Anda di halaman 1dari 4

JURNAL FISIKA POMITS Vol. 1, No.

1, (2012) 1-4

Mengenal Sifat Listrik Material Serta Menentukan Nilai


Resistivitas Dan Konduktivitas Batu Arang (C) dan Batu Kapur
(CaCO3) Dengan Metode Four Point Probe
Wahyu Naris Wari
Pra Magister Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: naris_hito@yahoo.com
menentukan resistivitas dan konduktivitas dari suatu bahan
pada sampel yang dibuat dalam bentuk bulk dan thick sheet.
Abstrak-Telah dilakukan praktikum fisika bahan yaitu
mengamati sifat listrik suatu bahan menggunakan metode
four point probe (probe empat titik). Dalam praktikum ini
diambil pengukuran arus (I) dan tegangan (V) dari bahan.
Hasil tersebut diambil kemudian ditentukan resistivitas suatu
bahan. Resistivitas di bagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu
sampel bentuk bulk dan sampel bentuk thick sheet.
Percobaan menggunakan 2 sampel yaitu kapur dan arang.
Hasil praktikum menunjukkan resistivitas pada sampel
bentuk bulk (t > s) untuk sampel kapur memiliki resistivitas
yang besar pada tegangan 5 volt dan resistivitas pada sampel
thick sheet (t < s) memiliki resistivitas yang besar pada
tegangan 6 volt. Pada bahan sampel arang resistivitas (t > s)
yang besar di 4 volt dan pada (t < s) resistivitas yang besar di
5 volt.
Kata Kunciresistivitas, batu arang (C), batu kapur (CaCO 3),
four point probe, arus, tegangan, sifat listrik.

I. PENDAHULUAN

II. TINJAUAN TEORI


Untuk mengamati sifat listrik suatu bahan biasanya
digunakan metode four point probe/FPP (probe empat titik).
Disebut probe empat titik, karena ada empat titik kontak yang
disentuhkan pada permukaan sampel. Keempat titik kontak
(probe) itu dibuat berderet dalam satu garis lurus dengan jarak
antar probe diatur sedemikian rupa sehingga satu sama lain
mempunyai jarak yang sama. Arus listrik yang konstan
dialirkan sepanjang permukaan sampel melalui dua probe
terluar. Jika sampel mempunyai resistansi, maka akan ada
penurunan tegangan ketika arus mengalir sepanjang
sampel tersebut. Perubahan tegangan tersebut diukur melalui
dua probe bagian dalam. Besaran listrik yang menunjukkan
kualitas konduktivitas bahan, seperti tegangan output dan arus
output dapat ditentukan secara teliti dengan metode four
point probe.

I. PENDAHULUAN
F
our-point probe (probe 4 titik disingkat FPP) adalah salah satu
metode yang biasa digunakan untuk mengukur nilai
kerintangan suatu lapisan bahan elektronika yaitu bahan
semikonduktor dan bahan logam dalam bentuk thin film
(lapisan tipis) yang dipergunakan dalam pembuatan piranti
elektronika. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan 1. Resistivitas sampel bentuk bulk
resistivitas dan konduktivitas suatu bahan padatan.
Pada awalnya diasumsikan bahwa ujung probe
Four-point probe didasarkan pada 4 buah probe dengan 2
sangat kecil (infinitesimal) dan sampel mempunyai
probe berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dan 2 probe
dimensi yang besar (semi-infinit). Untuk sampel bulk ini
yang lain untuk mengukur tegangan listrik secara bersamaan
mempunyai ketentuan bahwa ketebalan sampel (t) harus
pada bahan (sampel) dengan nilai arus dan tegangan yang telah
lebih besar dibandingkan dengan jarak antara probe (s).
diketahui terlebih dahulu.
Untuk menentukan serta mengkaji sifat-sifat bahan tersebut
(1)
dapat dilakukan dengan menentukan nilai kerintangan untuk
suatu luasan dan ketebalan tertentu. Beberapa parameter lain
yang dapat diperoleh dari pengukuran bahan dengan
dengan konduktivitasnya diberikan oleh
menggunakan peralatan ini antara lain adalah mengetahui jenis
doping suatu bahan semikonduktor (positif atau negatif),
mobilitas elektron dari suatu bahan.
Dalam praktikum ini, sampel atau bahan yang dipakai
adalah kapur dan arang. Tujuan dari praktikum ini adalah
2. Resistivitas sampel bentuk thick sheet

