Anda di halaman 1dari 1

Pesan Untuk Hati

Terbesit lagi rasa di dalam hati.


Kutanya hati bagaimana rasa.
Ternyata hati diam dan bersembunyi
Di balik tirai kegalauan prinsip.
Bagaimana mungkin mengambil rasai lain.
Bila hati telah mempunyai rasa.
Tapi, hati bersikeras untuk mengambil rasa,
Gemulai berdiri menyerbakkan wewangian.
Berdiri prinsip di depan hati, kemudian menasehatinya
Cukuplah satu rasa di hatimu selamanya!
Yogyakarta, 24 Juni 2011