Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas, Baterai adalah alat listrikkimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Tentunya
sebagai alat yang mengeluarkan energi listrik, baterai mempunyai fungsi yang sangat banyak dan
beraneka ragam. Dalam dunia teknologi khususnya dalam hal ini dunia otomotif, baterai
berperan sangat penting sebagai penyedia energi yang utama dalam proses pembakaran mesin
diesel dan mesin bensin. Dan tentunya masih banyak lagi fungsi dari bateri.
Untuk itu, dalam makalah ini akan membahas tentang BATERAI beserta fungsi,macammacam baterai,sejarah baterai,perkembangan baterai,dll.

BAB II TINJAUAN PUSTAKAN DAN


PEMBAHASAN
Baterai adalah alat yang mampu menghasilkan energi
listrik dengan menggunakan energi kimia. Baterai belumlah
dikenal di zaman dahulu kala. Orang-orang bahkan belum
mengenal listrik. Penerangan hanya bersumber dari api.
Seiring dengan kemajuan zaman, orang-orang terus berpikir
untuk menemukan kehidupan yang lebih efisien. Manusia
terus melakukan penelitian-penelitian untuk menemukan
suatu cara hidup yang lebih maju.
Berawal dari penemuan artifak kuno yang ternyata
berupa baterai sederhana di Baghdad pada tahun 1930,
membuat perhatian dunia tertuju pada berbagai penelitian
untuk pengembangan baterai serta pembuatan baterai.

Penemuan artifak di Baghdad tersebut menunjukkan bahwa


awal mula ditemukannya baterai adalah di Baghdad di mana
ilmuwan Islamlah yang mempunyai kontribusi terbesar pada
sejarah awal perkembangan baterai. Namun, yang tercatat
secara pasti dalam sejarah adalah yakni jenis-jenis baterai
awal yang dibuat oleh manusia yakni sel Daniell, sel
Leclanche, dan sel aki.
Kajian-kajian mendalam mengenai konsep dasar yang
dikembangkan dengan penelitian berkelanjutan akhirnya
menuju pada suatu hal yang semakin maju seperti yang kita
rasakan sekarang. Konsep-konsep dasar itu antara lain
hantaran
elektrolit,
oksidasi-reduksi,
dan
sel
elektrokimia. Hantaran elektrolit mencakup kemampuan
suatu larutan untuk menghantarkan listrik akibat dicelupnya
dua buah elektroda (katoda dan anoda). Oksidasireduksi adalah suatu konsep untuk menyatakan kemampuan
suatu sel elektrokimia untuk mengadakan serah-tertima
elektron. Adapun sel elektrokimia adalah sel yang mampu
mengubah energi listrik menjadi energi kimia atau
sebaliknya serta terdiri dari dua buah elektroda (katoda dan
anoda) yang dicelupkan pada suatu larutan elektrolit dengan
atau tanpa jembatan garam.
Untuk mengembangkan suatu penelitian khususnya
dalam hal baterai, sangat perlu untuk menengok akan sejarah
penemuan dan pembuatan baterai karena dengan berbekal

sejarahlah seseorang dapat mengembangkan sesuatu yang


lebih maju dan inovatif. Sejarah menjadi sebuah modal
penting dalam perkembangan zaman. Dalam makalah ini,
akan dibahas mengenai sejarah baterai (awal mula
ditemukannya baterai) serta dalam makalah ini pula akan
dibahas mengenai tiga jenis baterai yang lebih awal
ditemukan yakni sel Daniell, sel Leclanche, dan sel timbalasam. (google,artikel kimia)
Artikel tentang Reaksi Kimia di Balik Kotak Aki yang ditulis oleh Widodo Suryaningrat
(Fisika UPI). ACCU(mulator) atau sering disebut aki, adalah salah satu komponen utama dalam
kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat menghidupkan
mesin mobil (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan). Aki mampu mengubah tenaga kimia
menjadi tenaga listrik. Di pasaran saat ini sangat beragam jumlah dan jenis aki yang dapat
ditemui.
Aki untuk mobil biasanya mempunyai tegangan sebesar 12 Volt, sedangkan untuk motor ada tiga
jenis yaitu, dengan tegangan 12 Volt, 9 volt dan ada juga yang bertegangan 6 Volt. Selain itu juga
dapat ditemukan pula aki yang khusus untuk menyalakan tape atau radio dengan tegangan juga
yang dapat diatur dengan rentang 3, 6, 9, dan 12 Volt. Tentu saja aki jenis ini dapat dimuati
kembali (recharge) apabila muatannya telah berkurang atau habis. Dikenal dua jenis elemen yang
merupakan sumber arus searah (DC) dari proses kimiawi, yaitu elemen primer dan elemen
sekunder. Elemen primer terdiri dan elemen basah dan elemen kering. Reaksi kimia pada elemen
primer yang menyebabkan elektron mengalir dari elektroda negatif (katoda) ke elektroda positif
(anoda) tidak dapat dibalik arahnya. Maka jika muatannya habis, maka elemen primer tidak
dapat dimuati kembali dan memerlukan penggantian bahan pereaksinya (elemen kering).
Sehingga dilihat dari sisi ekonomis elemen primer dapat dikatakan cukup boros. Contoh elemen

