Anda di halaman 1dari 10

INSTRUMEN PENILAIAN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT

Nama Rumah Sakit

Alamat Rumah Sakit

No
I

Variabel Upaya Kesling


BANGUNAN LUAR (21)
1. Pagar

Bobot
(2)

2. Taman

(4)

3. Tempat parkir

(3)

Komponen yang Dinilai


a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
e.

f.
a.
b.

c.
d.
e.

4.

Teras

(2)

f.
g.
h.
i.
a.
b.

c.
d.

e.
5.

Dinding luar
bangunan

6.

7.

Atap

Langit-langit

(2)

f.
a.
b.
c.
d.

(3)

a.

(2)

b.
c.
a.

b.
c.

d.
8. Saluran buangan air
hujan/talang

(3)

e.
a.
b.
c.
d.
e.

f.

Terdapat pagar luar yang membatasi bangunan rumah


sakit
Pagar kuat dan bersih
Tidak terdapat bagian pagar yang rusak
Terdapat pintu/gerbang masuk dan keluar
Terdapat taman di rumah sakit
Taman tertata rapi dan bersih
Terdapat tempat sampah
Terdapat pohon peneduh di taman
Pohon peneduh mempunyai fungsi peneduh
Tedapat upaya penghijauan di rumah sakit
Tersedia tempat parkir yang cukup untuk menampung
kendaraan pengunjung dan pekerja di RS
Tempat parkir mudah dijangkau
Tempat parkir tampak bersih
Terdapat tempat sampah di tempat parkir
Terdapat penjaga parkir
Tidak becek
Terdapat pemisahan tempat antara mobil dan motor
Mobil dan motor tertata rapi
Tempat parkir beratap
Lantai teras tidak retak
Bersih
Lantai kedap air (terbuat dari porselin/keramik)
Mudah dibersihkan
Lantai tidak licin dan pertemuan dengan dinding
melengkung
Lantai rata
Dinding tidak retak
Permukaan rata
Dinding berwarna terang
Bersih dari coretan dan noda
Atap kuat (terbuat dari genteng, cor-coran maupun dari
bahan lain yang sama kuat)
Atap berwarna terang
Atap tidak bocor
Tinggi langit-langit min 2.7m dari lantai
Langit-langit kuat (terbuat dari plafon atau bahan lain
yang sama kuat)
Mudah dibersihkan
Berwarna terang
Cat tidak mengelupas
Kondisi sarana baik
Tidak terdapat genangan air
Tidak terdapat jentik
Mudah dibersihkan
Disalurkan melalui saluran tertutup
Terbuat dari pipa yang kuat dan tertutup

Nilai

Skor

No.
II

Variabel Upaya Kesling

Bobot

BANGUNAN BAGIAN DALAM (28)


1. Ruang Rawat Inap
(6)

5. Ruang Operasi

(5)

Komponen yang Dinilai

a. Rasio luas lantai dengan TT sesuai standar (dewasa:


4.5m2/TT ; anak/bayi: 2m2/TT)
b. Bebas dari tikus dan serangga
c. Tidak berbau (terutama H2S dan/atau NH3)
d. Dinding
(1) Tidak retak
(2) Permukaan rata
(3) Warna terang
(4) Bersih dari noda/coretan
e. Pintu, Jendela, Kaca, Ventilasi
(1) Semua dalam keadaan baik
(2) Pintu dapat mencegah masuknya tikus atau serangga
(3) Pintu kuat (dari bahan kayu atau lainnya yang sama
kuat)
(4) Kaca jendela bersih dan tidak retak/ pecah
(5) Ventilasi terdiri dari ventilasi alami (15% x luas
lantai) dan ventilasi mekanik (AC, fan, exhauster)
f. Atap dan Langit-langit
(1) Atap tidak bocor
(2) Atap dan langit-langit mudah dibersihkan
(3) Atap bebas dari tikus dan serangga
(4) Langit-langit minimal 2.7m-3.3m dari lantai
(5) Langit-langit rata dan tidak retak
(6) Langit-langit berwarna cerah dan bersih
(7) Langit-langit kuat (terbuat dari plafon atau cor-coran
atau bahan lain yang sama kuat)
g. Lantai
(1) Kuat, rata dan tidak retak
(2) Bersih
(3) Kedap air
(4) Tidak licin dan mudah dibersihkan
(5) Pertemuan antaradinding dengan lantai berbentuk
lengkung
h. Tata Ruangan dan Penerangan
(1) Penerangan menggunakan lampu 10-30watt/m2
(2) Penataan ruangan rapi (tidak penuh dengan barangbarang yang tidak perlu)
a. Ruangan bebas dari tikus dan serangga
b. Tidak berbau (terutama H2S dan/atau NH3)
c. Dinding
(1) Tidak retak
(2) Permukaan rata
(3) Warna terang
(4) Dinding terbuat dari porselin/vinyl
d. Pintu, Jendela, Kaca, Ventilasi
(1) Semua dalam keadaan baik
(2) Pintu harus selalu dalam keadaan tertutup
(3) Pintu kuat (dari bahan kayu atau lainnya yang sama
kuat)
(4) Kaca jendela bersih dan tidak retak/ pecah
(5) Ventilasi dengan AC tersendiri dilengkapi dengan
vilter bakteri
e. Atap dan Langit-langit
(1) Atap tidak bocor
(2) Langit-langit harus tidak bercelah

