Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Radiasi yang merupakan materi dalam berbagi bentuk yang dipancarkan dari sumbernya
dan dapat diserap oleh materi lain yang bebrapa diantaranya berbahaya ini memiliki beberapa
jenis seperti radiasi yang bersifai mengionisasi dan radiasi yang bersifat tidak mengionisasi,
radiasi juga memiliki satuan yang berbeda dalam berbagai penggunaannya dalam kehidupan
sehari-hari, penngunaan radiasi tersebut ada dalam berbagai bidang seperti dalam bidang
kedokteran, komunikasi, IPTEK, maupun industri.Radiasi yang bermanfaat untuk berbagai
bidang, radiasi juga memiliki efek atau akibat yang ditimbulkannya yang dapat merugikan
atau membahayakan baik untuk manusia maupun lingkungan. efek yang ditimbulkannya
dapat kita kurangi dengan berbagai tindakan pencegahan.
Namun dibalik bahaya yang ditimbulkan oleh radiasi,radiasi ternyata digunakan atau
diterapkan di dalam teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu kelangsungan hidup
manusia itu sendiri.
Dalam Makalah ini akan dibahas pemanfataan dari radiasi baik radiasi ionizing maupun
Non-Ionizing dalam teknologi.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Teknologi Apa yang memanfaatkan Radiasi Ionizing?
1.2.2 Teknologi Apa yang memanfaatkan Radiasi Non-Ionizing?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui berbagai Macam Teknologi yang memanfaatkan radiasi Ionizing
1.3.2 Mengetahui berbagai Macam Teknologi yang memanfaatkan radiasi Non-Ionizing

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Teknologi yang Memanfaatkan Radiasi Ionizing

[1]

Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak sesuatu, akan
muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini disebut
ionisasi. Ion ini kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan, termasuk benda
hidup. Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi nuklir. Yang termasuk ke dalam
radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan
neutron
Berikut Beberapa Teknologi yang memanfaatkan Radiasi Ionizing:
A. Dalam Bidang Kesehatan
1) Sterilisasi radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan
untuk sterilisasialat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa
keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia),
yaitu:
a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri
lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru
dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.
2) Terapi tumor atau kanker.
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel
normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata
lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan
dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.
3) Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi
gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap oleh
tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang.
Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut.
Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang
sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang
muda
4) Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)
Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit
radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Perkembangan teknik
elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa
perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi. Dengan menggunakan pesawat pemercepat
partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan
[2]

sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat
selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan
serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Dengan memanfaatkan
teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan
menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Dengan teknik ini
kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi
dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien
dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di luar target .
5) Teknik Pengaktivan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama
untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co, Cr, F, Fe,
Mn, Se, Si, V, Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional. Kelebihan
teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. Di sini
contoh bahan biologik yang akan diperiksa ditembaki dengan neutron.
6)Sebagai Perunut
Dalam bidang kesehatan radioisotop digunakan sebagai perunut (tracer) untuk mendeteksi
kerusakan yang terjadi pada suatu organ tubuh. Selain itu radiasi dari radioisotop tertentu
dapat digunakan untuk membunuh sel-sel kanker sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan
untuk mengangkat jaringan sel kanker tersebut. Berikut ini adalah contoh beberapa
radioisotop yang dapat digunakan dalam bidang kesehatan :
I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati
dan otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantun
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
P-32 digunakan untuk pengobatan penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukkan sel
darah merah yang berlebihan. Didalam penggunaannya P-32 disuntikkan ke dalam tubuh
sehingga radiasinya yang memancarkan sinar beta dapat menghambat pembentukan sel
darah merah pada sumsum tulang. Sedangkan, sinar gamma dapat digunakan untuk
mensterilkan alat-alat kedokteran, sebelum dikemas dan ditutup rapat, misalnya pada proses
sterilisasi alat suntik. Sebenarnya sebelum dikemas, alat suntik sudah disterilkan. Tetapi,
pada proses pengemasan masih mungkin terjadi kontaminasi, sehingga setelah alat suntik
tersebut dikemas dan ditutup rapat perlu dilakukan sterilisasi ulang dengan menggunakan
sinar gamma (Sutresna, 2007).
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
[3]

Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas


Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
Co-60 Membunuh sel-sel kanker
Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi (diagnosa) berbagai
jenis penyakit al: teknesium (Tc-99), talium-201 (Ti-201), iodin 131(1-131), natrium-24
(Na-24), ksenon-133 (xe-133) dan besi (Fe-59). Tc-99 yang disuntikkan ke dalam pembuluh
darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti jantung,
hati dan paru-paru Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh jaringan yang sehat pada
organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop itu digunakan secara bersama-sama untuk
mendeteksi kerusakan jantung.
1-131 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh
karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati
dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan garam yang mengandung Na-24 disuntikkan ke
dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya gangguan peredaran darah misalnya
apakah ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop Natrium
tsb.
Xe-133 digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor
dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan sel darah merah. Kadang-kadang,
radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi yaitu dengan dosis
yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk terapi kanker kelenjar tiroid.
7. INTENSITY-MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT)
Dengan teknologi canggih, sinar radiasi dengan presisi tinggi dimanipulasi untuk
mengikuti bentuk tumor sehingga eksposur terhadap jaringan tubuh yang sehat dapat
diminimalisir
8. IMAGE-GUIDED RADIATION THERAPY (IGRT)
Metode ini menggunakan teknologi pencitraan untuk mengarahkan sinar radiasi. Panduan
visual dari lokasi tumor diciptakan untuk memudahkan perencanaan serta memandu
pengobatan yang terlokalisir
9. 3D CONFORMAL RADIATION THERAPY
Metode ini melibatkan simulasi virtual yang menampilkan gambar 3D dari lokasi tumor.
Dengan tingkat kesesuaian tinggi atau terfokus, radiasi dapat diberikan bahkan dengan dosis
yang lebih tinggi dimana disaat yang bersamaan mengurangi deposit radiasi yang akan terjadi
pada jaringan sehat disekitarnya
10. CONVENTIONAL RADIATION THERAPY
Sinar radiasi dalam bentuk sinar-X, sinar Gamm atau photons digunakan untuk membunuh
sel-sel tumor atau menghambat kemampuan mereka untuk tumbuh
[4]

11. STEREOTACTIC RADIATION THERAPY


Metode pengobatan spesialis ini bergantung pada pencitraan yang terperinci, perencanaan
pengobatan dalam bentuk gambar maya 3D serta pengobatan yang akurat untuk pemberian
dosis radiasi secara stereotaktis, atau bisa dikatakan dengan tingkat akurasi tertinggi.
12. RADIOSURGERY
Metode ini merupakan bentuk pengobatan non invasif yang mengaplikasikan sinaran
terfokus dari berbagai arah. Sinar-sinar tersebut kemudian menyatu pada lokasi tumor, dan
mengantarkan dosis radiasi yang kuat, dan pada saat yang bersamaan jaringan tubuh
disekitarnya hanya terpapar oleh radiasi tingkat rendah
13. BRACHYTHERAPY AND IMPLANTS
Sumber radioaktif ditanamkan ke dalam tubuh dekat atau langsung pada lokasi tumor
guna mengantarkan dosis radiasi yang tinggi dengan dampak minimal terhadap jaringan
sehat tubuh yang ada disekitarnya.

B.Bidang Hidrologi.
1.Untuk menguji kecepatan aliran sungai atau aliran lumpur
Radioisotop ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya, radioisotop natrium24 (Na-24) digunakan dalam bentuk garam NaCl. Dalam penggunaannya, garam ini
dilarutkan ke dalam air atau lumpur yang akan diteliti debitnya. Pada tempat atau jarak
tertentu, intensitas radiasi diperiksa, sehingga rentang waktu yang diperlukan untuk
mencapai jarak tersebut dapat diketahui.
2.Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa bawah tanah
Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah, biasanya
digunakan radioisotop Na-24 dalam bentuk garam NaCl atau Na2CO3. Radioisotop Na-24
ini dapat memancarkan sinar gamma yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat pencacah
radioaktif Geiger Counter. Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air, garam yang
mengandung radioisotop Na-24 dilarutkan kedalam air. Kemudian, permukaan tanah di atas
pipa air diperiksa dengan Geiger Counter. Intensitas radiasi yang berlebihan menunjukkan
adanya kebocoran. Radioisotop juga dapat digunakan untuk menguji kebocoran sambungan
logam pada pembuatan rangka pesawat.
C.Bidang Biologi
1. Digunakan Untuk Mempelajari Mekanisme Fotosintesis
Dalam bidang biologi, radioisotop dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi
fotosintesis. Radioisotop ini, berupa karbon-14 (C-14) atau oksigen-18 (O-18). Keduanya
[5]