JURNAL FISIKA POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4


Berbeda dengan sampel bulk, untuk
thick sheet ini mempunyai ketentuan
sampel (t) harus lebih kecil dibandingkan
probe (s).
Karena pada dua ujung probe paling
superposisi dari arus maka R = V/2I.

sampel berbentuk 7. Mengukur nilai arus dan tegangan pada rangkaian


bahwa ketebalan 8. Pengambilan data dilakukan pengulangan 3 kali
dengan jarak antar 9. Hitung besarnya resistivitas dan konduktivitas material
berdasarkan persamaan di atas.
luar merupakan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
(2)

1. 1. Data Hasil Praktikum

dengan konduktivitasnya diberikan oleh

III. METODOLOGI PERCOBAAN


Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain
power supply, multimeter 2 buah (digunakan untuk mengukur
nilai arus dan tegangan listrik), kabel catut, penggaris, gelas
beker, dan pengaduk larutan. Untuk bahan atau sampel yang
digunakan adalah dua buah batang CaCO3 (kapur tulis), dua
buah bongkahan C (arang), NaCl (garam), dan air.
Langkah Kerja :
1. Membentuk sampel menjadi 3 bagian sama panjang
dengan membuat 2 segmen tempat probe 2 dan 3. Panjang
segmen lebih besar dari pada tebal (t<s)
2. Membentuk sampel dibagi menjadi 3 bagian dengan
memberi 2 segmen pada material dengan panjang segmen
lebih kecil dari pada tebalnya (t>s)
3. Membuat larutan NaCl
4. Merendam sampel di larutan NaCl selama 15 menit
5. Merangkai alat dan bahan seperti gambar

Gambar 1. Persiapan bahan material


Hasil data praktikum dan pengolahannya dapat disajikan
sebagai berikut.
Tabel 1. Data Pengukuran Arus (I) dan Tegangan (V)
N
o.

Bahan

Vinpu
t

Vukur

Iukur

Arang bulk

0.05

0.0175

0.055

0.0275

0.1

0.00125

0.035

0.15

0.045

0.225

0.055

0.25

0.035

0.001

0.04

0.002

0.05

0.003

0.015

0.00225

0.02

0.001

0.11

0.002

Gambar 2. Rangkaian FPP


6. Memvariasikan tegangan input pada sampel

Arang thick
sheet

Kapur bulk

Kapur thick
sheet

Keterangan:
V input 1 = 4V
V input 2 = 5V
V input 3 = 6V

JURNAL FISIKA POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4

Berdasarkan hasil percobaan nilai V dan I, berikut kami sajikan


grafik hubungan teganngan (V) arus (I) material bahan
sebagai berikut :

Grafik 3. Arang Bulk

Grafik 1. Arang Bulk

Grafik 4. Arang Thick Sheet

Kemudian kita bisa menghitung hasil dari resistivitas dan


konduktivitas sebagai berikut:
Grafik 2. Arang Thick Sheet

Tabel 2. Data Resistivitas () dan Konduktivitas () Bahan

No.

Bahan

Vinp
ut

Arang bulk

12.56

8.792

351.68
2.1236
71
1.8202
9
2.0023
19

109.9

Arang thick
sheet

1
2

Kapur bulk

(m)

(m)
0.07961
8
0.11374
0.00284
3
0.47088
3
0.54936
3
0.49942
1
0.00909
9

JURNAL FISIKA POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4

2
3
4

Kapur thick
sheet

1
2
3

62.8
52.333
33
48.541
06
145.62
32
400.46
38

4
0.01592 4.
4
0.01910 5.
8
0.02060 6.
1
0.00686
7
0.00249
7

Nilai resistivitas pada bentuk bulk (t > s) untuk bahan C


(arang) lebih besar dari bentuk thick sheet (t < s).
Nilai konduktivitas pada bentuk bulk (t > s) untuk bahan C
(arang) lebih besar dari bentuk thick sheet (t < s).
Konduktivitas berbanding terbalik dengan resistivitas.

