Anda di halaman 1dari 8

Badan Hukum dan Struktur Organisasi Perusahaan

Perusahaan yang akan didirikan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Perseroan terbatas
ini memiliki kekuasaan tertinggi pada rapat umum pemegang saham. Rapat umum pemegang
saham diadakan tiap akhir tahun untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja perusahaan tiap
tahunnya. Sehari-hari, para pemegang saham diwakili oleh dewan komisaris yang akan
mengawasi dewan direksi. Dewan direksi dipimpin oleh direktur utama dan membawahi
direktur finance, direktur umum dan SDA, dan direktur produksi. Direktur-direktur ini
membawahi beberapa divisi yang dikepalai oleh seorang manajer. Divisi-divisi tersebut adalah
sebagai berikut:
1.

Departemen produksi
a.

Divisi Mechanical and Workshop

b.

Divisi produksi

c.

Divisi utilitas & waste treatment

d.

Divisi logistik

2.

Departemen finance, membawahi:


a.

Divisi accounting

b.

Divisi sales and marketing

3.

Departemen Umum dan SDM, membawahi:


a.

Divisi Public Relation (PR)

b.

Divisi Internal Affairs

4. Department research and development


Struktur organisasi yang digunakan adalah fungsional karena pabrik didirikan dalam
keadaan lingkungan yang stabil. Struktur ini dapat menunjang pengembangan keahlian, serta
memberi kesempatan bagi para specialist dan pengembangannya. Bagan organisasi
perusahaan dapat dilihat dari Gambar 8..

Gambar 8.3 Struktur Organisasi Pabrik Tepung Karaginan

Sistem Kepegawaian, Deskripsi Kerja, dan Sumber Daya Manusia (SDM)


Berdasarkan waktu kerjanya, karyawan di perusahaan ini terdiri dari dua bagian besar,
yaitu:
1.

Karyawan nonshift
Karyawan nonshift adalah karyawan yang tidak terlibat dalam proses di lapangan untuk
mengoperasikan peralatan maupun mengendalikan proses. Pengaturan jam kerja nonshift
adalah:

Hari Senin s.d. Jumat : 08.00 s.d. 17.00 WIB


Istirahat

: 12.00 s.d. 13.00 WIB

Hari Sabtu

: libur

Karyawan nonshift meliputi presiden direktur, direktur-direktur departemen, manager


divisi, serta karyawan-karyawan di departemen finance dan HRD. Pembagian karyawan
nonshift dapat dilihat dari Tabel 8.2.
Tabel 8.2 Karyawan Nonshift
No.
1.
2.
3
4
5
6

Jabatan
Direktur Utama
Direktur produksi
Direktur umum dan SDM
Direktur Keuangan
Direktur Research and Development
Sekretaris Direktur
Kabag Keselamatan dan lingkungan

7
8
9
10

hidup
Kabag Material
Kabag Pemeliharaan
Kabag Pengembangan

Jumlah
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Tabel 8.2 Karyawan Nonshift (Lanjutan)


11
12
13

Kabag Jasa Pelayanan Pabrik


Kabag Pemasaran
Kabag Keuangan

1
1
1

Kabag Ketenagakerjaan dan


14
15
16

kesehatan
Kabag Hukum & Tata Usaha
Kabag Pengawas Proses
Staff Keselamatan dan lingkungan

1
1
1

17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

hidup
Staff material dan warehouse
Staff pemeliharaan
Staff pengembangan
Staff Jasa Pelayanan pabrik
Staff Pemasaran
Staff Keuangan
Staff ketenagakerjaan
Staff Hukum dan Tata Usaha
Staff Pengawas Intern
Office Boy
Cleaning Service
Gardener+janitor
Kabag Produksi

6
2
6
4
4
8
4
2
2
2
4
4
4
1

2. Karyawan shift
Karyawan shift adalah karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi, utilitas,
pengolahan limbah, pengujian kualitas, dan pengamanan pabrik. Pembagian karyawan shift
dapat dilihat dari Tabel 8.3.

