Anda di halaman 1dari 14

Laboratorium Fisika Gelombang

Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Sebuah viskometer (juga disebut Viscosimeter) merupakan instrumen yang digunakan

untuk mengukur viskositas dari cairan . Untuk cairan dengan viskositas yang bervariasi
dengan kondisi aliran , alat yang disebut rheometer digunakan. Alat ukur kekentalan hanya
mengukur dengan satu syarat aliran.
Secara umum, baik cairan tetap diam dan benda bergerak melalui itu, atau objek diam
dan bergerak cairan melewatinya. Hambatan yang disebabkan oleh gerakan cairan dan
permukaan adalah ukuran dari viskositas. Kondisi aliran harus memiliki nilai yang cukup
kecil bilangan Reynolds untuk itu menjadi aliran laminar .Pada 20.00 derajat Celcius
viskositas air adalah 1.002 MPa s dan viskositas kinematik nya (rasio viskositas
kepadatan) adalah 1,0038 mm 2 / s. Nilai-nilai ini digunakan untuk kalibrasi beberapa jenis
viskometer.
Viscometers, dinamai Wilhelm Ostwald . Versi lain adalah viskometer Ubbelohde ,
yang terdiri dari tabung gelas berbentuk U diadakan vertikal di bath suhu
terkontrol. Dalam satu lengan U adalah bagian vertikal bore sempit tepat (kapiler).Di atas
ini adalah bola lampu, dengan itu adalah bohlam lain menurunkan menurunkan pada
lengan lainnya. Dalam penggunaannya, cairan ditarik ke dalam bola atas dengan hisap,
kemudian dibiarkan mengalir melalui kapiler ke dalam bola yang lebih rendah. Dua tanda
(satu di atas dan satu di bawah bola atas) menunjukkan volume yang diketahui. Waktu
yang dibutuhkan untuk tingkat cairan untuk melewati antara tanda-tanda ini sebanding
dengan viskositas kinematik. Sebagian besar unit komersial disediakan dengan faktor
konversi, atau dapat dikalibrasi oleh cairan sifat yang dikenal. Waktu yang diperlukan
untuk cairan uji mengalir melalui kapiler diameter diketahui faktor tertentu antara dua titik
ditandai diukur. Dengan mengalikan waktu yang dibutuhkan oleh faktor viskometer ini,
viskositas kinematik diperoleh.

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
1.2.

Tujuan
1. Untuk mengetahui kekentalan suatu cairan sampel
2. Untuk melihat pengaruh suhu terhadap kekentalan suatu cairan
3. Untuk mengetahui aplikasi dari viscosimeter
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sebuah viskometer (juga disebut Viscosimeter) merupakan instrumen yang digunakan


untuk mengukur viskositas dari cairan . Untuk cairan dengan viskositas yang bervariasi
dengan kondisi aliran , alat yang disebut rheometer digunakan. Alat ukur kekentalan hanya
mengukur dengan satu syarat aliran.
Secara umum, baik cairan tetap diam dan benda bergerak melalui itu, atau objek diam
dan bergerak cairan melewatinya. Hambatan yang disebabkan oleh gerakan cairan dan
permukaan adalah ukuran dari viskositas. Kondisi aliran harus memiliki nilai yang cukup
kecil bilangan Reynolds untuk itu menjadi aliran laminar .Pada 20.00 derajat Celcius
viskositas air adalah 1.002 MPa s dan viskositas kinematik nya (rasio viskositas
kepadatan) adalah 1,0038 mm 2 / s. Nilai-nilai ini digunakan untuk kalibrasi beberapa jenis
viskometer.

Gambar 2.1. Alat ukur kekentalan Ostwald mengukur viskositas fluida dengan kepadatan

