Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

TERAPI KOMPLEMENTER PADA Ny. P DENGAN ASAM URAT


DI DUSUN KAYEN, DESA SENDANGSARI, KECAMATAN PAJANGAN,
KABUPATEN BANTUL
YOGYAKARTA

Disusun Oleh :
IMAM FAUZI
3211085

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2015
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN
TERAPI KOMPLEMENTER PADA Ny. PDENGAN ASAM URAT
DI DUSUN KAYEN, SENDANGSARI, KECAMATAN PAJANGAN-BANTUL
YOGYAKARTA

Disusun Oleh :
IMAM FAUZI
3211085

Telah disetujui pada


Hari

Tanggal

Mahasiswa

(Imam Fauzi)

Pembimbing Akademik

Pembimbing Klinik

(.)

(.)

Nama Mahasiswa

: Imam Fauzi

Tempat Praktik

: Dusun Kayen, Sendangsari, Pajangan, Bantul

Tanggal Praktik

: 16 Februari 14 Maret 2015

Tanggal Pengkajian

: 11 Maret 2015

I.

PENGKAJIAN
A. IDENTITAS KLIEN
1. Nama

: Ny. P

2. Umur

: 48 tahun

3. Jenis Kelamin

: Perempuan

4. Status Perkawinan

: Menikah

5. Agama

: Islam

6. Pendidikan

: SD

7. Pekerjaan

: Ibu Rua Tangga

8. Suku/Kebangsaan

: Jawa/Indonesia

9. Alamat

: Kayen, Sendangsari, Pajangan, Bantul.

B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan Utama
:
P
: Klien mengatakan nyeri pada bagian sendi jari kedua kaki & pinggang ketika
digunakan untuk beraktivitas.
Q
: Klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk
R
: Klien mengatakan lokasi nyerinya berada di sendi jari kedua kaki dan pinggangnya.
S
: Klien mengatakan skala nyerinya 5 terutama ketika digunakan untuk beraktivitas.
T
: Klien mengatakan nyerinya hilang timbul.

2. Riwayat Kesehatan Sekarang :


Klien mengatakan nyeri yang dideritanya muncul sejak 6 bulan yang lalu.
Ketika klien memeriksakan asam uratnya di acara besar praktik keperawatan
komunitas kelompok VI STIKES A. Yani YK, didapatkan bahwa nilai asam uratnya
mencapai 8,6mg/dl. Ketika klien memeriksakan ulang kadar asam uratnya ke dokter
didapatkan nilai yang sama yaki 8,6mg/dl.
3. Riwayat Kesehatan Dahulu : Klien mengatakan tidak pernah memiliki riwayat hipertensi,
DM, asma, dll sebelumnya.
4. Riwayat Penyakit Keluarga Keturunan : Klien mengatakan ibu baik dari klien maupun
suami klien memiliki riwayat hipertensi.
GENOGRAM

Ass

Keterangan:
Laki-laki meninggal

Perempuan yang masih hidup

Klien dengan Asam Urat

Perempuan dengan Hipertensi

Laki-laki yang masih hidup :

Tinggal satu rumah

Garis keturunan

Garis pernikahan

C.
1.

As

ASPEK FISIK-BIOLOGIS
Pola Nutrisi
Antoprometri
BB
: 55 kg
TB
: 160 cm
IMT
: 21,48 (normal 20-24)
LLA
: Tidak terkaji
Clinical Sign
Klien tidak anemis dan tidak ikterik.
Mukosa bibir lembab.
Turgor kulit normal dan keadaan kulit klien lembab.
Diet
Pola makan selama 24 jam
Klien mengatakan makan 3x sehari, nasi sayur , tahu dan tempe, jarang makan buah.
Alergi makanan
Klien mengatakan tidak ada alergi makanan
Nafsu makan
Klien mengatakan nafsu makan baik, tidak ada penurunan berat badan dalam 3 bulan

terakhir.
- Proses digestive
Klien mengatakan tidak ada keluhan menelan maupun mengunyah makanan.
2. Kebutuhan Oksigenasidan Sirkulasi

- Apakah anda mengalami batuk :


Klien tidak mengalami batuk.
-

Apakah anda mengalami sesak nafas

Klien mengatakan tidak mengalami sesak napas.


