Anda di halaman 1dari 8

Gelas objek (Object glass) digunakan untuk menempakan objek yang akan

dilihat/ dianalisa dengan menggunakan mikroskop.

Mikrotom adalah mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat tipis
untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan digunakan
untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histologi.
Beberapa penggunaan mikrotom:

Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan atau


dibenamkan ke dalam parafin. Bagian-bagian setebal 3 20 mm biasanya diiris dengan
pisau baja.

Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin seperti
Araldine(R), bagian-bagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan ultramikrotom
setebal 2 100 nm.

Mikrotom tangan yang biasa dipakai


di laboratorium Sekolah

Mikrotom tangan merupakan mikrotom dengan bentuk paling sederhana. Alat ini biasa
digunakan di laboratorium sekolah untuk membuat sayatan spesimen yang tipis sekali
(kurang lebih 20), supaya dapat dilihat di bawah mikroskop. Misalnya sayatan daun, batang,
akar, dan sebagainya.

Alat ini terbuat dari logam berbentuk seperti klos benang yang berongga di tengah. Di dalam
rongga terdapat sebuah ulir yang bagian atasnya rata dan bagian bawahnya melekat atau
bersatu dengan dasar alat itu. Bila dasar alat itu diputar dari kiri atau ke kanan, maka bidang
ulir bagian atas yang rata itu akan bergerak ke atas atau ke bawah dengan interval 20 tiap
putaran. Rongga tersebut adalah tempat untuk meletakkan benda yang akan disayat tipis,
biasanya dibalut lilin atau gabus.
Pengertian Mikrotom
Pada awal kemunculan mikroskop cahaya , bagian dari tanaman dan hewan yang secara
manual disayat dengan menggunakan pisau cukur. Timbul suatu masalah dimana hasil
sayatan yang dihasilkan sering mendapatkan sayatan yang beragam ketebalannya sehingga
mengganggu penglihatan di bawah mikroskop. Maka hasil yang didapat juga kurang akurat.
Selanjutnya masalah ini dapat dipecahkan dengan kehadirannya mikrotom sebagai alat
berpresisi tinggi yang dapat menyayat jaringan dengan ketebalan yang diatur sesuai dengan
keinginan. Perkembangan terbaru selanjutnya adalah mikrotom laser , yang memotong
dengan laser femtosecond dusamping pisau mekanis. Metode ini adalah kontak-bebas dan
tidak memerlukan teknik persiapan sampel teknik. Mikrotom laser memiliki kemampuan
untuk mengiris hampir setiap jaringan di tubuh hewan aslinya. Tergantung pada materi yang
sedang diproses, ketebalan irisan dari 10 sampai 100 m.
Mikrotom adalah mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat tipis
untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan digunakan
untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histologi.
komponen mikrotom yang paling berperan dalam produksi sayatan yang sempurna adalah
pisau yang digunakan untuk menyayat. Oleh karena itu untuk dapat berkerja optimal maka
terdapat tipe dan struktur pisau mikrotom pabrikan yang sama dengan pabrikan mikrotom.
Tiga tipe pisau mikrotom, yaitu 1) Pisau Plane-adge (siple wedge razor), biasanya digunakan
untuk senyatan beku dan blok paraffin. 2) Pisau bikonkaf (flat or half-groud razor),
digunakan untuk senyatan blok celoidin dan plastik. 3) Pisau bikonkaf (hollow-groud razor),
digunakan untuk menyayat blok paraffin.
Secara umum, suatu mikrotom memilki bagian-bagian terpenting sebagai berikut:
1. Skala pengatur ketebalan sayatan biasanya terdapat di bagian kanan atas badan
mikrotom, skala ini dapat digeser ke kiri dan ke kanan sesuai dengan ketebalan
sayatan yang diinginkan.
2. Pisau mikrotom, merupaka komponen yang bisa menentukan kualitas sayatan.
3. Pegangan blok jaringan, merupakan komponen yang menghubungkan mikrotom
dengan blok jaringan yang hendak disayat.
4. Pengatur jarak berfungsi untuk mengatur blok jaringan dengan mata pisau.
Perawatan Mikrotom
Mikrotom sebaiknya ditutup dengan plastik, atau dimasukkan ke kotaknya jika tidak sedang
digunakan. Jangan memindahkan mikrotom dengan cara memegang bagian yang dapat