primer adalah batu baterai (dry cells).


Allesandro Volta, seorang ilmuwan fisika mengetahui, gaya gerak listrik (ggl) dapat dibangkitkan
dua logam yang berbeda dan dipisahkan larutan elektrolit. Volta mendapatkan pasangan logam
tembaga (Cu) dan seng (Zn) dapat membangkitkan ggl yang lebih besar dibandingkan pasangan
logam lainnya (kelak disebut elemen Volta).
Hal ini menjadi prinsip dasar bagi pembuatan dan penggunaan elemen sekunder. Elemen
sekunder harus diberi muatan terlebih dahulu sebelum digunakan, yaitu dengan cara mengalirkan
arus listrik melaluinya (secara umum dikenal dengan istilah 'disetrum'). Akan tetapi, tidak seperti
elemen primer, elemen sekunder dapat dimuati kembali berulang kali.
Elemen sekunder ini lebih dikenal dengan aki. Dalam sebuah aki berlangsung proses
elektrokimia yang reversibel (bolak-balik) dengan efisiensi yang tinggi. Yang dimaksud dengan
proses elektrokimia reversibel yaitu di dalam aki saat dipakai berlangsung proses pengubahan
kimia menjadi tenaga listrik (discharging). Sedangkan saat diisi atau dimuati, terjadi proses
tenaga listrik menjadi tenaga kimia (charging).
Jenis aki yang umum digunakan adalah accumulator timbal. Secara fisik aki ini terdiri dari dua
kumpulan pelat yang yang dimasukkan pada larutan asam sulfat encer (H2S04). Larutan
elektrolit itu ditempatkan pada wadah atau bejana aki yang terbuat dari bahan ebonit atau gelas.
Kedua belah pelat terbuat dari timbal (Pb), dan ketika pertama kali dimuati maka akan terbentuk
lapisan timbal dioksida (Pb02) pada pelat positif.
Letak pelat positif dan negatif sangat berdekatan tetapi dibuat untuk tidak saling menyentuh
dengan adanya lapisan pemisah yang berfungsi sebagai isolator (bahan penyekat). Proses kimia
yang terjadi pada aki dapat dibagi menjadi dua bagian penting, yaitu selama digunakan dan
dimuati kembali atau 'disetrum'.

Reaksi kimia
Pada saat aki digunakan, tiap molekul asam sulfat (H2S04) pecah menjadi dua ion hidrogen yang

bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang bermuatan negatif (S04-). Tiap ion S04 yang berada
dekat lempeng Pb akan bersatu dengan satu atom timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat
(PbS04) sambil melepaskan dua elektron. Sedang sepasang ion hidrogen tadi akan ditarik
lempeng timbal dioksida (PbO2), mengambil dua elektron dan bersatu dengan satu atom oksigen
membentuk molekul air (H2O).
Dari proses ini terjadi pengambilan elektron dari timbal dioksida (sehingga menjadi positif) dan
memberikan elektron itu pada timbal murni (sehingga menjadi negatif), yang mengakibatkan
adanya beda potensial listrik di antara dua kutub tersebut. Proses tersebut terjadi secara simultan,
reaksi secara kimia dinyatakan sebagai berikut :
Pb02 + Pb + 2H2S04 -----> 2PbS04 + 2H20
Di atas ditunjukkan terbentuknya timbal sulfat selama penggunaan (discharging). Keadaan ini
akan mengurangi reaktivitas dari cairan elektrolit karena asamnya menjadi lemah (encer),
sehingga tahanan antara kutub sangat lemah untuk pemakaian praktis.
Sementara proses kimia selama pengisian aki (charging) terjadi setelah aki melemah (tidak dapat
memasok arus listrik pada saat kendaraan hendak dihidupkan). Kondisi aki dapat dikembalikan
pada keadaan semula dengan memberikan arus listrik yang arahnya berlawanan dengan arus
yang terjadi saat discharging. Pada proses ini, tiap molekul air terurai dan tiap pasang ion
hidrogen yang dekat dengan lempeng negatif bersatu dengan ion S04 pada lempeng negatif
membentuk molekul asam sulfat. Sedangkan ion oksigen yang bebas bersatu dengan tiap atom
Pb pada lempeng positif membentuk Pb02. Reaksi kimia yang terjadi adalah :
2PbS04 + 2H20 ----> PbO2 + Pb + 2H2S02
Aki kendaraan
Besar ggl yang dihasilkan satu sel aki adalah 2 Volt. Sebuah aki mobil terdiri dari enam buah aki
yang disusun secara seri, sehingga ggl totalnya adalah 12 Volt. Accu mencatu arus untuk
menyalakan mesin (motor dan mobil dengan menghidupkan dinamo stater) dan komponen listrik

lain dalam mobil. Pada saat mobil berjalan aki dimuati (diisi) kembali sebuah dinamo (disebut
dinamo jalan) yang dijalankan dari putaran mesin mobil atau motor.
Pada aki kendaraan bermotor arus yang terdapat di dalamnya dinamakan dengan kapasitas aki
yang disebut Ampere-Hour/AH (Ampere-jam). Contohnya untuk aki dengan kapasitas arus 45
AH, maka aki tersebut dapat mencatu arus 45 Ampere selama 1 jam atau 1 Ampere selama 45
jam.
Penulis sempat melakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik aki dan hasilnya telah
diseminarkan beberapa waktu yang lalu. Penelitian tersebut dilakukan baik saat aki sedang di
discharging maupun saat charging. Metodenya adalah dengan mengukur tegangan jepit (Volt)
antara kedua kutub dari aki yang dibandingkan per satuan waktu (30 menit). Penelitian tersebut
dilakukan untuk aki 12 Volt, 9 Volt dan 6 Volt (meliputi aki mobil dan motor).
Pengamatan ini dilakukan selama kurang lebih lima sampai enam jam untuk tiap jenis aki, dan
hasilnya antara tegangan jepit diplot terhadap perubahan waktu. Ternyata aki yang kutubnya
terbuat dari timbal dan timbal peroksida dan dicelupkan dalam cairan asam sulfat (yang banyak
dipakai) cukup baik hasilnya dalam mempertahankan beda potensial. Karena itu kedua kutub aki
timbal dan timbal peroksida mampu mempertahankan perbedaan potensial antara kedua kutub
secara stabil, sekalipun arus yang melalui rangkaian cukup besar.
Menghemat aki
Bila mana aki yang setelah kurang lebih satu tahun kita pakai mulai rewel alias 'zwak', ada
beberapa tips yang dapat dicoba untuk lebih memperlama umur aki, mengingat harganya cukup
mahal.

PERAWATAN AKI
Sebelum 'disetrum' ulang, buang seluruh cairan asam sulfat yang tersisa dalam aki. Lalu dibilas
dengan air murni sebanyak empat kali, dan isi dengan cairan accu zuur. Setelah itu dapat

