Anda di halaman 1dari 20

KIMIA ANORGANIK II

UNSUR ALKALI TANAH

OLEH:
NAMA ANGGOTA KELOMPOK

NIM

KOMANG TRIYANI WIDIASTUTI

1313031049

INDAH SRI WAHYUNINGSIH


I PUTU JUNIA PURWANTO

1313031061
1313031063

SEMESTER : IV/C

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


SINGARAJA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Seringkali kita tidak menyadari bahwa hidup kita tidak lepas dari suatu zat bernama
unsur. Suatu bahan yang jumlahnya sedikit dan tanpa sadar kita konsumsi sehari-hari
merupakan mineral yang sangat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh,
penghubung antar syaraf, kerja jantung, dan pergerakan otot adalah salah satu unsur logam
golongan II A atau lazim disebut alkali tanah yang bernama Kalsium. Pemanfaatan unsur dan
senyawa alkali tanah juga menimbulkan dampak negatif terhadap kelangsungan hidup
manusia dan sekitarnya. Misalnya, Berilium dan garamnya merupakan bahan beracun dan
berpotensi sebagai zat karsinogenik. Untuk itu, kita harus mengenali bagaimana sifat dari
masing-masing unsur dan senyawa tersebut, sehingga dalam memanfaatkannya kita dapat
menghindari dampak negatif yang timbul akibat unsur atau senyawa tersebut. Logam alkali
tanah merupakan unsur-unsur yang terletak pada golongan IIA pada sistem periodik unsur,
yaitu Berilium, Magnesium, Kalsium, Strontium, Barium, dan Radium. Logam alkali tanah
juga dapat membentuk basa, tetapi lebih lemah dibandingkan dengan logam alkali. Logam
alkali tanah sukar larut dalam air. Unsur-unsur golongan II A umumnya mudah ditemukan
dalam tanah berupa senyawa tak larut sehingga dinamakan logam alkali tanah. Makalah ini
akan membahas beberapa kecenderungan sifat dari logam alkali tanah, dan aplikasinya dalam
kehidupan sehari-hari.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah singkat penemuan unsur-unsur alkali tanah?
2. Bagaimana cara-cara isolasi unsur-unsur alkali tanah dari mineral-mineralnya?
3. Bagaimana keberadaaan dan distribusi unsur-unsur alkali tanah dalam persenyawaannya
pada lapisan kerak bumi?
4. Apa kegunaan unsur-unsur alkali tanah?
5. Bagaimana sifat-sifat unsur alkali tanah?
6. Bagaiman sifat-sifat dan reaksi-reaksi senyawa-senyawa dari unsur alkali tanah?
7. Bagaimana cara-cara pembuatan senyawa-senyawa dari unsur alkali tanah?
8. Apa saja kegunaan dari senyawa-senyawa unsur alkali tanah?
C. TUJUAN

1. Menjelaskan sejarah singkat penemuan unsur-unsur alkali tanah.


2. Menjelaskan cara-cara isolasi unsur-unsur alkali tanah dari mineral-mineralnya.
3. Menjelaskan keberadaan dan distribusi unsur-unsur alkali tanah dalam persenyawaannya
pasa lapisan kerak bumi.
4. Menjelaskan penggunaan unsur-unsur alkali tanah.
5. Menjelaskan sifat-sifat unsur-unsur alkali tanah.
6. Menjelaskan sifat-sifat dan reaksi-reaksi senyawa-senyawa dari unsur alkali tanah.
7. Menjelaskan cara-cara pembuatan senyawa dari unsur alkali tanah.
8. Menjelaskan kegunaan dari senyawa-senyawa unsur alkali tanah.

BAB II
PEMBAHASAN

A. MENJELASKAN SEJARAH SINGKAT PENEMUAN UNSUR-UNSUR ALKALI


TANAH.
1.1

Berilium
Nama berilium berasal dari bahasa Yunani beryllos, beril. Berilium pernah
dinamakan glucinium (dari Yunani glykys, manis), karena rasa manis garamnya.
Unsur ini ditemukan oleh Louis Vauquelin dalam tahun 1798 dalam bentuk oksida
dalam beril dan dalam zamrud. Friedrich Whler dan A. A. Bussy masing-masing
berhasil mengasingkan logam pada tahun 1828 dengan mereaksikan kalium
dengan berilium klorida.

