Anda di halaman 1dari 32

HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

PENGERTIAN,
RUANG LINGKUP
DAN PRINSIP DASAR HKI

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Pokok Bahasan
Pengantar (Sejarah perkembangan HKI di Indonesia, WTO dan perkembangannya, Konvensi-konvensi internasional tentang HKI)

Ruang Lingkup HKI (Pengertian Hak Kekayaan Intelektual, Sifat-sifat dan prinsip HKI)
Prinsip-prinsip Umum Hak Cipta dan Hak Terkait (Pengertian, dan Ciri-ciri hak cipta , Jenis-jenis ciptaan yang dilindungi,
Subyek hak cipta, Hak Ekonomi dan Hak Moral, Jangka waktu perlindungan hak cipta)
Hak Pencipta dan Hak Terkait (Pengalihan hak cipta, Hak Terkait dan Pengaturannya dalam UU HC )
Pelanggaran Hak Cipta (Bentuk-bentuk pelanggaran hak cipta, Gugatan perdata dan tuntutan pidana, Penyelesaian secara litigasi dan non litigasi)

Prinsip Umum Merek (Pengertian merek


Syarat merek, jenis merek, Fungsi, Jangka waktu perlindungan, Sistem Pendaftaran Merek dan Hak Prioritas)
Prinsip Umum Perlindungan Indikasi Geografis (Pengertian, lingkup dan jangka waktu perlindungan, serta perbedaan dengan Merek)

UJIAN TENGAH SEMESTER


Pelanggaran Merek dan Indikasi Geografis (bentuk pelanggaran Merek dan indikasi geografis, penghapusan dan pembatalan merek)

Prinsip umum Perlindungan paten


(lingkup perlindungan, Subyek paten
Jenis-jenis paten, Jangka waktu perlindungan paten, dan Paten asing)
Pelanggaran Hak Paten ( Lingkup Pelanggaran terhadap hak paten, Penyelesaian sengketa paten secara litigasi dan non litigasi)

Prinsip Umum Pelindungan Desain Industri (Pengertian dan cirri-ciri perlindungan Desain Industri, Subyek / Pemegang hak desain industry, Bentuk Pelanggaran DI).

Prinsip umum Perlindungan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (lingkup perlindungan, Sistem pendaftaran, jangka waktu perlindungan dan pelanggaran pemegang hak DTLST)

Prinsip umum Perlindungan Rahasia Dagang (


Lingkup perlindungan, Sistem pendaftaran, pelanggaran pemegang hak rahasia dagang)
Prinsip umum Perlindungan Varietas Tanaman
(lingkup perlindungan, Perlindungan pemegang hak varietas Tanaman dan pelanggaran terhadap hak varietas tanaman)

UJIAN AKHIR SEMESTER

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

INDONESIA MENJADI ANGGOTA WTO


BERKAITAN DENGAN TRIPs

(AGREEMENT ON TRADE RELATED ASPECTS of

INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS) SALAH


SATUNYA PENEGAKAN HUKUM DI BIDANG HKI

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

INDONESIA MENJADI ANGGOTA WTO


HARUS MELAKSANAKAN KEWAJIBAN

MENGAPLIKASIKAN KETENTUAN WTO DALAM


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
NASIONALNYA

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

WTO TRIPS Agreement


It is the GATT Uruguay Round Agreement on Trade Related

Intellectual Property.
It deals with the protection & enforcement of Trade-Related
intellectual property rights.
It establishes minimum levels of protection that each
government has to give to the intellectual property of fellow
WTO members

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

The agreement covers five broad issues


How basic principles of the trading system and other

international intellectual property agreements


should be applied
How to give adequate protection to intellectual
property rights
How countries should enforce those rights
adequately in their own territories
How to settle disputes on intellectual property
between members of the WTO
Special transitional arrangements during the period
when
the new system is being introduced.
DJUL/HKI (1-2)
4/13/2015

Mengapa HKI?
Hak-hak dasar = Pasal 27 (2) Human Right

Declaration: setiap orang memiliki hak untuk


mendapat perlindungan (moral dan materil) yg
diperoleh dari ciptaan ilmiah, kesusasteraan
atau artistik dalam hal ia sebagai pencipta.
Melindungi reputasi
Mendorong dan menghargai setiap inovasi dan
penciptaan: sistem insentif
Mencegah adanya duplikasi sumber
informasi invensi/terkini