'disetrum'. Pada pemakaian normal, aki dapat bertahan selama satu sampai tiga bulan.
Atau dapat juga setelah mobil atau motor diparkir, lepaskan salah satu kabel pada kutub positif
aki, sehingga pada aki tak ada arus yang benar-benar mengalir. Dan sebaiknya jangan
menyalakan perlengkapan yang memerlukan arus (radio atau tape) saat mobil sedang tidak
dijalankan.
Dan sebelum terjadi dua hal di atas, perawatan dan pengecekan terhadap tinggi permukaan air
aki harus diperhatikan. Dan selain itu juga massa jenis air aki juga harus diukur dengan
hidrometer secara berkala.
Bila ternyata ketiga cara di atas tidak maksimal, mungkin sudah saatnya kita perlu membeli aki
baru. Kita juga harus ingat, semua barang memiliki umur ekonomis, artinya setelah jangka waktu
tertentu digunakan, barang tersebut secara perlahan-lahan akan berkurang kemampuannya dan
rusak.
Dalam sistem solar cell, energi listrik dalam baterai digunakan pada malam hari dan hari
mendung. Karena intensitas sinar matahari bervariasi sepanjang hari, baterai memberikan energi
yang konstan. Baterai tidak seratus persen efisien, beberapa energi hilang seperti panas dari
reaksi kimia, selama charging dan discharging. Charging adalah saat energi listrik diberikan
kepada baterai, discharging adalah pada saat energi listrik diambil dari baterai. Satu cycle adalah
charging dan discharging. Dalam sistem solar cell, satu hari dapat merupakan contoh satu cycle
baterai (sepanjang hari charging, malam digunakan/ discharging).
JENIS-JENIS BATERAI
Baterai tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran. Ada dua jenis baterai yaitu "disposable" dan
rechargeable. Baterai rechargeable digunakan oleh sistem solar cell adalah aki/ baterai lead-acid.
Baterai lead-acid
Baterai lead acid dapat dikelompokkan menjadi Liquid Vented dan Sealed (VRLA - Valve
Regulated Lead Acid)
1. Liquid vented (aki dengan katup pengisian ulang cairan): adalah baterai mobil yang
terbuat dari lempengan positif dan negatif dari paduan timah yang ditempatkan dalam larutan
elektrolit dan air asam sulfuric. Baterai lead-acid yang terdiri dari 6 individu 2-sel volt. Baterai
ini dirancang untuk memberikan arus listrik yang besar hanya beberapa saat, kemudian harus
dicharging. (contoh pada saat starter mobil). Jadi baterai Liquid vented tidak cocok untuk sistem
solar cell.
Pada saat mendekati full charge, hidrogen dihasilkan dan menguap dari baterai, mengakibatkan
air baterai jenis ini berkurang. Untuk maintenance, baterai jenis ini harus dimonitor.
2. Baterai sealed lead-acid (VRLA). Tidak seperti baterai liquid vented, baterai ini tidak
memiliki caps/ katup, tidak ada akses ke elektrolit dan total sealed. Dengan demikian baterai

jenis ini tidak memerlukan maintenance. Baterai Deep Cycle, adalah baterai yang cocok untuk
sitem solar cell, karena dapat discharge sejumlah arus listrik secara konstan dalam waktu yang
lama. Umumnya baterai deep cycle dapat discharge sampai dengan 80% kapasitas baterai.
Dengan perencanaan kapasitas dan maintenance yang baik, baterai jenis ini dapat bertahan
selama kurang lebih 10 tahun.
Dua jenis baterai sealed yang digunakan sistem panel surya adalah gelcell dan Absorbed Glass
Mat (AGM). Baterai gelcelladalah elektrolit baterai di-gel dengan silika gel untuk mengubah
cairan menjadi gel massa. Baterai AGM menggunakan mat gelas silik berserat untuk menunda
elektrolit. Mat ini menyediakan kantong yang membantu dalam penggabungan gas-gas yang
dihasilkan selama charging, dan membatasi jumlah dari gas hidrogen yang dihasilkan.
Keuntungan utama dari baterai sealed yaitu memiliki spill-proof.(tidak tumpah).
Baterai gelcell sangat rentan terhadap kerusakan dari overcharging khususnya pada cuaca panas
dan jangka hidup menjadi lebih pendek daripada jenis baterai lainnya. Kebanyakan baterai sealed
harus di charge pada tegangan rendah dan tingkat amper yang rendah untuk menghindari
kelebihan gas dari kerusakan sel.
Baterai lead-acid memerlukan PV controller untuk menghindari overcharging dan discharging.
PV controller, bekerja dengan cara mengawasi tegangan baterai, yang meningkat sebagaimana
baterai di charge dan jatuh sebagaimana baterai discharge. Pengontrol charge dibutuhkan karena
overcharging menyebabkan kehilangan cairan elektrolit yang berlebihan, yang meningkatkan
kebutuhan pemeliharaan dan mempersingkat masa hidup baterai. Semakin baterai secara teratur
discharge, umurnya semakin pendek.
Setiap jenis baterai mempunyai sedikit perbedaan tegangan charge (high voltage disconnect atao
HVD). Tabel 6-1 menampilkan aturan tegangan untuk sealed dan baterai cairan lead-acid.