1.2

Tanggal Penemuan

: 1798

Penemu

: Fredrich Wohler

Nama Asal

: Dari mineral beryl

Penggunaan

: pesawat ruang angkasa, peluru kendali, pesawat

Simbol

: Be

Atom Nomor

:4

Warna

: abu

Magnesium
Nama magnesium berasal dari bahasa Yunani untuk sebuah daerah di Thessaly
disebut magnesium oksida. Hal ini terkait dengan magnetite dan mangan, yang
juga berasal dari daerah ini, dan diperlukan diferensiasi sebagai zat terpisah.
Magnesium merupakan unsur ketujuh paling berlimpah dalam kerak bumi oleh
massa dan kedelapan oleh molarity. Hal ini ditemukan dalam jumlah besar dari
deposito magnesite, dolomit, dan mineral, dan air mineral, di mana magnesium
ion yang larut. Joseph Black dari England mengenal pasti magnesium sebagai
sejenis unsur pada tahun 1755.
Kemudian pada tahun 1808, Sir Humphrey Davy mengasingkan logam
magnesium secara elektrolisis dari campuran magnesia dan HgO dan berhasil
menemukan unsur magnesium. Sementara A.A.B.Bussy telah juga berhasil
menyediakannya dalam bentuk koheren pada tahun 1831.

1.3

Tanggal Penemuan

: 1808

Penemu

: Sir Humphrey Davy

Nama Asal

: Magnesia (Kota)

Penggunaan

: pesawat, rudal

Diperoleh dari

: air laut

Simbol

: Mg

Atom Nomor

: 12

Warna

: keabu-abuan

Kalsium
(Latin: calx, kapur) Walau kapur telah digunakan oleh orang-orang Romawi di
abad kesatu, logam kalsium belum ditemukan sampai tahun 1808. Setelah
mempelajari Berzelius dan Pontin berhasil mempersiapkan campuran air raksa
dengan kalsium (amalgam) dengan cara mengelektrolisis kapur di dalam air raksa,
Davy berhasil mengisolasi unsur ini walau bukan logam kalsium murni.

1.4

Tanggal penemuan

: 1808

Penemu

: Sir Humphrey Davy

Nama Asal

: Dari kata latin calcis (jeruk nipis)

Penggunaan

: bentuk-bentuk kehidupan untuk tulang dan kerang

Diperoleh Dari

: kapur, batu gamping, marmer. 3,5% dari kerak

Simbol

: Ca

Atom Nomor

: 20

Warna

: Silver

Strontium
Mineral strontianit dinamakan setelah penduduk desa Strontian di desa Skotlandia
menemukannya di sebuah tambang terpencil pada tahun 1787. Adair Crawford
mengenali bahwa mineral tersebut berbeda dengan mineral-mineral barium
lainnya pada tahun 1790. Strontium itu sendiri baru ditemukan pada tahun 1798
oleh Thomas Charles Hope, dan logam strontium berhasil dipisahkan oleh Sir
Humphry Davy pada tahun 1808 menggunakan elektrolisis dan diumumkan
olehnya sendiri pada sebuah acara perkuliahan Royal Society pada tanggal 30
Juni 1808.

1.5

Tanggal penemuan

: 1790

Penemu

: A. Crawford

Nama Asal

: Setelah Strotian (kota Skotlandia)

Penggunaan

: suar, kembang api, warna merah

Diperoleh Dari

: celestite, strontianite

Simbol

: Sr

Atom Nomor

: 38

Warna

: kuning

Barium
Barium (Yunani bary, yang berarti "berat") pertama kali diidentifikasi pada
tahun1774 oleh Carl Scheele dan berhasil diekstraksi pada tahun 1808 oleh Sir
Humphry Davy di Inggris. Oksida barium pertama kali disebut barote, yang mana
kemudian diganti menjadi barita oleh Antoine Lavoisier dari kata barium untuk
menjelaskan sifat logamnya.
Tanggal Penemuan

: 1808

Penemu

: Sir Humphrey Davy

Nama Asal

: Dari kata Yunani barys (berat)

Penggunaan

: Kedokteran aplikasi, antara lain

Diperoleh Dari

: barytine, whiterite

Simbol

: Ba

Atom Nomor

: 56

Warna

: Silver

B. MENJELASKAN CARA-CARA ISOLASI UNSUR-UNSUR ALKALI TANAH


DARI MINERAL-MINERALNYA.
1. Berilium
Berilium dijumpai dalam 30 jenis garam galian berbeda, diantaranya, yang
paling penting adalah bertrandit, beril, krisoberil, dan fenasit.Jenis batu permata
beril berharga akuamarin dan jamrud.Kebanyakan penghasilan logam ini
diselesaikan dengan mengurangkan (kimia) berilium fluorida dengan logam
magnesium.Logam berilium tidak mudah sebelum tahun 1957.

Berilium sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan manusia.


Namun, keberadaan berilium dialam tidak dapat ditemukan dalam bentuk
murninya. Berilium tersebut ditemukan dialam dalam bentuk bersenyawa
sehingga untuk mendapatkannya perlu dilakukan isolasi. Isolasi berilium dapat
dilakukan dengan 2 metode.
1.

Metode Reduksi
Pada metode ini diperlukan berilium dalam bentuk BeF2 yang dapat diperoleh

dengan cara memanaskan beryl dengan Na2SiF6 pada suhu 700-750oC. Setelah itu
dilakukan leaching(ekstraksi cair-padat) terhadap flour dengan air kemudian
dilakukan presipitasi (pengendapan) dengan Ba(OH)2 pada PH 12
Reaksi yang terjadi adalah :
BeF2 + Mg --> MgF2 + Be
2.

Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium juga dapat dilakukan dengan cara elektrolisis

dari lelehan BeCl2yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat
mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. BeCl 2 tidak
dapat menghantarkan listrik karena BeCl2 bukan merupakan larutan elektrolit.
Reaksi yang terjadi adalah :
Katoda : Be2+ + 2e Be
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e2. Magneisum

Metode Reduksi
Untuk mendapatkan magnesium, kita dapat mengekstraksi dari dolomite
[MgCa(CO3)2]. Karen adolomite merupakan salah satu sumber yang dapat
menghasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO
lalu MgO.CaO dipanaskan dengan FeSi sehingga menghasilkan Mg.
Reaksinya:
2[MgO.CaO] + FeSi 2Mg + Ca2SiO4 + Fe

Metode elektrolisis
Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan
mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi yang terjadi :

CaO + H2O Ca2+ + 2OHMg2+ + 2OH- Mg(OH)2


Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2
Mg(OH)2 + 2HCl MgCl2 + 2H2O
Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk
mendapatkan magnesium.
Katode : Mg2+ + 2e- Mg
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e
3. Kalsium

Metode Reduksi
Logam kalsium dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan
mereduksi CaCl2 oleh Na.
Reaksinya:
6CaO + 2Al 3Ca + Ca3Al2O6
CaCl2 + 2Na Ca + 2NaCl

Metode Elektrolisis
Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium. Untuk
mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar
terbentuk senyawa CaCl2, reaksi yang terjadi:
CaCO3 + 2HCl CaCl2 + H2O + CO2
Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agra mendapatkan
kalsium. Reaksi yang terjadi:
Katode : Ca2+ + 2e Ca
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e

4. Strontium

Metode Elektrolisis
logam Stronsium dapat

dibuat

dengan elektrolisisdari

klorida dicampur dengan kalium klorida:


katoda: Sr2+ + 2 e - Sr
anoda :2Cl- Cl2 (g) + 2 e

mencair strontium

Atau dibuat dengan mengurangi strontium oksida dengan aluminium dalam


vakum pada suhu dimana strontium meleleh. Ada tiga alotropi logam Sr, dengan
titik transisi pada 2350C dan 5400C
5. Barium

