Anda di halaman 1dari 5

E.

Kegunaan
Program wirausaha ini menghasilkan produk utama keripik bayam Kepo menggunakan
bahan baku sayur bayam yang dapat diperoleh secara mudah disekitar kita. Dengan adanya
program ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan daya inovasi yang tinggi bagi
mahasiswa agar mampu bersaing dalam pasar bebas saat ini. Pertambahan angka pengangguran
setiap tahunnya di Indonesia menjadikan salah satu faktor untuk membuka lapangan pekerjaan
terutama di bidang pangan. Program wirausaha ini dapat membantu pemerintah untuk mengatasi
masalah pengangguran yang ada.
Dalam menjalankan kegiatan wirausaha ini, tentunya dibutuhkan bahan baku yaitu bayam
yang dapat tersedia dalam jumlah yang konstan dan keadaan fisik yang masih segar. Dengan
demikian, kemitraan dengan petani bayam sebagai pemasok bahan baku utama tentunya dapat
menghasilkan simbiosis mutualisme di antara kedua pihak. Disatu sisi, kami sebagai pihak yang
menjual produk olahan dari bayam memperoleh kemudahan dalam memperoleh bahan baku
bayam yang baik, segar dan dengan harga terjangkau. Di lain pihak, petani sayur bayam dapat
memperoleh keuntungan berupa pasar/penadah tetap sehingga dapat mempertahankan
pemasukan dari usaha pertanian sayur bayam tersebut.
Kegiatan wirausaha berupa produk olahan berupa keripik dari sayur bayam memiliki
keunggulan dari segi variasi rasa yang beraneka ragam. Diawali dari program ini, diharapkan
mengubah pandangan masyarakat tentang kegunaan dari sayur bayam, yang biasanya hanya bisa
diolah menjadi sayuran saja, ternyata dapat dilakukan inovasi dengan memprosesnya menjadi
keripik bayam.
F. Usaha
1.

Bidang Usaha
Bidang usaha dijalankan adalah usaha yang bergerak pada bidang produksi pengolahan
makanan ringan yaitu berupa keripik bayam.

2.

Metodologi Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan program ini, kami menerapkan beberapa metode, yaitu :

a. Survei Lokasi

Survei dilakukan pada tempat dan peluang usaha untuk mengetahui respon masyarakat
demi kemajuan usaha.
b. Survei Pasar
Kami melakukan survei guna mengetahui peluang pasar di daerah wilayah kami, serta
melihat pesaing yang ada.
c. Persiapan
Proses ini dimulai setelah selesainya survei lokasi usaha serta pasar. Dalam persiapan
ini kami menyiapkan tempat serta produk-produk yang akan kami jual.
d. Pembuatan Sampel
Memproduksi dalam jumlah terbatas dengan tujuan untuk memperkenalkan produk
sebelum siap dipasarkan ke masyarakat.
3.

Analisis Pasar
Dewasa ini banyak sekali produk-produk berupa makanan ringan yang digemari
oleh semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Tingginya
kebutuhan masyarakat terutama dalam hal inovasi produk makanan yang unik dan belum
pernah ada dapat memberikan sinyal positif bagi kami untuk memulai dan mendirikan
usaha olahan makanan ringan. Usaha ini menekankan kepada kualitas produk dan
kepuasan pelanggan atau konsumen. Bahan pokok yang digunakan juga merupakan
komoditi pertanian Indonesia yang alami dan mudah didapatkan.
a. Profil Konsumen
Target profil konsumen kami adalah seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan,
yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa.
b. Pesaing dan Peluang Pasar
(1) Potensi dan Segmentasi
Di kawasan Malang dan sekitarnya masih jarang ditemukan yang menjual olahan
dari sayur bayam menjadi keripik, meskipun terdapat beberapa produk yang sejenis
tetapi pada umumnya produk tersebut hanya dapat ditemukan di tempat penjualan oleholeh tertentu sehingga sangat jarang masyarakat yang mengetahui produk olahan
tersebut.
Dengan situasi persaingan yang demikian itu, kami melihat bahwa kesempatan
bagi usaha kami untuk berkembang masih terbuka lebar dan membuat kami semakin
mantap untuk memulai usaha ini. Kami berusaha mengembangkan produk olahan ini