BATERAI ALKALINE
Baterai Alkaline, seperti baterai nickel-cadmium (logam putih nikel) dan nickel-ion, mempunyai
lempengan positif dan negatif dalam elektrolit yang dibuat dari nikel dan logam putih atau nikel
dan besi dan elektrolit adalah kalium hidroksida. Setiap sel mempunyai tegangan nominal 1.2
volt dan charge termination point adalah 1.65-1.8 volt. Baterai ini cukup mahal dan terdapat
jendela tegangan masalah kompatibilitas dengan inverter tertentu dan pengendali biaya.
Keuntungannya adalah tidak terlalu dipengaruhi oleh suhu seperti jenis baterai yang lain.

SPESIFIKASI BATERAI
Perancang sistem panel surya harus mempertimbangkan variable dibawah ini saat
menspesifikkan dan menginstall sistem penyimpanan baterai untuk panel surya stand-alone:

Days of Autonomy
Autonomy mengacu pada jumlah hari sistem baterai akan menyediakan suatu muatan tanpa
dicharge oleh array panel surya atau sumber yang lain dengan mempertimbangkan lokasi sistem,
total muatan, jenis muatan dan cuaca lokal serta iklim untuk secara benar menentukan jumlah
hari dari autonomi.
Faktor yang paling penting dalam menentukan autonomi yang sesuai untuk sistem adalah ukuran
dan jenis muatan yang disediakan sistem.
Rentang umum dari autonomy adalah:
- 2 sampai 3 hari tidak menggunakan atau sistem dengan generator back up
- 5 sampai 7 hari untuk muatan yang kritis dengan tidak ada sumber energi yang lain.

KAPASITAS BATERAI
Baterai dinilai oleh kapasitas amp-hour (Ah) berdasarkan jumlah energi yang diperlukan untuk
menjalankan muatan dan berapa hari yang diperlukan untuk menyimpan energi karena kondisi
cuaca.
Beberapa faktor dapat berdampak pada kapasitas baterai, termasuk peringkat, penilaian of
discharge (pembebanan), kedalaman pembebanan, suhu, umur, dan karakteristik recharging.
Kapasitas yang diminta juga dipengaruhi oleh ukuran muatan. Jika muatan berkurang, kapasitas
juga berkurang.

TINGKAT DAN KEDALAMAN DISCHARGE


(PEMBEBANAN)(LAJU DAN KEDALAMAN
CAIRAN)
Rate (kecepatan) dimana baterai secara langsung discharge mempengaruhi kapasitas. Jika baterai
discharge dengan cepat, kapasitas akan berkurang. Sebaliknya, baterai yang discharge dengan
lambat akan memiliki kapasitas yang besar. Contohnya, baterai 6-volt akan memiliki kapasitas
180 Ah jika discharge 24 jam.
Spesifikasi baterai biasanya adalah kapasitas baterai dalam hubungan dengan jumlah jam yang
discharged. Tabel 6-2 menampilkan beberapa baterai dan kapasitasnya dalam beberapa kecepatan
discharge.
Depth of discharge (DOD) mengacu pada berapa banyak kapasitas yang akan ditarik dari baterai.
Baterai Nicad dapat discharged secara total tanpa merusak baterai dan menahan tegangan. Saat
NiCad sudah penuh discharged sebaliknya dapat daya tarik, berpotensi membahayakan muatan.
Sistem siklus shallow, discharge baterai hanya 10 sampai 20 persen, mempunyai dua
keuntungan. Pertama, secara umum, baterai yang memiliki sistem siklus shallow akan memiliki

umur panjang. Jika baterai hanya bersiklus sampai 10 persen DOD, akan berkurang sekitar 5 kali
selama disiklus sampai 50 persen. Kedua, kebalikan kapasitas Ah didesain pada sistem untuk
memperpanjang cuaca berawan, jika baterai bank besar dengan respect kepada kapasitas dari
sumber charge, baterai tidak akan charge dengan cepat untuk mengembalikan pada full state of
charge. Ini dapat dihasilkan pada sulfation dan mengurangi umur baterai.