Metode Elektrolisis
Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh barium. Setelah diproses
menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl 2. Reaksi yang
terjadi:
Katode: Ba2+ + 2e Ba
Anode: 2Cl Cl2 + 2e

Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh
Al. Reaksi yang terjadi:
6BaO + 2Al 3Ba + Ba3Al2O6

C. MENJELASKAN

KEBERADAAAN

DAN

DISTRIBUSI

UNSUR-UNSUR

ALKALI TANAH DALAM PERSENYAWAANNYA PADA LAPISAN KERAK


BUMI.
1.1 Berilium
Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi, bahkan hampir bisa
dikatakan tidak ada. Sedangkan di alam berilium dapat bersenyawa menjadi
Mineral beril [Be3Al2(SiO 6)3], dan Krisoberil [Al2BeO4].
1.2 Magnesium
Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan
1,9% keberadaannya. Di alam magnesium bisa bersenyawa menjadi Magnesium
Klorida [MgCl2], Senyawa Karbonat [MgCO3], Dolomit [MgCa(CO3)2], dan
Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O].
1.3 Kalsium
Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Bahkan
kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 3,4%
keberadaanya. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat [CaCO 3],
Senyawa Fospat [CaPO4], Senyawa Sulfat [CaSO4], Senyawa Fourida [CaF].

1.4 Stronsium
Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0,03%. Di alam strontium dapat
membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan Strontianit .
1.5 Barium
Barium berada di kerak bumi sebanyak 0,04%. Di alam barium dapat membentuk
senyawa : Mineral Baritin [BaSO4], dan Mineral Witerit [BaCO3]
D. MENJELASKAN PENGGUNAAN UNSUR-UNSUR ALKALI TANAH.
1.1

Berilium
a. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat, akan tetapi
bermassa lebih ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat
b.
c.
d.

1.2

Jet.
Berilium digunakan pada kaca dari sinar X.
Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir.
Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik, maka

Berilium sangat penting sebagai komponen televisi.


Magnesium
a. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api
dan pada lampu blitz.
b. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku, karena senyawa
MgO memiliki titik leleh yang tinggi.
c. Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang
terdapat di mulut dan mencegah terjadinnya kerusakan gigi, sekaligus
sebagai pencegah maag.
d. Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam semakin kuat dan

1.3

ringan sehingga bisa digunakan pada alat alat rumah tangga.


Kalsium
a. Kalsium digunakan pada obat obatan, bubuk pengembang kue dan plastik.
b. Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat gips yang berfungsi untuk
membalut tulang yang patah.
c. Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen
semen dan cat tembok. Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan
gelas.

d. Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat
dehidrator, dapat juga mengeringkan gas dan mengikat karbon dioksida pada
cerobong asap.
e. Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai sumber
basa yang harganya relatif murah.
f. Kalsium Karbida (CaC2) disebut juga batu karbit merupakan bahan untuk
pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan.
g. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai
pembentuk tulang dan gigi
1.4

Stronsium
a. Stronsium dalam senyawa Sr(NO3)2 memberikan warna merah apabila
digunakan untuk bahan kembang api.
b. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca
televisi berwarna dan komputer.
c. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik

1.5

dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator).


Barium
a. BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu
menyerap sinar X meskipun beracun.
b. BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastik karena memiliki kerapatan yang
tinggi dan warna terang.
c. Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api.

E. MENJELASKAN SIFAT-SIFAT UNSUR-UNSUR ALKALI TANAH.


a. Sifat Fisika
Secara umum unsur-unsur logam alkali tanah memiliki sifat fisik sebagai berikut:
Berwujud padat
Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih tinggi daripada suhu ruangan.
Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tanah pada suhu ruangan berbentuk
padatan.

Memberikan karakteristik warna ketika dipanaskan dalam api.


