Anda di halaman 1dari 15

BIOKIMIA II

METABOLISME PIRIMIDIN

Oleh:

1.

Ardi Rofiansyah

12030234004

2.

Fitriyatul M.

12030234006

3.

Wilda Yuli R.

12030234008

4.

Irmayatul K.

12030234010

5.

Rozamela Yulia

12030234011

6.

Elasti Imanta

12030234013

7.

Ayu Mei S.

12030234014

8.

Meita Rahmawati

120030234017

9.

Nur Laili Eka F.

12030234209

10.

Intan Fitria

12030234212

11.

Miya Nur Safita

12030234220

12.

Aulia Cita S.

12030234222

12030234223

14.

Rieska Amilia

12030234228

13. Imam Fathoni

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PRODI KIMIA
2015

DAFTAR ISI
HALAMAN COVER
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR............................................................................................ 3
DAFTAR TABEL ................................................................................................ 4
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 5
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 5
1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................... 6
1.4 Manfaat Penulisan ................................................................................... 6
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pirimidin ................................................................................ 7
2.2 Struktur Kimia Pirimidin ......................................................................... 7
2.3 Metabolisme Pirimidin ............................................................................ 8
2.3.1 Biosintesis Pirimidin ..................................................................... 8
2.3.2 Tahapan Biosintesis Pirimidin ....................................................... 9
2.3.3 Katabolisme Pirimidin ................................................................... 11
2.4 Nukleosida dan Nukleotida ..................................................................... 12
2.5 Kelainan Metabolisme Pirimidin ............................................................. 12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 15

DAFTAR GAMBAR
Gambar :
1. Struktur Pirimidin................................................................................

Hal.
7

2. Skema Biosintesis Pirimidin................................................................

10

3. Skema Katabolisme Pirimidin.............................................................

11

DAFTAR TABEL

Tabel :
1. Nukleosida dan Nukleotida.................................................................

Hal.
12

2. Gangguan Pada Metabolisme Pirimidin..............................................

13

BAB I
PENDAHULUAN
4

1.1 Latar Belakang


Pirimidin merupakan komponen utama DNA, RNA, koenzim (NAD,
NADP, ATP, UDPG). Inti pirimidin adalah inti dari senyawa komponen
molekul nukleotida asam nukleat RNA dan DNA. Contoh Pirimidin: (sitosin,
urasil, timin) dimetabolisme jadi CO2 dan NH3. Pirimidin merupakan unsur
yang nonesensial secara dietetik artinya manusia dapat mensintesis nukleotida
secara denovo (dari senyawa intermediet anfibolik), meskipun tidak
mengkonsumsi asam nukleat.
Sintesis dari pirimidin kurang kompleks dibandingkan dengan purin,
karena dasar jauh lebih sederhana. Basis menyelesaikan pertama adalah
berasal dari 1 mol glutamin, salah satu mol ATP dan satu mol CO

(yang

merupakan karbamoilfosfat) dan satu mol aspartate. Sebuah mol tambahan


glutamin dan ATP yang diperlukan dalam konversi UTP untuk CTP adalah.
Jalur biosintesis pirimidin yang digambarkan di bawah ini. Karbamoilfosfat
digunakan untuk sintesis nukleotida pirimidin berasal dari glutamin dan
bikarbonat, dalam sitosol, yang bertentangan dengan siklus karbamoil fosfat
urea berasal dari amonia dan bikarbonat dalam mitokondria. Reaksi siklus urea
dikatalisis oleh sintetase karbamoilfosfat I (CPS-I) sedangkan prekursor
nukleotida pirimidin disintesis oleh CPS-II. karbamoilfosfat kemudian kental
dengan aspartat dalam reaksi dikatalisis oleh enzim yang membatasi laju
biosintesis nukleotida pirimidin, transcarbamoylase aspartate (ATCase).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasrkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan suatu masalah, yaitu
a. Apakah pengertian dari pirimidin?
b. Bagaimana struktur pirimidin?
c. Bagaimana metabolisme pirimidin?
d. Bagaimana biosintesis nukleotida pirimidin?
e. Bagimana katabolisme pirimidin?
f. Bagimana kelainan pirimidin?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
a. Mengetahui pengertian dari pirimidin.
b. Mengetahui struktur pirimidin.
c. Mengetahui metabolisme pirimidin.
d. Mengetahui biosintesis nukleotida pirimidin.
e. Mengetahui katabolisme pirimidin.
f. Mengetahui kelainan pirimidin.
1.4 Manfaat Penulisan Makalah

a.
b.
c.

