Anda di halaman 1dari 6

1.

Persiapan Operator dan Staf

Penentu keberhasilan rencana pengontrolan infeksi di bedah mulut adalah


dokter gigi. Tindakan kontrol infeksi yang rutin yang dibuat untuk membatasi atau
mengurangi kontaminasi silang adalah cerminan langsung dari sikap dokter gigi.
Tingkat kinerja pengontrolan infeksi pada praktek gigi jarang melebihi sikap yang
diperlihatkan oleh setiap praktisi.
Dokter bedah dental harus menyiapkan dirinya untuk prosedur
pembedahan dalam ruang operasi sama dengan cara dokter bedah umum
menyiapkan dirinya untuk bekerja. Walaupun tidak mungkin untuk mensterilkan
rongga mulut, ritual teknik steril sangat penting dalam meminimalisir
kemungkinan masuknya organisme patogen ke dalam luka bedah. Selain itu,
keistimewaannya adalah untuk membantu menyediakan kenyamanan dan
perlindungan pada dokter bedah mulut. Tindakan kontrol infeksi yang rutin yang
dibuat untuk membatasi atau mengurangi kontaminasi silang ialah cerminan
langsung dari sikap dokter gigi.
Tindakan bedah merupakan tindakan yang berbahaya dan mengancam
jiwa pasien, sehingga operator dan staffnya dituntut untuk memiliki keterampilan
dan pengetahuan yang memadai, sehat fisik dan psikis, mental yang kuat, tidak
cepat gugup dan panik.
Persiapan Prabedah untuk Operator dan Staff meliputi :
1.1.

Pakaian klinik

Operator dan masing-masing asistennya, memakai pakaian katun


bersih yang terdiri dari celana panjang dan baju. Dipilih yang lengannya
tidak melebihi siku sehingga memungkinkan tangan dicuci hingga ke
siku. Apabila pembedahan yang dilakukan kemungkinan menyebabkan
darah atau saliva mengotori pakaian, maka dapat digunakan baju dengan
lengan panjang, baik yang dapat digunakan ulang, atau lebih baik lagi bila
digunakan yang dispossable. Apabila dipakai baju yang digunakan ulang,
maka sesudah dipakai harus dicuci dengan air panas dan detergen.
Pakaian klinik harus diganti setiap hari apabila tercemar oleh darah.

Pakaian katun dipilih karena tidak menghasilkan percikan dari


elektrik statis yang dapat berkembang ketika pakaian nylon atau wool
dikenakan. Percikan elektrik statis dapat menyebabkan ledakan tragis
pada ruang operasi. Pakaian bersih ini menyediakan kenyamanan untuk
operator, dan melindungi pakaian dokter dari kerusakan.

Selanjutnya, sebagai tambahan, operator dapat mengenakan


sepasang sepatu atau boots konduktif ( penghantar ) disposable. Saat ini
peralatan Rumah Sakit yang baik memiliki lantai ruang operasi kondiktif
khusus untuk mencegah ledakan atau letupan dan seluruh personel harus
menggunakan sol sepatu konduktif atau boots konduktif khusus yang
menutupi seluruh sepatu jalanan. Hal ini mencegah elektrik statis, yang
dapat menghasilkan sebuah percikan.

1.2.

Persiapan Tangan dan Lengan


Pencucian tangan yaitu menggosok, mengawali

teknik asepsis/sterilisasi, digunakan pada bedah mulut. Pemakaian


sabun anti kuman harus sesuai dengan rekomendasi pabriknya.
Biasanya diperlukan paling tidak penggosokan 5-6 menit
menggunakan sikat disposable/ yang sudah diautoklaf, baik yang
sederhana atau yang berisi sabun. Untuk prosedur non bedah,
sabun biasa sudah dianggap cukup layak oleh CDC (Centre for
Disease Control). Alternatif lain ialah mencuci tangan dengan

sabun antikuman (chlorhexidine gluconat 4%) selama satu menit.