Putih cemerlang : Mg
Merah bata : Ca
Merah : Sr
Hijau : Ba

Jari-jari atom dan ion semakin besar (dari atas ke bawah). Jari-jari ion jauh lebih
kecil daripada jari-jari atom. Hal ini karena atom mengandung dua elektron dalam
tingkat s relatif jauh dari nukleus, dan inilah elektron yang dikeluarkan untuk
membentuk ion. Sisa elektron dengan demikian dalam tingkat lebih dekat ke inti,
dan di samping meningkatnya biaya nuklir efektif menarik elektron menuju inti dan
mengurangi ukuran ion. Berikut ini diberikan tabel unsur-unsur yang terletak pada
golongan IIA dan ciri-ciri fisiknya.
unsur

MP

Be
Mg
Ca
Sr
Ba

1278
651
843
769
725

Energi Ionisasi (ev)


(I)
(II)
9,32
18,21
7,64
15,03
6,11
11,87
5,69
10,98
5,21
9,95

E0 (V)

r. ion (A0)

-1,85
-2,37
-2,87
-2,89
-2,90

0,34
0,78
1,06
1,27
1,43

b. Sifat Kimia
Kereaktifan logam alkali tanah meningkat dari berilium ke barium. Fakta ini sesuai
dengan yang diharapkan. Oleh karena, dari berilium ke barium jari-jari atom
bertambah besar sehingga energi ionisasi serta keelektronegatifan berkurang.
Akibatnya, kecendrungan untuk melepas elektron membentuk senyawa ion makin
besar. Semua senyawa dari kalsium, strontium, dan barium, yaitu logam alkali tanah
yang bagian bawah, berbentuk senyawa ion, tetapi magnesium membentuk
beberapa senyawa kovalen sedangkan senyawa-senyawa berilium bersifat kovalen.
Sifat kimia logam alkali tanah bermiripan dengan logam alkali, tetapi logam alkali
tanah kurang reaktif dari logam alkali seperiode. Jadi, berilium kurang reaktif
dibandingkan litium, magnesium kurang reaktif dibandingkan terhadap natrium,
dan seterusnya. Hal itu disebabkan jari-jari atom logam alkali tanah lebih kecil
sehingga energi pengionan lebih besar. Lagi pula logam alkali tanah hanya satu.
Kereaktifan kalsium, stronsium,dan barium dan tidak terlalu berbeda dari logam
alkali, tetapi berilium dan magnesium jauh kurang aktif. Unsur golongan ini bersifat
basa, sama seperti unsur golongan alkali, namun tingkat kebasaannya lebih lemah.
Senyawa Be(OH)2 bersifat amfoter. Artinya

bisa bersifat asam atau pun basa.

Sedangkan unsur Ra bersifat Radioaktif. Semua logam alkali tanah merupakan


logam yang tergolong reaktif, meskipun kurang reaktif dibandingkan dengan unsur

alkali. Alkali tanah juga memiliki sifat relatif lunak dan dapat menghantarkan panas
dan listrik dengan baik, kecuali Berilium. Logam ini juga memiliki kilapan logam.
Logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar dan harga ionisasi yang kecil.
Dari Berilium ke Barium, nomor atom dan jari-jari atom semakin besar. Selain itu
semua logam alkali tanah juga mempunyai kecenderungan teratur mengenai
keelektronegatifan yang semakin kecil dan daya reduksi yang semakin kuat dari
Berilium ke Barium.
Beberapa reaksi kimia terhadap logam alkali tanah:
a. Reaksi dengan air
Berilium tidak bereaksi dengan air, sedangkan logam Magnesium bereaksi sangat
lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Logam Kalsium,Stronsium,
Barium, dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi denganair dingin.
Contoh reaksi logam alkali tanah dan air berlangsung sebagai berikut:
Ca(s) + 2H2O (l) Ca(OH)2(aq) + H2(g)
b. Reaksi dengan Oksigen atau udara
Adanya pemanasan yang kuat menyebabkan logam alkali tanah terbakar diudara
membentuk oksida dan nitrida. Logam alkali tanah, kecuali Be dan Mgdengan
udara juga dapat berlangsung, tetapi terjadinya korosi yang berlanjut dapatdihambat
karena lapisan oksida yang terbentuk melekat kuat pada permukaanlogam. Dengan
pemanasan, Berilium dan Magnesium dapat bereaksi denganoksigen. Oksida
Berilium