-

Apakah anda mengalami palpitasi/jantung


o Klien tidak mengalami palpitasi/jantung.
3. Cairan Elektrolit
-Keluhan
o Klien mengatakan tidak ada keluhan seperti mual, muntah, atau gangguan
pengeluaran urin.
Intake&output (perjam/24jam)

INPUT
NG I

Oral

T
1250ml/24ja

Daera

V
-

Urin

OUTPUT
Feses Muntah Drain

IWL

400ml/24jam

25ml

825ml/24jam

h
-

m (5 gelas)
1250ml/24jam
1250ml/24jam
Total/Balance Cairan : 1250ml/24jam-1250ml/24jam=0
-

Pemeriksaan Fisik
Membrane
Mukosa

Mukosa bibir lembab

Turgor

Kulit

Edema

Tidak ada edema

Nrmal (<3detik)
Warna Kulit sawo

(lokasi,derajat

matang,

tidak

terdapat ascites

4. Rasa Nyaman
Nyeri
P : Klien mengatakan nyeri pada bagian sendi jari kedua kaki & pinggang ketika
digunakan untuk beraktivitas.
Q : Klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk
R : Klien mengatakan lokasi nyerinya berada di sendi jari kedua kaki dan pinggangnya.
S : Klien mengatakan skala nyerinya 5 terutama ketika digunakan untuk beraktivitas.
T : Klien mengatakan nyerinya hilang timbul.
Teknik manajemen nyeri yang telah dilakukan dan evaluasi
5. Eliminasi
Bowel
Keluhan

: klien mengatakan tidak ada keluhan mengenai BAB

Frekuensi
: 1x/hari
Karakter feses : Warna kuning kecoklatan, konsistensi lembek.
Bladder
Keluhan

: klien mengatakan tidak ada keluhan mengenai BAK

Karakter Urin

: Warna Kuning, jernih.

6. Pola Aktifitas dan Istirahat


Mobilitas
- Keluhan
: Klien mengatakan sendi jari kedua kakinya dan pinggangnya nyeri ketika
beraktivitas.
Istirahat
Keluhan
Pola Tidur

: Klien mengatakan dapat tidur dengan nyenyak


: klien mengatakan lama tidur malam sekitar 6 jam, dan 2 jam untuk
tidur siang.

Tanda kurang tidur : tidak ada.


7. Proteksi
Status Mental Kesadaran
Nilai Morse (Risiko Jatuh)
Pemeriksaan Fisik
Penglihatan
Kuku
Rongga Mulut
Sensitivitas
Kulit

: Compos Mentis, GCS = 15


: Tidak ada
:
: normal
: normal, bersih &keras.
: tidak ada stomatitis, karies gigi/ginggivitis, bibir
: normal.
: normal, integritas baik, kulit lembab.

lembab.

8. Neurologi
Kognitif :
Klien mampu mengenal orientasi waktu orang dan tempat dengan baik dan benar,
terbukti dapat menyebutkan nama hari, orang dan waktu serta dapat menguraikan
kejadian jangka panjang saat klien terserang penyakit.
Kesadaran :
E : 4 V :5 M : 6 , GCS : 15

9. Kebersihan Diri
a. Kebersihan rambut :
Rambut klien terlihat bersih, penyebaran merata.
Klien mengatakan kramas rambut 2 hari sekali.
b. Kebersihan wajah dan tubuh :
Wajah tampak bersih, tidak tampak kusam.
c. Kebersihan mulut dan gigi :
Klien mengataan gosok gigi 2x sehari.
d. Kebersihan kuku :
Kuku bersih, klien mengatakan akan memotong kukunya ketika sudah panjang.