bergerak, karena dapat menggangu akurasinya. Sebelum dan sesudah digunakan, sebaiknya
mikrotom dibersihkan dari serpihan parafin dengan cara melap dengan kain lap yang telah
dibasahi dengan xilol. Mikrotom harus selalu diminyaki untuk mencegah keausan dan
kemacetan.
Penggunaan Mikrotom
Beberapa penggunaan mikrotom :
1. Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan atau
dibenamkan ke dalam parafin. Bagian-bagian setebal 3 20 mm biasanya diiris
dengan pisau baja.
2. Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin seperti
Araldine , bagian-bagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan ultramikrotom
setebal 2 100 nm.
2.3 Mekanisme Kerja Mikrotom
Proses pemotongan blok preparat dengan menggunakan mikrotom. Sebelum melakukan
pemotongan serangkaian persiapan yang harus dilakukan adalah :
1. Persiapan pisau mikrotom Pisau mikrotom harus diasah sebelum dipakai agar jaringan
dapat dipotong dengan baik dan tidak koyak sehingga didapatkan jaringan yang baik.
Pisau mikrotom kemudian diletakan pada tempatnya di mikrotom dengan sudut
tertentu. Rekatkan blok parafin pada holder dengan menggunakan spatula atau
scalpel. Letakkan tempat duduk blok parafin beserta blok preparat pada tempatnya
pada mikrotom.
2. Persiapan Kaca Objek Kaca objek yang akan direkatkan preparat harus telah dicoated
(disalut) dengan zat perekat seperti albumin (putih telur), gelatin atau tespa 3.
Persiapan Waterbath atau wadah berisi air hangat dengan temperatur 37-400C 4.
Persiapan sengkelit atau kuas.
Tehnik pemotongan parafin yang mengandung preparat adalah sebagai berikut:
1. Rekatkan blok parafin yang mengandung preparat pada tempat duduknya di
mikrotom. Tempat duduk blok parafin beserta blok parafinnya kemudian diletakkan
pada pemegangnya (holder) pada mikrotom dan dikunci dengan kuat.
2. Letak pisau mikrotom pada tempatnya dan atur sudut kemiringannya. Biasanya sudut
kemiringan berkisar 20-30 derajat.
3. Atur ketebalan potongan yang diinginkan, biasanya dipakai ketebalan antara 5-7
mikrometer.
4. gerakkan blok preparat ke arah pisau sedekat mungkin dan potonglah blok preparat
secara teratur dan ritmis. Buang pita-pita parafin yang awal tanpa jaringan hingga kita
mendapatkan potongan yang mengandung preparat jaringan.

5. Pita parafin yang mengandung jaringan lalu dipindahkan secara hati-hati


menggunakan sengkelit atau kuas kedalam waterbath yang temperaturnya diatur 3740C dan biarkan beberapa saat hingga poita parafin tersebut mengembang.
6. Setelah pita parafin terkembang dengan baik, tempelkan pita parafin tersebut pada
kaca objek yang telah dicoated dengan cara memasukkan kaca objek itu kedalam
waterbath dan menggerakkannya ke arah pita parafin. Dengan menggunakan sengkelit
atau kuas pita parafin ditempelkan pada kaca objek. Setelah melekat kaca objek
digerakkan keluar dari waterbath dengan hati-hati agar pita parafin tidak melipat.
7. Letakkan kaca objek yang berisi pita parafin di atas hotplate dengan temperatur 4045C, biarkan selama beberapa jam. Cara lainnya adalah dengan melewatkan kaca
objek di atas api sehingga pita parafin melekat erat di atas kaca objek.
8. Setelah air kering dan pita parafin telah melekat dengan kuat, simpan kaca objek
berisi potongan parafin dan jaringan sampai saatnya untuk diwarnai.
9. Mikorotome berasal dari bahasa Yunani yaitu mikros berarti kecil,
dan temnein yang

berarti untuk memotong. Mikrotom adalah

mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat


tipis untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom
pisau baja dan digunakan untuk mempersiapkan
atau tumbuhan

pada

ketebalan yang diinginkan dari bagian


digunakan

digunakan untuk

hewan atau

tumbuhan

digunakan untuk
mengiris
industri
seperti

sayatan jaringan hewan

dalam histologi. Mikrotom

kaca, atau berlian tergantung

untuk

menggunakan

menggunakan pisau baja,


spesimen yang diiris dan

yang dipotong. Pisau baja yang

mempersiapkan bagian-bagian jaringan


histologi mikroskop

cahaya. Pisau kaca

mengiris bagian untuk mikroskop cahaya dan untuk


bagian sangat tipis untuk

mikroskopi elektron. Tingkat

berlian pisau yang digunakan untuk mengiris bahan


tulang, gigi dan materi tanaman untuk

cahaya dan mikroskop

keras

kedua mikroskop

elektron. Gem kualitas berlian pisau yang

digunakan untuk mengiris


bagian tipis untuk mikroskopi elektron.
10. B. Penggunaan mikrotom
11.
Beberapa penggunaan mikrotom:
12. 1. Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan
atau dibenamkan ke dalam parafin. Bagian-bagian setebal 3 20 mm
biasanya diiris dengan pisau baja.