dapat digunakan untuk mengetahui asal-usul atom oksigen (dari CO2 atau dari H2O) yang
akan membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang dihasilkan pada proses fotosintesis
2. Pengukuran Usia Bahan Organik
Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari penembakan atom nitrogen
dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi kosmik.
Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida dalam udara dan
sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu karbon radioaktif itu menyertai
pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14
yang diterima dan yang meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga
mencapai 15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun.
Apabila organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan keaktifan ini berkurang. Oleh
karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat diperkirakan dari pengukuran
keaktifan jenisnya dan waktu paruh 14C. ( 12 T = 5.730 tahun).
D. Dalam Bidang Pertanian
1. Pemberantas Hama dengan Teknik Jantan Mandul
Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hamakubis. Di laboratorium
dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut lalu diradiasi
sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah yang
terserang hama. Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan
mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan demikian
reproduksi hama tersebut terganggu dan akan mengurangi populasi
2. Pemuliaan Tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan menggunakan
radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari
dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis rendah yang mematikan. Biji yang
sudah diradiasi itu kemudian disemaikan dan ditaman berkelompok menurut ukuran dosis
radiasinya.Radioisotop ini digunakan untuk memicu terjadinya mutasi pada tanaman. Dari
proses

mutasi

ini

diharapkan

dapat

diperoleh

tanaman

dengan

sifat-sifat

yang

menguntungkan, misalnya tanaman padi yang lebih tahan terhadap hama dan memiliki tunas
lebih banyak. Selain itu, radioisotop juga dapat digunakan untuk memperpanjang masa
simpan produk-produk pertanian
3.Penyimpan Makanan
Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan lama
akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi sebelum
bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas,
dengan dernikian dapat disimpan lebih lama
[6]

4.Pemupukkan
Untuk melaksanakan pemupukan pada waktu yang tepat, dapat digunakan nitrogen-15 (N15). Pupuk yang mengandung N-15 dipantau dengan alat pencacah. Jika pencacah tidak
mendeteksi lagi adanya radiasi, berarti pupuk sudah sepenuhnya diserap oleh tanaman. Pada
saat itulah pemupukan berikutnya sebaiknya dilakukan. Dari upaya ini akan diketahui jangka
waktu pemupukan yang diperlukan dan sesuai dengan usia tanaman
E.Bidang Industri
1. Pemeriksaan Tanpa Merusak
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau sambungan
las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal
bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari
gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang
berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.
2.Mengontrol Ketebalan Benda
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam dapat
dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang
diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan
dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima
detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga
ketebalan dapat dipertahankan.
3. Pengawetan Bahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, barangbarang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat menningkatkan mutu tekstil karena inengubah
struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis
makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.
Radiasi sinar gamma dapat dilakukan pada pengawetan makanan melalui dua cara:
a.Membasmi mikroorganisme, misalnya pada pengawetan rempah-rempah, seperti merica,
ketumbar, dan kemimiri.
b. Menghambat pertunasan, misalnya untuk pengawetan tanaman yang berkembang biak
dengan pembentukkan tunas, seperti kentang, bawang merah, jahe, dan kunyit.
Radioisotop sebagai pencari jejak dimanfaatkan di berbagai pengujian. Kebocoran dan
dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan dapat dideteksi menggunakan
radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama dengan zat yang dikirim
diikutsertakan dalam pengiriman setelah ditandai dengan radioisotop. Keberadaan radioisotop
di luar jalur menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini dapat dicari
jejaknya sambil bergerak dengan cepat, sehingga pipa transmisi minyak atau gas bumi
dengan panjang ratusan bahkan ribuan km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif
[7]