Memenuhi tugas mata kuliah Biokimia II


Menambah khasanah ilmu pengetahuan mengenai pirimidin
Memperoleh data-data ilmiah mengenai struktur pirimidin, metabolisme
pirimidin, biosintesis serta kelainan-kelainan pada biosintesis pirimidin.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pirimidin
Pirimidin merupakan komponen utama DNA, RNA, koenzim (NAD,
NADP, ATP, UDPG). Inti pirimidin adalah inti dari senyawa komponen
molekul nukleotida asam nukleat RNA dan DNA. Contoh Pirimidin: (sitosin,
urasil, timin) dimetabolisme jadi CO2 dan NH3. Pirimidin merupakan
unsur yang nonesensial secara dietetik artinya manusia dapat mensintesis
nukleotida secara denovo (dari senyawa intermediet anfibolik), meskipun
tidak mengkonsumsi asam nukleat.
2.2 Struktur Kimia Pirimidin
Pirimidin merupakan senyawa organik heterosiklik aromatik yang
mirip dengan piridin. Salah satu dari tiga Diazine (heterocyclics beranggota
enam dengan dua atom nitrogen di atas ring), ia memiliki nitrogen pada posisi
1 dan 3 di atas ring. Diazine lain pyrazine (nitrogen 1 dan 4) dan piridin
6

(nitrogen 1 dan 2). Dalam asam nukleat, tiga jenis nucleobases adalah turunan
pirimidin: sitosin (C), timin (T), dan urasil (U).

Gambar 1. Struktur Pirimidin

2.3 Metabolisme Pirimidin

Nukleoprotein asam nukleat + protein

Asam nukleat gabungan nukleotida

Nukleotida nukleosida + asam fosfat

Nukleosida basa purin/pirimidin + pentosa

Hidrolisis nukleoprotein protein, asam fosfat, pentosa, basa purin atau


basa pirimidin

2.3.1

Biosintesis Pirimidin
Umumnya biosintesis pirimidin dan purin memerlukan bahan pembentukan

yang sama misalnya PRPP, glutamin, CO2, asam aspartat, koenzim


tetrahidrofolat (FH4). Tetapi ada satu perbedaan yang jelas sekali yaitu pada saat
terjadinya penambahan gugus ribosa-P (pada biosintesis purin), penambahan
gugus ribosa-P tersebut sudah berlangsung ditahap awal. Sedangkan pada
biosintesis pirimidin berlangsung setelah perjalanan beberapa tahap lebih jauh.

2.3.2 Tahapan Biosintesis Pirimidin


1. Biosintesis pirimidin diawali oleh reaksi pembentukan karbamoil-P yang
dihasilkan dari reaksi antara glutamin, ATP dan CO2 yang dikatalisis oleh
enzim karbamoil-P sintetase yang berlangsung didalam sitosol. Berbeda
dengan enzim karbamoil-P sintase yang bekerja pada reaksi pembentukan
urea, dimana reaksinya berlangsung bukan di dalam sitosol melainkan di
dalam mitokondria.
2. Berikutnya karbamoil-P berkondensasi dengan asam aspartat menghasilkan
senyawa karbamoil-aspartat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim aspartat
transkarbamoilase.
3. Berikutnya terjadi reaksi penutupan rantai sambil membebaskan H2O dari
molekul karbamoil-aspartat sehingga dihasilkan asam dehidroorotat (DHOA
= Dihidroorotic Acid). Reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim dihidroorotase.
4. Berikutnya melalui reaksi yang dikatalisis oleh enzim DHOA dehidrogenase
dengan koenzim NAD+, DHOA menghasilkan asam orotat (OA = Orotic
Acid).
5. Selanjutnya terjadi reaksi penambahan gugus ribosa-P pada asam orotat.
Reaksi ini dikatalisis oleh enzim orotat fosforibosil transferase dan
dihasilkan orotidilat OMP (Orotidin mono Posphate).