10

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Mendukung kegiatan litbang sumber

rujukan teknologi terkini, menilai trend


teknologi, monitoring kompetitor dll.
HKI merupakan elemen kunci didalam

menciptakan daya kompetisi individu


dan/atau nasional/internasional;
Perubahan fungsi HKI dari fungsi
perlindungan menjadi elemen kunci
strategi pembangunan bangsa atau
pengembangan usaha

11

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

HKI Merupakan
Aset Usaha, melalui
Inovasi produk dan proses melalui Paten
Cultural Artistic & Literary Works and Computer Software

12

and Compilation melalui Hak Cipta


Creative Design termasuk desain tekstil melalui
perlindungan Desain Industri
Tanda distinctive sign melalui perlindungan Merek
Dagang
Microchips melalui perlindungan Desain Tata Letak
Sirkuit Terpadu (DTLST)
Informasi rahasia yang bernilai komersil dilindungi
Rahasia Dagang
DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Pengertian Hak Kekayaan


Intelektual (HKI)
HKI merupakan padanan dari Intellectual Property
Rights.
HKI adalah suatu hak yang timbul sebagai hasil
dari olah pikir otak manusia yang dapat
menghasilkan suatu produk atau suatu proses,
yang berguna bagi manusia.

HKI merupakan hak untuk menikmati secara


ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual.
13

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Ruang Lingkup HKI


Secara umum HKI dibagi menjadi dua
kelompok besar yakni:
Hak Cipta (Copyrights) dan Hak-hak terkait
Hak Kekayaan Industri (Industrial Property
Rights)

14

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Obyek Pengaturan HKI


1.
2.
3.
4.
5.
6.

15

Hak Cipta Ilmu pengetahuan, seni dan sastera;


Paten Penemuan di bidang TEKNOLOGI;
Merek Karya-karya berupa tanda (tulisan huruf atau kata,
atau gambar, atau warna, atau kombinasi di antaranya) untuk
membedakan dengan produk (barang atau jasa) yang sejenis;
Rahasia Dagang Informasi yang tidak diketahui oleh
umum di bidang Teknologi dan/atau bisnis;
Desain Industri Karya-karya berupa produk yang dapat
berulang kali digunakan untuk memproduksi barang;
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Produk dalam bentuk
jadi atau setengah jadi serta dibentuk secara terpadu di
dalam sebuah semi konduktor untuk menghasilkan fungsi
elektronik
DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Hak Cipta (Copyrights)


Lebih lanjut yang tercakup dalam hak cipta adalah semua expresi
dari olah pikir manusia, tidak termasuk ide atau gagasan.
Biasanya yang termasuk dalam lingkup hak cipta adalah literary dan
karya artistik, yang didalamnya termasuk tulisan (buku), musik, karya
seni, dan karya-karya yang berbasis teknologi (program komputer
dan basis data elektronik)
Undang-undang No 19 Tahun 2002 mengatur mengenai Hak cipta di
Indonesia.
Prinsipnya bahwa Hak Cipta baik didaftar maupun tidak, tetap
dilindungi, sehingga pendaftarannya hanya merupakan pencatatan
saja.
16

Jangka waktu pelindungannya adalah 50 tahun setelah pemilik


DJUL/HKI (1-2)
4/13/2015
haknya
meninggal dunia.

Hak Kekayaan Industri


(Industrial Properti Rights)
1. Merek
2. Indikasi Geografis
3. Desain Industri
4. Desain Tata Letak Sirkit Terpadu
5. Paten

6. Rahasia Dagang

17

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Ringkasan Kriteria HKI

18

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Sumber Hukum HKI di Indonesia


1.
2.
3.
4.
5.
6.

19

Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak


Cipta
Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten
Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek
Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia
Dagang
Undang-undang No. 31 Tahun 2000 Desain Industri
Undang-undang No. 32 Tahun 2000 tentang Desain
Tata Letak Sirkuit Terpadu

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Pengaturan HKI di tingkat Internasional


Konvensi di bidang Hak Cipta
1.
2.

3.
4.

5.

