Anda di halaman 1dari 4

Komposer cair

Bahan baku dan alat yang dibutuhkan adalah:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tong plastik bekas, kapasitas tergantung pilihan mulai dari 20-100 liter,
Potongan pipa paralon diameter 1 in, 2 buah
Potongan pipa paralon ukuran panjang 1 in, 1 buah
Sambungan pipa berbentuk T, 2 buah
Sambungan pipa berbentuk L, 1 buah
Keran air gallon plastik 1 buah
Bor
Meteran
Kasa plastic

Cara membuat:
1. Buat dua lubang udara di sisi kanan dan kiri tong dengan menggunakan bor. Diameter
lubang harus sama dengan diameter pipa paralon
2. Buat satu lubeng lagi disisi lain tong. Posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah daripada
lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari dasar tong.
3. Lubangi pipa paralon dan lapisi dengan kain kasa
4. Selanjutnya instalasi dalam udara dapat dirangkai. Mulailah dari memasang kedua
pipaparalom dengan ukuran yang sama, masing-masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua
pipa dimasukkan dari arah dalam keluar. Pipa didorong dari dalam hingga keluar sekitar 3
cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada dalam tong
5. Kedua ujung ppa yang mencuat keluar 3 cm tersebut kemudian ditutup dengan kasa plastic.
Potong kasa plastik berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari
diameter pipa. Beri lem PVC disekitar ujung ipa, lalu tempelkan kasa, atur hingga tertutup
rapi.
6. Selanjutnya kedua pipa tadi di sambung dengan sambungan pipa berbentuk T
7. Kaki sambungan T tersebut dirangkaikan dengan pipa paralon lainnya
8. Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa paralon. Sambungan
pipa L di pasang dengan arah kakinya mengarah ke lubang yang akan dipasangi keran
(lubang ketiga)
9. Pasang keran plastik pada lubang ketika tersebut.
10. Terakhir, masukkan pipa paralon untuk menyambungkan antara lubang keran plastic dengan
pipa L.
Panjang pipa disesuaikan dengan ukuran tong Komposer.

http://bandarsampah.blogdetik.com/index.php/archives/232

Pembuatan Pupuk Organik Cair


Pupuk organik cair (POC) yang salah satu bentuknya berupa kompos
cair dapat dibuat secara sederhana. Bahan organik baik berupa
kotoran hewan, jasad hewan pengganggu seperti keong mas, limbah
rumah tangga, limbah pasar maupun limbah peternakan dimasukkan
ke dalam karung atau kantong yang dibuat dari bahan yang tembus
air. Karung atau kantong berisi bahan organik ini kemudian direndam
air dalam suatu wadah tertutup sekitar 2 minggu. Untuk mempercepat
proses bisa ditambahkan Mikro-Organisma Lokal/MOL. POC kaya unsur
N dapat dibuat dari bahan organik daun-daunan atau kotoran ternak.
Urine ternak seperti kelinci, sapi dan domba yang didiamkan selama
sekitar 2 minggu merupakan POC kaya N yang baik. POC kaya P dapat
dibuat dari bahan organik yang berasal dari batang pisang yang diirisiris
atau kotoran kelelawar sedangkan POC kaya K dapat dibuat dari
bahan organik yang berasal dari sabut kelapa. Perbandingan nutrien
Pupuk Cair Organik

Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan
jenis unsur hara yang terkandung secara alami. Dapat dikatakan bahwa pupuk organik
merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah.
Bahkan penggunaan pupuk organik tidak akan meninggalkan residu pada hasil tanaman sehingga
aman bagi kesehatan manusia pupuk organik (Musnamar, 2007).

Dapat dikatakan bahwa pupuk organik merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam
upaya memperbaiki kesuburan tanah secara aman, dalam arti produk pertanian yang dihasilkan
terbebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga aman
dikonsumsi.
Kelebihan dari pupuk cair organik adalah dapat secara cepat mengatasi
defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara dan mampu
menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik,
pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun
sesering mungkin digunakan. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat,
sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa langsung
digunakan oleh tanaman.
Pupuk cair dikatakan bagus dan siap diaplikasikan jika tingkat kematangannya
sempurna. Pengomposan yang matang bisa diketahui dengan memperhatikan
keadaan bentuk fisiknya, dimana fermentasi yang berhasil ditandai dengan
adanya bercak bercak putih pada permukaan cairan. Cairan yang dihasilkan
dari proses ini akan berwarna kuning kecoklatan dengan bau yang menyengat
(Purwendro dan Nurhidayat, 2007)