13. 2. Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin
seperti Araldine(R), bagian-bagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan
ultramikrotom setebal 2 100 nm.
14.

15.
16.

C. Mikrotom tangan
Mikrotom

tangan

merupakan

mikrotom

dengan

bentuk

paling

sederhana. Alat ini biasa digunakan di laboratorium sekolah untuk membuat


sayatan spesimen yang tipis sekali (kurang lebih 20), supaya dapat dilihat di
17.

bawah mikroskop. Misalnya sayatan daun, batang, akar, dan sebagainya.


Alat ini terbuat dari logam berbentuk seperti klos benang yang
berongga di tengah. Di dalam rongga terdapat sebuah ulir yang
atasnya rata dan bagian bawahnya melekat atau
dasar alat itu. Bila dasar alat itu diputar dari kiri
bidang ulir bagian atas yang rata itu akan
bawah dengan interval 20 tiap putaran.
untuk meletakkan benda yang

bagian

bersatu dengan
atau ke kanan, maka

bergerak ke atas atau ke


Rongga tersebut adalah tempat

akan disayat tipis, biasanya dibalut lilin

atau gabus.
18. D. Bagian-bagian dari Mikrotome
19. a) Skala pengatur ketebalan sayatan biasanya terdapat di bagian kanan atas
badan mikrotom, skala ini dapat digeser ke kiri dan ke kanan sesuai dengan
ketebalan sayatan yang diinginkan.
20. b) Pisau mikrotom, merupakan komponen yang bisa menentukan kualitas
sayatan.
21. c) Pegangan blok jaringan, merupakan komponen yang menghubungkan
mikrotom dengan blok jaringan yang hendak disayat.
22. d) Pengatur jarak berfungsi untuk mengatur blok jaringan dengan mata
pisau.
23. E. Jenis jenis Mikrotom
24. Secara garis besar mikrotom dibagi menjadi dua golongan:
25. Mikrotom Schantz , yaitu mikrotom dimana pada saat menyayat, blok
jaringan yang hendak disayat tetap diam di tempatnya sementara pisau
melewati blok parafin tersebut. Mikrotom ini tidak dapat menghasilkan pita
sayatan, tetapi sayatan yang dihasilkan selalu terpisah satu sama lain.
26. Mikrotom Spencer adalah mikrotom dimana pada saat menyayat dapat
menghasilkan pita sayatan yang panjang sehingga sangat cocok untuk
pembuatan preperat sayatan serial.

27. Perkembangan alat mikrotom memang sangat pesat, terbukti dengan


banyaknya jenis mikrotom yang beredar di pasaran. Berbagai tipe mikrotom
modern bermunculan dengan spesifikasi yang masing-masing berbeda.
Seperti yang terlihat dari tulisan yang dibuat oleh Walter Esigner Direktur
pemasaran dan sales internasional untuk Leica Mikrosistem di Nusloch,
Jerman, menceritakan tentang perubahan transformasi di lingkungan
laboratorium histopatologi modern. Di dalam essay nya yang berjudul
Motorised Microtomes Liberate Histotechnologist, pada saat ini terdapat
berbagai jenis mikrotom modern yang diproduksi sesuai permintaan pasar,
diantaranya adalah tipe RM 215, RM 2155, RM 2145, DSC 1, RM.
28. Jenis mikrotom yang paling umum digunakan adalah:
29. Mikrotom Putar baik untuk sayatan parafin dan teknik kriostat.
30. Mikrotom geser, baik untuk sayatan nitroselulase atau palstik
31. Mikrotom klinis beku, digunakan di laboratorium klinis untuk keperluan
diagnosis yang bersifat segera
32. Mikrotom sayatan ultra tipis, digunakan untuk menghasilkan sayatan
dengan ketebalan kurang dari 1 milimikron
33. Mikrotom base sledge, digunakan untuk menyayat jaringan yang sangat
besar seperti otak
34. Mikrotom faust, menghasilakan ketipisan maksimal 254 milimikron
35. Mikrotom Smith dan farguhur, digunakan untuk menyayat jaringan segar
yang tidak difiksasi.
36.
37. F. JENIS-JENIS MATA PISAU MIKROTOM
38. 1. Wedge
39. 2. Planoconvex
40. 3. Biconcave
41. 4. Tool Edge
42. 5.
43. G. JENIS-JENIS PISAU MIKROTOM
44. 1. Stellite tipped
45. 2. Cobalt tipped
46. 3. Tungsten tipped
47. 4. Diamond
48. 5. Glass
49. 6. Disposible
50.
51. H. Cara Kerja mikrotom
52. Pemotongan (mounting) adalah proses pemotongan blok preparat dengan
menggunakan mikrotom. Sebelum melakukan pemotongan serangkaian
persiapan yang harus dilakukan adalah :