UCAPAN TERIMA KASIH

Saya mengucapkan terima kasih kepada asisten laboratorium


fisika bahan yang telah membimbing praktikum ini, bapak/ibu
2. Pembahasan
dosen pra magister ITS yang mengajar kami, serta temanteman pra magister untuk kerjasamanya, semoga praktikum ini
Resistans jenis (resistivitas) adalah resistans suatu bermanfaat dan memberikan tambahan informasi maupun
penghantar yang memiliki panjang satu satuan panjang dan pengetahuan bagi pembaca.
luas suatu satuan luas. Dalam SI, resistans jenis adalah
resistans suatu penghantar yang memiliki panjang 1 m dan 1
m2, sehingga satuan resistans jenis adalah ohmmeter.
Konduktivitas listrik adalah ukuran dari kemampuan suatu
bahan untuk menghantarkan arus listrik. Jika suatu beda
DAFTAR PUSTAKA
potensial listrik ditempatkan pada ujung-ujung sebuah
konduktor, muatan-muatan bergeraknya akan berpindah, [1] Wisnu, dkk. 2004.Faktor Koreksi Dimensi Sampel Pada Sifat Listrik
Superkonduktor Yba2cu3o7-X Dengan Menggunakan Metode Four Point
menghasilkan arus listrik.
Probe.Bandung: BATAN.
Berdasarkan hasil data yang didapat menunjukkan bahwa
[2]http://id.scribd.com/doc/96942447/Laporan-Fisika-Laboratorium-Geofisikapada pengukuran resistivitas dan konduktivitas sampel bentuk
Fisika-Batuan-1.html
thick sheet yaitu pada arang dan kapur yang bentuk dan
ukurannya sama namun hasilnya berbeda. Pada sampel arang [3]http://id.scribd.com/doc/59344799/Bab-2.html
mempunyai resistivitas yang lebih besar di bandingkan dengan
[4]http://id.wikipedia.org/wiki/Konduktivitas_listrik
sampel kapur tulis. Namun untuk nilai konduktivitas, sampel
kapur tulis mempunyai konduktivitas yang lebih besar dari [5]http://teeyara45.wordpress.com/2012/09/25/resistivitas-dan-konduktivitassampel arang. Variasi tegangan masukan juga mempengaruhi
konduktor-dan-semikonduktor-terhadap-suhu/
nilai resistivitas dan kondduktivitas dari sampel yang di pakai.
Selanjutnya untuk nilai resistivitas dan konduktivitas
sampel bentuk bulk pada sampel arang menunjukkan nilai
resistivitas pada arang bentuk bulk lebih besar dari arang
bentuk thick sheet, karena arang yang bentuk bulk mempunayi
ukuran yang lebih besar sehingga nilai resistivitasnya juga
lebih besar daripada arang bentuk thick sheet. Namun nilai
konduktivitas arang bentuk bulk lebih kecil daripada arang
bentuk thick sheet, karena konduktivitas suatu bahan
berbanding terbalik dengan resistivitas bahan tersebut.
Dari hasil data-data di atas ini menunjukkan data yang
sesuai dengan teori konduktivitas yang menyebutkan
resistivitas berbanding terbalik dengan konduktivitas.

V. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa :
1. Metode Four Probe Point merupakan suatu metode yang
tepat digunakan untuk mengukur resistivitas dan
konduktivitas dari suatu bahan.
2. Nilai resistivitas pada bentuk bulk (t > s) untuk bahan
CaCO3 (kapur putih) lebih kecil dari bentuk thick sheet
(t < s).
3. Nilai konduktivitas pada bentuk bulk untuk bahan CaCO3
lebih kecil dari bentuk thick sheet.