Anda di halaman 1dari 7

Pendahuluan

1. Latar Belakang
Latihan berpikir kritis menyajikan situasi kedokteran yang menuntut peserta didik untuk
menggunakan keterampilan berpikir kritis agar mendapat kesimpulan yang terbaik. Peserta didik
diarahkan melalui pertanyaan evaluasi diri untuk membuat respons rasional dan cermat
berdasarkan berpikir mandiri. Keuntungan dari latihan berpikir ini adalah bahwa mereka dapat
meningkatkan kinerja kedokteran dalam penilaian klinis.[1]
Berpikir kritis ini sangat penting karena tidak semua informasi yang kita terima itu benar.
Kita perlu menyaringnya dan melihat dari berbagai sudut pandang sebelum mempercayainya.

2. Tujuan
Tujuan dari berpikir kritis ini adalah untuk melatih pembaca agar bisa berpikir kritis
dalam setiap menyelesaikan sebuah kasus.

Isi
1. Definisi dan Tujuan Berpikir Kritis
Jika kita menggunakkan istilah berpikir kritis pada semua jenis berpikir, kita tidak
memerlukan istilah kritis, dan kita juga akan kehilangan arti spesifik dari istilah kritis. Kata
kritis muncul dari bahasa Yunani yang berarti hakim dan diserap oleh bahasa Latin. Kamus
(Oxford) menerjemahkan sebagai sensor atau pencarian kesalahan. Seringkali kritis
dimaksudkan sebagai penilaian, entah buruk atau bagus.[2]
Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpendapat dengan cara yang terorganisasi.
Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis bobot pendapat
pribadi dan pendapat orang lain. Berpikir kritis memungkinkan mahasiswa untuk mempelajari
masalah secara sistematis, menghadapi berjuta tantangan dengan cara yang terorganisasi,
merumuskan pertanyaan inovatif, dan merancang solusi orisinal.[3] Meskipun pada masa kini
batasan mengenai berpikir kritis ada bermacam-macam, pada umumnya di dalamnya terkandung
pengertian mengenai menggali makna suatu masalah secara lebih mendalam,berpikiran terbuka
terhadap pendekatan dan pandangan yang berbeda-beda, dan menetapkan untuk diri sendiri halhal yang akan diyakini dan dilakukan. [4]
Tujuan awal berpikir kritis adalah menyingkapkan kebenaran dengan menyerang dan
menyingkirkan semua yang salah supaya kebenaran akan terlihat. Hal ini penting untuk
mencegah penggunaan bahasa, konsep, dan argumentasi salah yang sembarangan.

2. Perdebatan 2 Argumen
a. Penyebab
Produk mie instan Indomie ditarik dari peredaran di Taiwan karena mengandung
pengawet yang dianggap berbahaya. Namun, PT Indofood Sukses Makmur menegaskan mie
instan mereka sudah memenuhi regulasi kesehatan di Taiwan.
Penarikan Indomie di Taiwan karena mengandung pengawet E218 atau Methyl PHydroxybenzoate. Pengawet ini dilarang digunakan di Taiwan.
Menurut Indofood, produk Indomie dengan kandungan Methyl P-Hydroxybenzoate
bukan untuk dipasarkan di Taiwan. Indomie di Taiwan sudah disesuaikan dengan regulasi yang
ada di Taiwan yang tidak memakai pengawet tersebut.[5]
2

Sebagai zat pengawet makanan, Badan pengawas makanan dan obat Amerika (FDA)
menggolongkan Methylparaben atau nipagin dalam kategori Generally Recognized as Safe
(GRAS) yang larut dalam air. Intinya Methylparaben dipakai untuk mencegah pembusukan dan
kontaminasi dari jamur sehingga produk tahan terhadap jamur dan mikroba dalam beberapa
jangka waktu.
Bahan ini memang diperbolehkan untuk digunakan pada produk kosmetik, produk
farmasi atau obat serta produk makanan.
1. Penggunaan untuk kosmetik
Selama lebih dari 80 tahun, metil telah digunakan sebagai pengawet dalam industri kosmetik
yang sering ditemukan pada pelembab wajah, produk anti-penuaan, pewarna rambut, produk
pemutihan kulit, gel cukur, pembersih wajah, spray, shampo dan conditioner, maskara, eye
shadow dan alas bedak.
2. Penggunaan untuk farmasi
Dalam industri farmasi, metil telah digunakan untuk melindungi obat sejak 1924. Metil
digunakan untuk anti-bakteri seperti pada antibiotik topikal, kortikosteroid dan obat tetes mata.
Beberapa antibiotik seperti penggunaan methylparaben pada penisilin mencegah kontaminasi
mikroorganisme.
3. Penggunaan untuk makanan
Karena sifatnya yang anti jamur, metil digunakan sebagai penghambat ragi dalam produk
makanan. FDA mengatakan produk ini aman digunakan dalam jumlah kecil. Pada makanan metil
ditemukan pada berbagai produk susu beku, minyak dan lemak, selai, sirup dan bumbu-bumbu.
Bahan pengawet ini jika konsumsi berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag,
muntah dan keracunan asidosis metabolik.
Batas yang diperbolehkan untuk Methyl P-Hydroxybenzoate dalam dunia internasional
yang tercantum dalam Codex sebesar 1.000 mg/kg produk. Sedangkan di Indonesia mengambil
batas yang lebih konservatif dan lebih kecil lagi yaitu 250 mg/kg produk.[6]