Nilai

Skor

(3)
(4)
(5)
(6)

3.Ruang Laboratorium

(5)

4.Ruang Radiologi

(4)

Tinggi langit-langit 2.7m - 3.3m dari lantai


Langit-langit rata dan tidak retak
Langit-langit berwarna cerah dan bersih
Langit-langit kuat (terbuat dari plafon atau corcoran)
f. Lantai
(1) Kuat, rata dan tidak retak
(2) Bersih
(3) Kedap air
(4) Tidak licin dan mudah dibersihkan
(5) Pertemuan antaradinding dengan lantai berbentuk
lengkung
g. Tata Ruangan dan Penerangan
(1) Penerangan menggunakan lampu antara 30-60
watt/m2
(2) Penataan ruangan rapi (tidak penuh dengan barangbarang yang tidak perlu)
a. Lantai dan meja kerja tahan terhadap bahan kimia dan
getaran
b. Dilengkapi dapur, kamar mandi dan toilet
c. Dinding
(1) Tidak retak
(2) Permukaan rata
(3) Warna terang
(4) Dinding terbuat dari porselen/keramik setinggi 1.5
m dari lantai
d. Pintu, Jendela, Kaca, Ventilasi
(1) Semua dalam keadaan baik
(2) Pintu dapat mencegah masuknya tikus atau serangga
(3) Pintu kuat (dari bahan kayu atau lainnya yang sama
kuat)
(4) Kaca jendela bersih dan tidak retak/ pecah
(5) Ventilasi terdiri dari ventilasi alami (15% x luas
lantai) dan ventilasi mekanik (AC, fan, exhauster)
e. Atap dan Langit-langit
(1) Atap tidak bocor
(2) Atap dan langit-langit mudah dibersihkan
(3) Atap bebas dari tikus dan serangga
(4) Tinggi langit-langit 2.7m 3.3m dari lantai
(5) Langit-langit rata dan tidak retak
(6) Langit-langit berwarna cerah dan bersih
(7) Langit-langit kuat (terbuat dari plafon atau corcoran)
f. Lantai
(1) Kuat, rata dan tidak retak
(2) Bersih
(3) Kedap air
(4) Tidak licin dan mudah dibersihkan
(5) Pertemuan antaradinding dengan lantai berbentuk
lengkung
g. Tata Ruangan dan Penerangan
(1) Penerangan menggunakan lampu 10-30watt/m2
(2) Penataan ruangan rapi (tidak penuh dengan barangbarang yang tidak perlu)
a. Hubungan dengan ruang gelap harus dengan loket
b. Bebas dari tikus dan serangga
c. Dinding
(1) Tidak retak
(2) Permukaan rata

5.Ruang Sterilisasi

(4)

