Anda di halaman 1dari 2

A.

Klasifikasi Plasenta Previa


Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu plasenta berimplantasi
pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan
lahir (ostium uteri internum). Pada keadaan normal plasenta terletak dibagian atas uterus.5,6,7,8
Klasifikasi plasenta previa didasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui
pembukaan jalan lahir waktu tertentu. Disebut plasenta previa totalis apabila seluruh
pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta; plasenta previa parsialis apabila sebagian
pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta; dan plasenta previa marginalis apabila pinggir
plasenta berada tepat pada pinggir pembukaa. Plasenta yang letaknya abnormal pada segmen
bawah uterus, akan tetapi belum sampai menutupi pembukaan jalan lahir, disebut plasenta
letak rendah. Klasifikasi ini tidak didasarkan pada keadaan anatomic melainkan fisiologic,
maka klasifikasinya berubah setiap waktu. 5,6
Menurut de Snoo, berdasarkan pada pembukaan 4-5 cm :5
1. Plasenta previa sentralis (totalis), bila pada pembukaan 4-5 cm teraba plasenta
menutupi seluruh ostium.
2. Plasenta previa lateralis, bila pada pembukaan 4-5 cm sebagian pembukaan ditutupi
oleh plasenta, dibagi 2 :
-

Plasenta previa lateralis posterior : bila sebagian menutupi ostium bagian


belakang

Plasenta previa lateralis anterior : bila menutupi ostium bagian depan.

Plasenta previa marginalis : bila sebagian kecil atau hanya pinggir ostium
yang ditutupi plasenta.

Menurut Browne : 5
1. Tingkat I = Lateral placenta previa :
Pinggir bawah Plasenta Berinsersi sampai ke segmen bawah rahim, namun tidak
sampai ke pinggir bawah pembukaan.
2. Tingkat 2 = Marginal placenta previa :
Placenta mencapai pinggir pembukaan (ostium).
3. Tingkat 3 = Complete placenta previa :
Placenta Menutupi osteum waktu tertutup, dan tidak menutupi bila pembukaan
hamper lengkap.
4. Tingkat 4 = Central placenta previa :
Placenta menutupi seluruhnya pada pembukaan hampir lengkap.

Literature Negara Barat melaporkan frekuensi plasenta previa kira-kira 0,3-0,6%. Di


negara-negara berkembang berkisar antara 1-2,4%. Menurut jenisnya, Eastman Melaporkan
Plasenta previa sentralis 20%, lateralis 30%, dan letak rendah 50%. 5 Frekuensi Placenta
previa terjadi pada kira-kira 1 diantara 200 persalinan. Di Rumah Sakit Dr. Cipto
Mangunkusumo, antara tahun 1971-1975, terjadi 37 kasus plasenta previa di antara 4781
persalinanan yang terdaftar, Atau kira-kira 1 diantara 125 persalinan terdaftar.6
Etiologi dari plasenta previa belum diketahui pasti. Beberapa teori blastokista
implantasi di SBR: 7
1. Teori jatuh ke bawah ( falling down)
2. Teori menetapnya aktivitas korionik
3. Plasenta dengan permukaan yang meluas
4. Teori vaskularisasi desidua yang tidak memadai
Frekuensi plasenta previa meningkat pada grande multipara, primigravida tua,
hipoplasia endometrium, bekas seksio sesaria, bekas kuretase dan manual plasenta, korpus
luteum bereaksi lambat, tumor-tumor dan juga malnutrisi .6, 7
Gambaran klinik dari plasenta previa yaitu perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa
nyeri yang merupakan gejala utama dan pertama. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita
tidur atau bekerja biasa. Perdarahan yang terjadi karena berhubungan dengan terbentuknya
SBR perdarahan tidak dapat di cegah, akan terjadi berulang walaupun tanpa sebab, tanpa
rasa nyeri, jumlah bertambah. Perdarahan berasal dari sirkulasi maternal, warna merah segar,
Berhenti melalui tiga mekanisme: proses pembekuan, penekanan mekanis oleh presentasi
janin, infark plasenta.9,11
Penatalaksanaan dari plasenta previa yaitu ekspektatif atau pasif, aktif apabila
keadaan umum ibu tidak baik, umur kehamilan > 37 minggu atau berat janin 2500 gram.
Penanganan plasenta previa totalis yaitu dengan seksio sesaria. Tindakan seksio sesaria juga
di lakukan pada semua plasenta previa lateralis posterior, semua plasenta previa dengan
perdarahan yang banyak dan tidak berhenti dengan tindakan tindakan yang ada.10,11

Anda mungkin juga menyukai