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
Hukum Stokes ' adalah dasar dari viskometer bola jatuh, di mana cairan stasioner dalam
tabung gelas vertikal. Sebuah bola ukuran dikenal dan kepadatan diperbolehkan untuk
turun melalui cairan. Jika dipilih dengan benar, mencapai kecepatan terminal , yang dapat
diukur

dengan

waktu

yang

dibutuhkan

untuk

melewati

dua

tanda

pada

tabung. Penginderaan elektronik dapat digunakan untuk cairan buram. Mengetahui


kecepatan terminal, ukuran dan kepadatan bola, dan kepadatan cairan, hukum Stokes
'dapat digunakan untuk menghitung viskositas fluida. Serangkaian baja bantalan bola
diameter yang berbeda biasanya digunakan dalam percobaan klasik untuk meningkatkan
akurasi perhitungan. Percobaan sekolah menggunakan gliserin sebagai fluida, dan teknik
ini digunakan dalam industri untuk memeriksa viskositas cairan yang digunakan dalam
proses.
Ini mencakup banyak minyak yang berbeda, dan polimer cairan seperti solusi.Pada
tahun 1851, George Gabriel Stokes diturunkan ekspresi untuk gaya gesekan (juga
disebut gaya

drag )

diberikan

pada

benda

bulat

dengan

sangat

kecilangka

Reynolds (misalnya, sangat partikel kecil) secara kontinu kental fluida dengan mengubah
batas cairan-massa kecil umumnya diselesaikan persamaan Navier-Stokes :
.....................................(2.1)
di mana:

adalah gaya gesekan,

adalah jari-jari objek bulat,

adalah viskositas fluida, dan

adalah kecepatan partikel.

Jika partikel yang jatuh dalam cairan kental berat mereka sendiri, maka kecepatan
terminal, juga dikenal sebagai kecepatan pengendapan, tercapai ketika gaya gesekan ini
dikombinasikan dengan gaya apung persis menyeimbangkan gaya gravitasi . The menetap
kecepatan yang dihasilkan (atau kecepatan terminal ) diberikan oleh:

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

...............................(2.2)
di mana:

V s adalah menetap kecepatan partikel '(m / s) (vertikal ke bawah jika


Ke atas jika

),

adalah radius Stokes partikel (m),

g adalah percepatan gravitasi (m / s 2),

p adalah densitas partikel (kg / m 3),

f adalah densitas fluida (kg / m 3), dan

adalah (dinamis) cairan viskositas (Pa s).

Perhatikan bahwa Stokes aliran diasumsikan, sehingga bilangan Reynolds harus kecil.
Sebuah faktor pembatas pada validitas hasil ini adalah kekasaran dari lingkup yang
digunakan.Hal ini dapat lebih ditingkatkan dengan menggunakan plat V dipatenkan yang
meningkatkan jumlah rotasi untuk menjaga jarak perjalanan, yang memungkinkan
perangkat yang lebih kecil lebih portabel. Jenis perangkat ini juga cocok untuk kapal
digunakan.
http://en.wikipedia.org/wiki/Viscometer
Viskometer adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur viskositas atau kekentalan
suatu larutan. Kebanyakan viscometer mengukur kecepatan dari suatu cairan mengalir
melalui pipa gelas (gelaskapiler), bila cairan itu mengalir cepat maka viskositas cairan itu
rendah (misalnya cair) dan bila cairan itu mengalir lambat maka dikatakan viskositasnya
tinggi (misalnyamadu).Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang
melalui tabung berbentuk silinder. Ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan
dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas.
Viskometer ostwald

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

Gambar 2.2. Viskometer Ostwald

Viskometer Ostwald yaitu dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan bagi
cairan dalam melewati 2 tanda ketika mengalir karena gravitasi melalui viskometer
Ostwald.

Untuk mengkalibrasi viskometer Ostwald adalah dengan air yang sudah diketahui
tingkat viskositasnya.

Cara penggunaannya adalah :


1. pergunakan viskometer yang sudah bersih.
2.Pipetkan cairan ke dalam viskometer dengan menggunakan pipet.
3. Lalu hisap cairan dengan menggunakan pushball sampai melewati 2 batas.
4. Siapkan stopwatch , kendurkan cairan sampai batas pertama lalu mulai penghitungan.
5. Catat hasil, Dan lakukan penghitungan dengan rumus.
6. Usahakan saat melakukan penghitungan kita menggenggam di lengan yang tidak berisi
cairan.
Alat ukur kekentalan getaran tanggal kembali ke instrumen Bendix tahun 1950, yang
merupakan kelas yang beroperasi dengan mengukur redaman osilasi elektromekanis
resonator dibenamkan dalam fluida yang viskositas akan ditentukan. Resonator umumnya
berosilasi pada torsi atau melintang (sebagai balok kantilever atau garpu tala).
BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan dan Komponen
3.1.1 Peralatan
1. Viskosimeter

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menghitung karakteristik dari fluida.
Neraca
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mengukur massa sampel.
Stopwatch
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mengukur waktu.
Thermometer
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mengukur suhu.
Beaker glass
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mengukur sampel.
Bola besi
Berfungsi sebagai bola yang dijatuhkan kedalam cairan sampel.
Brus tabung
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk membersihkan beaker glass.
Kotak pemanas
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk memanaskan temperatur.