HARAPAN HIDUP
Baterai kehilangan kapasitas dari waktu ke waktu dan dipertimbangkan berada pada akhir masa
hidup saat 20 persen kapasitas aslinya hilang, meskipun masih tetap dapat digunakan.
Kedalaman discharge juga mengacu pada persentase kecepatan kapasitas baterai amp-hour yang
telah digunakan. Umur baterai (angka siklus harian) berlawanan dengan kedalaman discharge
(persen dari kapasitas baterai) ditunjukkan sebagai biaya lebih rendah pada Figure 6-2.

KONDISI LINGKUNGAN
Baterai sangat sensitif dan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Tegangan tinggi charge
pada titik penghentian diperlukan untuk mencharge suhu baterai yang
menurun. Pengontrol dengan fitur kompensasi suhu dapat secara otomatis sesuai dengan
tegangan charge berdasarkan suhu baterai. Figur 6-3 mengilustrasikan dampak dari suhu pada
baterai tingkat tiga discharge.
Meskipun kapasitas baterai menurun pada suhu rendah, umur baterai meningkat. Begitu pula,
suhu baterai yang bertambah, umur baterai semakin pendek.
Saat sizing sistem, dapat mengimbangi efek dari suhu dengan menggunakan suhu pengganda
baterai. Untuk menemukan kapasitas baterai yang sesuai, menggandakan kapasitas baterai yang
diperlukan oleh suhu pengganda baterai pada tabel 6-3.
Suhu dingin lebih mempengaruhi dari kapasitas baterai. Pada lingkungan yang dingin, elektrolit
dapat menjadi beku. Suhu dimana baterai akan beku adalah fungsi dari state of charge. Saat
cairan elektrolit baterai sudah terpenuhi discharged, elektrolit adalah air. Elektrolit pada baterai
yang terisi penuh mempunyai konsentrasi asam sulfat yang tinggi, yang beku pada suhu rendah.
Elektrolit pada baterai terdiri dari sekitar 25% asam sulfat dan 75% air. Tabel 6-4 menampilkan
titik beku pada bermacam-macam states of charge. Untuk mempertahankan suhu tetap, baterai
lead-acid dapat ditempatkan pada kotak baterai yang berisolasi (R20 extuded polystyrene).
NiCad tidak mudah rentan pada kerusakan pembekuan.
Baterai harus ditempatkan pada study enclosure (kotak baterai). Sejak baterai larutan elektrolit
memproduksi hidrogen mudah meledak saat di charge, area dimana terletak baterai harus di
vented dengan baik. Pertama, pemicuan dari peralatan listrik dapat menyalakan gas. Kedua, gas
tersebut berkarat dan dapat menyerang sistem komponen yang lain. Tempat baterai digunakan
untuk mengisi asam dalam kasus kebocoran baterai.

MEASURING BATTERY STATE OF CHARGE


Voltmeter atau hydrometer dapat digunakan untuk mengukur baterai state of charge. Untuk
mengecek tegangan, baterai harus didiamkan selama beberapa jam (tidak dihubungkan dari
sumber charging dan muatan). Tabel 6-4 dapat digunakan untuk membandingkan tegangan
baterai 12V ke state of charge. Untuk sistem 24V, digandakan dengan 2, dan untuk sistem 48V,
digandakan dengan 4. Untuk baterai gelcell mengurangi 0.2 volt dari angka di tabel.
Tabel 6-4 dapat juga digunakan untuk menentukan baterai state of charge dengan mengukur
gravitasi sel yang sesuai dengan hydrometer.