6. Enzim

orotidilat

dikarboksilase

mengkatalisis

reaksi

dikarboksilasi

orotidilat dan menghasilkan uridilat (uridin mono phosphate) yaitu produk


nukleotida pertama pada biosintesis pirimidin.
7. Pada reaksi (12) adalah satu-satunya reaksi biosintesis nukleotida pirimidin
yang membutuhkan turunan tetrahidrofolat. Gugus metilen pada N5, N10
metilen-tetrahidrofolat direduksi menjadi gugus metal yang ditransfer dan
tetrahidrofolat dioksidasi menjadi dihidrofolat. Agar sintesis pirimidin dapat
berlangsung dihidrofolat harus direduksi kembali menjadi tetrahidrofolat,
reaksi ini dikatalisis oleh dehidrofolatreduktase. Oleh karena itu, sel yang
sedang membelah, yang harus mengasilkan TMP dan dihidrofolat.

Gambar 2. Skema Biosintesis Pirimidin.


10

2.3.3

Katabolisme Pirimidin
Katabolisme pirimidin

terutama

terjadi

di

hati.

Ekskresi

aminoisobutirat meningkat pada leukemia dan radiasi sinar X akibat


peningkatan destruksi sel dan DNA nya. Ekskresi aminoisobutirat juga
meningkat pada 25% orang normal dari etnis Cina dan Jepang. Untuk
pseudouridin yang terdapat dalam tRNA, tidak ada mekanisme hidrolisa atau
fosforilasi untuk nukleosida ini menjadi basa pirimidinnya (urasil), sehingga
pseudouridin diekskresikan sebagai pseudouridin dalam urine manusia. Hasil
akhir katabolisme pirimidin berupa CO2, ammonia, beta alanin dan
propionat serta mudah larut dalam air.

Gambar 3. Skema Katabolisme Pirimidin.

11

Ciri katabolisme pirimidin


1.

Ekskresi asam amino isobutirat meningkat pada leukemia dan radiasi sinar

2.

X,akibat peningkatan destruksi sel dan DNA nya.


Ekskresi asam amino isobutirat juga meningkat pada 25% orang normal dari

3.

etnis Cina dan Jepang.


Untuk pseudouridin yang terdapat dalam tRNA, tidak ada mekanisme
hidrolisa atau fosforilasi untuk nukleosida ini menjadi basa pirimidinnya
(urasil),

sehingga

pseudouridin diekskresikan

sebagai

pseudouridin

dalamurine manusia

2.4 Nukleosida dan Nukleotida

Tabel 1. Nukleosida dan Nukleotida


2.5 Kelainan Metabolisme Pirimidin
Dikarenakan produk katabolisme pirimidin yang larut sehingga hanya
sedikit gangguan akibat kelebihan tingkat sintesis atau katabolisme. Dua kelainan
bawaan yang mempengaruhi biosintesis pirimidin adalah hasil dari kekurangan
dalam bifunctional enzim mengkatalisis langkah-langkah terakhir dua sintesis
UMP, orotate transferase phosphoribosyl dan dekarboksilase OMP. Hasil ini
kekurangan dalam aciduria orotic yang menyebabkan pertumbuhan terbelakang,
dan anemia parah yang disebabkan oleh eritrosit hipokrom dan sumsum tulang
megaloblastik. Leukopenia juga umum di acidurias orotic. Kelainan dapat diobati

12

dengan uridin dan atau cytidine, yang mengarah ke produksi UMP meningkat
melalui aksi kinase nukleosida. UMP kemudian menghambat CPS-II, sehingga
menghaluskan produksi asam orotic.
Gangguan Metabolisme Pirimidin
Nama Kerusakan
aciduria Orotic, Tipe I

