Anda di halaman 1dari 5

Penentuan Komposisi Senyawa Kompleks

Poppy Oktari
Program Studi Kimia
Fakultas MIPA, Universitas Jenderal Achmad Yani
Poppyoktari@gmail.com

Abstrak
In experiments Inorganic 1 "Determination of Compound Composition Complex" about
the molecular interactions with each other in a solution can be done without separating the
interaction results into stable compounds. In this experiment the determination of ion complex
compositions performed by the method JOB or continuous variation method.
Abstrack
Dalam percobaan Anorganik 1 Penentuan Komposisi Senyawa Kompleks tentang
interaksi molekul yang satu dengan yang lain dalam suatu larutan dapat dilakukan tanpa
memisahkan hasil interaksi itu menjadi senyawa stabil. Pada percobaan ini penentuan ion
komposisi kompleks dilakukan dengan metode JOB atau metode variasi kontinyu.

BAB 1

PENDAHULUAN
Pada percobaan ini, penentuan komposisi ion kompleks dilakukan dengan metode jobatau
metode variasi kontinyu. Dalam metode variasi kontinyu, larutan kation dan ligandicampur
sesuai dengan komposisi yang diinginkan dengan volume total yang sama. Kemudian absorbansi
dari tiap komposisi larutan diukur pada panjang gelombang maksimum. Besarnyaabsorbansi
pada panjang gelombang maksimum dari semua larutan tersebut diplotkan dalam grafik. Dari
grafik yang diperoleh ini maka didapatkan besarnya xmaks yang kemudian digunakan untuk
menghitung n (jumlah ion asa-) dalam senyawa kompleks yang terbentuk.Pada percobaan ini
dilakukan variasi terhadap fraksi mol ligan yaitu asam salisilat. Variasifraksi mol yang digunakan
adalah 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8; dan 0,9.

Senyawa kompleks adalah senyawa yang terdiri dari satu atom pusat atau lebih yang
menerima sumbangan pasangan elektron dari atom lain, gugus atom penyumbangelektron ini
disebut ligan (Pudyaatmaka, 2002).
Spektrofotometer adalah alat yang terdiri atas spektrometer dan fotometer.Spektrometer
menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat
untuk mengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorpsi.
Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut
ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang (Khopkar,
1990).
Metode JOB atau variasi kontinyu merupakan suatu cabang ilmu kimia yang sangat penting
karena dapat menentukan dan melakukan suatu proses perubahan-perubahan secarafisika
maupun kimia yang dapat kita amati melalui variasi kontinyu.Metode variasi kontinyu yang
dikemukakan oleh Job dapat menimbulkan kondisi optimum pembentukan dan konstanta
kestabilan senyawa kompleks yangmengandung konsentrasi ion logam maupun konsentrasi ligan
divariasikan (Ewing,1985).

BAB 2

METODELOGI PERCOBAAN
2.1. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan antara lain : Spektrofotometer UV-Vis , Kuvet, Labu ukur 10 ml, Pipet
ukur 10 ml, Rak tabung, Pipet tetes, Ball pipet, dan Botol semprot. Bahan yang digunakan antara
lain : (NH)Fe(SO).HO, CrCl.HO, dan Asam salisilat.

2.2 Cara Kerja

Cara kerja dari percobaan Penentuan Komposisi Senyawa Kompleks pertama ialah dari
larutan stok yang diberikan oleh asisten siapkan larutan M dan asam salisilat yang
konsentrasinya masing-masing 2x10M, dan siapkan juga 10 buah labu ukur 10 Ml. Lalu isilah
labu ukur pertama dengan larutan M, kemudian dengan menggunakan labu ukur yang lain,
buatlah larutan fraksi mol asam salisilat (X) 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8 dan 0,9.
Kemudian carilah panjang gelombang maksimum dari setiap larutan tersebutpada 350 700 nm,
dan ukurlah serapan dari semua larutan itu pada setiap panjang gelombang maksimum yang telah
diperoleh. Hitunglah harga Y ( Y = Ameas (1-X) Az ) pada setiap panjang gelombang untuk
semua larutan tersebut diatas . Buatlah kurva hubungan antara Y dengan X untuk setiap panjang
gelombang yang diberikan. Dari harga X yang memberikan kurva maksimum , tentukan harga n
untuk kompleks [ M(asa)n] yang ada dalam larutan.

BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.Hasil Percobaan
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

X
0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9

A.Meas
0,005
0,006
-0,002
0,004
0,012
0,003
0,007
0,001
-0,005
0,077

Y
0
0,0015
-0,006
0,0005
0,009
0,0005
0,005
-0,0005
-0,006
0,0765

3.2. Pembahasan

Pada percobaan ini, dilakukan penentuan komposisi larutan kompleks ion


besisalisilat menggunakan metode job digunkan logam M sebagai atom pusat dan asa (asam
saisilat) sebagai ligan. Jika komposisi ligan semakin banyak maka komposisi logam semakin
sedikit dan jika komposisi ligan semakin sedikit maka komposisi logam semakin besar. Reaksi
yangterjadi antara larutan Mdan asam salisilat tersebut adalah :

M+ asa- [M(asa)]
M+ asa- [M(asa]
M+ asa- [M(asa)]+

Analisis dengan spektrofotometri UV-Vis diawali dengan penentuan panjanggelombang


maksimum (max). Hal ini sangat penting dilakukan dalam analisis secaraspektrofotometri UVVis karena pada panjang gelombang maksimum dihasilkanabsorbansi tertinggi yang
menunjukkan kepekaan suatu pengukuran sehingga dapatdigunakan untuk analisis suatu larutan
dengan konsentrasi rendah. Penentuan panjanggelombang maksimum dilakukan pada range
panjang gelombang 490 570 nm. Dari hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis
tersebut, dapatdiketahu bahwa semakin besar fraksi mol asam salisilat, maka semakin besar pula
absorbansinya (pada panjang gelombang yang sama). Akan tetapi pada konsentrasitertentu,
besarnya absorbansi semakin kecil. Sehingga hubungan fraksi mol dan absorbansi dapat dinyatakan
sebagai kurva normal. Selain itu, pada panjang gelombang yang semakin panjang juga terjadi peningkatan
besarnya absorbansi (pada fraksi mol yang sama). Akantetapi pada panjang gelombang
tertentu, absorbansinya semakin menurun. Panjang gelombang dimana absorbansinya
mencapai absorbansi tertinggi inilah yang merupakn panjang gelombang maksimum. Atau dalam
kurva juga disebut sebagai titik balik maksimum. Besarnya absorbansi yang tidak selalu naik
atau tidak selalu turun melainkan naik dulu setelah itu mengalami penurunan ini diakibatkan
karena reaksi pada campuran yang sudah melampaui kesetimbangan. Panjang gelombang pada percobaan
adalah 430 nm dan panjang absorbansi m sebesar 0,077 nm

BAB 4

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Metode job atau metode variasi kontinyu dapat digunakan untuk menentukan komposisilarutan
kompleks ion besi salisilat.
2. Panjang gelombang maksimum untuk kompleks besi(III) salisilat yang diperoleh adalah530 nm.
3. Kompleks yang terbentuk adalah M+ asa [M(asa)]

DAFTAR PUSAKA
Ewing, G. W, 1985. Instrument Method of Chemical Analysis. New York: MGraw-Hill
Khopkar. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik.UI Press. Jakarta
Pudyaatmaka, A.Hadyana, 2002,Kamus Kimia,Balai Pustaka, Jakarta