singkat. Radioisotop dapat digunakan pula untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan
ataupun tangki reaksi. Pada pengujian ini biasanya digunakan radioisotop dari jenis gas mulia
yang inert (sulit bereaksi), misalnya Xenon-133 (Xe-133) atau Argon-41 (Ar-41), agar tidak
mempengaruhi zat atau proses kimia yang terjadi di dalamnya. Di Pusat Radioisotop darn
Radiofarmka BATAN telah berhasil dibuat Argon-41 untuk perunut gas, Brom-82 dalam
bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk dibromo benzena
untuk perunut cairan organik. Selain itu juga radioisotope juga di gunakan utuk pemeriksaan
tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam, Mengontrol ketebalan bahan, contoh :
Kertas film, lempeng logam,Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni,
Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil. Untuk mempelajari
pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja
F.Bidang Pertambangan
Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada pertambangan
minyak bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan batuan. Pada
pengeboran minyak bumi biasanya hanya sebagian dari minyak bumi yang dapat diambil
dengan memanfaatkan tekanan dari dalam bumi. Jika tekanan telah habis atau tidak cukup,
diperlukan tekanan tambahan untuk mempermudah pengambilannya. Penambahan tekanan ini
dapat dilakukan dencan cara membanjiri cekungan minyak dengan air yang dikenal dengan
flooding. Air disuntikkan ke dalamnya melalui pengeboran sumur baru. Pada proses
penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang dimasukkan ke dalam lapisan batuan
benar-benar masuk ke cekungan minyak yang dikehendaki. Di sini lah radioisotop
memainkan peran. Radioisotop kobal-57, kobal-58 dan kobal-60 dalam bentuk ion komplek
hexacyanocobaltate merupakan solusinya. Ion ini akan bergerak bersama-sama dengan air
suntikan sehingga arah gerakan air tersebut dapat diketahui dengan mendeteksi keberadaan
radioisotop kobal tersebut. Radiosotop kobal-60 dalam bentuk hexacyanocobaltate telah
berhasil dibuat di Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang dan siap untuk didayagunakan.
Tritium radioaktif dan cobalt 60 digunakan untuk merunut alur-alur minyak bawah tanah
dan kemudian menentukan srategi yang paling baik untuk menyuntikkan air ke dalam sumursumur. Hal ini akan memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam kantung-kantung yang
sebelumnya belum terangkat. Berjuta-juta barrel tambahan minyak mentah telah diperoleh
dengan cara ini
G.Bidang Penelitian Kimia
1. Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia. Misal
pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti reaksi antara asam karboksilat dan
[8]

alkohol. Dari analisis spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti
berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa molekul air
tidak mengandung oksigen-18.
2.Penggunaan Isotop Dalam Kimia analisis
Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur kelumit dalam
cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik dapat dilakukan dengan dua
cara yaitu, sebagai berikut :
a.Analisis Pengeceran Isotop : Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan
sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut dipisahkan
dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis ditentukan dengan
membandingkannya dengan larutan standar.
b.Analisis Aktivasi Neutron (AAN) : Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk
menentukan unsur kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan
logam berat (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam reaktor
sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar. Selanjutnya
sampel dicacah dengan spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur yang
akan ditentukan.
H.Bidang Kesenian
Radioisotop dapat juga digunakan untuk mengetahui pemalsuan lukisan. Seorang pemalsu
akan menggunakan cat yang dibuat pada abad sekarang. Dengan mengetahui banyaknya unsur
radioaktif pada cat akan diketahui umur lukisan tersebut sebenarnya.
2.2 Teknologi yang Memanfaatkan Radiasi Non-Ionizing
Radiasi non-ionisasi adalah radiasi yang mengacu pada jenis radiasi yang tidak
membawa energi yang cukup per foton untuk mengionisasi atom atau molekul. Ini terutama
mengacu pada bentuk energi yang lebih rendah dari radiasi elektromagnetik (yaitu,
gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, cahaya inframerah, dan cahaya yang
tampak). Dampak dari bentuk radiasi pada jaringan hidup hanya baru-baru ini telah dipelajari.
Alih-alih membentuk ion berenergi ketika melewati materi, radiasi elektromagnetik memiliki
energi yang cukup hanya untuk mengubah rotasi, getaran atau elektronik konfigurasi valensi
molekul dan atom. Namun demikian, efek biologis yang berbeda diamati untuk berbagai jenis
radiasi non-ionisasi
Beberapa Teknologi yang Memanfaatkan Radiasi Non-Ionizing:
1. Senjata Bio-Elektromagntik
a. active denial technology - teknologi penolakan aktif
Hanya ada satu spektrum elektromagnetik. Senjata nuklir melepaskan banyak radiasi
pengion (ionizing ) dalam rentang frekuensi tinggi di atas cahaya yang kelihatan, di mana