Enzim yang Rusak


transferase

Keterangan
menyebabkan pertumbuhan

phosphoribosyl dan

terbelakang, dan anemia parah

dekarboksilase OMP

yang disebabkan oleh eritrosit


hipokrom dan sumsum tulang

Orotic aciduria, Tipe II

OMP dekarboksilase

megaloblastik
karena defisiensi orotidilat

Orotic untuk aciduria

enzim siklus urea,

dekarboksilase
meningkat fosfat keluar

karenakekurangan

transcarbamoylase

karbamoil mitokondria dan

OTC

ornithine, kekurangan

biosintesis pirimidin

(Tidak ada komponen

menambah; ensefalopati

hematologi)
-aminoisobutyric

transaminase,

aciduria

mempengaruhi fungsi

hepatic
sering terjadi pada orang Timur

siklus urea selama


deaminasi of-amino
obat aciduria orotic

asam ke-keto asam


OMP dekarboksilase

allopurinol dan-azauridine
perawatan 6 menyebabkan
acidurias orotic tanpa
komponen hematologi;
katabolik-produk mereka
dengan menghambat
dekarboksilase OMP

Tabel 2. Gangguan pada Metabolisme Pirimidin


BAB III
PENUTUP

13

3.1 Kesimpulan
Pirimidin merupakan komponen utama DNA, RNA, koenzim (NAD,
NADP, ATP, UDPG). Inti pirimidin adalah inti dari senyawa komponen
molekul nukleotida asam nukleat RNA dan DNA. Contoh Pirimidin: (sitosin,
urasil, timin) dimetabolisme jadi CO 2 dan NH3. Pirimidin merupakan unsur
yang nonesensial secara dietetik artinya manusia dapat mensintesis nukleotida
secara denovo (dari senyawa intermediet anfibolik), meskipun tidak
mengkonsumsi asam nukleat.

14

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. Pirimidin. http://en.wikipedia.org/wiki/Pyrimidine .(Diakses pada
tanggal 19 April 2015 pukul 16.49 WIB).
Ansori, Paisal. 2011. Purin dan Pirimidin. http://purindanpirimidin.blogspot.com/.
(Diakses Pada tanggal 22 April 2015; pukul 20.15).
Dermawan,

Fadil.

2013.

Metabolisme

Purin

dan

Pirirmidin.

http://fadlidermawan12.blogspot.com/2013/02/metabolisme-purin-danpirimidin.html. (Diakses pada tanggal 19 April 2015 pukul 17.09 WIB).


Harper. 2001. Biokimia Edisi Ke-27. Jakarta: Buku Kedokteran (EGC)
Husada,

Dian.

2012.

Primidin

dan

Purin.

http://arientcwiitz.blogspot

.com/p/pirimidin-dan-purin.html (diakses pada tanggal 19 April 2015


pukul 16.48 WIB).
Imun,

Rifki.

2012.

Metabolisme

Purin

dan

Pirimidin.

http://www.slideshare.net/rifkiimun/metabolisme-purin-dan-pirimidin.
(Diakses Pada tanggal 22 April 2015; pukul 21.23).
Ningsih,

Nur

Karsiyah.

2010.

Biokimia

Gizi.

http://nurkarsiyahningsih.blogspot.com/. (Diakses Pada tanggal 22 April


2015; pukul 20.25).
Pamungkas,

Sigit.

2014.

Makalah

Purin

dan

Pirimidin.

http://sigitpamungkaschand.blogspot.com/2014/12/makalah-purin-danpirimidin.html. (Diakses Pada tanggal 22 April 2015; pukul 20.11).


Robby,

Nugraha.

2012.

Pirimidin.

http://krishnaufalanugrahrobby.

blogspot.com/2012/05/pirimidin.html. (Diakses pada tanggal 19 April


2015 pukul 16.53 WIB).
Rusdin,

Rahma.

2011.

Struktur

Asam

Nukleat.

http://rachmakimhunter.blogspot.com/. (Diakses Pada tanggal 22 April


2015; pukul 20.09).
Shafaddin, Muhammad Amirulhaq. 2013. Metabolisme Purin dan Pirimidin.
http://materikesehatankita.blogspot.com/2013/10/metabolisme-purin-danpirimidin.html. (Diakses Pada tanggal 22 April 2015; pukul 20.44).

15