dan

Magnesium

yang

terbentuk

akan

menjadi

lapisan pelindung pada permukaan logam.Barium dapat membentuk senyawa perok


sida (BaO2).
2Mg(s) + O2(g) 2MgO(s)
Ba(s) + O2(g) (berlebihan) BaO2(s)
Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi
akandapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N2)
4Mg(s) + O2(g) + N2(g) MgO(s) + Mg3N2(s)
Bila Mg3N2 direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas NH3
Mg3N2(s) + 6H2O(l) 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(g)
c. Reaksi dengan hidrogen
Adanya pemanasan menyebabkan logam allkali tanah dapat bereaksi dengan
hidrogen membentuk senyawa hidrogen.
M(s) + H2(g) MH2(s)
d. Reaksi dengan Nitrogen

Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawaoksida dan
senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi juga dengan
Alkali Tanah. Contoh,
3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s)
e. Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Halogen
Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk
garam Halida, kecuali Berilium. Lelehan halida dari berilium mempunyai daya
hantar listrik yang buruk. Hal itu menunjukkan bahwa halida berilium bersifat
kovalen. Oleh karena daya polarisasi ion Be 2+ terhadap pasangan elektron Halogen
kecuali F-, maka BeCl2 berikatan kovalen. Sedangkan alkali tanah yang lain
berikatan ion. Contoh:
Ca(s) + Cl2(g) CaCl2(s)
f. Reaksi dengan Asam dan Basa
Semua logam dan alkali tanah bereaksi dengan asam kuat (seperti HCl) membentuk
garam dan gas hidrogen. Reaksi makin hebat dari Be ke Ba.
M(s) + 2HCl(aq) MCl2(aq) + H2(g)
Salah satu unsur logam alkali tanah yaitu Be, memiliki sifat amfoter. Berilium
selain dapat bereaksi dengan asam kuat juga dapat bereaksi dengan basa kuat.
Be(s) + 2NaOH (aq) Na2Be(OH)4 + H2(g) + H2O(l)
BeO(s) + 2NaOH(aq) Na2Be(OH)4(aq) + H2O(l)
Be(OH)2(s) + Na2Be(OH)4(aq) 2NaOH(aq)
g. Reaksi dengan belerang
Reaksi logam alkali tanah dengan belerang menghasilkan senyawa sulfida.
M (s) + S (s) MS(s)
F. MENJELASKAN SIFAT-SIFAT DAN REAKSI REAKSI SENYAWA-SENYAWA
DARI UNSUR ALKALI TANAH.
1. Oksida Alkali Tanah
Selain dapat membentuk oksida normal, logam ialkali tanah juga dapat memebentuk
peroksida kecuali Be. Kecenderungan untuk membentuk peroksida dari Mg ke Ba
semakin besar. BeO sukar larut dalam air, sedangkan oksida lainnya dalam air akan
memebentuk hidroksida yang sifat basanya dari Mg ke Ba semakin kuat. CaO
(kapur tohor) dengan air dan gas CO 2 segera memebentuk CaCO3 padat. Reaksi ini
merupakan dasar mengerasnya semen. Umumnya oksida-oksida ini dibuat melalui
dekomposisi thermal senyawa karbonatnya.