[9]

energi radiasinya mampu memecah ikatan kimia. Radiasi pengion (ionizing ) umumnya
diakui sebagai penyebab kanker.
Militer Amerika Serikat telah mempersenjatai dengan radiasi non-ionisasi di bawah
kisaran yang terlihat dalam gelombang mikro dan gelombang radio yang digunakan di ponsel
dan telekomunikasi. Pemerintah Amerika Serikat dengan keras telah membantah bahwa
kemungkinan adanya bahaya terhadap kesehatan dari non-pengion radiasi elektromagnetik,
baik dalam rangka mempertahankan penelitiannya terhadap manusia yang berada di luar
kesadarannya yang sudah dilakukakannya selama bertahun-tahun tapi belum diakui, maupun
dalam rangka mencegah negara-negara lain melakukan pengembangan senjata sejenis .
Efek biologis satu-satunya dari radiasi non-pengion yang diakui pemerintah Amerika
Serikat selama bertahun-tahun adalah pemanasan, dan dengan demikian hal tersebut
mencirikan "Teknologi penolakan aktif - active denial technology", sesuatu yang
menghasilkan rasa sakit sebagai akibat terjadinya pemanasan pada kulit dengan mendadak,
akan tetapi hal tersebut tidaklah menjelaskan bagaimana senjata itu benar-benar bekerja.
b. Membaca gelombang otak dan kendali pikiran
Pada tahun 1959, Saul B. Sells, seorang profesor psikologi sosial dari sebuah universitas
kecil di Amerika Serikat mengajukan proposal kepada Central Intelligence Agency (CIA)
untuk membuatkan mereka mesin electroencephalography (EEG) yang paling canggih yang
akan memiliki kapasitas komputasi integral untuk menganalisis dan positif memahami
gelombang otak yang direkam. Dengan kata lain, sang profesor mengusulkan untuk membuat
sebuah mesin yang bisa memberitahu CIA bagaimana seseorang berpikir, apakah orang ingin
mengungkapkannya atau tidak informasi tersebut.
CIA menyetujui proyek ini pada tahun 1960, dengan menambahkan beberapa penelitian
kepustakaan dengan lima tujuan. Kelima tujuan dari penelitian ini adalah untuk, "Teknik
Dalam Mengaktifkan Organisme Manusia dengan Peralatan Elektronik Jarak Jauh ". Tugas
keseluruhnya kemudian dikenal sebagai MKULTRA subproyek 119, MKULTRA menjadi
terkenal sebagai program pengendalian pikiran CIA. Hal ini didasarkan atas gagasan yang
keliru bahwa Soviet telah memiliki sarana untuk mengontrol pikiran dan Amerika Serikat
harus mengejarnya secepat mungkin.
Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan MKULTRA subproyek 119

sekarang

disimpan di Arsip Keamanan Nasional (sebuah organisasi non-pemerintah) di George


Washington University, Washington, DC [1]. John Marks, penulis The Search for the
Manchurian Candidate: The CIA and Mind Control,, (Times Books, New York, 1979)
menyumbangkan dokumen MKULTRA, bukunya dicetak ulang oleh WW Norton &
Company, Inc, New York, 1991 dan masih dicetak sampai sekarang.
[10]