b. Bukti

Bukti adalah segala hal yang dipergunakan untuk meyakinkan pihak lain yang dapat
dikatakan macamnya tidak terbatas asalkan bukti tersebut bisa meyakinkan pihak lain tentang
pendapat, peristiwa, keadaan.
Bukti yang dapat memperkuat argumen masing-masing dapat dibuktikan dari hasil
penelitian yang telah di uji coba dan apakah cara mengimpornya legal atau ilegal (sesuai dengan
hukum atau tidak).
Perlu diketahui bahwa standar produk Indomie khususnya pada kandungan Nipagin
ternyata sudah sesuai dengan standar Codex Alimentarius Commission (CAC), suatu badan yang
didirikan oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut
Balai POM Indonesia,standar ini pun sudah sesuai dengan kelayakan konsumsi masyarakat
Indonesia.Simak beberapa patokan kadar maksimum Nipagin di beberapa neggara di dunia
sebagai berikut:
1. Hongkong : Nipagin yang diperbolehkan 550 mg/kg BB
2. Brunei Darussalam: Nipagin yang diperbolehkan 250 mg/kg BB
3. Indonesia: Nipagin yang diperbolehkan 250 mg/kg BB
4. Singapura: Nipagin yang diperbolehkan 250 mg/kg BB
5. Amerika Serikat: Nipagin yang diperbolehkan 1000 mg/kg BB
6. Kanada: Nipagin yang diperbolehkan
Secara umum, Nipagin terkandung di dalam kecap manis sebagai bagian dari bumbu mi
instan sudah memenuhi ketentuan dalam negeri dan luar negeri. Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 722/1988 mensyaratkan kandungan Nipagin yang diperbolehkan sebesar 250 miligram
per kilogram. Sementara angka asupan harian yang diizinkan (acceptable daily intake/ADI) dari
otoritas keamanan pangan Eropa (European Food Safety Authority/EFSA) menetapkan 10 mg
Nipagin untuk setiap kg berat badan per hari.
Jalur masuknya mie instan
Menurut Direktur Jenderal Industri Berbasis Agro, Kementerian Perindustrian, Benny
Wachjudi, masuknya Indomie melalui jalur paralel impor itu akan menjadi bagian dari dasar
pembelaan pemerintah kepada produsen.
Karena itu, terkait adanya indikasi persaingan dagang produk mi instan ini pemerintah
akan memberi dukungan maksimal kepada produsen. koodinasi antarinstansi terkait mulai dari
Kementerian Kesehatan, Badan pengawasan obat dan Makanan (BPOM), Kementerian
Perdagangan serta Kementerian Perindustrian sudah dilakukan.
4

Sementara menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri
Kementerian Perdagangan, Deddy Shaleh menyatakan pihak Indonesia akan melakukan protes
jika penolakan mie instan dari Indonesia tidak memiliki alasan yang sesuai dengan aturan
perdagangan Indonesia.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan hingga saat ini terdapat 17 produsen mi
instan di Indonesia dengan kapasitas 1.772.000 ton per tahun atau setara dengan 24,6 miliar
bungkus per tahun. Data hingga akhir 2009, Indomie masih mendominasi pasar mi instan dalam
negeri di kisaran 65% pasar domistik.[7]

Kesimpulan
Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis bobot
pendapat pribadi dan pendapat orang lain. Berpikir kritis memungkinkan mahasiswa untuk
mempelajari masalah secara sistematis, menghadapi berjuta tantangan dengan cara yang
terorganisasi, merumuskan pertanyaan inovatif, dan merancang solusi orisinal. Jadi, berpikir
kritis ini sangat penting dalam mencari solusi sebuah kasus.
5

Jadi dalam kasus, terjadi dua perdebatan argument antara Hongkong dan Taiwan karena
adanya kandungan bahan pengawet yang dianggap berbahaya. Tapi, jika kita bisa berpikir kritis,
kita tidak bisa menyalahkan salah satu dari mereka, tapi kita akan mencari bukti-bukti yang ada
dan melakukan suatu penelitian terhadap masalah tersebut. Jadi, dalam kasus ini kita tidak bisa
menyalahkan siapapun, karena standar kandungan tiap negara berbeda dan indomie pun masih
aman untuk dikonsumsi. Hal ini belum dapat dibuktikan karena sejauh ini belum ada korban
yang keracunan karena mengkonsumsi indomie.

Daftar Pustaka
1. Wong Donna L, Eaton MH, Wilson D, Winkelstein ML, Schwartz P. Buku ajar keperawatan
pediatrik. Jakarta:EGC;2009;vol 1.h.20
2. Bono E. Revolusi berpikir. Bandung : Penerbit Kaifa;2007.h.204-6
3. Alwasilah CA, Pasiak T, Contextual teaching and learning. Makassar: Penerbit MLC,
2007.p.183-7
4. Santrock JW, Adolescence perkembangan remaja. Jakarta:Erlangga;2003.h.141
5. http://www.ekosetiaji.com/tag/awas-bahaya-indomie , diunduh: 12 November 2010
6. http://www.detikhealth.com/read/2010/10/12/155500/1462588/763/berapa-kandungan-zatpengawet-dalam-indomie?l993306763 , diunduh: 12 November 2010
6

7. http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/12/174703/21/2/Ada-Indikasi-PerangDagang-Pemerintah-Dukung-Indomie , diunduh: 14 November 2010