Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

A.

Pokok Bahasan

: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Sasaran

: Masyarakat Sekitar Puskesmas Belimbing

Penyuluh

: Mahasiswa STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG

Waktu

: 08.00 Selesai

Hari/tanggal

: Rabu, 26 Juni 2013

Tempat

: Puskesmas Belimbing

Pengorganisasian
Penanggung jawab

: Widya Lestari.,S.SiT.,M.Keb

Penyaji

: Novi Mega Astuti

Moderator

: Nur Annisa

Anggota

: Nanda Nurli Agus


Nova Febrianti Yusuf
Noviella Indienty
Novita Sari. S

B.

Latar Belakang
Anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan untuk terserang berbagai
penyakit khususnya penyakit infeksi. Menurut temuan organisasi kesehatan dunia (WHO)
diperkirakan 10 juta anak meninggal tiap tahun. Yang disebabkan karena diare, HIV/AIDS,
Malaria dan ISPA (Depkes RI, 2007).
Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia karena masih tingginya
angka kejadian ISPA terutama pada Anak-Anak dan balita. ISPA mengakibatkan sekitar 20% 30% kematian anak balita. ISPA merupakan salah satu penyebab kunjungan pasien pada sarana

kesehatan. Sebanyak 40% - 60% kunjungan berobat di puskesmas dan 15% - 30% kunjungan
berobat dirawat jalan dan rawat inap.

C.

Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Peserta dapat mengenal apa itu ISPA ?

D.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


1.
2.
3.
4.

Peserta dapat mengetahui pengetian dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Peserta dapat memahami penyebab dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Peserta dapat mengetahui tanda dan gejala dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Peserta dapat mengetahui pencegahan dan prinsip perawatan Infeksi Saluran Pernapasan
Akut (ISPA)

E.

Garis Besar Materi


A.
B.
C.
D.
E.
F.

F.

G.

H.

Defenisi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)


Etiologi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Mekanisme klinis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Penatalaksanaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Metode
1.

Ceramah

2.

Diskusi

Media
1.

Materi (terlampir)

2.

Leaflet

3.

Kamera untuk dokumentasi

Proses Kegiatan Penyuluhan

No.
1.

Waktu
5 Menit

2.
30 Menit

Kegiatan Penyuluhan
1. Pembukaan
2. Menyampaikan salam
3. Menyampaikan tujuan

Respon Peserta
1. Membalas salam
2. Memperhatikan

1. Menyampaikan materi
2. Memberikan penjelasan
3. Memberikan

1. Menyimak dan
memperhatikan
2. Bertanya
3. Memperhatikan

kesempatan peserta
bertanya tentang materi
yang disajikan
4. Menjawab pertanyaan
dari peserta.
3.

Evaluasi selama proses

10 Menit

4.

1. Penutup
2. Kesimpulan
3. salam

10 menit

I.

Menjawab secara lisan


1. Memperhatikan
2. Memberi salam

SETTING TEMPAT

KET:
1. Mahasiswa
2. Audience

J. REFERENSI
1. Ariko & Little Sofia. 2012. Kami Dari Semua : Mengenal jenis penyakit ISPA, flu dan pilek pada
bayi

dan

anak

anak

(pencegahan,

gejala,

pemeriksaan

dan

diagnosa).

http://kamidarisemua.wordpress.com/2012/03/09/kami-dari-semua-mengenal-jenis-penyakitispa-flu-dan-pilek-pada-bayi-dan-anak-anak-pencegahan-gejala-pemeriksaan-dan-diagnosa/
2. http://totokblog-totok.blogspot.com/2012/11/satuan-acara-penyuluhan-sap.html

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA)


A.

DEFINISI
1.

Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini diadaptasi dari

istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI). Istilah ISPA meliputi tiga unsur
yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai berikut:
Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan
berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
Saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ
adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA secara anatomis
mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan
paru-paru) dan organ adneksa saluran pernafasan. Dengan batasan ini, jaringan paru termasuk
dalam saluran pernafasan (respiratory tract)
Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari diambil
untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan
dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari.
ISPA adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan infeksi
jasad remik atau bakteri, virus maupun rikitsia tanpa atau disertai radang parenkim paru.
(Vietha,2009)
ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi yang terjadi pada setiap bagian saluran
pernafasan baik atas maupun bawah yang disebabkan oleh jasad remik atau bakteri, virus
maupun riketsin tanpa atau disetai radang dari parenkim. ( Whaley dan Wong, 2000 ).
B.

ETIOLOGI
Infeksi saluran pernafasan atas merupakan penyakit yang kompleks dengan heterogen
yang disebabkan oleh berbagai etiologi. Etiologi ISPA terdiri dari 300 lebih virus dan riketsia
serta jamur virus penyebab ISPA antara lain golongan miksi virus (termasuk didalamnya virus
influenza, virus parainfluenza dan campak) dan adenovirus, bakteri penyebab ISPA misalnya
streptococus haemolitikus, stafilococus, penemococus, hemovilius influenza, berdetella pertusis
dan korine bakterium difteria

C.

MEKANISME KLINIS
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernafasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan
gejala-gejala ringan dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan
semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernafasan dan mungkin meninggal. Tandatanda bahaya dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda klinis dan laboratorium. Tanda-tanda klinis :
1) Pada sistem respiratorik :
Tachipnea
Napas tak teratur (apnea)
Retraksi dinding torax
Napas cumping hidung
Sianosis
Suara nafas lemah/hilang
2) Pada sistim kardio :
Takikardial
Bradikardial
Hipertensi
Hipotensi
Kardial arrest
3) Pada sistem cerebral :
Gelisah
Mudah terangsang
Sakit kepala
Bingung
Kejang
Koma

4) Tanda-tanda laboratorium
Hipoksemia
Hipersepnia
5) Asidosis (metabolic/respiratoric)
D. Gejala ISPA
Berikut ini adalah gejala ISPA :
-

Demam

Batuk

Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin

Nyeri tenggorokan/nyeri menelan

Suara serak

Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi

Lesu, lemas

Sesak napas

Frekuensi napas cepat

Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa minum,
kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk.
Tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum
(kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya),
kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam dan dingin.

E. PENATALAKSANAAN
Berikut ini beberapa tips untuk penanganan ISPA secara umum:
1.

Istirahat yang cukup

2.

Berikan anak minum lebih banyak, terutama bila anak batuk dan demam

3.

Berikan obat penurun panas bila demam


4. Hindari penularan ke orang lain. Cara untuk menghindari penularan: menutup
mulut dan hidung bila batuk/bersin, cuci tangan dengan sabun setelah
batuk/bersin, gunakan masker (bila anak cukup kooperatif), hindari kontak terlalu
dekat dengan bayi atau manular.
5. Jangan memberikan antibiotik tanpa intruksi dokter. Antibiotik tidak diperlukan
apabila ISPA yang disebabkan infeksi virus. Penggunaan antibiotik yang tidak
tepat dapat meningkatkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik tersebut.

6. Hindari pemberian obat batuk/pilek pada anak. Diskusikan dengan dokter anda
mengenai manfaat dan risiko obat tersebut apabila akan diberikan pada anak anda
7.

Kenali tanda-tanda gawat darurat.

Anda perlu segera memeriksakan anak ke dokter apabila:

E.

1.

Sesak napas atau frekuensi napas menjadi lebih cepat

2.

Napas berbunyi mengi (wheezing) atau seperti merintih (grunting)

3.

Dinding dada/sela-sela iga tampa tertarik ke dalam bila anak bernapas

4.

Bibir berwarna kebiru-biruan

5.

Leher anak kaku

6.

Kesulitan menelan

7.

Muntah terus menerus

8.

Anak tampak sangat lemah

PENCEGAHAN
1.
2.
3.
4.

Menjaga keadaan gizi


Imunisasi
Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA