Anda di halaman 1dari 58

Metodologi Penelitian

Dosen Pembina: Dr. Siti Khabibah, M.Pd


Dr. Abadi, M.Sc
Oleh:

M. AZRUL ANWAR
WENNY ARIANI YUNINDRA

1477850016
1477850073

Kelas: D
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA
2015

Penelitian
Kuantitatif
Definisi Penelitian
Kuantitatif

Metode Penelitian
Kuantitatif

Karakteristik Penelitian
Kuantitatif

Populasi dan Sampel

Penggunaan Metode
Kuantitatif

Skala Pengukuran dan


Instrumen Penelitian

Proses Penelitian,
Masalah Variabel, dan
Paradigma Penelitian

Teknik Pengunpulan Data

Landasan Teori, Kerangka


Berfikir, Dan Pengajuan
Hipotesis

Analisis Data

Definisi Penelitian
Kuantitatif

Metode Kuantitatif
Metode
Tradisional
Metode
Positivistik
Metode
Ilmiah/Scienti
fic
Metode
Discovery

Penelitian Kuantitatif
atau Quantitatif
Research
Contoh Penelitian
Kuantitatif

Karakteristik Penelitian
Kuantitatif

1. Desain
2. Tujuan
3. Teknik Pengumpulan Data:
4. Instrumen Penelitian
5. Data
6. Sampel
7. Analisis
8. Hubungan dengan Responden
9. Usulan Desain
10.Kapan Penelitian Dianggap Selesai
11.Kepercayaan Terhadap Hasil
Penelitian

Penggunaan Metode
Kuantitatif

Metode kuantitatif digunakan apabila:


1. Bila masalah yang merupakan titik tolak
penelitian sudah jelas.
2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang
luas dari populasi.
3. Bila ingin diketahui pengaruh
perlakuan/treatment tertentu terhadap yang
lain.
4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis
penelitian.
5. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang
akurat, berdasarkan fenomena yang empiris
dan dapat diukur.
6. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-

Proses Penelitian,
Masalah, Variabel, dan
Paradigma Penelitian
Pengembangan

A. Proses Penelitian
Kuantitatif

Instrumen

Pengujian

Populasi
dan Sampel

Instrumen

Rumusan

Landasan

Perumusan

Pengumpulan

Analisis

Masalah

Teori

Masalah

Data

Data

Kesimpulan
dan Saran

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian

B. Masalah
C. Rumusan Masalah
Sumber Masalah
Masalah

Deskriptif

Rumusan
Masalah

Komparatif
Asosiatif

Simetri
s

Kausal/seba
b akibat

Interaktif/respiro
cal/timbal balik

Proses Penelitian, Masalah Variabel, dan Paradigma


Penelitian

D. Variabel Penelitian
Varaiabel
Independen

Varaiabel
Dependen

Varaiabel
Moderator
Varaiabel
Intervening
Varaiabel Kontrol

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian

E. Paradigma Penelitian
1. Paradigma
Sederhana
Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel
independen dan dependen.
Misal,

= Kualitas Media

= Prestasi Belajar Murid

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian

Lanjutan ...

2. Paradigma Sederhana
Berurutan
Paradigma penelitian ini terdiri atas lebih dari dua
variabel, tetapi hubungannya masih sederhana.

X1

X2

X3

X1 = Kualitas Input X3 = Kualitas Output


X2 = Kualitas ProsesY = Kualitas Outcome

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian
Lanjutan ...

3. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel


Independen
Paradigma penelitian ini terdiri atas dua variabel
independen dan satu variabel dependen.

r1

r3

X1

X2

r2
X1= Kualitas Media Y= Prestasi Belajar Murid
X2= Lingkungan Sekolah

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian
Lanjutan ...

4. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel


Independen
Paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1, X2,
X3) dan satu dependen (Y).

X1

r1

r4
r6

X2
r5
X3

r2

r3
X1= Kualitas Media X3= Semangat Belajar
X2= Gaya Belajar

Y= Prestasi Belajar Murid

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian
Lanjutan ...

5. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel


Dependen
Paradigma ganda dengan satu variabel independen
dan dua variabel dependen.

r1
X

r2

Y1

Y2

X= Kualitas Media Y1= Motivasi Belajar Murid


Y2 = Prestasi Belajar Murid

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian
Lanjutan ...

6. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel


Independen dan Dua Variabel Dependen
Paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1 dan
X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2).

X1

r1
r2
r3

r5
X2
X1= Kualitas Sekolah

Y1

r4

r6
Y2

Y1= Jumlah Pendaftar

X2= Pelayanan Sekolah Y2= Kepuasan Pelayanan

Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma


Penelitian
Lanjutan ...

7. Paradigma
Jalur
Paradigma penelitian ini disebut paradigma jalur karena
terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antar (X3).

X1

r2

r5
X2

r3

r1
X3

r6

r4

X1= Status Sosial Ekonomi X3= Motivasi Berprestasi


X2= IQ

Y= Prestasi Bealajar

Landasan Teori, Kerangka


Berfikir, Dan Pengajuan
Hipotesis

Deskripsi Teori
Hipotesis
Penelitian

Kerangka
Berfikir
Hipotesis

Deskriptif

Hipotesis
Statistik
Asosiatif

Komparati
f

Metode Penelitian
Kuantitatif

A. Bentuk Desain
Eksperimen
Desain eksperimen cenderung tinggi dalam
validitas internal (internal validity) tetapi lebih
rendah di validitas eksternal (external validity).

B. Bentuk Desain
Noneksperimen
Desain non-eksperimen cenderung rendah dalam
validitas
internal
(kemampuan
mejelaskan
hubungan sebab akibat) tetapi lebih tinggi pada
validitas
eksternal
(kemampuan
untuk
menggeneralisasikan hasil penelitian).

Metode Penelitian Kuantitati

A. Bentuk Desain
Eksperimen

One Shot Case Studi


Pre-Experimental

Macam-macam Design
Eksperimen

One Group PretestPosttest


Intec Group Comparison

Posttest Only Control


True Experimental
Pretest-Postest Control
Group
Factorial Experimental

Quasi Experimental

Time-Series
Nonequivalent Control
Group

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
One Shot Case Studi
Pre-Experimental

Keterangan:
X = treatment yang diberikan (variabel
independen)
O = observasi (variabel dependen)

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
One Group PretestPre-Experimental
Posttest

O1 X O2
Keterangan:
O1 = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan)
O2 = nilai posttest (setelah diberi perlakuan)
Pengaruh perlakuan terhadap prestasi belajar
matematika murid = (O2 O1)

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
Pre-Experimental

Intec Group
Comparison

O1
O2

Keterangan:
O1
= hasil pengukuran setengah kelompok
yang diberi perlakuan
O2
= hasil pengukuran setengah kelompok
yang tidak diberi perlakuan

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
Posttest Only Control
True
Experimental

R
R

O1

O2

Keterangan:
R = random
O1 = kelompok yang diberi perlakuan (kelompok
eksperimen)
O2 = kelompok yang tidak diberi perlakuan

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
Pretest- Posttest Control
True
Group
Experimental

O1

O3

O2
O4

Hasil pretest baik bila nilai kelompok


eksperimen tidak berbeda secara signifikan.
Pengaruh perlakuan adalah (O2 O1) (O4 O3)

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
Factorial
Experimental
E

O1

K O3
E

O5

K O7

Y1

Y1
X

O4
Y2

Y2

O2

O6
O8

Kelompok untuk penelitian dinyatakan baik,


bila setiap kelompok nilai pretestnya sama.
Jadi O1 = O3 = O5 = O7. dalam hal ini variabel
moderatornya adalah Y dan Y .

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
Quasi
Experimental

O 1 O2 O 3 O 4 X

Time Series

O 5 O6 O 7 O 8

Hasil pretest baik bila O1 = O2 = O3 = O4 danhasil


perlakuan yang baik adalah bila O5 = O6 = O7 =
O8. Besarnya pengaruh perlakuan = (O5 + O6 +
O7 + O8) (O1 + O2 + O3 + O4).