e. Kebersihan perineal : tidak terkaji


D. ASPEK INTELEKTUAL-PSIKOSOSIAL-SPIRITUAL
- Pola Persepsi Kesehatan
Klien mengatakan sangat penting dalam menjaga kesehatan dan rutin untuk periksa ke
petugas kesehatan.
- Aspek Mental
Klien mengatakan tidak malu dengan dirinya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.
- Pola Presepsi Diri
Klien mengatakan bahwa dirinya harus dapat melayani suami dengan baik.
- Konsep Diri
Klien sadar akan penyakit yang diakibatkan dari pola makan yang kurang baik.
- Aspek Peran dalam Berhubungan
Klien mengatakan selalu aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan sangat harmonis dengan
masyarakat.
- Aspek Spiritual
Klien beragama Islam.
- Pola Nilai dan Keyakinan
Klien dan keluarganya berharap untuk selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT.
- Seksualitas dan Reproduksi
Tidak terkaji
- Koping dan Toleransi Stress
Klien dan suami mengatakan apabila ada masalah selalu dibahas bersama dan berusaha
berserah diri kepada Tuhan YME.
- Pola Kognitif dan Persepsi
Penglihatan
: normal
Pendengaran
: normal, baik.
Penciuman
: normal, baik.
Masalah bahasa : tidak ada kendala bahasa.
- Aspek Lingkungan Fisik
Kondisi rumah dan pekarangan klien tampak bersih, klien mengatakan selalu
membersihkan rumah dan halaman sekitar rumahnya.
E. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum
2. Kesadaran
3. Tanda-tanda vital

: Baik
: Sadar penuh/compos mentis, GCS : M6 V5 E4
:

TD = 110/80 mmHg

T = 360C.

RR = 22x/menit

N = 88x/menit

4. Pemeriksaan sistematik (chepalo-caudal)


a. Kepala dan rambut
Bentuk
: mesochepal.
Ukuran
: normal.
Posisi
: simetris.
Keadaan rambut/warna
: distribusi baik, warna hitam.
Keluhan yang berhubungan : tidak ada.
b. Mata/Penglihatan
Bentuk
: bulat, simetris.
Ukuran pupil
: isokor (ukuran 2 mm).
Sklera
: tidak ikterik.
Konjungtiva
: tidak anemis.
Funsi penglihatan
: baik
Refleks cahaya
: normal, apabila disinari cahaya, pupil akan mengecil.
c. Telinga/Pendengaran
Bentuk dan posisi
: simetris, di kanan dan di kiri.
Peradangan
: tidak ada.
Perdarahan
: tidak ada.
Cairan
: tidak ada.
Fungsi pendengaran
: baik.
Pemakaian alat bantu
: tidak menggunakan alat bantu.
Keluhan
: tidak ada.
d. Hidung/Penciuman
Bentuk dan posisi
: simetris.
Peradangan
: tidak ada.
Perdarahan
: tidak ada.
Cairan
: tidak ada.
Fungsi penciuman
: normal, baik.
e. Mulut dan Tenggorokan
Bibir
: simetris antara atas dan bawah, tidak ada
stomatitis.
Mukosa bibir
Kebersihan gigi
Peradangan/stomatitis
Fungsi pecakapan
Lidah
Kemampuan menelan
f. Leher
Bentuk
Kelenjar thyroid
Kesulitan menelan
g. Dada/Thorax
Inspeksi
Palpasi
Perkusi

: normal, lembab.
: cukup bersih.
: tidak ada.
: normal, baik.
: tidak ada kelainan.
: baik.
: simetris.
: tidak ada pembesaran kelenjar thyroid.
: tidak ada.
: simetris, tidak ada lesi/luka.
: tidak terdapat retraksi dinding dada
: bunyi sonor pada paru dan pekak pada jantung.

Auskultasi
: bunyi vesikuler pada paru.
h. Abdomen
Inspeksi
Bentuk
: simetris, tidak ada luka/lesi.
Warna
: sesuai dengan warna kulit klien (sawo matang).
Umbilikus
: normal.
Saat inspirasi dan ekspirasi: normal, mengembang saat ekspirasi dan mengempis

i.

j.
k.

