Anda di halaman 1dari 7

BALOK SKDN

POSYANDU DAHLIA I BINAAN PUSKESMAS


KELURAHAN KUNINGAN BARAT

Disusun oleh:
Farida Apriani (030.07.089)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN


MASYARAKAT
PUSKESMAS KELURAHAN KUNINGAN BARAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
PERIODE 27 OKTOBER 2014 10 JANUARI 2015
JAKARTA

Tabel 1. Data Penimbangan


DATA
S

POSYANDU
Jumlah seluruh balita di

DESA
Jumlah seluruh balita di

wilayah posyandu
Jumlah balita yang

posyandu desa
Jumlah
balita

yang

memiliki KMS pada

memiliki

pada

bulan ini di wilayah

bulan ini di desa

kerja posyandu
Jumlah
bayi

yang

Rekapitulasi jumlah balita

ditimbang bulan ini di

yang ditimbang bulan ini

wilayah kerja posyandu

dari seluruh posyandu di

Balita yang ditimbang

desa
Rekapitulasi jumlah balita

2 bulan berturut-turut

yang

dan

garis

seluruh posyandu di desa

pertumbuhannya

pada

N/T

KMS

atau

dari

KMS naik (N) atau


BGM

tidak naik (T)


Balita yang

Bbnya

Rekapitulasi jumlah anak

dibawah garis merah

BGM

dari

seluruh

pada KMS
Bayi
yang

tidak

posyandu di desa
Rekapitulasi jumlah balita

ditimbang

bulan

tidak

ditimbang

bulan

sebelumnya

sebelumnya dari seluruh

Anak

baru

posyandu di desa
Rekapitulasi jumlah balita

pertama kali ditimbang

yang baru pertama kali

bulan ini

ditimbang bulan ini dari

yang

seluruh posyandu di desa

A. Jenis Data
1. Jumlah balita (S) yang ada di wilayah kelurahan Kuningan Barat
2. Jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju Sehat (K)
3. Jumlah balita yang datang ditimbang (D) pada bulan penimbangan
1

4. Jumlah balita yang naik berat badannya (N) pada bulan penimbangan
5. Jumlah anak balita Bawah Garis Merah (BGM)
B. Sumber Data
Data diperoleh dari hasil pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan di
posyandu yang ada di wilayah binaan Puskesmas Kelurahan Kuningan Barat.
C. Periode Waktu
1. Setiap bulan dikumpulkan melalui Posyandu (2014)
2. Setiap hari, untuk kasus BGM yang datang ke petugas kesehatan
(bidan desa) dan ke pelayanan kesehatan di kelurahan Kuningan Barat
D. Pengolahan
Dalam Pengolahan penghitungan N dan D harus benar. Misalnya seorang
anak setelah ditimbang mengalami kenaikan berat badan 0,1 kg, ketika data berat
badan tersebut dipindahkan ke KMS ternyata tidak naik mengikuti pita warna,
pada contoh ini anak tidak dikelompokkan sebagai balita yang mengalami
kenaikan BB (lihat buku pemantauan pertumbuhan).
Data SKDN dihitung dalam bentuk jumlah misalnya S,K,D,N atau dalam
bentuk proporsi misalnya N/D, D/S, K/S dan BGM/D untuk masing masing
Posyandu.
Biasanya setelah melakukan kegiatan di Posyandu atau di pos
penimbangan petugas kesehatan dan kader Posyandu (petugas sukarela)
melakukan analisis SKDN. Analisisnya terdiri dari:
1. Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Penimbangan Balita
Yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah balita yang
ada di wilayah kerja Posyandu atau dengan menggunakan rumus (D/S
x 100%), hasilnya minimal harus mencapai 80% , apabila dibawah
80%

maka

dikatakan

partisipasi

masyarakat

untuk

kegiatan

pemantauan pertumbuhan dan perkembangan berat badan sangatlah


rendah. Hal ini akan berakibat pada balita tidak akan terpantau oleh
petugas kesehatan ataupun kader Posyandu dan memungkinkan balita
ini tidak diketahui pertumbuhan berat badannya atau pola pertumbuhan
berat badannya.
2. Tingkat Liputan Program
2