Metode Penelitian Kuantitati

Macam-macam Design
Eksperimen
Nonequivalent Control
Quasi
Group
Experimental

O1 X
O3

O2
O4

Dalam desain ini, baik kelompok eksperimental


maupun
kelompok
kontrol
dibandingkan,
meskipun kelompok tersebut dipilih dan
ditempatkan tanpa melalui random. Dua
kelompok yang ada diberi pretest, kemudian

Metode Penelitian Kuantitati

B. Bentuk Desain
Noneksperimen

Menurut Nana Saodih (2005)


Penelitian
Deskriptif
Penelitian Survei
Macam-macam
Design
Noneksperimen

Penelitian
Perbandingan
Kausal
Penelitian
Komparatif
Penelitian
Korelasional
Penelitian Tindakan

Penelitian
Longitudinal
Penelitian Cross
Sectional

Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang


terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan


karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu,
kesimpulannya dapat diberlakukan untuk
populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari

Populasi dan Sampe

Teknik sampling adalah merupakan teknik


pengambilan sampel.

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Probability
Sampling

Populasi
homogen/relatif
homogen

Simple Random
Sampling

Diambil secara
random

Sampel yang
representatif

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Probability
Sampling

Proportionate Stratified
Random Sampling

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Probability
Sampling

Disproportionate
Stratified Random
Sampling

Teknik ini digunakan untuk menentukan


jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi
kurang proporsional. Misal, murid dari sebuah
sekolah tertentu mempunyai; 250 murid dari
Surabaya, 3 murid dari Bandung, 4 murid dari
Solo, dan 150 murid dari Sidoarjo, maka 3
murid dari Bandung dan 4 murid dari Solo itu
diambil semuanya sebagai sampel. Karena
dua
kelompok
ini
terlalu
kecil
bila
dibandingkan dengan kelompok murid dari

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Probability
Sampling

Cluster Sampling (Area


Sampling)

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Nonprobability
Sampling

Sampling Sistematis

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Nonprobability
Sampling

Sampling Kuota

Sampling
kuota
adalah
teknik
untuk
menentukan sampel dari populasi yang
mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah
(kuota) yang diinginkan. Penelitian akan terus
berlangsung dan dipandang belum selesai jika
kuota yang ditentukan belum terpenuhi.

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Nonprobability
Sampling

Sampling Aksidental

Sampling
aksidental
adalah
teknik
pengumpulan sampel berdasarkan kebetulan,
yaitu siapa saja yang secara kebetulan
bertemu dengan peneliti dan orang yang
ditemui dipandang cocok sebagai sumber
data.

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Nonprobability
Sampling

Purposive Sampling

Purposive Sampling adalah teknik penentuan


sampel dengan petimbangan tertentu. Sampel
ini lebih cocok digunakan untuk penelitian
kualitatif
atau
penelitian
yang
tidak
melakukan generalisasi.

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Nonprobability
Sampling

Sampling Jenuh

Sampling Jenuh adalah teknik pengumpulan


sampel
bila
semua
anggota
populasi
digunakan sebagai sampel. Istilah lain sampel
jenuh adalah sensus.

Populasi dan Sampe

Teknik
Sampling
Nonprobability
Sampling

Snowball Sampling

Snowball Sampling adalah teknik penentuan


sampel yang mula-mula jumlahnya kecil,
kemudian membesar. Sampel ini lebih cocok
digunakan untuk penelitian kualitatif.

Skala Pengukuran dan


Instrumen Penelitian

Macam-macam Skala
Pengukuran
Skala Likert
Skala Guttman
Semantic
Deferential
Rating Scale

Sikap, pendapat, dan persepsi


seseorang.

Jawaban yang tegas terhadap


suatu permasalahan. Dua pilihan.
Sikap/karakteristik tertentu yang
dimiliki seseorang. Pilihan
ganda/checklist.
Merubah data mentah berupa
angka kemudian ditafsirkan
dalam pengertian kualitatif.

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitia

Instrumen
Penelitian
Instrumen-instrumen
dalam
penelitian
pendidikan memang ada yang sudah
tersedia dan telah diuji validitas dan
reliabilitasnya, seperti instrumen untuk
mengukur motif belajar, (nach) untuk
mengukur sikap, menukur IQ, mengukur
bakat, dll.

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitia

Cara Menyusun Instrumen


Penelitian
Titik tolak dari penyusunan instrumen
adalah variabel-variabel penelitian yang
ditetapkan
untuk
diteliti.
Untuk
memudahkan penyusunan instrumen, maka
perlu digunakan matrik pengembangan
instrumen atau kisi-kisi instrumen.

