi.

Nervus Cranialis
I
II
III

N.Cranialis
Olfaktorius
Optikus
Okulomotor

Komponen
Sensorik
Sensorik
Motorik

Fungsi
Penciuman
Penglihatan
Gerak bola mata, konstriksi
pupil

IV
V

Trochlearis
Trigeminus

Motorik
Motorik

Gerak bola mata


Otot mengunyah,
gerak rahang
Kulit wajah,kepala,mukosa,
gigi, reflek kornea

Sensorik

Nervus Cranialis
N.Cranialis Komponen Fungsi
VI

Abdusens

Motorik

Gerak bola mata

VII

Facialis

Motorik
Sensorik

Otot wajah,lakrimasi, salivasi


Pengecapan 2/3 depan lidah

Sensorik
Sensorik

Keseimbangan
Pendengaran

VIII Vestibulococlearis
Vestibularis
Koklearis

Nervus Cranialis
N.Cranialis
IX

Komponen Fungsi

Glosofaringe Motorik
us
Sensorik

Vagus

Motorik

Sensorik

Faring,menelan, reflek
muntah, parotis, salivasi
Faring, lidah posterior
Faring, laring, menelan,
refleks muntah, fonasi, visera
abdomen
Faring, laring, refleks muntah,
visera leher, thoraks,
abdomen

Nervus Cranialis
XI

N.Cranialis Komponen Fungsi


Aksesorius Motorik
Pergerakan kepala, bahu

XII Hipoglosus

Motorik

Pergerakan lidah

TERIMA KASIH