3.1.1. Bahan
1. Medistran
Fungsi : Berfungsi sebagai sampel percobaan
2. Es-batu
Sebagai pendingin temperatur di kotak pemanas.

3.2 Prosedur Percobaan


1. Disiapkan peralatan dan bahan yang digunakan.
2. Dibersihkan peralatan.
3. Dirangkai semua peralatan dengan baik.
4. Ditimbang beaker glass yang kosong dengan meggunakan neraca analitik.
5. Dituang 100 ml medistran ke dalam beaker glass.
6. Di timbang beaker glass dan medistran.
7. Di buka tabung viskositas dan karet gelasnya.
8. Dimasukkan bola besi ke dalam tabung kecil viskosimeter.
9. Diisi air bersih pada tangki pemanas.
10. Diisi pipa kapiler pada tabung viscosimeter dengan bahan yang telah ditentukan.
11. Dihubungkan tangki pemanas dengan tabung viskosimeter lalu dihubungkan dengan
arus PLN.
12. Diatur kontrol temperatur pada derajat tertentu untuk memanaskan air.
13. Diatur suhu pada tangki pemanas sebesar 30 oC.
14. Diputar tabung viscosimeter sebanyak 4 kali ke kiri dan ke kanan bersamaan dengan
stopwatch dihidupkan.

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
15. Dicatat waktu pada stopwatch saat bola berada didasar (di bawah ) tabung
viskosimeter.
16. Diulangi percobaan sebanyak 4 kali untuk memperoleh t1,t2,t3, dan t4 pada suhu 35 C,
45 C dan 55 C
17. Dicatat hasilnya pada kertas data.

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Data Percobaan

Sampel

Suhu (T)

t1 (s)

t2 (s)

t3 (s)

t4 (s)

trata-rata (s)

Tkamar 30

6,72

6,38

6,60

6,37

6,5175

Sampel 1

35

4,87

4,78

4,60

4,69

4,735

Medistran

45

2,94

2,56

2,94

2,75

2,80

55

1,90

1,78

1,94

1,75

1,85

(kgm-3)

808

Massa Beaker Glass = 65,9 g

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
Mbeaker glass + Cairan = 146,7 g
Mcairan = 146,7 g 65,9 g = 80,8 g
m
v

Massa jenis () =
3

=
2

K = 1,2745 x 10 m
benda(bola)

80,8 x 103 kg
100 . 106 m3

/ s

= 808 kg m-3

3
= 7743 kg/ m

Medan, 18 Juni 2014


Asisten,

Praktikan,

WIDYA SUSANTI

FAHRIZAL AHMAD

4.2 Analisa Data


sampel
1. Menetukan viskositas m
3

K = 1,2745 x 10 m
(bola)
=t(

= 7743 kg/ m

/ s

benda(bola)cair k

Sampel Medistran

medistran

= 808 kg m-3

t ( ratarata1) =
1 = t (

6,5175 s

(bola) cair k
3

= 6,5175 s (7743 kg/ m 808 kg/ m 1,2745 x 10 m


3

= 57605,95 x 10 kg m s
t ( ratarata2 )=

4,735 s

/ s

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
(bola) cair k

2 = t (

3
3
3 2
2
= 4,735 s (7743 kg/ m 808 kg/ m 1,2745 x 10 m / s
3
1
= 41851,007 x 10 kg m s

t ( ratarata3 )=
3 = t (

2,80 s

(bola) cair k

3
3
3 2
2
= 2,80 s (7743 kg/ m 808 kg/ m 1,2745 x 10 m / s
3
1
= 24748,22 x 10 kg m s

t ( ratarata4 )=
4 = t (

1,85 s

(bola) cair k

3
3
3 2
2
= 1,85 s (7743 kg/ m 808 kg/ m 1,2745 x 10 m / s
3
1
= 16351,50 x 10 kg m s