20

Konvensi Bern 1886 (International Convention for the


Protection of Literary and Artistic Work) Konvensi
Induk
Konvensi Roma 1961 (International Convention
Protection for Performers, Producers of Phonograms
and Broadcasting Organizations)
Konvensi Roma 1961 (Convention for the Protection of
Phonograms Against Unauthorized Duplication of Their
Phonograms)
Konvensi Multilateral bagi Penghindaran Pajak
Berganda atas Royalti Hak Cipta tahun 1979
Traktat Jenewa mengenai International Recording of
Scientific Discoveries, tahun 1978

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Konvensi di Bidang Hak atas Kekayaan


Industri
Konvensi Induk (Konvensi Paris 1883)

The Paris Convention for the


Protection of
Industrial Property

21

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Konvensi di bidang Hak Paten


1.
2.
3.
4.
5.
6.

22

European Convention Relating to the Formalities


Required to Patent Application (1953);
European Convention for International Classification of
Patent (1954);
Strasbourg Agreement Concerning the International
Patent Classification;
Perjanjian Kerjasama Paten di Washington 1970 (Patent
Cooperation Treaty);
European Patent Convention (EPC) tahun 1973;
The Community Patent Convention (CPC) tahun 1975;

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Konvensi di bidang Merek


1.
2.
3.
4.
5.

23

Perjanjian Madrid 1891 (Madrid Agreement


Concerning the Repression of False Indications
of Origin);
Madrid Agreement Concerning the International
Registration of Trademarks;
The Hague Agreement Concerning the
International Deposit of Industrial Design 1925;
Lisbon Agreement for the Protection of
Appelations of Origin and their International
Registration 1958;
Nice Agreement Concerning the International
Classification of Good and Services for the
Purpose of the Registration of Marks 1957.

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Sejarah Hak Cipta


1.
2.

3.
4.

24

Peraturan perundang2-an yang pernah berlaku :


Auteurswet (Hak Pengarang) Stb. 1912 No.
600;
Undang-undang No. 6 Tahun 1982;
Undang-undang No. 7 Tahun 1987;
Undang-undang No. 12 Tahun 1997.

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Pengertian-pengertian
1.
2.
3.
4.

25

Hak Cipta Periksa Pasal 1 angka 1 Undangundang No. 19 Tahun 2002;


Pencipta Periksa Pasal 1 angka 2 Undangundang No. 19 Tahun 2002;
Ciptaan Periksa Pasal 1 angka 3 Undang-undang
No. 19 Tahun 2002;
Pemegang Hak Cipta Periksa Pasal 1 angka 4
Undang-undang No. 19 Tahun 2002.
(SESUAIKAN KEMBALI DENGAN UU HAK
CIPTA 2014 )

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Ruang Lingkup Hak Cipta


Ide dasar sistem Hak Cipta adalah untuk melindungi
wujud hasil karya yang lahir karena kemampuan
intelektual manusia yang merupakan endapan
perasaannya
Ilmu Pengetahuan, Seni dan Sastera

26

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Ciri-ciri Hak Cipta


Hak Cipta bersifat ABSOLUT/MUTLAK, dilindungi
haknya selama Pencipta hidup bahkan sampai
beberapa tahun
setelah Pencipta meninggal dunia
(Periksa No. 28 Tahun 2014)

27

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Moral Rights dan Economics Rights


Termasuk pelanggaran Hak Moral, antara lain :
1. Meniadakan atau tidak menyebutkan nama
pencipta lagu ketika lagu dipublikasikan;
2. Mencantumkan namanya sebagai pencipta lagu
padahal dia bukan pencipta lagu tersebut;
3. Mengganti atau merubah judul lagu, dan/atau
4. Mengubah isi lagu (satu atau lebih dari unsur
lagu yang terdiri dari melodi, lirik, aransemen
dan notasi).

28

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

Termasuk Pelanggaran Hak Ekonomi Pencipta


lagu, antara lain :
1.

29

Perbuatan tanpa izin mengumumkan Ciptaan


lagu :
a. menyanyikan dan mempertunjukkan lagu di
depan umum;
b. memperdengarkan lagu kepada umum;
c. menyiarkan lagu kepada umum;
d. mengedarkan lagu kepada umum;

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

2. Perbuatan tanpa izin memperbanyak Ciptaan lagu


a. merekam lagu (dengan maksud diproduksi);
b. menggandakan atau memproduksi lagu secara
mekanik atau secara tertulis/cetak;
c. mengadaptasi atau mengalihwujudkan lagu;
d. mengaransemen lagu, dan
e. menerjemahkan lagu;

30

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

31

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015

32

DJUL/HKI (1-2)

4/13/2015