Anda di halaman 1dari 5

Patologi

A. Pengertian Patologi
Patologi adalah ilmu atau studi mengenai penyakit.
Patologi secara harfiah adalah biologi abnormal. Studi mengenai proses-proses
biologic yang tidak sesuai, atau studi mengenai individu yang sakit atau
terganggu.
Sebagai suatu ilmu, Patologi mencakup bidang-bidang seperti patologi
tanaman, patologi serangga, patologi kedokteran hewan dan patologi
komparatif, serta patologi manusia.
Dalam konteks kedokteran manusia, patologi tidak hanya merupakan ilmu dasar
atau teoritik, tetapi juga merupakan spesialisasi kedokteran klinis.
Patologi adalah bagian dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang penyakit
yang disebabkan karena perubahan struktur dan fungsi dari sel dan jaringan
tubuh.
Keadaan tubuh yang sakit disebabkan karena adanya gangguan yang
menyebabkan menimbulkan sakit. Kerusakan atau gangguan terdapat pada sel
dan jaringan tubuh atau fungsi yang menyimpang menggangggu tubuh
sebagian dan seluruhnya.
Patologi adalah cabang ilmu pengobatan yang berkaitan dengan sebab-sebab
penyakit dan prosesnya serta pengaruhnya terhadap struktur dan fungsi tubuh
manusia. Secara khusus mengkaji proses penyakit dengan pengujian terhadap
jaringan-jaringan dan cairan-cairan tubuh yang ditemukan selama pembedahan
atau autopsi.
Dua cabang besar patologi adalah patologi jaringan atau patologi anatomis dan
patologi klinis. Patologi anatomi didasarkan pada pengujian organ-organ dan
jaringan-jaringan secara langsung untuk menentukan sifat, tingkat dan ramalan
terhadap penyakit pasien, seperti dalam biopsy atau untuk menjelaskan sebabsebab kematian pasien dalam suatu autopsy. Patologi klinis melibatkan
prosedur-prosedur laboratorium untuk menentukan pemusatan berbagai zat
biokimia di dalam cairan tubuh, kumpulan sel-sel dan bentuk-bentuknya di
dalam darah, sumsum tulang, dan jaringan-jaringan lain, fungsi-fungsi organ
seperti hati, ginjal, status sistem kekebalan, dan identifikasi organismeorganisme yang menular.
Menurut Chaplin, Patologi (pathology) adalah pengetahuan tentang penyakit
atau gangguan. Atau, satu kondisi penyakit atau gangguan.
Peran patologi ialah sebagai penghubung antara ilmu kedokteran dasar dan
ilmu kedoktran klinis. Berfungsi sebagai jembatan yang merupakan titian bagi

seorang dalam upaya menyembuhkan suatu penyakit pada pasien. Ketepatan


diagnosis dan pengobatan
Kedudukan Patologi di dalam ilmu kedokteran diibaratkan sebagai batang dan
cabang dari suatu pohon ilmu kedokteran yang akarnya ialah ilmu dasar dan
daunnya ialah praktek klinis.
Patologi Anatomik merupakan bagian dari ilmu Patologi yang menelaah
perubahan morfologi dan fungsi sel atau jaringan tubuh pada penyakit dan
meliputi histopatologi, sitopatologi, histokimia, imunologi.
B.

Pembagian Patologi

Patologi meliputi 3 bagian:


1. Menyelidiki berbagai sebab dan tejadinya penyakit, pathogenesis.
2. Menyelidiki perubahan yang terjadi dalam tubuh (morfologi), dapat diselidiki
dengan secara :
1. Anatomi
: Patologi Anatomi
2. Histologi
: Patologi Histologi
3. Sitologi
: Patologi Sitologi
3. Menyelidiki fungsi tubuh yang mengalami gangguan atau kelainan (sakit)
1. Sistemik disease
: penyakit yang menyerang seluruh tubuh
2. Organic disease
: penyakit yang menyerang sebagian tubuh

C.

Cabang Patologi

a.

Patologi bedah

Patologi bedah adalah daerah praktek terpenting dan memakan waktu bagi
kebanyakan patolog anatomi. Patologi bedah melibatkan pemeriksaan kasar dan
mikroskopik spesimen bedah, seperti biopsi yang dibawa oleh dokter bukan bedah
seperti dokter penyakit dalam, kulit, dan radiolog intervensi.
b.

Sitopatologi

Sitopatologi adalah cabang ilmu patologi anatomi yang berurusan dengan


pemeriksaan mikroskopis atas sel seseorang secara keseluruhan yang diperoleh
dari usapan atau aspirasi jarum tajam. dilatih untuk melakukan aspirasi jarum tajam
dari organ, massa, ataupun kista yang terletak di permukaan, dan sering bisa
memuat diagnosis segera dalam kehadiran pasien dan dokter yang mengajukan
konsul. Dalam kasus uji tapis seperti apus Papanicolaou, sitoteknolog yang bukan
dokter sering diminta melakukan tinjauan awal, dengan kasus yang satu-satunya
positif maupun tak pasti yang diuji oleh patolog.
c.

Patologi molekuler

Patologi molekuler adalah cabang ilmu yang tumbuh dalam patologi anatomi yang
berfokus pada penggunakan teknik berdasar asam nukleat seperti hibridisasi in situ,
reaksi berantai polimerase transkriptase balik, dan mikroarray asam nukleat untuk
studi penyakit khusus pada jaringan dan sel. Patologi molekuler menerima beberapa
aspek praktis patologi anatomi dan klinik.
d.