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitia

Instrumen yang
Dikembangkan
Angket
Observasi
Wawancara
Gabungan
Ketiganya

Responden jumlahnya besar, dapat


membaca dengan baik, dan dapat
mengungkapkan
hal-hal
yang
bersifat rahasia.
Obyek penelitian bersifat perilaku
manusia, proses kerja, gejala alam,
dan responden kecil.
Mengetahui hal-hal dari responden
secara
lebih
mendalam
serta
jumlah responden sedikit.
Mendapatkan data yang lengkap,
akurat, dan konsisten.

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitia

Validitas dan Reliabilitas


Instrumen
Hasil penelitian yang valid, bila terdapat kesamaan antara
data yang terkumpul dengan data sesungguhnya terjadi pada
obyek yang diteliti.
Hasil penelitian yang reliabel, bila terdapat kesamaan data
dalam waktu yang berbeda.
Instrumen yang valid, bila instrumen itu dapat digunakan
untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Instrumen yang reliabel, bila instrumen tersebut bila
digunakan berkali-kali untuk mengukur obyek yang sama
akan menghasilkan data yang sama.

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitia

Pengujian Validitas dan Reliabilitas


Instrumen

Pengujian Validitas
Konstruk

Pangujian Validitas
Instrumen

Pengujian Validitas Isi


Pengujian Validitas
Eksternal
Test-retest

Pangujian
Reliabilitas
Instrumen

Ekuivalen
Gabungan
Internal Consistency

Teknik Pengunpulan Data

Angket/kuesion
er
Observasi

Wawancara/
interview

Angket
merupakan
teknik
pengumpulan
data
yang
dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau
pernyaraan
tertulis
kepada
Observasi
sebagai
teknik
responden
untuk dijawab.
pengumpulan
data
yang
memungkinkan peneliti untuk
berkomunikasi dengan orang
dan obyek-obyek alam yang lain
dengan
dua
hal
yang
terpenting,
proses-proses
Wawancara yaitu
digunakan
sebagai
pengamatan
dan ingatan. data
teknik
pengumpulan
apabila peneliti ingin melakukan
studi
pendahuluan
untuk
menemukan permasalahan yang
harus diteliti dan juga apabila
peneliti ingin mengetahui hal-

Analisis Data

Statistik
Deskriptif
Macam
Statistik

Statistik

untuk Analisis

Parametris

Data
Statistik
Inferensial

Statistik
Nonparametris

Analisis Data

Statistik Deskriptif dan


Inferensial
Satistik deskriptif adalah statistik yang
digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang
telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku
umum
atau
generalisasi.
(tabel,
diagram
lingkaran, mean, modus, median, desil, persentil,
Statistik inferensial (statistik induktif atau
standar deviasi, dll)
statisti probabilitas) adalah teknik statistik yang
digunakan untuk menganalisis data sampel dari
populasi secara random dengan hasil yang dapat
diberlakukan untuk populasi yang kebenarannya
bersifat peluang yang mempunyai peluang
kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yang

Analisis Data

Statistik Parametris dan


Nonparametris

Statistik parametris digunakan untuk menguji


parameter populasi melalui statistik atau menguji
ukuran populasi melalui data sampel. Untuk
menganalisis data interval dan rasio
Statistik
nonparametris
tidak
menguji
parameter populasi, tetapi menguji distribusi.
Untuk menganalisis data nominal dan ordinal.

BENTUK HIPOTESIS
Komparatif
(dua sampel)
(lebih dari dua sampel)

Deskriptif (Satu variabel


MACAM DATA
atau satu sampel)
Related

Nominal

Ordinal

Binomial

satu sampel

Run Test

Independen

Mc Nemar

Fisher Exact
Probability

dua sampel

Median Test

Mann-Whitney
U Test

Sign test

Wilcoxon

matched
pairs

Kolomogorov
Smirnov

Related

Cochran Q

Friedman
Two-Way
anova

Interval
Interval
Rasio
Rasio

t-test*
t-test*

t-test
t-test of
of Related
Related t-test*
t-test* Independent
Independent

OneOneWay
Way
Anova*
Anova*
TwoTwoWay
Way
Anova*
Anova*

Asosiatif
(hubungan)