Tabel 8.3 Karyawan Shift


No
1.
2
3.
4
5
6
7
8

Jabatan
Staff Produksi
Staff Utilitas
Staff Keamanan
Supir
Laboran
Staff Kesehatan
Operator
Staff Material dan
warehouse

Jumlah
26
8
8
6
6
2
20
4

Pengaturan jam kerja shift dilakukan dengan membagi dalam 3 shift, yaitu shift pagi (day
shift) , shift sore (swing shift), dan shift malam (night shift). Hal tersebut dikarenakan pabrik ini
beroperasi selama 24 jam. Masing-masing shift bekerja selama 8 jam. Berikut ini adalah
pembagian shift kerja :

Tugas pagi (day shift)

: 07.00 s.d. 15.00 WIB

Tugas sore (swing shift)

: 15.00 s.d. 23.00 WIB

Tugas malam (night shift)

: 23.00 s.d. 07.00 WIB

Karyawan shift untuk bagian proses, utilitas, dan pengolahan limbah dibagi menjadi
empat group, yaitu tiga group bekerja pada shift yang berbeda-beda, dan satu group cadangan
(libur). Keempat group memiliki enam hari kerja dan akan memiliki libur setelah bertugas
pada malam hari (night shift). Jadwal pergantian shift dapat dilihat pada Tabel 8.4.
Tabel 8.4 Jadwal Shift Karyawan Proses, Utilitas, dan Pengolahan Limbah
Group
A
B
C
D

Senin
1
2
3
4

Selasa
2
3
4
1

Rabu
3
4
1
2

Hari
Kamis Jumat
4
1
1
2
2
3
3
4

Keterangan: 1: shift pagi


2 : shift sore

Sabtu
2
3
4
1

Minggu
3
4
1
2

Senin
4
1
2
3

3 : shift malam
4 : off (libur)

Kesejahteraan Karyawan dan Keselamatan Kerja


Perusahaan dapat berkembang dikarenakan kerja keras dan pengabdian dari karyawan.
Oleh karena itu, kesejahteraan dan keselamatan kerja karyawan harus benar-benar diperhatikan
agar tidak terjadi demonstrasi yang akan mengganggu kelancaran proses produksi.
Gaji karyawan ditentukan oleh pimpinan perusahaan berdasarkan jabatan, lamanya
bekerja, dan prestasi kerja. Kenaikan gaji diberikan per tahun, semakin lama waktu kerja seorang
karyawan, maka persentase kenaikan gajinya juga akan lebih besar. Gaji paling minimum yang
diberikan oleh perusahaan ini adalah Rp. 2.075.000. Gaji ini sudah mengikuti Peraturan

Pemerintah. Gaji yang diberikan untuk satu tahun adalah gaji 13 bulan, yaitu gaji pokok 12 bulan
dan tunjangan hari raya selama satu bulan gaji pokok.
Cuti di perusahaan ini diberikan selama 12 hari kerja per tahun. Bila karyawan tidak
mengambil cutinya sama sekali, maka akan diberikan bonus. Perusahaan juga memberikan bonus
untuk kerja lembur dan karyawan yang berprestasi. Bila karyawan lembur pada hari biasa, maka
akan diberi bonus sebesar setengah kali gaji pokok per jam, sedangkan bila lembur pada hari
Minggu dan hari libur akan diberikan bonus sebesar gaji per jam.
Selain gaji pokok dan tunjangan hari raya, perusahaan juga memberikan tunjangantunjangan lain kepada karyawan, yaitu:
1.

Tunjangan makan

2.

Tunjangan kesehatan

3.

Tunjangan transportasi

4.

