Anda di halaman 1dari 4

1.

JANA KERTI
Jana Kerti berarti upaya untuk menegakkan kesucian atau
keseimbangan diri kita sendiri.

Secara sekala Jana Kerti kita laksanakan dengan catur sadhana :


pikiran yang bebas dari dualitas, welas asih dan kebaikan tidak terbatas
kepada semua mahluk, pikiran yang bebas dari Sad Ripu [enam
kegelapan bathin] dan dengan melaksanakan svadharma [tugas-tugas
kehidupan kita]. Lalu catur sadhana ini kita perkuat dengan berbagai
jalan yoga, seperti meditasi, sembahyang, dll.
Secara niskala Jana Kerti kita laksanakan dengan melaksanakan
Manusa Yadnya, misalnya dengan upakara nyambutin guna
menyambut bayi yang baru lahir, upakara nelu bulanin untuk bayi yang
baru berumur 105 hari, dengan melaksanakan otonan, melukat
[ruwatan], dll. Tujuannya adalah menguatkan vibrasi energi positif pada
diri kita sebagai manusia.
2. JAGAT KERTI
Jagat Kerti berarti upaya untuk menjaga kesucian atau keharmonisan
hubungan antara semua mahluk.

Secara sekala Jagat Kerti kita laksanakan dengan toleransi, saling


menghormati, saling menolong dan menjaga keharmonisan hubungan
sosial. Termasuk juga dengan menjaga habitat asli hewan-hewan liar,
tidak mengganggu tempat-tempat yang tenget [angker], dll. Kita mulai
dari lingkup paling kecil, yaitu keluarga dan rumah kita sendiri dahulu.
Lalu kita luaskan menjadi tetangga dan lingkungan, kantor dan tempat
kerja, dst-nya semakin meluas.

Secara niskala Jagat Kerti kita laksanakan dengan melaksanakan Bhuta


Yadnya, yaitu yadnya yang diselenggarakan bagi sarwa bhuta, yaitu
mahluk-mahluk niskala alam bawah, hewan, tumbuh-tumbuhan serta
unsur-unsur alam raya beserta dinamika kekuatannya. Misalnya dengan
menghaturkan segehan, mecaru, dll. Untuk menyomiakan kekuatankekuatan kegelapan sehingga menjadi damai dan harmonis.
3. SAMUDRA KERTI
Samudera Kerti berarti upaya untuk menjaga kesucian atau kelestarian
pantai dan lautan.

Secara sekala Samudera Kerti kita laksanakan dengan menjaga


kebersihan-kelestarian pantai dan laut, serta berbagai sumber-sumber
alam yang ada didalamnya. Karena lautan memegang peranan yang
penting pada kehidupan di bumi ini.
Secara niskala Samudera Kerti kita laksanakan dengan melaksanakan
berbagai upakara yang terkait dengan pembersihan-penyucian lautan
secara niskala, serta melestarikan pura-pura segara. Tujuannya adalah
menjaga vibrasi energi positif pada samudera.
4. WANA KERTI
Wana Kerti berarti upaya untuk menjaga kesucian atau kelestarian hutan
dan pegunungan.

Dalam tata ruang kosmik Hindu ada tiga jenis hutan, yaitu : Maha
Wana [hutan rimba yang masih asli dan belum tersentuh manusia], Tapa
Wana [hutan suci tempat dimana para yogi membuat pusat pertapaan
atau pesraman] dan Sri Wana [kawasan hutan yang dimanfaatkan
sebagai sumber kemakmuran ekonomi].

Secara sekala Wana Kerti kita laksanakan dengan menghormati,


menjaga kelestarian dan kealamian hutan-hutan dan gunung. Agar tidak
rusak atau habis oleh perilaku yang serakah dan tidak terpuji yang
mengeksploitasi hutan-hutan dan gunung, sebagai penjaga
keseimbangan alam dan kehidupan.
Secara niskala Wana Kerti kita laksanakan dengan melaksanakan
berbagai upakara yang terkait dengan menjaga kelestarian hutan dan
pegunungan secara niskala, serta melestarikan pura-pura gunung dan
alas angker [hutan lindung]. Tujuannya adalah menjaga vibrasi energi
positif pada hutan-hutan dan gunung.
5. DANU KERTI
Danu Kerti berarti upaya untuk menjaga kesucian atau kelestarian
sumber-sumber air tawar seperti danau, berbagai sumber mata air dan
sungai.

Dalam tata ruang kosmik Hindu, danau adalah pusat sumber mata air
tawar. Dari resapan danau permukaan dan danau bawah tanah,
muncullah sumber-sumber mata air, yang lalu mengalir menjadi sungaisungai.
Secara sekala Danu Kerti kita laksanakan dengan menghormati,
menjaga kelestarian dan kealamian sumber-sumber air tawar seperti
danau, berbagai sumber mata air dan sungai. Agar tidak rusak atau
tercemar perilaku yang tidak terpuji pada sumber-sumber air tawar
sebagai salah satu unsur alam yang paling menentukan kehidupan di
bumi ini.
Secara niskala Danu Kerti kita laksanakan dengan melaksanakan
berbagai upakara yang terkait dengan menjaga kesucian-kelestarian

sumber-sumber air tawar secara niskala, serta melestarikan pura-pura


beji dan ulun danu. Tujuannya adalah menjaga vibrasi energi positif
pada sumber-sumber air tawar.
6. ATMA KERTI
Atma Kerti berarti upaya untuk menegakkan kesucian jiwa-jiwa yang
telah meninggalkan dunia material ini.