Independen

untuk k sampel

Contingency
Coefficient C

Median
Extension

Kruskal-Wallis
One Way Anova

WaldWoldfowitz

Analisis Data

Spearman
Rank
Correlation
Kendall Tau

Korelasi
Korelasi
Product
Product
Moment*
Moment*

Korelasi
Korelasi
Parsial*
Parsial*

Two-Way
Two-Way Anova
Anova

Korelasi
Korelasi
Ganda*
Ganda*

One-Way
One-Way
Anova*
Anova*

Regresi
Regresi
sederhana
sederhana dan
dan
ganda*
ganda*

Analisis Data

Judul Penelitian dan Statistik yang


Digunakan untuk Analisis
Judul Penelitian
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KECEPATAN
MEMEROLEH PEKERJAAN LULUSAN SMK DI PEMERINTAH
PROPINSI JAWA TIMUR

Bentuk Paradigma
Penelitian
X

= kecerdasan emosional

= kecepatan memeroleh pekerjaan

Analisis Data

Rumusan Masalah, Hipotesis, dan Teknik Statistik


untuk Analisis Data
Rumusan Masalah
Berapakah rata-rata kecerdasan

Hipotesis
Kecerdasan emosional (EQ)

Statistik untuk uji hipotesis


Data yang terkumpul adalah rasio. Bentuk

emosional pegawai di Propinsi Jawa

pegawai Pemerintah Propinsi Jawa

hipotesisnya adalah deskriptif, maka teknik

Timur?

Timur paling tinggi 150.

untuk uji hipotesis adalah t-test (untuk satu


sampel).

Berapakah rata-rata kecepatan

Kecepatan memeroleh pekerjaan

memeroleh pekerjaan?

lulusan SMK paling lama 24 bulan.

Adakah hubungan yang positif dan

Terdapat hubungan yang positif dan Data kedua variabel adalah data rasio, oleh

signifikan antara kecerdasan

signifikansi antara kecerdasan

karena itu teknik statistik yang digunakan

emosional dengan kecepatan

emosional dengan kecepatan

untuk menguji hipotesis adalah:

memeroleh pekerjaan lulusan SMK?

memeroleh pekerjaan.

Korelasi Pearson

t-test satu sampel

Product Moment
Bagaimanakah pengaruh kecerdasan

Kecerdasan emosional berpengaruh Koefisien diterminasi dan analisis regresi

emosional terhadap prestasi kerja?

positif terhadap kecepatan


memeroleh pekerjaan.

sederhana.

Analisis Data

Konsep Dasar Pengujian Hipotesis


Taraf
Kesalahan
Terdapat dua cara menaksir, yaitu: a point estimate dan interval
estimate.
A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter
populasi berdasarkan suatu nilai dari rata-rata data sampel.
Interval estimate (taksiran interval) adalah suatu
taksiran parameter populasi berdasarkan nilai
interval rata-rata data sampel.
Semakin besar interval taksiran hipotesis
maka akan semakin kecil kesalahannya.

Analisis Data

Lanjutan ...

Kesalahan Taksiran

Kesalahan Taksiran

10 jam
8 - 12 jam

Analisis Data

Dua Kesalahan Dalam menguji


Hipotesis
Keputusan
Terima hipotesis

Keadaan Sebenarnya
Hipotesis Benar

Hipotesis Salah

Tidak membuat

Kesalahan Tipe II ()

kesalahan
Menolak hipotesis

Kesalahan Tipe I ()

Tidak membuat
kesalahan

Analisis Data

Macam Pengujian
Hipotesis

H0 : 1 =
2
Ha : 1
2

Uji Dua Pihak

Daerah
Penolakan H0

Daerah
Penolakan H0

Daerah
Penerimaan H0

Analisis Data

Lanjutan ...

Uji Pihak
Kanan

H0 : 1 =
2
Ha : 1 >
Daerah penolakan
2
H /penerimaan H
0

Daerah Penerimaan
H0

Analisis Data

Lanjutan ...

Uji Pihak Kiri

Daerah penolakan
H0/penerimaan Ha

H0 : 1 =
2
Ha : 1 <

2
Daerah
Penerimaan H0