KEAMANAN BATERAI
Baterai adalah sistem PV yang sangat berbahaya jika tidak ditangani, dijaga atau dipelihara
dengan benar. Bahan kimia yang berbahaya, berat, dan tegangan tinggi dan arus adalah potensi
yang sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan shock listrik, peledakan, kebakaran, atau
kerusakan karatan pada diri kita dan properti.
Peraturan keamanan untuk pemakaian yang tepat, instal, dan pemeliharaan dan penggantian
sistem baterai panel surya:
Aturan keamanan baterai secara umum
- Gambar diagram batreri sebelum pengikatan (wiring)
- Pindahkan berbagai macam perhiasan sebelum bekerja disekitar baterai
- Gunakan perlatan yang memadai saat merakit sel
- Desain area baterai untuk mendapat ventilasi/pertukaran udara yang sesuai
- Gunakan pakaian yang sesuai (khususnya perlindungan mata) ketika bekerja pada baterai
- Memiliki baking soda (pengembang kue) untuk menetralisir asam dan spill (tumpah)
- Memiliki akses untuk air segar jika terkena siraman elektorlit pada kulit atau mata; jika terjadi
siram dengan air lima sampai sepuluh menit, lalu hubungi dokter
- Jauhkan api dan sejenis dari baterai. Jangan merokok didekat baterai
- Pengosongan listrik statis tubuh sebelum menyentuh terminal post
- Jangan menghubungkan bank baterai dari berbagai sumber charging atau discharging sebelum
bekerja pada baterai
- Jangan angkat baterai di terminal post atau menekan sisi baterai. Angkat baterai dari atas atau
gunakan alat pengangkat.
- Jangan menggunakan logam yang keras pada peralatan non-insulated disekitar baterai untuk
menghindari kemungkinan shock. Gunakan alat yang diikat untuk menghindari kecelakaan.
- Cuci tangan dengan segera setelah memegang baterai
- Letakkan baterai di tempat aman agar terhindar dari jangkauan anak kecil atau pun orang
dewasa yang belum berpengalaman
- Ikuti petunjuk manufakturer
- Gunakan perasaan

Yang dapat dilakukan pada baterai:


- Jaga baterai dari living space (ruang hidup)
- Perlengkapan keselamatan tetap dekat pada baterai
- Gunakan pencegahan keamanan saat bekerja pada baterai
- Gunakan jadwal pemeliharaan dan pengairan
- Letakkan kotak baterai di luar ruangan
- Panjang kabel harus tetap sama ukuran
- Angka hubungan pararel harus minimum
- Cek dan rekam gravitasi spesifik semua sel saat pertama kali menerima baterai
- Menyamakan dalam keteraturan
- Membersihkan korosi
- Kabel untuk inverter dipindahkan dari atas kotak baterai (lubang diikat)
- Menghubungkan baterai terakhir
- Menumpahkan penahan
- Baterai tetap pada suhunya
Yang tidak boleh dilakukan pada baterai:
- Jangan mencampurkan jenis baterai yang berbeda
- Jangan mencampurkan baterai lama dengan yang baru
- Jangan mengairi baterai sebelum disamakan
- Jangan mengecek amps bersilang dengan terminalnya.

WUJUD PENGIKATAN BATERAI


Baterai perlu dibentuk (konfigurasi) untuk mendapatkan tegangan dan amp-hours yang
dikehendaki dengan menggunakan desain dan parameter baterai. Figure 6-4, Figur 6-5, Figure 66 menunjukkan contoh dari bentuk pengikatan baterai bank untuk 12V, 24V, dan 48V.
Untuk menciptakan jalur panjang yang sama untuk aliran elektron melalui baterai, harus
diikatkan pada posisi berlawanan dari baterai bank. Lihat figure 6-4, figure 6-5, dan figure 6-6.

BAB III SIMPULAN DAN SARAN

Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam
bentuk listrik. Reaksi kimia yang terjadi saat baterai digunakan adalah Pb02 + Pb + 2H2S04

-----> 2PbS04 + 2H20. Sedangkan reaksi kimia yang terjadi pada baterai saat di charging adalah
2PbS04 + 2H20 ----> PbO2 + Pb + 2H2S02.

DAFTAR PUSTAKA

Electrochemistry Encyclopedia NONRECHARGEABLE BATTERIES


Battery Glossary & Terminology
Battery Technologies - Directory page covering theory, research and development, and
market devices that improve the trend toward clean, renewable energy. (FreeEnergyNews)
Jet-Powered Computers, a look at future battery technologies by Fred Hapgood
The Microturbine, battery technology as "the Next Big Thing" by Fred Hapgood
Exide Technologies, a typical manufacturer of batteries for industrial and other
applications
Batteries in a Portable World - A Handbook on rechargeable batteries for non-engineers Has a comprehensive FAQ section on rechargeable batteries
Battery Timeline - History of batteries, energy and related technologies
Mobile phone fuel cells coming in 2007 Infoworld July 13, 2005
"Battery Resources" of PESWiki, the community-built website dealing with alternative
and renewable energy solutions
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1174824055
Www.google.com
www.yahoo.com