Proyek Aneh ini diikuti MKULTRA subproyek 119 pada tahun 1965. Tujuan dari Proyek
Aneh ini adalah untuk merekam dan menganalisis sinyal rumit microwave yang waktu itu
diduga menyoroti gedung Kedutaan Besar Amerika di Moskow yang dilakukan oleh Soviet
dari sebuah gedung di seberang jalan. Hal yang menarik tentang Proyek Bizarre adalah bahwa
sementara Amerika Serikat menolak sampai hari ini bahwa ada efek terhadap kesehatan yang
merugikan sebagai akibat radiasi gelombang mikro, tapi Amerika Serikat langsung
mencurigai bahwa "sinyal Moskow" memproduksi berbagai efek kesehatan terhadap staf
Kedutaan Besar Amerika, khususnya sewaktu pergantian Duta Besar yang baru dimana
kantor Kedutaan Besarnya diklaim sedang disrot sinyal. Pada saat yang sama Departemen
Luar Negeri sedang menguji personil Kedutaan Besar dalam memecahkan DNA yang
ditimbulkan oleh sinyal Moskow, namun akhirnya Amerika Serikat tidak jadi melakukan
pengaduan kepada pemerintah Soviet karena kekuatan sinyalnya kecil sebagaimana dikatakan
pemerintah Amerika Serikat bahwa sinyal tersebut masih dalam batas-batas aman untuk kadar
manusia. Wartawan Barton Reppert telah menulis kisah yang paling otoritatif mengenai sinyal
Moskow
c. Mengkonversi suara menjadi microwave
Pada tahun 1973, Joseph C. Sharp, seorang psikolog eksperimental di Walter Reed Army
Institute of Research melakukan percobaan penting untuk pengembangan peralatan
penyiksaan yang dikirim ke Irak hari ini. Dia bersama James Lin menyiapkan peralatan di
laboratorium yang mengkonversi bentuk gelombang suara menjadi radiasi gelombang mikro
yang memungkinkan dia untuk mendengar dirinya menyuarakan nama-nama angka dari satu
sampai sepuluh di kepalanya, dengan melewatkan mekanisme di telinganya sendiri.
Percobaan ini tentu tidak pernah diterbitkan namun disebutkan dalam buku Lin, Microwave
Auditory Effects and Applications, diterbitkan pada tahun 1978
Percobaan telah dikonfirmasi dengan US Patent 6 587 729, Apparatus for Audibly
Communicating Speech Using the Radio Frequency Hearing Effect [6]. Paten ini adalah
untuk versi perbaikan dari peralatan yang digunakan dalam percobaan laboratorium tahun
1973 yang dikeluarkan pada tanggal 1 Juli 2003 yang ditugaskan kepada Secretary of the Air
Force. Ini memberikan bukti ilmiah bahwa adalah mungkin untuk mendengar suara-suara
ancaman di kepala seseorang tanpa menderita skizofrenia paranoid

[11]