II.

saat inspirasi.
Auskultasi
: bising usus 10x/menit.
Perkusi
: suara thympani.
Palpasi
: tidak ada nyeri tekan.
Ekstremitas
Atas
: normal.
Tidak ditemukan adanya edema pada ekstremitas atas maupun bawah.
Genetalia
: tidak terkaji.
Kulit/Integumen
Warna
: sawo matang.
Integritas
: baik.
Turgor
: baik (<3detik)
Ada luka
: tidak terdapat luka.
Kelainan pada kulit
:tidak ada kelainan kulit

ANALISA DATA

No
1
DS:
P

Data

Problem
Nyeri akut

: Klien mengatakan nyeri

pada bagian sendi jari kedua kaki


& pinggang ketika digunakan
untuk beraktivitas.
Q
:
Klien

mengatakan

nyerinya seperti ditusuk-tusuk


R
: Klien mengatakan lokasi
nyerinya berada di sendi jari
kedua kaki dan pinggangnya.
S
: Klien mengatakan skala
nyerinya

terutama

ketika

digunakan untuk beraktivitas.


T

Klien

mengatakan

nyerinya hilang timbul.DO:

Etiologi
Agens cedera biologis

Klien terlihat merintih


menahan nyeri ketika berjalan

DO:

TD = 110/80 mmHg
RR = 22x/menit
N = 88x/menit
Klien terlihat mengelus bagian
pinggang dan sendi jari
kakinya ketika sakit

III.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut berhubungan dengan agrens cedera biologis


IV.

RENCANA INTERVENSI

No.

Diagnosa

1.

Nyeri

akut

Tujuan (NOC)
b.d Setelah

agens cedera bilogis

dilakukan

Intervensi (NIC)
tindakan

Pain management
1. Monitor TD, Nadi, RR
keperawatan selama 6x7 jam
2. Lakukan pengkajian nyeri
nyeri klien berkurang/ hilang
secara
komprehensif
dengan criteria hasil :
termasuk lokasi, durasi,
Pain level (2102)
frekuensi dan kualitasnya
Melaporkan bahwa nyeri 3. Observasi reaksi nonverbal
berkurang dari skala 5
ke skala 3

dari ketidaknyamanan
4. Gunakan teknik komunikasi
terapeutik untuk mengetahui

pengalaman nyeri pasien


Pain control (1605)
5.
Ajarkan teknik management
Mampu
mengontrol
nyeri
non
farmakologi
nyeri dengan melakukan
teknik non farmakologi

(Emotional
Technique {EFT}).

Freedom

V.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

VI.
XI.
VII.
VIII.
NO.
XII. XIII.
1. XIV.
XV.

WAK
TU

IX.

IMPLEMENTASI

X.

Rabu, 1. Memonitor TD, Nadi, RR


XVII.
11/03/ 2. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
XVIII.
15
15.00

EVALUASI

XXVI.
: Klien mengatakan nyeri pada
XXVII.
XXVIII.
termasuk lokasi, durasi, frekuensi dan kualitasnya
bagian sendi jari kedua kaki & pinggang ketika
XXIX.
3. Mengobservasi
reaksi
nonverbal
dari
digunakan untuk beraktivitas.
XXX.
ketidaknyamanan
XIX.
Q
: Klien mengatakan nyerinya sepertiXXXI.
4. Menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
XXXII.
ditusuk-tusuk
mengetahui pengalaman nyeri pasien
XX.
R
: Klien mengatakan lokasi nyerinya
5. Kontrak waktu tindakan teknik management nyeri
berada di sendi jari kedua kaki dan pinggangnya.
non farmakologi (Emotional Freedom Technique
XXI.
S
: Klien mengatakan skala nyerinya
{EFT}).

XVI.

4.

P
a
r
a
f

DS:
P

5 terutama ketika digunakan untuk beraktivitas.


XXII.

: Klien mengatakan nyerinya hilang

timbul.
XXIII.

