Anda di halaman 1dari 62

METABOLISME

XENOBIOTIK

St Khaerunnisa
Departemen Biokimia Kedokteran
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
085646107845
annisa_biokim10@yahoo.com

Mata Ajar : ILMU DASAR


KEPERAWATAN II
Pokok Bahasan : Metabolism Zat
Xenobiotik
TIU
Mahasiswa mampu mengaplikasikan
prinsip dasar dan pengetahuan
xenobiotik untuk mencegah dan
memberikan pertolongan pertama
pada keracunan.

1.
2.
3.
4.

5.
6.

Sub Pokok
Bahasan

Prinsip dasar xenobiotik


Jalur metabolisme dan biotransformasi zat
xenobiotik
Sifat-sifat fisika dan kimia dari zat toksik
Bahan beracun bagi kesehatan (Mutagenesis,
carcinogenesis, teratogenesis and reproductive
effects, pembentukan radikal bebas, jenis-jenis
radikal bebas)
Logam berbahaya dan chelating agent
Pertolongan pertama pada keracunan (keracunan
makanan dan keracunan bahan kimia)

Bahan
Bacaan
Robert

K. Murray, David A Bender,


Kathleen M. Botham , Peter J.
Kennelly, Victor W., Rodwell , P.
Anthony Weil. Harpers Illustrated
Biochemistry, 28rd ed.th 2009

KRITERIA
PENILAIAN
1.
2.
3.
4.
5.

Kuis/resume hasil pembelajaran


20%
Makalah kelompok 20%
Presentasi kelompok
20%
UTS 20%
UAS 20%

TOTAL

100%

XENOBIOTIK

Definisi : senyawa asing yang terdapat di dalam


tubuh (obat-obatan,karsinogen kimiawi, beragam
senyawa lain sePCBs dan insektisida tertentu)
> 200.000 jenis

Contoh bahan kimia yang terkandung di dalam rokok

Metabolisme
Xenobiotik

Metabolisme

Xenobiotik adalah satu set


jalur metabolisme yang memodifikasi
struktur kimia dari senyawa asing ( obat2an & racun) menjadi senyawa normal
Jalur ini dikenal juga dengan nama bio
transformasi (biotransformation)
Proses reaksi ini sering menyebabkan
detoksifikasi senyawa racun, tetapi
beberapa kasus hasil senyawa antara
(the intermediates in xenobiotic
metabolism) dapat menyebabkan efek
toksik.

TUJUAN
METABOLISME
XENOBIOTIK

Meningkatkan kelarutan
dalam air (Polaritas)
Memudahkan eskresi lewat
urine dan empedu

Bahan tsb dimetabolisme di hepar,


melalui 2 fase :
1. Fase 1 :
Hidroksilasi oleh enzim
Monooksigenase dan Sitokrom P450
2. Fase 2 :
Disusul dgn konjugasi oleh asam gluko
ronat, sulfat, asetat, glutathion, asam
amino atau metilasi

Xenobiotik

Absorpsi/
Xenobiotik

Xenobiotik
dalam darah

Metabolit

Urina
Distribusi
Jaringan lain

Jaringan

Ekskresi lain
(cairan)

Fase 1 : HIDROKSILASI
RH+O2+NADPH+H+
ROH+H2O+NADP+

* Oleh enzim Monooksigenase atau


Sitokrom P450
RH meliputi macam2 obat :
karsinogen,
polutan, steroid dll

Phases of
detoxification
The metabolism of xenobiotics
is often divided into three
phases: modification,
conjugation, and excretion.
These reactions act in concert
to detoxify xenobiotics and
remove them from cells.

RH + O2
(Red) Sit P450

o
o

ROH + H2O
(Oks) Sit P450

Sitokrom P450 :
Hemoprotein ( spt hemoglobin)
Terdapat banyak pada membran
ER dari hepar.
Dlm klj adrenal : terdapat dlm
mitokondria (sintesis kolesterol dan
steroid)

Sitokrom P450
Berperanan pada fase I metabolisme
bermacam xenobiotik (>50 % obat
menurunkan, meningkatkan, tidak
berpengaruh pada aktivitas obat)
Juga berperanan pada metabolisme
senyawa endogen (mis. Steroid)
Merupakan hemoprotein
Memiliki spesifitas substrat luas
bereaksi pada berbagai macam senyawa

Katalisator serbaguna 60 tipe


reaksi
Prinsip reaksi : Mengkatalisa pengikatan
satu atom O pada substrat, sedang atom
O yg lain direduksi menjadi H2O
Produk : lebih larut air ekskresi
Dapat ditemukan di berbagai jaringan,
terutama liver (retikulum endoplasasma
halus, mitokondria)
Kadang, dapat menghasilkan produk
karsinogenik