peralatan dalam paten telah digantikan dengan peralatan yang mencapai efek yang sama
dengan sarana yang jauh lebih canggih. Ia menghambat proses normal memori dan berpikir
dengan cara elektronik dari jarak jauh, sementara pada saat yang sama memasok memori
palsu, menyimpang dan / atau tidak menyenangkan serta saran melalui suatu proses yang
disebut "telepati sintetik". Peralatan yang menghasilkan telepati sintetis ini kadang-kadang
disebut juga sebagai "teknologi pengaruh - influence technology.".
Sementara suara dan visi, lamunan serta mimpi buruk adalah merupakan manifestasi
paling menakjubkan dari sistem senjata ini, juga mampu melumpuhkan manusia dengan
membatasi jarak gerak normalnya (laki-laki dan perempuan) , menyebabkan nyeri akut yang
setara dengan kegagalan organ penting dalam tubuh manusia atau bahkan kematian, dan
mengganggu fungsi normal salah satu indera manusia. Dengan kata lain, beberapa penyiksaan
telah menjadi identik dengan penyiksaan Teluk Guantanamo dapat dilaksanakan dari jarak
jauh dengan sarana elektronik.
d. Instrumen Penyiksaan
Teknologi untuk mempengaruhi ini juga mampu membujuk pelaku bahwa pikiran mereka
sedang dibaca, bahwa kekayaan intelektual mereka sedang dijarah, dan bahkan dapat
memotivasi untuk melakukan bunuh diri atau membunuh keluarga, teman, dan rekan kerja.
Selama tahun-tahun apa yang disebut dengan "Perang terhadap Narkoba" (mendahului
"Perang Melawan Terorisme"), karakter subyek manusia yang berada di luar kesadarannya
telah melapor atau siap menyambut secara teratur keluar dari sistem, seolah-olah pemerintah
memiliki operasi rahasia besar melalui kantor pos di seluruh negeri. Ketika George Herbert
Walker Bush menjadi presiden (tahun 1989), insiden pembunuhan terhadap rekan kerja di
kantor pos semakin meningkat dan ungkapan going postal mulai menggantikan ungkapan
yang umumnya digunakan yaitu going crazy. Pembunuhan rekan kerja di tempat kerja
lainnya juga mulai menuntut perhatian yang lebih dari media
Pada tanggal 1 Maret 2001, Korps Marinir mengumumkan senjata baru yang tidak
mematikan - non-lethal weapon, active denial technology- teknologi penolakan aktif".
Senjata ini mengakibatkan rasa sakit yang amat sangat yang diduga keras dilakukan dengan
mendidihkan molekul air dalam kulit manusia tanpa merusak kulit itu sendiri. Seperti
dijelaskan dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam New Scientist, menggunakan radiasi
elektromagnetik denyut pada frekuensi 95 GHz dengan jarak sekitar 600 meter. Terdapat
[12]

laporan baru dalam beberapa majalah di tahun 2005, termasuk satu yang diterbitkan pada
bulan Juli,menjelaskan bahwa relawan mengambil bagian dalam tes untuk menentukan
seberapa aman Active Denial System (ADS) jika senjata digunakan dalam realitas
kerumunan-manusia yang dikontrol.

Sinyal senjata ADS tersebut dilaporkan telah

menyebabkan rasa sakit dalam waktu 2 sampai 3 detik, dan menjadi "tak tertahankan setelah
kurang dari 5 detik"
2. Gelombang sinar Ultraviolet dmanfaatkan untuk :
a. Alat mendeteksi uang asli dan palsu
b. digunakan untuk mencari sidik jari oleh pihak kepolisian
c. diaplikasikan untuk membunuh kuman
d. Digunakan untuk memeriksa tanda tangan pada buku tabungan
3. Gelombang Sinar Inframerah dimanfaatkan untuk:
a. radiasi inframerah diaplikasikan sebagai alat terapi medis(penyembuhan Penyakit encok)
b. teleskop inframerah yang digunakan melihat di tempat yang gelap atau berkabut.
c. Infra merah dimanfaatkan pada remote kontrol peralatan elektronik seperti TV dan VCD.
Unit kontrol berkomunikasi dengan peralatan elektronik melalui reaksi yang dihasilkan
oleh dioda pancar cahaya (LED)
4. Gelombang Mikro dimanfaatkan Untuk:
a. pesawat radar (radio detection and ranging)
b. alat microwave
c. alat analisis struktur molekul dan atomic
5. Gelombang Radio dimanfaatkan untuk:
a. Alat komunikasi seperti handphone,televisi dan radio

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
3.1.1 Teknologi yang memanfaatkan Radiasi Ionizing
a. Dalam Bidang Kesehatan
Sterilisasi Radiasi
Bone Densitimeter
3D-CRT(Three-D Conformal Radiotherapy)
[13]

b.

c.

d.

e.

f.

