Anda di halaman 1dari 5

SMF/Lab Obstetri dan Ginekologi

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman

Tugas Klinik

HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (HCG)

Disusun oleh:
Achmad Aidil Tazakka
Adelia Listiana Dewi
Anindhyta Audie Dhea Amanda
Denik Pusvita Mayasari
Encik Azizannury Mahfud
Gandi Mahardika Mukti
Guruh Satriya
Pembimbing:
dr. Erwin Ginting, Sp.OG

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan


Klinik
SMF/Lab Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
RSUD A.W. Sjahranie Samarinda
26 Januari, 2015
1

Bersamaan dengan berkembangnya sel-sel trofoblas dari sebuah ovum


yang baru dibuahi, hormon HCG disekresi oleh sel-sel sinsitiotrofoblas ke dalam
cairan ibu. Sekresi hormon ini dapat diukur pertama kali dalam darah pada hari ke
8-9 setelah ovulasi, segera setelah blastokista berimplantasi di endometrium.
Kemudian kecepatan sekresi meningkat dengan cepat dan mencapai maksimun
pada hari ke 10-12 kehamilan dan menurun kembali sampai kadar yang lebih
rendah menjelang 16-20 minggu. Sekresi terus berlanjut pada kadar ini selama
sisa masa kehamilan.
HCG disekresikan oleh sel sinsitiotrofoblas, suatu bagian dari plasenta,
yang distimulasi oleh GnRH dari sitotrofoblas. HCG bisa dideteksi di plasma
maternal dan urin dalam waktu 9 hari setelah konsepsi. Deteksi HCG adalah tes
yang spesifik dan paling sering digunakan untuk mendeteksi adanya kehamilan.
Beberapa tumor ganas juga memproduksi hormon ini.
HCG merupakan suatu glikoprotein yang terdiri dari 237 asam amino
dengan massa molekul 25,7 kDa. Subunit HCG memiliki 92 asam amino
sedangkan subunit HCG terdiri dari 145 asam amino. Subunit- identik dengan
TSH, LH dan FSH, sedangkan subunit- merupakan suatu struktur unik HCG.
Setelah janin dilahirkan HCG akan menghilang dengan paruh waktu 12-24 jam
dari plasma maternal.
Fungsi HCG
HCG merupakan suatu glikoprotein yang berfungsi untuk mencegah
involusi korpus luteum pada akhir siklus bulanan wanita. Selanjutnya hormon ini
akan menyebabkan korpus luteum menyekresi lebih banyak lagi hormon-hormon
kehamilan yaitu progesteron dan estrogen untuk beberapa bulan berikutnya yang
akhirnya akan mencegah terjadinya menstruasi dan menyebabkan endometrium
terus tumbuh dan menyimpan nutrisi dalam jumlah besar dan tidak dibuang
menjadi darah menstruasi.
Hal-hal diatas menyebabkan sel-sel yang menyerupai sel desidua yang
berkembang dalam endometrium selama siklus menstruasi wanita normal berubah

menjadi sel-sel desidua yang sesungguhnya, yang sangat membengkak dan


banyak mengandung nutrisi pada saat blastokista berimplantasi.
Akibat pengaruh HCG ini, korpus luteum di ovarium ibu tumbuh menjadi
kira-kira dua kali dari ukuran sebelumnya menjelang satu bulan atau lebih setelah
kehamilan dimulai, dan estrogen serta progesteron yang terus menerus disekresi
akan mempertahankan sifat asli desidua endometrium uterus, yang diperlukan
untuk perkembangan awal fetus.
Korpus luteum akan berinvolusi dengan lambat setelah minggu ke 14-17
kehamilan. Setelah melewati waktu itu plasenta sendiri akan menyekresikan
sejumlah progesteron dan estrogen yang cukup untuk mempertahankan kehamilan
selama sisa periode kehamilan.
Kadar HCG normal pada kehamilan yaitu:
Minggu setelah
HPHT

mIU/mL

5 50

5 426

18 7,340

1,080 56,500

78

7,650 229,000

9 12

25,700 288,000

13 16

13,300 254,000

17 24

4,060 165,400

25 40

3,640 117,000

Wanita tidak hamil

<5.0

Wanita post
menopause

<9.5

HCG juga menimbulkan efek perangsang produksi DHEA oleh kelenjar


adrenal fetus dan produksi testosterone oleh sel-sel interstisial (sel Leydig) oleh
testis fetus pria. Sekresi testosteron dalam jumlah sedikit ini selama kehamilan
merupakan faktor yang menyebabkan tumbuhnya organ-organ kelamin pria dan
bukan organ kelamin wanita.

HCG juga menstimulasi produksi hormon relaksin yang menyebabkan


pelunakan serviks dan melemaskan jalan lahir dengan melonggarkan jaringan ikat
antara tulang-tulang panggul. Fungsi lain HCG adalah menghambat sekresi LH
maternal oleh kelenjar hipofisis. Selain itu struktur HCG juga mirip dengan TSH
sehingga pada ibu hamil sering ditemukan aktivitas kelenjar tiroid yang dapat
menginduksi terjadinya hipertiroidisme.
Reseptor HCG dapat ditemukan di endometrium dan miometrium. HCG
dapat menghambat kontraksi miometrium yang disebabkan oleh oksitosin.
Progesteron juga membantu agar miometrium tidak berkontraksi terlalu kuat.
Peran HCG penting pada masa awal kehamilan.