Memiliki massa : 55 kDa


Dapat diinduksi interaksi obat
Dapat dihambat oleh obat tertentu
atau metabolitnya interaksi obat
Memiliki polimorfisme genetik
metabolisme obat atipikal
Bila terjadi kerusakan jaringan (mis.
Sirosis) mempengaruhi aktivitas
metabolisme obat terganggu
Genotyping profil P450 (masa depan)
individualisasi terapi

Resume Phase I reactions


Oxidation
Hydroxylation (addition of -OH group)
N- and O- Dealkylation (removal of -CH side chains)
Deamination (removal of -NH side chains)
epoxide
O
Epoxidation (formation of epoxides)
C
C
Oxygen addition (sulfoxidation, N-oxidation)
Hydrogen removal

Reduction
Hydrogen addition (unsaturated bonds to saturated)
Donor molecules include GSH, FAD, NAD(P)H
Oxygen removal

Hydrolysis

Splitting of C-N-C (amide) and C-O-C (ester) bonds

FASE II
Terjadi konversi produk fase I (oleh
enzim spesifik) metabolit polar
Proses :
Konjugasi (asam glukoronat, sulfat, asetat,
glutation, asam amino tertentu)
Asetilasi dan Metilasi

Hasil : metabolit yang lebih larut air


ekskresi di urin atau empedu

5 Tipe reaksi Fase 2


1.
2.
3.
4.
5.

Glukoronidasi
Sulfasi
Konjugasi dengan
Glutation
Asetilasi
Metilasi

1. GLUKORONIDASI
-

Konjugasi paling sering


~ bilirubin
UDP As. Glukoronat:
Donor
glukuronil
Enzim : glukoronil transferase pada ER; sitosol
Bahan xenobiotik yg di-glukoronidase:
2-asetilamino fluoren ~ karsinogen
Anilin
As. Benzoat
Meprobamat
Fenol
Molekul steroid

AKTIVITAS ENZIM XENOBIOTIK


DIPENGARUHI OLEH :
1. Spesies
2. Genetik
3. Umur dan seks
4. Obat tertentu, misal :
Phenobarbital, PCB dpt
menginduksi enzim
5. Metabolit tertentu

Efek Toksik Senyawa Xenobiotik


1. Kerusakan Sel (Sitotoksisitas)
Bahan xenob mengikat makromolekul
(DNA, RNA, protein) sel rusak
2. Mengikat protein dan mengubah
antigenesitas
bahan xenob hapten berikatan
dengan protein tidak dapat membuat
antibodi

2. ......
antibodi tsb merusak sel dgn
mekanisme imunologis, dan
mengganggu proses biokimiawi
sel
3. Bereaksi dengan DNA ~
karsinogenesis
misal : alkylating agent

(Paracelsus, 14931541)
All substances
are poisons; there
is none that is not poison. The
right dose differentiates a poison
and a remedy

The importance of toxicology is


growing rapidly with increasing
numbers of foreign compounds.
Xenobiotics: drugs, pesticides,
environmental pollutants,
industrial chemicals and food
additives. How are their safety ?.

Toxic effect
Efek

yg sangat
berbahaya/mengancam
kehidupan
Pemberian obat
dihentikan/diberi terapi
supportif/antidotumnya

Sebutkan bahan beracun bagi


kesehatan yang bersifat:
Mutagenesis,
Carcinogenesis,
Teratogenesis,
Reproductive effects,

Radikal Bebas
dihasilkan

dalam metabolisme yang normal


partikel berenergi tinggi dalam jumlah kecil
melalui aksi monooksigenase yang
berfungsi ganda, oleh berbagai enzim
oksidatif seperti xanthine oxidase
atau melalui autooksidasi dengan mediator
bahan logam berat atau quinines
dalam konsentrasi tinggi radikal bebas dan
bahan sejenisnya berbahaya bagi mahluk
hidup dan merusak semua bagian pokok sel

Eksogen

Oksidan & Radikal


Bebas

Endogen

Asap rokok
Oksidan

asap tembakau menghabiskan


antioksidan intraseluler dalam sel paru (in vivo)
melalui mekanisme yang dikaitkan terhadap
tekanan oksidan

Tiap

hisapan rokok mempunyai bahan oksidan


dalam jumlah yang sangat besar, meliputi
aldehida, epoxida, peroxida, dan radikal bebas
lain yang mungkin cukup berumur panjang dan
bertahan hingga menyebabkan kerusakan alveoli

