Anda di halaman 1dari 2

Riwayat sistemik

Menurut Carranza (1990), suatu riwayat sistemik akan menolong operator dalam
hal (1) diagnosis manifestasi oral dari penyakit sistemik, (2) penemuan kondisi
sistemik yang dapat mempengaruhi respon jaringan periodontal terhadap faktor
lokal, (3) penemuan kondisi sistemik yang membutuhkan suatu tindakan
pencegahan dan modifikasi dalam perawatannya. Suatu riwayat sistemik harus
mengacu pada hal-hal sebagai berikut:
a. Apakah pasien sedang dalam perawatan dokter; jika iya, tanyakan asal,
durasi penyakit serta terapinya. Penyidikan dapat dilakukan berdasarkan dosis
dan durasi terapi dengan antikoagulan dan kortikosteroid.
b. Riwayat rheumatic fever, rheumatic atau penyakit jantung kongenital,
hipertensi, angina pectoris, myocardial infarction, nefritis, penyakit ginjal,
diabetes, dan/atau pingsan.
c. Kecenderungan perdarahan yang abnornal seperti hidung yang berdarah,
perdarahan yang lama pada luka kecil, ecchymosis spontan, kecendrungan
terhadap memar yang berlebihan, dan perdarahan menstruasi yang berlebihan.
d. Penyakit infeksi, termasuk berkontak dengan penyakit infeksi di rumah atau di
kantor, atau baru saja mendapat rontgen di bagian dada.
e. Kemungkinan memiliki penyakit akibat pekerjaannya.
f. Riwayat alegi, termasuk hay fever, asma, sensitif terhadap makanan, atau
sensitif terhadap obat misalnya aspirin, codeine, barbiturat, sulfonamide,
antibiotik, prokain, dan laxatives atau terhadap bahan dental seperti eugenol
atau resin akrilik.
g. Informasi onset pubertas dan menopause dan mengenai kelainan menstrual
atau hysterectomy, kehamilan, atau keguguran.
Riwayat kesehatan gigi
Pada saat mencari riwayat kesehatan gigi, praktisi mendapat kesempatan untuk
menulai perilaku pasien, membangun hubungan, dan mempelajari penyakit gigi
yang telah lalu serta responya terhadap perawatan. Juga penting untuk
mengetahui cara pemeliharaan kebersihan mulut yang selama ini dilakukan oleh
pasien di rumah yang mencerminkan pengetahuan pasien tentang kesehatan
gigi (Fedi dkk, 2005). Menurut Carranza (1990), pada saat pengumpulan riwayat
kesehatan gigi, harus ditanyakan pula keluhan utama pasien. Gejala pasien
dengan penyakit gingival dan periodontal berhubungan dengan perdarahan pada
gusi, spacing pada gigi yang sebelumnya tidak ada, bau mulut, dan rasa gatal
pada gusi yang dapat berkurang melalui pencungkilan dengan tusuk gigi. Selain
itu juga terdapat rasa nyeri dengan variasi tipe dan durasi, misalnya konstan,
tumpul, gnawing pain, rasa nyeri yang tumpul setelah makan, rasa nyeri yang
dalam rahang, rasa nyeri akut, sensitif ketika mengunyah, sensitif terhadap

panas dan dingin, sensasi terbakar pada gusi, dan sensitif terhadap udara yang
dihirup. Riwayat dental harus meliputi acuan seperti:
a. Kunjungan ke dokter gigi meliputi frekuensi, tanggal terakhir kunjungan, dan
perawatannya. Profilaksis oral atau pembersihan oleh dokter gigi frekuensi
dan tanggal terakhir dibersihkan.
b. Menyikat gigi frekuensi, sebelum atau sesudah makan, metode, tipe sikat
gigi dan pasta, serta interval waktu digantinya sikat gigi.
c. Perawatan ortodontik durasi dan perkiraan waktu selesai.
d. Rasa nyeri di gigi atau di gusi cara rasa nyeri terpancing, asal dan durasinya,
dan cara menghilangkan rasa nyeri tersebut.
e. Gusi berdarah kapan pertama kali diketahui; terjadi spontan atau tidak,
terjadi saat sikat gigi atau saat makan, terjadi pada malam hari atau pada
periode yang teratur; apakah gusi berdarah berhubungan dengan periode
menstruasi atau faktor spesifik; durasi perdarahan dan cara menghentikannya.
f. Bau mulut dan daerah impaksi makanan
g. Kegohayan gigi apakah terasa hilang atau tidak nyaman pada gigi? Apakah
terdapat kesulitan pada saat mengunyah?
h. Riwayat masalah gusi sebelumnya i. Kebiasaan grinding teeth atau clenching
teeth pada malam hari atau setiap waktu. Apakah otot gigi terasa sakit pada
pagi hari? Kebiasaan lainnya seperti merokok, menggigit kuku, dan menggigit
benda asing.