Yaitu jumlah balita yang mempunyai KMS dibagi dengan jumlah


seluruh balita yang ada di wilayah Posyandu atau dengan
menggunakan rumus (K/S x 100%). Hasil yang didapat harus 100%.
Alasannya balita balita yang telah mempunyai KMS telah
mempunyai alat instrumen untuk memantau berat badannya dan data
pelayanan kesehatan lainnya. Apabila tidak digunakan atau tidak dapat
KMS maka pada dasarnya program POSYANDU tersebut mempunyai
liputan yang sangat rendah atau bisa juga dikatakan balita yang
seharusnya mempunyai KMS karena memang mereka (Balita) masih
dalam fase pertumbuhan ini telah kehilangan kesempatan untuk
mendapat pelayanan sebagaimana yang terdapat dalam KMS tersebut.
Khusus untuk Tingkat Kehilangan Kesempatan ini menggunakan
rumus ((S-K)/S x 100%), yaitu jumlah balita yang ada di wilayah
Posyandu dikurangi jumlah balita yang mempunyai KMS, hasilnya
dibagi dengan jumlah balita di wilayah posyandu tersebut, semakin
tinggi Presentasi Kehilangan Kesempatan, maka semakin rendah
kemauan orang tua balita untuk dapat memanfaatkan KMS. Padahal
KMS sangat baik untuk memantau pertumbuhan berat badan balita
atau juga pola pertumbuhan berat badan balita.
3. Indikator lainnya
Adalah (N/D x 100%) yaitu jumlah balita yang naik berat badannya
dibandingkan dengan jumlah seluruh balita yang ditimbang. Sebaiknya
semua balita yang ditimbang harus mengalami peningkatan berat
badannya.
4. Indikator Lainnya dalam SKDN adalah indikator Drop-Out, yaitu
balita yang sudah mempunyai KMS dan pernah datang menimbang
berat badannya tetapi kemudian tidak pernah datang lagi di Posyandu
untuk selalu mendapatkan pelayanan kesehatan. Rumusnya yaitu
jumlah balita yang telah mendapatkan KMS dikurangi dengan jumlah
balita yang ditimbang, dan hasilnya dibagi dengan balita yang
mempunyai KMS ((K-D)/K x 100%)
5. Indikator lainnya dalam SKDN adalah indikator perbandingan anatara
jumlah balita yang status gizinya berada di Bawah Garis Merah
3

(BGM) dibagi dengan banyaknya jumlah balita yang ditimbang pada


bulan penimbangan (D). Rumusnya adalah (BGM/D x 100%).
E. Penyajian
1. Penyajian dalam bentuk tabel dan grafik
2. Di tingkat desa dapat ditampilkan tabel SKDN dan tabel proporsi D/S,
N/D, K/S dan BGM/D menurut Posyandu pada grafik 1 dan 2

Tabel 2. SKDN Posyandu Bougenville I Binaan Puskesmas Kelurahan


Kuningan Barat Periode Agustus 2014 Oktober 2014
Agustus 2014
S
K
D
124 124 79

N
41

September 2014
BGM S
K
D
0
130 130 80

N
22

Oktober 2014
BGM S
K
D
0
117
117
82

N
36

BGM
0

Agustus

Septemb
er

Oktober

Tabel 3. Proporsi D/S, N/D, K/S, BMG/D, (K-D)/K wilayah Posyandu


Bougenville II binaan Puskesmas Kelurahan Kuningan Barat
pada bulan Agustus 2014 Oktober 2014.
Rumus
D/S (%)
N/D (%)
K/S (%)
D/K (%)
BGM/D (%)
(K-D)/K (%)

Agustus
63.70
51.89
100
63.70
0
36.29

September
61.53
27.5
100
61.53
0
38.46

Oktober
70.08
43.90
100
70.08
0
29.91

GRAFIK PENCAPAIAN PROGRAM SKDN

Agustus

Septembe
r

Oktober