MCO3 MO + CO2
2. Hidroksida Alkali Tanah
Data Ksp menunjukkan bahwa kelarutan hidroksida alkali tanah bertambah dari Mg
ke Ba. Sutau senyawa ion melarut dalam air jika energi hidrasinya lebih besar dari
energi kisinya. Dalam hal ini hidroksida lakali tanah pengaruh perbedaan energi kisi
lebih besar dari perbedaan energi hidrasinya. Larutan air kapur Ca(OH)2 dan larutan
air barit Ba(OH)2 dalam air sering digunakan untuk mengidentifikasi gas CO2 karena
terbentuk endapan karbonat, dan jika gas CO2 berlebih maka endapan ini akan
melarut dan menghasilkan larutan bikarbonat.
Salah satu hidroksida alkali tanah yang penting adalah kalsium hidroksida karena
senyawa ini banyak digunakan untuk pengolahan buangan industri mengembangkan
kesadahan air, untuk produksi gula, untuk pembuatan soda (proses solvay) dan
pembuatan adonan kapur untuk bangunan.
3. Senyawa Karbonat Alkali Tanah
Senyawa karbonat alkali tanah dapat mengalami dekomposisi. Kestabilan karbonat
lakali tanah dapat dilihat dari suhu dekomposisi berikut:
-

BeCO3 suhu dekomposisi kurang dari 100oC

MgCO3 suhu dekomposisi 540oC

CaCO3 suhu dekomposisi 900oC

SrCO3 suhu dekomposisi 1240oC

BaCO3 suhu dekomposisi 1360oC

Yang mengakibatkan stabil adalah antaraksi elektrostatik antara M 2+ dengan


oksigen dari CO32-. Jika kerapatan muatan M2+ bertambah besar maka awan
elektron dariatom oksigen akan terpolarisasi ke arah ion M2+ sehingga ikatan antara
O C menjadi makin lemah dan ikatan antar M O bertambah kuat sehingga
cenderung untuk mengubah karbonat menjadi CO2, ini terbukti pada pemanasan
senyawa karbonat tersebut. Contoh:
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
Senyawa karbonat alkali tanah adalah tergolong senyawa yang sukar larut dan
kelarutannya dari atas kebawah semakin kecil. Salah satu senyawa karbonat
penting adalah CaCO3 atau disebut juga batu kapur. Batu kapur dapat digunakan

untuk membuat kapur (CaO) melalui pembakaran. Adonan yang terdiri dari satu
bagian kapur dan tiga bagian pasir yang dicampur dengan air dan dilabur pada batu
dan bata, dapat melekatkan batu-batuan untuk membangun jalan dan tembok.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(s)
Ca(OH)2(s) + CO2(g) CaCO3(s) + H2O(l)
Dalam hal ini pasir tidak bereaksi, tetapi pasir-pasir ini direkat oleh kalsium
karbonat menghasilkan padatan yang kokoh yang juga merekat batu-batu dan bat.
Pada dewasa ini, untuk membuat beton digunakan semen, bukan lagi adonan
kapur. Semen dibuat dengan memanaskan campuran kapu, pasir, dan tanah liat
pada suhu 1500oC memebentuk kalsium aluminosilikat. Penggunaan lain dari
kapur adalah:
-

Pembuatan karbid (CaC2) sebagai sumber utama asetilena.


CaO(s) + 3C(s) CaC(s) + CO(g)
CaC2(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(s) + C2H2(g)

Untuk mengatur pH pada oksidasi biologi limbah.

Untuk menghilangkan SO2 dan H2S dari gas cerobong pembangkit


listrik yang menggunakan bahan bakar fosil dan peleburan
metalurgi.
CaO(s) + H2S(g) CaS(s) + H2O(g)
CaO(s) + SO2 CaSO3(s)

Pada tanur hembus ditambahkan batu kapur untuk menghilangkan silikat dan zat
pengotor lain melalui pembentukan kerak.
CaO(s) + SiO2(s) CaSiO3(s)
Kalsium karbonat yang murni banyak digunakan di pabrik kertas, pabrik makanan
dan pabrik gula.
4. Senyawa Sulfat Golongan Alkali Tanah
Kelarutan senyawa sulfat logam alkali tanah dari Be ke Ba makin kecil. Ini
disebabkan karena energi kisi semua garam sulfat golongan alkali tanah hampir
sama besar. Ion sulfat sangat besar sahingga meskipun ukuran kation berbeda tidak
memberi perbedaan energi kisi yang berarti. Oleh karena itu perbedaan dalam

kelarutan sulfat golongan alkali tanah ditentukan oleh perbedaan dalam energi
hidrasi. Dari Be2+ ke Ba2+ jari-jari ion bertambah besar. Dengan demikian energi
hidrasi makin berkurang sehingga kelarutan sulfatnya berkurang dari Be ke Ba.
Beberapa senyawa sulfat alkali tanah yang penting:
-

CaSO4.2H2O (batu tahu) atau disebut juga gips.