Tunjangan cuti sakit dan cuti hamil


Bila karyawan sakit dan memberikan surat keterangan dari dokter, maka ia tetap akan
mendapatkan gaji pokok dan tunjangan makan, tetapi tidak mendapatkan tunjangan
transportasi. Untuk karyawan wanita yang hamil, diberikan cuti selama tiga bulan dengan
mendapatkan gaji pokok dan biaya perawatan rumah sakit.

5.

Tunjangan pendidikan
Tunjangan ini diberikan kepada karyawan yang berprestasi dan ingin melanjutkan
pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Tunjangan ini diperuntukkan hanya untuk karyawan
dengan tingkat pendidikan S1.

6.

Tunjangan pensiun
Karyawan yang telah berusia 60 tahun berhak mendapatkan masa pensiun dan akan
diberikan uang pensiun setiap bulannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah, disesuaikan
dengan masa kerjanya.

Fasilitas-Fasilitas untuk Kesejahteraan Karyawan


Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh perusahaan untuk kesejahteraan karyawan,
meliputi:
1.

Pelayanan kesehatan

Perusahaan mendirikan poliklinik di dalam wilayah perusahaan untuk pengobatan gratis


bagi karyawan, keluarga karyawan, dan masyarakat sekitar.
2.

Asuransi
Setiap karyawan mendapatkan asuransi Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) untuk
melindunginya selama bekerja. Pemberian asuransi ini telah sesuai dengan Peraturan
Pemerintah.

3.

Tempat ibadah, kantin, wisma, dan taman.

Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja terutama untuk karyawan yang bekerja di lingkungan pabrik sangat
perlu diperhatikan. Langkah-langkah yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjamin
keselamatan kerja karyawan, yaitu:
1. Memberikan perlengkapan perlindungan, yaitu helm yang wajib dipakai di semua area
pabrik, masker di area pengemasan dan limbah, sepatu bot karet, sarung tangan dan jas
laboratorium untuk yang bekerja di laboratorium, earplug untuk daerah bising, serta
safety goggle untuk karyawan yang memperbaiki peralatan di area pabrik.
2. Mengadakan pelatihan untuk karyawan baru, karyawan magang, dan mahasiswa kerja
praktek agar terhindar dari bahaya-bahaya yang mungkin timbul dan mengetahui tindak
cara-cara penyelamatan diri bila terjadi gangguan proses.
3. Memberi tanda-tanda peringatan di tempat-tempat yang berisiko mengalami kecelakaan.
4. Memberi area untuk pejalan kaki maupun menyebrang jalan di sekitar area pabrik (zebra
cross).
5. Memeriksa kinerja alat-alat secara berkala oleh divisi mechanical and workshop.
6. Memberikan alarm-alarm untuk alat-alat yang berbahaya yang akan berbunyi bila
terdapat masalah dalam pengoperasian dan pengendaliannya.
7. Memasang fire hydrant di area pabrik, alat-alat pemadam kebakaran di area pabrik
maupun di dalam gedung, dan fire detector di seluruh ruangan.
8. Adanya pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap pegawai, tujuannya adalah
agar para pegawai memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja,
mengembangkan konsep dan kebiasaan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja,
memahami ancaman bahaya yang ada di tempat kerja dan menggunakan langkah

pencegahan kecelakaan kerja.Misalkan diajarkan untuk membiasakan diri saling


mengingatkan bila melakukan kesalahan yang dapat menimbulkan kecelakaan pada saat
bekerja.
9. Adanya penyelidikan terhadap kecelekaan. Walaupun analisa keselamatan kerja dan
penyelidikan terhadap pabrik dapat mencegah kecelakaan, beberapa kecelakaan masih
akan terjadi sebagai bukti kekurangan dari manusia. Ketika kecelakaan terjadi, melalui
penyelidikan mungkin akan mendeteksi bahaya yang sering terjadi dan sebagai koreksi
pekerjaan dalam suatu pabrik, kegagalan penyelidikan dapat mengakibatkan kecelakan
yang fatal hingga menimbulkan kematian.
10.