Anda di halaman 1dari 25

ASKEP GADAR

INFARK
MIOKARD AKUT
Dian Kasihsa Sondi, S. Kep, Ns

Defenisi
miokard akibat

Nekrosis
otot jantung

gangguan aliran darah ke

Kematian jaringan miokard yang diakibatkan oleh


kerusakan aliran darah koroner miokard
Kerusakan seluler yang irreversibel dan kematian
otot miokard atau nekrosis akibat iskemik yang
berlangsung 30-45 menit

Etiologi

erkurangnya suplai oksigen ke miokard karena:

Penebalan lapisan tunika intima (aterosklerosis)

Terlepasnya plak aterosklerosis dari salah satu arteri korone


yang menyumbat pembuluh darah

Lesi trombolitik
aliran darah

yang melekat pada arteri yang menghamba

Ruang jantung mengalami hipertrofi berat sehingga kebutuha


oksigen tidak dapat terpenuhi

Nyeri dada spontan (walaupun ps beristirahat tanpa


beraktivitas nyeri dada muncul) > 30 menit
Perubahan EKG khas : ST elevasi, new LBBB (Left
Bundle Branch Block)
Peningkatan enzim miokard > 1 x normal :
Serum Glutamic Oxalo-acetic Transaminase
(SGOT)
Lactate Dehydrogenase (LDH)
Creatin Kinase Myocardial Band (CKMB)
Troponin T

Kriteria Diagnosis

Kriteria Dignostik

CK-MB isoenzim : muncul pada 4 6 jam setelah


injury, puncaknya pada 24 jam, meningkat selama 36
48 jam

LDH: muncul pada 24 jam, puncaknya 48 72 jam


bertahan selama 10 hari

Troponin T : muncul pada 4 8 jam, meningkat selama


2 minggu

Injuri miokard
a. Elevasi ST cembung ke atas, spesifik
untuk
injuri (epikard) otot jantung yg mati
b. Elevasi ST cekung ke atas, tidak spesifik
c. Depresi ST yang dalam, menunjukkan
injuri
subendokardial kekurangan O2 ( angina pektoris)

1. Lokasi Nyeri

Karakteristik Nyeri Dada Koroner

Diatas sternum/sekitarnya
Antara Epigastrik Farings
Bahu kiri lengan kiri
2. Sifat/Kualitas

Rasa tertekan/benda berat di dada


Rasa panas/terbakar
Seperti dicengkeram
Perasaan tercekik

Karakteristik Nyeri Dada Koroner


3. Lama : 0,5 - 30 menit
4. Penjalaran/radiasi :
Medial lengan kiri
Bahu kiri
Tulang rahang
Bahu kanan (kadang-kadang)

Dibelakang
tulang dada

Dari dada menjalar


ke rahang

Dibelakang tulang
dada menjalar ke
leher

Didada bawah di ulu hati


(sering ditafsirkan sebagai
penyakit maag)

Dari dada menjalar ke


bahu dan lengan

Didareah punnggung di
antara kedua belikat

Perubahan-perubahan akibat IMA

Daya kontraksi menurun

Gerakan dinding abnormal


Perubahan daya kembang dinding ventrikel
Pengurangan curah sekuncup
Pengurangan fraksi ejeksi
Peningkatan volume akhir sistolik dan akhir diastolik
ventrikel
Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri

Diagnosis dan Penanganan Dini


Segera setelah pasien tiba di UGD /IRD :
Anamnesis dan pemeriksaan fisik terutama tanda
vital.
Pemeriksaan EKG dilakukan dalam waktu 10 menit
pertama
Terapi MONA (+C)

PRINSIP
TERAPI
IMA
Morfin (analgetik) 2,5 5 mg IV pd depresi pernafasan dgn

Pasang Infus--- MONA(+C)


petidin 25-50 mg IV

- Oksigen : 2-4 L/M


Nitrat (u/ vasodilator) 5 10 mg sub lingual
- Aspirin (anti platelet yaitu mencegah terbentukx trombus)
160-325 mg, kunyah
- Clopidogrel (Plavix)
Beta-Blockers (captropil)
ACE Inhibitor
Heparin (anti koagulan)

Prinsip terapi IMA


Observasi ketat :
Tensi, nadi
Nyeri dada
Monitor EKG : Aritmia ?

Indikasi Terapi Trombolitik

Gejala-gejala yang sesuai dengan IMA


Perubahan EKG :

- ST elevasi pada minimal 2 sandapan yg berdampingan


- Gambaran bundle branch block yang baru atau diduga baru
Onset nyeri dada :
- < 6 jam : sangat bermanfaat
- 6 12 jam : bermanfaat
- > 12 jam : tidak bermanfaat, kecuali pada penderita iskemia berlanjut
(nyeri dada + elevasi segmen ST)

Jenis Obat Trombolitik

Streptokinase ( Streptase )
1.5 million Unit in 100 ml D5W or 0.9% saline selama 30-60 mnt

Tissue Plasminogen Activator (tPA)

15 mg IV bolus kemudian 0.75 mg/Kg selama 30 mnt,dilanjutkan


0.5 mg/Kg selama 60 mnt berikutnya

Asuhan
Keperawatan
Gawat
Darurat

Airway
Obstruksi jalan napas
Aspirasi akibat muntah

Airway
Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan
dengan obtruksi sekret, aspirasi
Kaji kepatenan jalan napas
Buka jalan napas
Beri posisi semi fowler

Breathing
Sesak
Napas pendek
Wheezing
Rales

edema paru

Breathing
tidak efektif berhubungan

Pola napas
ketidakadekuatan ventilasi

dengan

Kaji pola napas, frekuensi pernapasan dan


bunyi napas tambahan
Beri posisi semi fowler
Beri oksigen nasal 2-4l/menit 2-3 jam pertama,
dilanjutkan apabila SPO2 < 90%

Nyeri dada spontan


Circulation

Iskemik miokard

Penurunan cardiac output (krn otot jntung mati shingga tdk


mampu memompakan darah)
Nadi meningkat, lemah
Palpitasi
Hipotensi
Akral dingin
Pucat
Sianosis (lihat pada kuku, mukosa mulut)

Nyeri akut berhubungan dengan iskemik miokard


Circulation
sekunder terhadap
sumbatan arteri koroner
Risiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan
dengan kerusakan struktur ventrikel
Kaji karakteristik nyeri
Pasang dan pantau EKG
Pantau tekanan darah dan nadi

Circulation

Beri istirahat fisik


Hindari manuver valsava
Puasa sampai bebas nyeri, kemudian diet cair,
selanjutnya diet jantung.
Terapi MONA (+C), BAH
Pantau enzim CK-MB, LDH, Troponin T
Catatan: Dipuasakan u/ menurunkan kerja jantung, O2
dialirkan ke saluran pencernaan ketika makan, sehinga
otot jntung kekurangan O2

Disability
Risiko injury b.d penurunan kesadaran
Kaji tingkat kesadaran
Pantau pupil
Pasang pengaman tempat tidur

GOD BLESS US

Anda mungkin juga menyukai