Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di dalam bursa saham, dikenal adanya kontrak opsi sebagai sarana alternatif
dalam berinvestasi. Kontrak opsi atau opsi didasarkan pada suatu perjanjian untuk
membeli atau menjual saham pada suatu tingkat harga dan periode waktu tertentu.
Opsi dapat digunakan untuk menentukan besarnya keuntungan yang ingin dicapai
maupun meminimalkan tingkat kerugian. Penggunaan hak untuk menjual atau membeli saham dalam kontrak opsi dikatakan sebagai tindakan eksekusi.
Berdasarkan waktu eksekusinya, kontrak opsi dibedakan atas opsi Amerika
yakni kontrak opsi yang dapat dieksekusi kapanpun antara tanggal pembelian sampai
dengan tanggal jatuh tempo (expiration date) dan opsi Eropa yakni opsi yang hanya
dapat dieksekusi pada saat tanggal jatuh tempo. Harga opsi Eropa dapat ditentukan
dengan menggunakan formula Black-Scholes yang merupakan solusi analitik dari
persamaan Black-Scholes, namun untuk opsi Amerika belum terdapat solusi analitik,
sehingga penelitian-penelitian yang selama ini dilakukan untuk menentukan harga
opsi Amerika adalah menggunakan pendekatan numerik (Syazali, 2011).
Beberapa penelitian yang menggunakan pendekatan numerik, antara lain dilakukan oleh Han dkk. (2009) yang memanfaatkan sebuah kernel Novel berbasis
simulasi algoritma Monte Carlo. Cvetanoska dan Stojanovski (2012) menggunakan
High Performance Computing (HPC) untuk menetapkan harga opsi Amerika.
Bila ditinjau dari jenis hak yang diberikan kepada option holder, ada dua jenis opsi, yaitu opsi call (call option) dan opsi put (put option). Opsi call memberi
hak kepada option holder untuk membeli sejumlah tertentu optioned stock pada (atau
sebelum) expiration date dan dengan exercise price tertentu. Di lain phak, opsi put
memberi hak kepada option holder untuk menjual sejumlah tertentu optioned stock,
dengan excercise price dan pada (atau sebelum) expiration date tertentu. Huang dkk
(1996) menyatakan bahwa penghitungan nilai put opsi dengan menggunakan metode
rekursive akan lebih efektif dan akurat. Syazali (2011) menggunakan simulasi Monte
Carlo untuk menentukan harga opsi put Amerika, dan diperoleh informasi: semakin
tinggi harga saham awal maka harga opsi semakin rendah, semakin tinggi suku bunga
maka harga opsi semakin rendah, semakin lama waktu jatuh tempo maka harga opsi

semakin tinggi, semakin tinggi nilai volatilitas saham, maka harga opsi akan semakin
tinggi, semakin tinggi harga eksekusi maka harga opsi akan semakin tinggi.
Semakin banyak simulasi yang dilakukan, maka akan didapatkan harga opsi
put Amerika yang semakin konvergen, akan tetapi proses ini memerlukan resource
yang besar dan mahal, sehingga perlu diupayakan adanya resource yang besar dan
murah. Resource yang besar dan murah dapat ciptakan dengan memanfaatkan komputasi parallel ataupun grid. Dibandingkan dengan teknologi parallel tradisional,
komputasi grid memiliki keuntungan yang lebih besar (Xu dan Wu, 2010). Dalam
komputasi parallel, perangkat yang dapat hubungkan harus benar-benar cocok baik
secara fisik maupun konfigurasi sistem, hal ini yang menjadikan mesin-mesin dengan
pendekatan parallel computing cenderung bersifat homogen dan sulit untuk diekspansi. Komputasi Grid (Grid Computing) adalah teknologi yang sedang berkembang
yang memungkinkan pemakaian secara bersama berbagai macam sumber daya yang
tersebar dan dikelola oleh organisasi yang berbeda (Pahlevi, 2008). Sumber daya tersebut meliputi tenaga komputasi, kapasitas penyimpanan data, sensor, jaringan komputer, bandwidth dan lain sebagainya. Pada awalnya, komputasi grid hanya dipakai
oleh komunitas akademi dan peneliti, tetapi sekarang teknologi baru ini sudah merambah sampai ke dunia bisnis karena dapat meningkatkan Return on Invesment (ROI).
Simulasi Monte Carlo dengan menggunakan komputasi grid pernah dilakukan oleh
Doan (2010) yang memanfaatkan sebuah PicsouGrid framwork untuk menghitung
Classification Monte Carlo (CMC).
Berdasarkan uraian di atas, penentuan harga opsi put Amerika menggunakan
metode Monte Carlo dengan memanfaatkan komputasi grid masih belum banyak dilakukan, sehingga dalam penelitian ini akan diekplorasi penentuan harga opsi put
Amerika dengan metode Monte Carlo menggunakan komputasi grid yang dibangun
dengan Globus Toolkit 4.2.1.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini adalah menghitung opsi put Amerika menggunakan Monte
Carlo dan diimplementasikan pada komputasi grid.