Patologi autopsy

Patolog anatomi umum dilatih melakukan autopsi, yang digunakan untuk


menentukan berbagai faktor yang menyebabkan kematian seseorang. Otopsi
penting dalam pendidikan medis para klinikus, dan dalam usaha untuk memperbaiki
dan memverifikasi kualitas perawatan medis.
e.

Patologi forensic

Patolog forensik menerima pendidikan subspesialis dalam menentukan penyebab


kematian dan informasi lain yang relevan secara hukum dari tubuh seseorang yang
mati dalam keadaan non-medis maupun kemungkinan kejahatan. Autopsi mencakup
kebanyakan, namun tak semua kerja patolog forensik yang berpraktek, dan patolog
forensik adakalanya berkonsultasi untuk memeriksa yang selamat dari serangan
kejahatan.
f.

Patologi Anatomi

Ahli patologi anatomi membuat kajian dengan mengkaji organ sedangkan ahli
patologi klinik mengkaji perubahan pada fungsi yang nyata pada fisiologi tubuh.
Patologi anatomi ialah spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis
penyakit berdasarkan pada pemeriksaan kasar, mikroskopik, dan molekuler atas
organ, jaringan, dan sel. Di banyak negeri, dokter yang berpraktek patologi dilatih
dalam patologi anatomi dan patologi klinik, diagnosis penyakit melalui analisis
laboratorium pada cairan tubuh.
Patolog anatomi mendiagnosis penyakit dan memperoleh informasi yang berguna
secara klinis melalui pemeriksaan jaringan dan sel, yang umumnya melibatkan
pemeriksaan visual kasar dan mikroskopik pada jaringan, dengan pengecatan
khusus dan imunohistokimia yang dimanfaatkan untuk memvisualisasikan protein
khusus dan zat lain pada dan di sekeliling sel. Kini, patolog anatomi mulai
mempergunakan biologi molekuler untuk memperoleh informasi klinis tambahan dari
spesimen yang sama.
Prosedur yang digunakan dalam patologi anatomi termasuk:

Pemeriksaan kasar pemeriksaan jaringan yang sakit dengan mata telanjang,


yang khususnya penting untuk fragmen jaringan yang besar, karena penyakit itu
sering dapat dikenali secara visual. Pada tingkat ini patolog memilih daerah

yang akan diproses untuk histopatologi. Kadang-kadang mata dapat diberi


suryakanta atau mikroskop stereo, khususnya saat memeriksa organisme
parasit.

Histopatologi pemeriksaan mikroskopik pada salah satu bagian jaringan yang


dicat menggunakan teknik histologis. Cat standar adalah hematoksilin dan eosin,
namun lainnya juga ada. Pemakaian kaca mikroskop yang dicat dengan
hematoksilin dan eosin untuk menyediakan diagnosis spesifik berdasarkan pada
morfologi dianggap sebagai keahlian inti patologi anatomi. Ilmu yang
mempelajari pengecatan bagian jaringan disebut histokimia.

Imunohistokimia menggunakan antibodi untuk mendeteksi keberadaan,


keberlimpahan, dan lokalisasi protein spesifik. Teknik ini penting untuk
membedakan antara gangguan dengan morfologi yang mirip dan juga
mencirikan sifat-sifat molekuler kanker tertentu.

Hibridisasi in situ molekul DNA dan RNA spesifik dapat dikenali pada bagian
yang menggunakan teknik ini. Bila probe dilabeli dengan celupan berpendar,
teknik ini disebut FISH.

Sitopatologi pemeriksaan sel-sel lepas yang dicat pada kaca menggunakan


teknik sitologi.

Mikroskopi elektron pemeriksaan jaringan dengan mikroskop elektron, yang


memungkinkan pembesaran yang jauh lebih besar, memungkinkan visualisasi
organel dalam sel. Penggunaannya telah banyak digantikan oleh
imunohistokimia, tapi sering diumumkan untuk tugas tertentu, termasuk
diagnosis penyakit ginjal dan pengenalan sindrom silia imotil di antara lainnya.

Sitogenetika jaringan - visualisasi kromosom untuk mengenali cacat genetik


seperti translokasi kromosom.

Imunofenotipe arus - penentuan imunofenotipe sel menggunakan teknik sitometri


arus. Amat berguna untuk mendiagnosis jenis-jenis leukemia dan limfoma yang
berbeda.

KESIMPULAN
Patologi adalah cabang ilmu pengobatan yang berkaitan dengan sebab-sebab penyakit
dan prosesnya serta pengaruhnya terhadap struktur dan fungsi tubuh manusia.
Dua cabang besar patologi adalah patologi jaringan atau patologi anatomis dan patologi
klinis.
Peran patologi ialah sebagai penghubung antara ilmu kedokteran dasar dan ilmu
kedoktran klinis. Berfungsi sebagai jembatan yang merupakan titian bagi seorang

dokter dalam upaya menyembuhkan suatu penyakit pada pasien.


Patologi meliputi 3 bagian:
1. Menyelidiki berbagai sebab dan tejadinya penyakit, pathogenesis.
2. Menyelidiki perubahan yang terjadi dalam tubuh (morfologi)
3. Menyelidiki fungsi tubuh yang mengalami gangguan atau kelainan (sakit)
Cabang patologi meliputi

Patologi bedah
Sitopatologi
Patologi molekular
Patologi forensic
Patologi anatomi
Patologi autopsy