Kompos atau humus adalah sisa-sisa mahluk hidup yang telah mengalami pelapukan, bentuknya
sudah berubah seperti tanah dan tidak berbau. Kompos memiliki kandungan hara NPK yang
lengkap meskipun persentasenya kecil. Kompos juga mengandung senyawa-senyawa lain yang
sangat bermanfaat bagi tanaman. Kompos ibarat multivitamin bagi tanah dan tanaman. Kompos
memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Kompos akan mengembalikan kesuburan tanah. Tanah
keras akan menjadi lebih gembur. Tanah miskin akan menjadi subur. Tanah masam akan menjadi
lebih netral. Tanaman yang diberi kompos tumbuh lebih subur dan kualitas panennya lebih baik
dari pada tanaman tanpa kompos.
Pada prinsipnya semua bahan yang berasal dari makhluk hidup atau bahan organik dapat
dikomposkan. Seresah, daun-daunan, pangkasan rumput, ranting, dan sisa kayu dapat
dikomposkan. Kotoran ternak, binatang, bahkan kotoran manusia bisa dikomposkan. Kompos
dari kotoran ternak lebih dikenal dengan istilah pupuk kandang. Sisa makanan dan bangkai
binatang bisa juga menjadi kompos. Ada bahan yang mudah dikomposkan, ada bahan yang agak
mudah, dan ada yang sulit dikomposkan. Sebagian besar bahan organik mudah dikomposkan.

Bahan yang agak mudah dikomposkan antara lain: kayu keras, batang, dan bambu. Bahan yang
sulit dikomposkan antara lain adalah kayu-kayu yang sangat keras, tulang, rambut, tanduk, dan
bulu binatang (Isroi, 2008).
Prinsip pengomposan adalah menurunkan C/N rasio bahan organik sehingga sama dengan tanah
(<20). Dengan semakin tingginya C/N bahan maka proses pengomposan akan semakin lama
karena C/N harus diturunkan. Didalam perendaman bahan-bahan organik pada pembuatan
kompos cair terjadi aneka perubahan hayati yang dilakukan oleh jasad renik. Perubahan hayati
yang penting yaitu sebagai berikut :
1. Penguraian hidrat arang, selulosa, hemiselulosa.
2. Penguraian zat lemak dan lilin menjadi CO2 dan air
3. Terjadi peningkatan beberapa jenis unsur di dalam tubuh jasad renik terutama nitrogen (N),
fosfor (P) dan kalium (K). Unsur-unsur tersebut akan terlepas kembali bila jasad-jasad renik
tersebut mati.
4. Pembebasan unsur-unsur hara dari senyawa-senyawa organik menjadi senyawa anorganik
yang berguna bagi tanaman.
Akibat perubahan tersebut, berat, isi bahan kompos tersebut menjadi sangat berkurang. Sebagian
senyawa arang hilang, menguap ke udara. Kadar senyawa N yang larut (amoniak) akan
meningkat. Peningkatan ini tergantung pada perbandingan C/N bahan asal. Perbandingan C/N
akan semakin kecil berarti bahan tersebut mendekati C/N tanah. Idealnya C/N bahan sedikit lebih
rendah dibanding C/N tanah (Murbondo, 2004).
Dalam proses pengomposan, 2/3 dari karbon digunakan sebagai sumber energi bagi pertumbuhan
mikroorganisme, dan 1/3 lainnya untuk membentuk sel bakteri. Perbandingan C dan N awal yang
baik dalam bahan yang dikomposkan adalah 25-30 ( satuan berat n kering ), sedangkan C/N di
akhir proses adalah 12-20. Pada rasio yang lebih rendah, amonia akan dihasilkan dan aktivitas
biologi akan terhambat. Harga C/N tanah adalah 10-20, sehingga bahan bahan yang
mempunyai nilai C/N mendekati C/N tanah dapat langsung digunakan (Damanhuri dan Padmi,
2007).
Kecepatan suatu bahan menjadi kompos dipengaruhi oleh kandungan C/N, semakin mendekati
C/N tanah maka bahan tersebut akan semakin lebih cepat menjadi kompos. Tanah pertanian yang
baik mengandung unsur C dan N yang seimbang. Setiap bahan organik mempunyai kandungan
C/N yang berbeda.