53. 1. Persiapan pisau mikrotom Pisau mikrotom harus diasah sebelum dipakai
agar jaringan dapat dipotong dengan baik dan tidak koyak sehingga
didapatkan jaringan yang baik. Pisau mikrotom kemudian diletakan pada
tempatnya di mikrotom dengan sudut tertentu. Rekatkan blok parafin pada
holder dengan menggunakan spatula atau scalpel. Letakkan tempat duduk
blok parafin beserta blok preparat pada tempatnya pada mikrotom.
54. 2. Persiapan Kaca Objek Kaca objek yang akan direkatkan preparat harus
telah dicoated (disalut) dengan zat perekat seperti albumin (putih telur),
gelatin atau tespa 3. Persiapan Waterbath atau wadah berisi air hangat
dengan temperatur 37-400C 4. Persiapan sengkelit atau kuas. Tehnik
pemotongan parafin yang mengandung preparat adalah sebagai berikut:
55. Rekatkan blok parafin yang mengandung preparat pada tempat duduknya
di mikrotom. Tempat duduk blok parafin beserta blok parafinnya kemudian
diletakkan pada pemegangnya (holder) pada mikrotom dan dikunci dengan
kuat.
56. Letak pisau mikrotom pada tempatnya dan atur sudut kemiringannya.
Biasanya sudut kemiringan berkisar 20-30 derajat.
57. Atur ketebalan potongan yang diinginkan, biasanya dipakai ketebalan
antara 5-7 mikrometer.
58. Gerakkan blok preparat ke arah pisau sedekat mungkin dan potonglah blok
preparat secara teratur dan ritmis. Buang pita-pita parafin yang awal tanpa
jaringan hingga kita mendapatkan potongan yang mengandung preparat
jaringan.
59. Pita parafin yang mengandung jaringan lalu dipindahkan secara hati-hati
menggunakan sengkelit atau kuas kedalam waterbath yang temperaturnya
diatur 37-40C dan biarkan beberapa saat hingga poita parafin tersebut
mengembang.
60. Setelah pita parafin terkembang dengan baik, tempelkan pita parafin
tersebut pada kaca objek yang telah dicoated dengan cara memasukkan kaca
objek itu kedalam waterbath dan menggerakkannya ke arah pita parafin.
Dengan menggunakan sengkelit atau kuas pita parafin ditempelkan pada
kaca objek. Setelah melekat kaca objek digerakkan keluar dari waterbath
dengan hati-hati agar pita parafin tidak melipat.
61. Letakkan kaca objek yang berisi pita parafin di atas hotplate dengan
temperatur 40-45C, biarkan selama beberapa jam. Cara lainnya adalah

dengan melewatkan kaca objek di atas api sehingga pita parafin melekat erat
di atas kaca objek.
62. Setelah air kering dan pita parafin telah melekat dengan kuat, simpan kaca
objek berisi potongan parafin dan jaringan sampai saatnya untuk diwarnai.
63. I. Perawatan Mikrotom
64. Mikrotom sebaiknya ditutup dengan plastik, atau dimasukkan ke kotaknya jika
tidak sedang digunakan. Jangan memindahkan mikrotom dengan cara
memegang bagian yang dapat bergerak, karena dapat menggangu
akurasinya.

Sebelum

dan

sesudah

digunakan,

sebaiknya

mikrotom

dibersihkan dari serpihan parafin dengan cara melap dengan kain lap yang
telah dibasahi dengan xilol. Mikrotom harus selalu diminyaki untuk mencegah
keausan dan kemacetan.