DO:
TD = 110/80 mmHg
RR = 22x/menit
N = 88x/menit
Klien terlihat mengelus bagian pinggang dan

I
m
a
m
F
a
u
z
i

sendi jari kakinya ketika sakit


XXIV.
XXV.

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi

1. Monitor TD, Nadi, RR


2. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
termasuk
kualitasnya
3. Observasi

lokasi,

durasi,

reaksi

frekuensi

nonverbal

dan
dari

ketidaknyamanan
4. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalaman nyeri pasien
5. Ajarkan teknik management nyeri

non

farmakologi (Emotional Freedom Technique


{EFT}).
XXXIII.
XXXIV.
1.
XXXV.
XXXVI.
XXXVII.

Kami

1. Memonitor TD, Nadi, RR


XXXIX.
2. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
XL.

DS:
P

XLVIII.
: Klien mengatakan nyeri padaXLIX.
s,
L.
12/03/
termasuk lokasi, durasi, frekuensi dan kualitasnya
bagian sendi jari kedua kaki & pinggang ketika
LI.
3. Mengobservasi
reaksi
nonverbal
dari
15
digunakan untuk beraktivitas.
LII.
15.00
ketidaknyamanan
XLI.
Q
: Klien mengatakan nyerinya seperti LIII.
4. Menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
LIV.
ditusuk-tusuk
LV.
mengetahui pengalaman nyeri pasien
XLII.
R
: Klien mengatakan lokasi nyerinya
5. Mengajarkan teknik management nyeri non
berada di sendi jari kedua kaki dan pinggangnya.
farmakologi (Emotional Freedom Technique {EFT}).
XLIII.
S
: Klien mengatakan skala nyerinya
berkuang menjadi 4 setelah dilakukan EFT.

I
m
a
m
F

XXXVIII.

XLIV.

: Klien mengatakan nyerinya hilang

timbul.
XLV.

XLVI.
XLVII.

DO:

TD = 120/70 mmHg
RR = 21x/menit
N = 87x/menit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

1. Monitor TD, Nadi, RR


2. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
termasuk
kualitasnya
3. Observasi

lokasi,

durasi,

reaksi

frekuensi

nonverbal

dan
dari

ketidaknyamanan
4. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalaman nyeri pasien
5. Ajarkan teknik management nyeri

non

farmakologi (Emotional Freedom Technique


{EFT}).
LVI. LVII.
1.
LVIII.

Jumat
,
13/03/

1. Memonitor TD, Nadi, RR


LXI.
2. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, durasi, frekuensi dan kualitasnya
3. Mengobservasi
reaksi
nonverbal
dari

: Klien mengatakan nyeri pada


LXXII.
LXXIII.
bagian sendi jari kedua kaki & pinggang ketika
LXXIV.
digunakan untuk beraktivitas.
LXXV.

a
u
z
i

LIX.

15
11.00

ketidaknyamanan
LXII.
4. Menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalaman nyeri pasien
LX.

LXIII.

: Klien mengatakan nyerinya seperti


LXXVI.

ditusuk-tusuk
R
: Klien mengatakan lokasi nyerinya

berada di sendi jari kedua kaki dan pinggangnya.


Mengajarkan teknik management nyeri LXIV.
non
S
: Klien mengatakan skala nyerinya
farmakologi (Emotional Freedom Technique berkuang menjadi 3 setelah dilakukan EFT.
{EFT}).
LXV.

: Klien mengatakan nyerinya hilang

timbul.

Klien

dilakukan EFT.
Klien mengatakan akan melakukan EFT ketika

mengatakan

lebih

relaks

setelah

nyerinya timbul lagi.


LXVI.

DO:
Klien terlihat merintih menahan nyeri ketika
berjalan

LXVII.

DO:
TD = 120/80 mmHg
RR = 20x/menit
N = 86x/menit

I
m
a
m
F
a
u
z
i

LXVIII.
LXIX.
LXX.
LXXI.
LXXVII.

Klien terlihat mengelus bagian pinggang


dan sendi jari kakinya ketika sakit
A : masalah teratasi
P : Hentikan intervensi