Heavy Metal Toxicity

Arsenic

Lead

Mercury

Introduction
Heavy

metals are toxic to human health


Most common heavy metals are lead(Pb),
mercury(Hg), cadmium(Cd) and
arsenic(As)
Indoor concentration of heavy metals is
generally less than their outdoor
concentration
They are mainly produced by industrial
activities, and deposit slowly in the
surrounding water and soil

Properties of heavy metals


They

occur near the bottom of the periodic

table
Have high densities
Toxic in nature
Nondegradable
Note : Arsenic is not actually a metal but
is a semimetal i.e. its properties are
intermediate between those of metals and
nonmetals.

Transport phenomenon
Water
Food
Air
Adsorption

or absorption onto various

materials
Example : Over half of the heavy
metal input into Great Lakes is due to
deposition from air.

Toxicity of trace heavy


metals
TWA by
ACGIH
(mg / m)

Carcinogen
(suspected
by NIOSH)

Arsenic

Inhalation
and
ingestion

Irritation of respiratory
system, Liver and
Kidney damage, Loss
of appetite, nausea and
vomiting etc

0.20

Yes

Cadmium

Inhalation
and
ingestion

Lung, liver and kidney


damage; Irritation of
respiratory system

0.05

Yes

Inhalation,
ingestion,
Lung damage and
Chromium and
Irritation or respiratory
absorption
system
through skin

0.5

Yes

Metal

Route of
Entry

Toxicity Effect

CHELATING AGENT

Chelation (KEE-LAY-SHUN) comes


from the Greek word chele- which
means claw.
The use of a chelating agent to bind
with a metal in the body to form a
chelate so that the metal loses its
toxic effect or physiological activity

~Merriam-Webster's Medical
Dictionary

CHELATING AGENT
Synthetic

Chelating Agent

EDTA
Ligno Sulfonat
polymer is biodegradable and
supportive of soil microorganisms.
Humic and Vulvic Acid
Organic Acids
Protein (Amino Acid)

PERTOLONGAN PADA
KASUS KERACUNAN

Stanley M. Zildo 'First Aid, Cara Benar


Pertolongan Pertama dan Penanganan
Darurat'

1. Kurangi kadar racun yang masih


ada di dalam lambung dengan
memberi korban minum air putih
atau susu sesegera mungkin.
Jangan beri jus buah atau asam
cuka untuk menetralkan racun.

2. Usahakan untuk
mengeluarkan racun
dengan merangsang
korban untuk muntah
dengan wajah menghadap
ke bawah dan kepala
menunduk lebih rendah
dari badannya agar tak
tersedak.

3. Jangan memberi minuman atau


berusaha memuntahkan isi perut
korban bila ia dalam keadaan
pingsan. Jangan berusaha
memuntahkannya jika tidak tahu
racun apa yang ditelan.

4. Jangan berusaha memuntahkan


korban bila menelan bahan kimia
seperti pembersih toilet, cairan
antikarat, cairan pemutih, sabun cuci,
bensin, minyak tanah, tiner serta
pemantik api. Zat asam akan
menyebabkan kerusakan lebih parah
pada lambung atau esofagus jika
dimuntahkan. Sedangkan BBM yang
dimuntahkan dapat masuk ke paruparu dan menyebabkan pneumonia.

Bahan kimia berupa gas


Kenakan masker saat
menyingkirkan korban dari
tempat yang tercemar gas ke
tempat yang berudara segar.
Berikan napas buatan secepatnya
apabila petugas kesehatan belum
datang

Bahan kimia yang


mencemari kulit
Periksa dulu jenis bahan beracunnya
dan usahakan agar tidak tersentuh.
Siram bagian tubuh korban yang
terkena racun dengan air paling sedikit
selama 15 menit. Lepaskan semua
pakaian, sepatu, perhiasan, dan benda
benda lain yang terkena racun.
Jangan oleskan minyak atau mentega
pada kulit yang terkena racun, kecuali
atas petunjuk petugas kesehatan

Bahan kimia yang mengenai


mata
Cucimata dengan air bersih dalam
jumlah banyak, paling sedikit selama
15 menit. Buka kelopak mata atas
dan bawah, tarik bulu matanya
supaya tidak menyentuh bola mata.
Posisi tersebut memungkinkan
masuknya air bersih yang hangat
hangat kuku dan dapat mencuci
seluruh permukaan bola mata dan
kelopaknya

TERIMA
KASIH