Jika batu tahu dipanaskan hingga 150oC maka akan terjadi
pelepasan air menurut:
2CaSO4.2H2O(s) 2CaSO4.H2O(s) + 3H2O(g)
Bakaran batu kapur tersebut dapat mengikat air kembali
membentuk gips yang keras. Berdasarkan sifat inilah maka dalam
bidang kedokteran gips digunakan sebagai pembalut tulang yang
patah.

MgSO4.7H2O disebut juga garam inggris dan digunakan sebagai


obat sakit perut.

G. MENJELASKAN

CARA-CARA

PEMBUATAN

SENYAWA-SENYAWA DARI

UNSUR ALKALI TANAH.


H. MENJELASKAN KEGUNAAN DARI SENYAWA-SENYAWA UNSUR ALKALI
TANAH.
Senyawa
MgO
Mg(OH)2

Kegunaannya
Melapisi tungku.
Digunakan dalam pasta gigi (mengurangi asam yang terdapat di

CaSO4
CaCO3

mulut, mencegah keruskan gigi, dan mencegah maag).


Membuat gips.
Sebagai bahan bangunan seperti komponen semen dan cat
tembok.

CaO

Membuat kapur tulis dan gelas.


Mengikat air pada etanol.
Mengeringkan gas.

Ca(OH)2
CaC2

Mengikat karbondioksida pada cerobong asap.


Mengatur pH air limbah.
Bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan
untuk pengelasan.

Sr(NO3)2
BaSO4

Memberi warna merah pada kembang api.


Memeriksa saluran pencernaan, Karen amampu menyerap sinar
X walau beracun.

Ba(NO3)2

Pewarna plastik.
Memberi warna hijau pada kembang api.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian materi yang disampaikan di atas tentang logam alkalitanah
dapat disimpulkan:
a. Logam alkali tanah memiliki sifat kimia dan fisika yang hampir sama dengan
unsur satu golongannya.
b. Logam alkali tanah dapat bereaksi dengan senyawa-senyawa lain sepertiair,
udara, gas hidrogen, gas nitrogen, dll.
c. Logam Alkali dapat diperoleh dengan cara metode ekstraksi dan reduksi.
d. Logam alkali tanah memiliki banyak manfaat dan kegunaan dalamkehidupan
sehari-hari dan di berbagai disiplin ilmu.

DAFTAR PUSTAKA
Cotton, F. A., Wilkinson, G., and Gaus, P. L. 1995. Basic Inorganic Chemistry. Third Edition,
New York: John Wiley & Son.
Sudria, I.B.N. & Siregar, M. (2002). Penuntun Belajar Kimia Anorganik II (Bagian Kedua).
Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA IKIP Negeri Singaraja.

Saito,Taro.1996. Buku Teks Kimia Anorganik Online.Portal Pendidikan Gratis Indonesia.


https://www.scribd.com/doc/232624825/Unsur-Unsur-Golongan-Alkali-Tanah-II-A-pdf
Anonim.Mudah

dan

Aktif

Belajar

Kimia.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0704004/1.%20Mudah%20dan%20Aktif
%20Belajar%20Kimia_bab3.pdf. 12 Pebruari 2015.
https://www.academia.edu/7198199/3._ALKALI_TANAH
https://www.academia.edu/9066490/MAKALAH_ALKALI_DAN_ALKALI_TANAH
Anonim.Kimia

SMA/MA

Kelas

XII.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0704004/3.%20Kimia%203_bab_3.pdf.
12 Pebruari 2015.