(3) Dilapisi timah hitam


d. Pintu, Jendela, Kaca, Ventilasi
(1) Semua dalam keadaan baik
(2) Pintu dapat mencegah masuknya tikus atau serangga
(3) Pintu kuat (dari bahan kayu atau lainnya yang sama
kuat) dan dilapisi timah hitam
(4) Kaca jendela menggunakan kaca timah hitam
(5) Ventilasi terdiri dari ventilasi alami (15% x luas
lantai) dan ventilasi mekanik (AC, fan, exhauster)
e. Atap dan Langit-langit
(1) Atap tidak bocor
(2) Atap dan langit-langit mudah dibersihkan
(3) Atap bebas dari tikus dan serangga
(4) Tinggi langit-langit 2.7m-3.3m dari lantai
(5) Langit-langit rata dan tidak retak
(6) Langit-langit kuat (terbuat dari plafon atau corcoran)
f. Lantai
(1) Kuat, rata dan tidak retak
(2) Bersih
(3) Kedap air
(4) Tidak licin dan mudah dibersihkan
(5) Pertemuan antaradinding dengan lantai berbentuk
lengkung
g. Tata Ruangan dan Penerangan
(1) Penerangan menggunakan lampu 10-30watt/m2
(2) Penataan ruangan rapi (tidak penuh dengan barangbarang yang tidak perlu)
a. Tersedia ruangan khusus
b. Bebas dari tikus dan serangga
c. Pintu masuk terpisah dengan pintu keluar
d. Dinding
(1) Tidak retak
(2) Permukaan rata
(3) Warna terang
(4) Terbuat dari porselin/keramik setinggi 1.5 m dari
lantai
e. Pintu, Jendela, Kaca, Ventilasi
(1) Semua dalam keadaan baik
(2) Pintu dapat mencegah masuknya tikus atau serangga
(3) Pintu kuat (dari bahan kayu atau lainnya yang sama
kuat)
(4) Kaca jendela bersih dan tidak retak/ pecah
(5) Ventilasi terdiri dari ventilasi alami (15% x luas
lantai) dan ventilasi mekanik (AC, fan, exhauster)
f. Atap dan Langit-langit
(1) Atap tidak bocor
(2) Atap dan langit-langit mudah dibersihkan
(3) Atap bebas dari tikus dan serangga
(4) Tinggi langit-langit 2.7m-3.3m dari lantai
(5) Langit-langit rata dan tidak retak
(6) Langit-langit berwarna cerah dan bersih
(7) Langit-langit kuat (terbuat dari plafon atau corcoran)
g. Lantai
(1) Kuat, rata dan tidak retak
(2) Bersih
(3) Kedap air
(4) Tidak licin dan mudah dibersihkan

6.

No.
III

Ruang Kemoterapi

Variabel Upaya Kesling

(4)

Bobot

(5) Pertemuan antaradinding dengan lantai berbentuk


lengkung
h. Tata Ruangan dan Penerangan
(1) Penerangan menggunakan lampu 10-30watt/m2
(2) Penataan ruangan rapi (tidak penuh dengan barangbarang yang tidak perlu)
Ada ruang kemoterapi

Komponen yang Dinilai

SARANA FASILITAS SANITASI (25)

1. Penyediaan air

(7)

a. Tersedia air bersih dalam jumlah yang cukup(> 500


Liter/TT/hari)
b. Memenuhi syarat kualitas fisik air bersih

c. Setiap 24 jam sekali dilakukan pemeriksaan kualitas air

2. Kamar mandi/jamban

4. SPAL

(6)

(4)

untuk mengukur tingkat klor, Ph, kekeruhan air minum


di tempat yang dicurigai ada pencemaran
d. Distribusi air menggunakan perpipaan dan tidak bocor
e. Tersedia bak cuci tangan pada unit pelayanan
pemeriksaan
f. Air bersih ada di setiap kamar mandi, jamban dan
tempat untuk aktivitas
g. Air minum tersedia di setiap tempat kegiatan
h. Sumber air minum dari air mineral atau air PDAM
yang sudah diolah
i. Sumber air bersih PDAM/air tanah yang sudah diolah
j. Tempat penampungan air tertutup
k. Tempat penampungan air terbuat dari plastic atau
semen
l. Terdapat penampungan air memiliki kapasitas 2000lt
m.
Terdapat pemeriksaan secara rutin terhadap kulitas
air yang digunakan sebagai sumber air (min. 2 tahun
sekali) di reservoir dan k ran paling jauh dari reservoir
a. Tersedia kamar mandi dan WC dengan rasio kamar
mandi dan toilet denga tempat tidur 1:10
b. Tersedia toilet dan kamar mandi dengan perbandingan
toilet dan kamar mandi 1:20
c. Toilet harus tersedia di setiap unit pelayanan
d. Ruang khusus rawat inap dan karyawan harus tersedia
kamar mandi
e. Kamar mandi dan toilet pria dan wanita terpisah
f. Letaknya tidak berhubungan langsung dengan dapur,
kamar operasi dan ruang khusus lainnya
g. Kamar mandi untuk karyawan, pengunjung, dan pasien
dibedakan
h. Terdapat sabun antiseptic
i. Lubang ventilasi harus berhubungan langsung dengan
udara luar
j. Bersih dan tidak berbau
k. Saluran pembuangan air limbah dibuang ke septic tank
l. Letak septic tank jauh dari letak sumber air (min. 15 m
dari letak sumber air)
a. Terdapat SPAL
b. SPAL berfungsi dengan baik dan alirannya lancar
c. Air kotor dari kamar mandi dan ruangan pelayanan

Nilai

Skor

5. Tempat sampah

(3)

6.