Teknik Pengaktifan Neutron


Sebagai Perunut
Intensity Modulated Radiation Therapy
Image-Guide Radiation Therapy
Convencional Radiotherapy
Strereotatic Radiation
Radiosurgery
Brachytherapy And Implants
Dalam Bidang Hidrologi:
Menguji Kecepatan aliran sungai/lumpur
Mendeteksi Kebocoran Pipa bawah Tanah
Dalam Bidang Biologi:
Mempelajari Mekanisme Fotosintesis
Pengukuan Usia Bahan Organik
Dalam Bidang Pertanian:
Pemberantas Hama dengan Taknik Jantan Mandul
Pemuliaan Tanaman
Penyimpanan Makanan
Dalam Bidang Industri :
Pemeriksaan tanpa merusak
Mengontrol Ketebalan Bahan
Pengawetan Bahan
Bidang Pertambangan:
Merunut Bahan Tambang

g. Dalam Bidang Kimia:


Penggunaan Isotop Dalam Kimia Analisis
Teknik Perunut
h. Dalam Bidang Kesenian:
Untuk mengetahui Keaslian Lukisan
3.1.2 Teknologi yang Memanfaatkan Radiasi Non-Ionizing
1. Senjata Bio-Elektromagntik:
a. active denial technology - teknologi penolakan aktif
b. Membaca gelombang otak dan kendali pikiran
c. Mengkonversi suara menjadi microwave
d. Instrumen Penyiksaan
2. Gelombang sinar Ultraviolet dmanfaatkan untuk :
a.Alat mendeteksi uang asli dan palsu
b. digunakan untuk mencari sidik jari oleh pihak kepolisian
c.diaplikasikan untuk membunuh kuman
d. Digunakan untuk memeriksa tanda tangan pada buku tabungan
[14]

3. Gelombang Sinar Inframerah dimanfaatkan untuk:


a. radiasi inframerah diaplikasikan sebagai alat terapi medis(penyembuhan Penyakit
encok)
b. teleskop inframerah yang digunakan melihat di tempat yang gelap atau berkabut.
c. Infra merah dimanfaatkan pada remote kontrol peralatan elektronik seperti TV dan
VCD. Unit kontrol berkomunikasi dengan peralatan elektronik melalui reaksi yang
dihasilkan oleh dioda pancar cahaya (LED)
4. Gelombang Mikro dimanfaatkan Untuk:
a. pesawat radar (radio detection and ranging)
b. alat microwave
c. alat analisis struktur molekul dan atomic
5. Gelombang Radio dimanfaatkan untuk:
a. Alat komunikasi seperti handphone,televisi dan radio
3.2 Saran
Walaupun radiasi dapat dimanfaatkan dalam teknologi sebaiknya menggunakanya secara
bijak karena radiasi tetap menghasilkan dampak terhadap pengguna Teknologi Tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Ade,nurma.2013.Makalah Gelombang Elektromagnetik.http://
nurma.blogspot.com/2013/makalah_gelombang_elektromagnetik.html.Diakses Pada 1
November 2014
Ashul,muhaimin.2013.Manfaat Radioaktif dalam Bidang Teknologi Seharihari.http://ashulmuh.blogspot.com/2013/manfaat_radioaktif_dalam_bidang_teknologi../.
Diaskes pada 1 November 2014
Awaludin,rohadi.2014.Manfaat Teknologi Nuklir di Bidang
Pangan.http://miti_jembatan_Inovasi.com.Diakses pada 1 November 2014
Gonndhowiharjo,soehartati,dkk.2004.Peran Radiasi Dalam Penanganan Adenoma
Hipofise.Jakarta:Rumah Sakit Umum Nasional Cipto Mangunkusumo
Hendra,kartika.2012.Senjata Bio elektromagnetik.http://
kartkahendra.blogspot.com/Senjata_Bio-elektromagnetik.html.Diakses pada 1 November
2014
Herwibawa,bagus.2007.Pati Garing(Paket Teknologi Ladang Kering).Purwokerto:Universitas
Jenderal Soedirman
Irawati,zubaidah.2007.Pengembangan Teknologi Nuklir Untuk Meningkatkan Keamanan
Makanan.Jakarta:Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi,BATAN
Khusyairi,ahmad.2011.Pemanfaatn Teknologi
Nuklir.http://Pemanfaatan_teknologi_nuklir.com.Diaskses Pada 1 November 2014
Rubiah,Hilda.2013.Aplikasi Gelombang Elektromagnetik dan
Mekanik.http://rubi.blogspot.com/2012/aplikasi_gelombang_elektromagnetik_dan_meka
nik.html.Diakses Pada 1 November 2014
[15]

[16]