2. Menentukan V relatif
2

2R
( ) g , dimana R = 0,00714
g b c

V=

Sampel Medistran
3
1
1 = 57605,95 x 10 kg m s
2

V1 =

2R
( ) g
g1 b c

V1 =

2(0,00714)2
(7743 kg/m3808 kg /m3)10 m / s 2
2
3
1
(10 m/s ) 57605,95 x 10 kg m s

= 0,012 m/s
3
1
2 = 41851,007 x 10 kg m s

V2 =

2 R2
( )g
g2 b c

V2 =

2(0,00714)2
(7743 kg /m3 808 kg /m3 )10
2
3
1
(10 m/s ) 41851,007 x 10 kg m s

= 0,016 m/s

m/ s

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1
3

3 = 24748,22 x 10 kg m s
V3 =

2 R2
( ) g
g3 b c

V3 =

2(0,00714)
(7743 kg/m3808 kg /m3 )10 m / s 2
2
3
1
(10 m/s ) 24748,22 x 10 kg m s

= 0,028 m/s
3
1
4 = 16351,50 x 10 kg m s
2

V4 =

2R
( )g
g4 b c

V4 =

2(0,00714)2
(7743 kg/m3808 kg /m3)10 m / s 2
2
3
1
(10 m/s ) 16351,50 x 10 kg m s

= 0,043 m/s
3. Gaya Gesek
Fv = 6 R V
Sampel Medistran
Fv1 = 6 R V11

3
1
= 6(3,14)( 0,00714 0,012 m/s)( 57605,95 x 10 kg m s )
3

= 92,976 x 10 N
Fv2 = 6 R V22

3
1
= 6(3,14)( 0,00714 0,016 m/s)( 41851,007 x 10 kg m s )
3

= 90,063 x 10 N
Fv3 = 6 R V33

3
1
= 6(3,14)( 0,00714 0,028 m/s)( 24748,22 x 10 kg m s )
3
= 93,202 x 10 N

Fv4 = 6 R V44

3
1
= 6(3,14)( 0,00714 0,043 m/s)( 16351,50 x 10 kg m s )
3
= 94,568 x 10 N

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

4.3 Gambar percobaan

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat diambil beberapa kesimpulkan bahwa:
1. Dari hasil percobaan yang didapat, dapat diketahui bahwa kekentalan cairan dari
sampel medistran yang didapat yaitu 35139,17 x

103 kg m1 s . Terdapat faktor-

faktor yang mempengaruhi viskositas yaitu tekanan, temperatur, kehadiran zat lain,
ukuran dan berat molekul, bentuk molekul, kekuatan antar molekul, dan konsentrasi.
2. Dari hasil percobaan, maka dapat diketahui pengaruh suhu terhadap kekentalan suatu
cairan yaitu semakin tinggi suhu yang diberikan pada suatu cairan maka semakin
berkurang kekentalan cairan tersebut, dan sebaliknya. Semakin rendah suhu maka nilai
kekentalan suatu cairan akan menjadi besar.
3. Dari hasil percobaan, maka dapat diketahui pengaruh kekentalan terhadap kecepatan
yaitu semakin besar nilai kekentalan suatu cairan maka kecepatan dari zat alir tersebut
akan semakin berkurang, dan sebaliknya. Semakin kecil nilai, kekentalan suatu cairan
maka kecepatan dari zat alir tersebut akan semakin bertambah.
5.2 Saran
1. Sebaiknya praktikan lebih teliti saat melihat waktu pada stopwatch.
2. Sebaiknya praktikan lebih teliti saat melihat skala suhu pada termometer.
3. Sebaiknya praktikan lebih berhati-hati saat membalikkan tabung viskositas.

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

DAFTAR PUSTAKA
Soedojo, Dr. 1990. Fisika Dasar. Yogyakarta : ANDI
Halaman : 10 - 12
http://kimiadisekitarkita.wordpress.com/2013/06/09/viskositas/
Diakses pada : 17 Juni 2014
Pukul : 10.00 WIB
http://wiwitwidya27p.blogspot.com/2013/05/contoh-makalah-fisika-viskositas-teknik.html
Diakses pada : 17 Juni 2014
Pukul : 10.13 WIB

Medan, 18 Juni 2014


Asisten,

Praktikan,

Laboratorium Fisika Gelombang


Departemen Fisika
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara
Jl Bioteknologi No.1

WIDYA SUSANTI

FAHRIZAL AHMAD