TPS

(2)

7.

Wastafel

(3)

1.

Limbah padat

(7)

dialirkan melalui SPAL


d. SPAL tertutup
e. Terbuat dari bahan kedap air (pipa atau beton)
a. Terdapat tempat sampah disetiap unit pelayanan, ruang
perawatan, tempat tempat strategis di RS seperti
ditikungan-tikungan RS dan tempat sampah tertutup
b. Tempat sampah yang digunakan kedap air (bahan
plastik)
c. Adanya pemisahan sampah infecsius, non infecsius dan
organic, anorganik
d. Terdapat pembedaan warna antara sampah infecsius,
non infecsius dan organic anorganic (radioktaif merah,
kuning sangat infeksius, kuning limbah infeksius
patologi, anatomi, ungu sitoktosis, coklat limbah kimia
farmasi, non medis hitam) dan diberi tanda/lambing
e. Limbah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu
wadah tanpa memperhatikan terkontaminasi atau
tidaknya. Wadahtersebut harus anti bocor, anti tusuk
dan tidak mudah untuk dibuka sehingga orang yang
tidak berkepentingan tidak dapat membukanya.
f. Pengosongan sampah dilakukan setiap hari(1 x 24 jam)
g. Sampah tidak berserakan disekitar tempat sampah
a. Terdapat TPS
b. Bangunannya tertutup, kuat dan terawat
c. Sampah tidak berserakan disekitar TPS
a. Tersedia wastafel
b. Berfungsi dengan baik
c. Terdapat SOP cara pencuci tangan, dengan bahasa
Indonesia, dan ditempel
d. Tersedia pada setiap unit pelayanan
e. Tersedia sabun antiseptic
f. Tersedia pengering/ lap pengering

IV

a. Memiliki incinerator atau mengirimnya ke pihak lain


b. Terdapat surat izin penggunaan incenerator atau terdapat
bukti MoU antara RS dengan pihak lain

c. Tempatlimbah padat kuat, tahan karat, kedap air, tertutup

2. Limbah cair

(5)

dan ditandai antara infecsius, non infecsius serta organic,


anorganik (jaraknya minimal berada pada radius 20m
dari ruang tunggu/terbuka)
d. Tempat penampungan limbah segera di desinfeksi
setelah dikosongkan
e. Diangkut ke TPS 2kali/hari dan ke TPA 1kali/hari
f. Limbah domestic dibuang ke TPA
g. Sampah radioaktif ditangani sesuai peraturan yang
berlaku
h. Terdapat pemeriksaan rutin terhadap limbah radioaktif
yang dihasilakan (min.2kali/tahun)
a. Terdapat IPAL
b. Limbah cair diolah melalui instalasi pengolahan air
limbah
c. Terdapat pemeriksaan rutin terhadap kualitas air limbah
min. 2 kali/tahun
d. Limbah cair disalurkan melalui saluran yang tertutup,
kedap air (terbuat dari pipa atau beton) dan lancar

3. Petugas yang menangani


limbah

V.

(2)

Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat


pelindung diri yang terdiri :
a) Topi/helm;
b) Masker;
c) Pelindung mata;
d) Pakaian panjang (coverall);
e) Apron untuk industri;
f) Pelindung kaki/sepatu boot; dan
g) Sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty
gloves)

TEMPAT PENCUCIAN LINEN (5)


a. Terdapat tempat pencucian linen
b. Terdapat keran air dengan kualitas dan kuantitas yang
sesuai
c. Terdapat keran air panas untuk disinfeksi awal
d. Terdapat pemisahan linen infecsius dn non infecsius
e. Tersedia ruang pemisah antara barang bersih dan kotor
f. Lokasi mudah dijangkau oleh kegiatan yang
memerlukan, jauh dari pasien, tidak berada di jalan
g. Lantai kuat, rata, tidak licin, punya kemiringan yang
cukup untuk mengalirkan air limbah ke pembuangan
h. Terdapat sarana pengering untuk alat-alat yang habis
dicuci

VI.

PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN (28)


(6)
a. Kondisi bahan makanan masih layak konsumsi(tidak
1. Bahan makanan dan
busuk ataupun terdapat ulat)
makanan jadi
b. Kondisi makanan jadi secara fisik memenuhi
syarat(tidak kedaluwarsa dan terdapat label)
c. Bahan makanan yang berasal dari instalasi gizi atau dari
luar RS/jasa boga harus diperiksa secara fisik, dan
diperiksa secara laboratorium min. 1 bulan
d. Makanan yang dibawa keluarga pasien dan berasal dari
sumber lain harus selalu diperiksa secara fisik sebelum
disajikan
(6)
5. Tempat penyimpanan
a. Makanan yang mudah membusuk disimpan pada suhu
bahan makanan dan
>55,6C atau , 4 C
b. Bersih
makanan jadi
c. Terlindung dari debu
d. Bebas gangguan serangga dan tikus
e. Cara penyimpanan makanan tidak menempel pada
lantai, dinding, atau langit-langit (jarak 15 cm dari
lantai, 5 cm dari dinding, 60 cm dari langit-langit)
f. Bahan makanan dan makanan jadi terpisah
(3)
a. Mengguanakan kereta dorong tertutup
6. Penyajian makanan
b. Tidak menyajikan makanan jadi yang sudah diinapkan
c. Lalu lintas makanan jadi menggunakan jalur khusus
(6)
a. Lantai dapur sebelum dan sesudah kegiatan dibersihkan
7. Dapur
dengan antiseptic
b. Dilengkapi dengan sungkup dan cerobong asap
c. Pencahayaan menggunakan lampu dengan daya >
10watt/m2
8. Penjamah makanan
(5)
a. Memiliki keterangan sehat yang masih berlaku
b. Tidak berkuku panjang, koreng, dan sejenisnya
c. Menggunakan pakaian pelindung pengolahan makanan
dan penutup rambut
d. Secara berkala min. 2 kali setahun diperiksa
kesehatannya oleh dokter yang berwenang

VII

VIII

IX

e. Selalu menggunakn peralatan dalam menjamah makanan


yang sudah jadi
(2)
a.
Alat yang digunakan sebelumnya harus bersih
9. Peralatan
b. Tahan karat
c. Utuh dan tidak retak
d. Peralatan yang sudah dibersihkan harus disimpan dalam
tempat yang bersih dan ditata rapi
e. Dicuci dengan desinfektan setelah digunakan
PENGENDALIAN SERANGGA DAN TIKUS (2)
a. Konstruksi bangunan dan penampungan sampah tidak
mendukung perkembangan serangga/tikus
b. Disetiap lubang yang rawan dilalui oleh serangga atau
tikus diberi kasa
DEKONTAMINASI MELALUI DEINFEKSI (4)
a. Alat yang digunakan sudah steril
b. Alat yang sudah steril disimpan dalam tempat khusus
dan steril
PENGAMANAN RADIASI (4)
a. Ada izin mengoperasikan alat yang menggunakan
radiasi
b. Ada sistem manajemen K3
c. Gudang peralatan radiasi diletakkan ditempat khusus
dan jauh dari keramaian (min. 7.5m dari pusat
keramaian)
MANAJEMEN DALAM KEBERSIHAN ,KETERTIBAN, DAN KEAMANAN (13)
1. Petugas kebersihan
(3)
a. Terdapat petugas yang membersihkan ruangan RS
b. Penampilan petugas rapi, berseragam, memakai atribut
lengkap dan bersih
c. Petugas bersifat ramah
2. Pegawai dan petugas
(2)
a. Terdapat buku tamu
b. Terdapat buku hadir pagi dan sore
c. Terdapat uraian tugas setiap petugas
d. Hadir dan pulang tepat waktu
e. Petugas dan pegawai berseragam dan rapi
3. Ketertiban
(3)
a. Alur unit pelayanan teratur
b. Terdapat papan nama RS
c. Terdapat papan nama ruangan disetiap pintu masuk
d. Ada penunjuk arah dimana ruangan berada disetiap jalan
RS
e. Ada tulisan kawasan tanpa rokok
f. Terdapat petugas piket tiap hari
g. Terdapat loket disetiap unit RS
4. Keamanan
(5)
a. Terdapat peringatan/alarm kebakaran
b. Terdapat penangkal petir
c. Terdapat pemadam kebakaran
d. Ada SOP penggunaan hydran
e. SOP penggunaannya dalam bahasa indonesia dan
ditempelkan
f. RS tersebut tidak berada dikawasan rawan banjir
g. Bangunan direnovasi ringan setiap 5 tahun
5. Pemeliharaan ruang
(4)
a. Kegiatan pembersihan ruangan minimal dilakukan pagi
bangunan
dan sore
b. Setiap 2 kali setahun dilakukan pemeriksaan kualitas
udara dalam ruangan
c. Pembersihan ruangan di ruang perawatan setelah
kegiatan merapikantempat tidur pasien, jam makan, jam
kunjungan dokter, kunjungan keluarga dan sewaktuwaktu apabila diperlukan