Sesudah itu dilap dengan handuk kertas secara hati-hati. Jangan
gunakan lap kertas multifungsi. Handuk steril yang disposable bisa
digunakan, tetapi untuk pemakaian harian di rumah sakit, lap
kertas biasa sudah dianggap cukup.
Gulung lengan sampai diatas siku. Lepaskan seluruh
perhiasan dan jam tangan. Kuku harus pendek dan halus. Alirkan
air dari watafel sampai suhu yang diinginkan. Cuci tangan dan
lengan bawah dengan seksama, dan bersihkan kuku jari dengan
orangewood stick.
Dimulai dengan menggosok telapak tangan, gosok
telapak tangan dalam tiga bagian : dari kelingking ke ibu jari gosok
seluruh empat permukaan tiap jari; kemudian balik tangan dan
gosok buku-buku jari, punggung masing- masing jari dan telapak
tangan sampai pergelangan; kemudian sikat lengan dan siku.
Setelah menggosok satu tangan dan lengan, lakukan prosedur yang
sama untuk tangan yang lain.
Bilas tangan dan lengan, secara seksama dari ujung
jari sampai siku. Bilas sikat. Matikan air dan singkirkan sikat.
Berjalanlah ke ruang operasi, angkat tangan keatas, dan perawat
akan menyediakan handuk kering.
Tangan dan lengan dikeringkan dengan handuk
bersih, dan tiap anggota dari timbedah memakai jubah steril.
Tangan diberikan bedak steril oleh suster sebelum menggunakan
sarung tangan steril.. Dari poin ini operator dan semua personel
steril harus peduli bahwa lingkungan dibawah bidang operasi
dipertimbangkan kontaminasinya.

1.3.

Triad barrier
Untuk membatasi kontaminasi silang pada dokter

gigi, staf dan pasiennya, maka digunakan triad barrier yaitu


masker, sarung tangan dan kacamata pelindung. Sarung tangan uji
disposable yang non steril bisa digunakan untuk kebanyakan
prosedur bedah mulut. Apabila sterilitas sangat diperlukan,
misalnya pemasangan implan atau bahan aloplastik untuk
menambah linggir (ridge), dapat digunakan sarung tangan steril.
Kekurangan sarung tangan uji ialah bahwa hanya mempunyai satu
ukuran saja atau berukuran S, M, L yang membatasi akurasi
pemakaian dengan tepat. Juga agak sedikit tebal dibandingkan

sarung tangan bedah, sehingga mengurangi sensasi taktil pada


tangan. Meski demikian, keuntungan utamanya ialah harganya
yang murah. Teknik aseptic yang sempurna mengharuskan sarung
tangan dipasang tanpa menyentuh permukaan luar dengan tangan

Masker dapat dengan mudah dibeli di toko. Masker


dengan tali lebih mudah digunakan untuk jangka panjang daripada
yang menggunakan elastik. Keuntungan masker elastik ialah dapat
dilepas dengan cepat dan mudah bila ingin dibuka sewaktu-waktu.
Seperti halnya sarung tangan, masker harus diganti setiap kali ganti
pasien.
Kacamata pelindung yang terbuat dari plastic dan
ringan melengkapi triad barier tersebut. Perlindungan mata dari
saliva, mikroorganisme, aerosol, dan debris sangat diperlukan
untuk operator maupun asistennya. Operator juga dianjurkan
mengenakan topi bedah untuk menutupi dan melindungi rambu
dari mikrorganisme, darah, dan sebagainya. Urutan pemakaian
perlengkapan operator dimulai dari masker, topi, kacamata, baju
dan sarung tangan.

1.4.

Imunisasi
Pelindung yang paling mudah digunakan dan yang

paling jarang digunakan sebagai sumber perlindungan untuk dokter


gigi dan staf adalah imunisasi, misalnya Heptavax-B untuk
perlindungan terhadap hepatitis B. Sewaktu pertama kali
dikenalkan, ketakutan tanpa dasar terhadap AIDS menjadikan
tindakan perlindungan yang sangat berharga ini kurang dihargai
selayaknya. Recombivax-HB, suatu vaksin genetic (bukan dari
darah)

sekarang

ini

juga

boleh

diberikan.

CDC

sangat

menganjurkan agar personel gigi diimunisasi Hepatitis B.


Vaksinasi bukan berarti bahwa kita dapat melonggarkan prinsipprinsip disinfeksi dan sterilisasi.

Fragiskos, F.D.2007. Oral Surgery. Berlin: Springer.


Moore, U.J. 2001. Principles of Oral and Maxillofacial Surgery 5 th Edition.
London: Blackwell Science.