1.3 Batasan Masalah


Batasan-batasan permasalahan pada penelitian ini adalah:
1. Metode yang digunakan adalah Monte Carlo.
2. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah C++ dan MPICH-G2.
3. Komputasi grid yang dibangun dengan menggunakan Globus Toolkit 4.2.1,
karena globus versi ini adalah globus versi terakhir yang dilengkapi dengan
globusrun-ws sebagai pendukung program paralel.
4. OS yang digunakan adalah fedora 11.0, karena dilengkapi openSSL 0.9 yang
merupakan prasyarat bagi Globus Toolkit 4.2.1.
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat
digunakan untuk menghitung harga opsi put Amerika dengan metode Monte Carlo
menggunakan komputasi grid.
1.5 Manfaat Penelitian
Dengan simulasi Monte Carlo dapat diramalkan harga saham yang akan terjadi di masa akan datang sehingga dapat diketahui harga opsi put Amerika yang maksimal. Oleh karena itu investor dapat menentukan kira-kira kapan dia akan mengeksekusi
opsi agar mendapatkan keuntungan yang maksimum.
1.6 Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa langkah
sebagai berikut:
1. Melakukan studi kepustakaan terhadap berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Topik-topik yang akan dikaji meliputi: karakteristik opsi
put Amerika, Globus sebagai dasar komputasi grid serta MPICH-G2 yang digunakan sebagai bahasa pemrograman paralel.

2. Merancang program opsi put Amerika dan mengidentifikasi setiap variabel serta parameter-parameter yang terlibat di dalamnya. Sistem dirancang menggunakan
bahasa pemrograman C++ dan MPICH-G2. Bahasa pemrograman yang dipilih
adalah C++, karena C++ dipandang fleksibel untuk aplikasi beorientasi objek,
sedangkan MPICH-G2 dipilih karena memungkinkan algoritma Monte Carlo
dijalankan pada grid.
3. Merancang sistem grid dan melakukan instalasi globus ke dalam setiap komputer yang akan digunakan (komputer server maupun node) serta melakukan
konfigurasi.
4. Menguji aplikasi dengan menjalankankannya pada sistem globus yang telah
dirancang, apakah hasilnya telah sesuai dengan yang diharapkan, pengujian ini
dilakukan dengan modus Command Line Interface.
5. Mengevaluasi hasil pengujian dengan tujuan perbaikan dan peningkatan fungsi
pada penelitian di masa mendatang
1.7 Sistematika Penelitian
Penelitian ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan. Bab ini terdiri dari latar belakang penelitian, perumusan masalah, batasan masalah, keaslian penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi
penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II. Tinjauan Pustaka. Bab ini membahas penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, yang mempunyai keterkaitan dengan penelitian yang dilakukan
baik dalam hal metode dan domain permasalahan.
Bab III. Landasan Teori. Bab ini membahas berbagai teori yang digunakan dalam
pembahasan, antara lain mengenai opsi saham dan metode yang digunakan, komputasi grid, serta teori lain yang berhubungan dengan penelitian.
Bab IV. Analisis dan Perancangan Sistem. Bab ini membahas mengenai gambaran
dari analisis dan rancangan sistem yang pembahasannya meliputi analisa sistem dan
rancangan perangkat lunak.

Bab V. Implementasi. Bab ini membahas implementasi dari rancangan sistem yag
diuraikan pada bab sebelumnya.
Bab VI. Metode Penelitian. Bab ini berisikan langkah-langkah dalam penelitian, meliputi cara menjalankan, pengukuran waktu, dan pengujian aplikasi.
Bab VII. Hasil dan Pembahasan. Bab ini berisikan pemaparan dan membahas hasil penelitian dan implementasi sistem yang telah dirancang.
Bab VIII. Kesimpulan dan Saran. Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran dari
penelitian ini.