d. Cara pembersihan yang dapat menebarkan debu dapat


dilakukan diluar
e. Harus mengguankan cara pembersihan dengan
mengguanakn alat pel dengan ditambah desinfektan
f. Pembersihan dinding dilakukan secara periodic min.
2kali setahun dan dicat ulang apabila sudah kotor atau
cat sudah pudar
g. Setiap percikan ludah, darah, eksudat luka harus
dibersihkan dengan antiseptic
h. Di masing-masing ruang disediakan alat pel sendiri
XI

XII

XIII

RUANG TAMBAHAN (8)


1. Ruang rapat dan ruang
administrasi

(5)

a. Terdapat ruang rapat dan ruang administrasi tersendiri


b. Terdapat ventilasi yang terdiri dari ventilasi alam dan
ventilasi mekanis(fan, ac, exhauster)
c. Lantai terbuat dari keramik/porselen
d. Terdapat rak, meja, dan kursi untuk setiap pegawai
e. Disetiap meja pegawai terdapat tempat sampah
f. Luas jendela, kisi-kisi atau dinding gelas kaca untuk
masuknya cahaya minimal 1/6 kali luas lantai
g. Luas jendela, kisi-kisi untuk masuknya udara minimal
20% luas lantai
h. Setiap pegawai memiliki meja kerja masing-masing
i. Penerangan yang cukup 15 watt/m2
2. Mushola
(2)
a. Terdapat mushola di RS
b. Terdapat tempat wudhu dengan air bersih dan bak air
tertutup
c. Terdapat kamar mandi/toilet
d. Tempat sujud (sajadah, karpet) bersih dan tidak berdebu
e. Dinding mushola terawatt (dinding tidak kusam dan
tidak mengelupas)
f. Ruangan wudhu bersih, lantai tidak licin, tidak
tergenang air, aliran pembuangan air lancer
g. Air wudhu memenuhi syarat fisik dan dialirkan dari kran
h. Alat untuk beribadah (mukena dan al-quran) bersih dan
terawat
i. Ada tempat untuk menyimpan alat ibadah (mukena, alquran) bersih dan tertata rapi
j. Terdapat lubang ventilasi alami ataupun gabungan
k. Terdapat sandal dan tertata rapi
3. Kantin
(3)
a. Makanan yang disajikan bersih dan sehat
b. Tidak ada tikus kecoa, lalat, dan kucing
c. Bersih, rapi dan tidak berdebu
d. Setiap penjual makanan nya mempunyai syarat sehat
e. Tidak berdekatan dengan kamar mandi, jamban, dan
tempat pembuangan
f. Lokasi berada di lingkungan RS
g. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan
h. Dinding, langit-langit di cat terang
i. Dilengkapi tempat cuci tangan
j. Meja dan bangku dan bangku dari bahan yang mudah
dibersihkan
k. Ada system pembuangan air kotor
l. Tempat sampah tertutup
m. Menggunakan air bersih
PENYULUHAN KESEHATAN LINGKUNGAN (3)
Dilakukan penyuluhan pada pasien, pedagang makanan,
karyawan, dan pengunjung
UNIT/INSTANSI RS (5)

Dipimpin oleh tenaga teknis yang telah mengikuti pelatihan


sanitasi RS
XIV

URINOIR (3)
1 urinoir untuk 40-60 laki-laki

KETERANGAN:
Teknik penhitungannya adalah dengan konsep ya atau tidak
Apabila ya akan mendapat nilai 1 dan apabila tidak akan mendapat nilai 0

Anda mungkin juga menyukai