dengan keunggulan dari variasi rasa, kemasan produk yang dapat bersaing dengan
produk makanan ringan yang ada.
Segmentasi konsumen menurut golongan ekonomi terdiri dari:
Kalangan ekonomi atas (supermarket,mall dan lain-lain)
Kalangan ekonomi menengah (toko,warung)
Kalangan ekonomi bawah (pedagang asongan, kaki lima)
Target pasar dari keripik bayam KEPO ini adalah semua kalangan masyarakat
dan segala usia yang berdomisili di seluruh Indonesia dan khususnya untuk oleh-oleh
yang berada di sekitar Malang.
(2) Strategi Pemasaran
a. Produk
o Menggunakan bayam alami (tanpa pengawet).
o Tanpa penyedap rasa dan pewarna.
o Proses pembuatannya secara tradisional.
o Terdiri dari lima variasi rasa yaitu pedas, jagung manis, rendang, pecel dan
original.
o Produk yang dibuat dengan varian bentuk yang kecil, sedang dan besar.
b. Harga
Harga keripik bayam (100 gr) Rp 5.000
c. Media promosi
Sebagai awal pemasaran produk ini diperlukan sebuah informasi melelui beberapa
media diantaranya :
1) Internet
Melalui media online seperti instagram, facebook dan twitter yang berisi tentang
produk yang dijual dengan menampilkan gambar contoh produk, harga, dan contact
person
2) Pamflet / Brosur
Melalui selebaran yang berisikan informasi tentang nama, tempat, dan produk yang
dijual dengan menampilkan berbagai design yang menarik untuk disebarkan
dikalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar.
3) Ex-Banner
Berisi informasi produk dan lokasi tempat penjualan yang di tempatkan di lokasi
stand.
4.

Analisis Operasional
11. Cara pembuatan produk

a. Pembuatan adonan

Membuat olahan dengun tepung dan bumbu-bumbu hingga menjadi adonan.


Mendiamkan adonan selama satu malam
Potong daun bayam yang sudah dibersihkan
b. Pemproduksian

Siapkan penggorengan dengan minyak yang mendidih beserta adonan yang

sudah di diamkan selama satu malam


Kemudian masukan daun bayam yang sudah dipisahkan dari batangnya kedalam

adonan
Ambil sehelai lalu goreng dengan ukuran api sedang, setelah matang angkat dan

tiriskan
Taburi keripik yang masih hangat dengan kelima varian rasa seperti pedas,

jagung manis, pecel, rending dan original


Kemudian keripik dibungkus dalam kemasan produk yang menarik dan langsung

di press dengan mesin


Setelah di press beberapa menit ambil dan kemas ke dalam kardus berlabel
resmi.

5.

Analisis Peluang Usaha


a. Kebutuhan
Tingkat kebutuhan berbagai lapisan masyarakat akan produk makanan ringan
semakin meningkat, sehingga mendorong produk keripik bayam ini untuk
bersaing dalam usaha makanan ringan yang sudah ada. Tentunya dalam kegiatan
manusia seperti kegiatan refreshing tidak lengkap tanpa adanya camilan atau
makanan ringan. Dengan adanya pasar yang luas, diharapkan produk keripik
bayam ini dapat menjadi salah satu produk yang dikenal luas oleh masyarakat.
b. Permintaan
Adanya keinginan konsumen untuk mengonsumsi produk makanan ringan yang
unik, sehat dan memiliki berbagai varian rasa untuk menemani disela-sela
kegiatan santai para konsumen
c. Produk
Kami berinovasi pada keripik bayam yang masih belum banyak dikonsumsi
konsumen dengan menambahkan beraneka macam cita rasa sampai original
dengan harga yang dapat bersaing dengan produk makanan ringan lainnya

6.

Analisis SWOT

1.

Strength (kekuatan)
a. Belum ada produsen yang memproduksi keripik bayam dengan berbagai varian
rasa yang unik sehingga produk ini merupakan produk hasil inovasi
b. Harga keripik bayam dapat bersaing dengan produk olahan makanan ringan
lainnya
c. Tersedia berbagai varian rasa yang unik dan belum pernah ada seperti rasa pecel,
rendang, jagung manis, pedas dan original yang diolah tanpa bahan pengawet.
d. Kemasan yang menarik sehingga dapat bersaing dengan produk olahan makanan

2.

ringan yang sudah terkenal.


Weakness (kelemahan)
a. Produk hanya dapat bertahan dalam jangka waktu sekitar 2 bulan.
b. Proses produksi yang sedikit mengalami kesulitan karena diperlukan kehati-hatian

agar produk tidak hancur dan harus digoreng tipis agar produk menjadi crispy.
3. Opportunity (peluang)
a. Kebiasaan para konsumen yang mencari camilan yang bergizi, murah dan bercita
rasa unik
b. Setiap konsumen pasti menyukai rasa yang berbeda-beda sehingga produk ini
menjadi alternatif camilan yang sesuai dengan pilihan konsumen.
c. Mudah mengembangkan wilayah pemasaran.
4. Threat (ancaman)
Masih jarang ada konsumen yang mengetahui keberadaan keripik bayam jenis
7.

baru dengan aneka rasa seperti ini.


Analisis Sumber Daya Manusia
1. Kebutuhan tenaga kerja
Dalam usaha ini dibutuhkan karyawan untuk tahap pengolahan dan pemroduksian
adalah tiga orang dengan keahlian di bidangnya.
2. Sistem Penggajian
Sistem penggajian yang digunakan dalam usaha ini adalah berdasarkan konsep
bagi hasil.

8.

Analisis Produksi
1.
Desain produk
Bentuk produk kami seperti daun, hampir mirip seperti keripik rempeyek. Produk
ini tersedia dalam lima varian rasa yaitu rasa original, pedas, jagung manis, pecel dan
rendang.