Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Neonatus (BBL) bukanlah miniature orang dewasa,bahkan bukan
pula miniature anak.Neonatus mengalami masa perubahan dari kehidupan
didalam rahim yang serba tergantung pada ibu menjadi kehidupan diluar
rahim yang serba mandiri.Masa perubahan yang paling besar terjadi selama
jam ke 24-72 pertama.Transisi ini hampir meliputi semua system organ tapi
yang terpenting bagi anastesi adalah system pernafasan sirkulasi,ginjal dan
hepar.Maka dari itu sangatlah diperlukan penataan dan persiapan yang
matang untuk melakukan suatu anastesi terhadap neonates (BBL).
Pada saat lahir, bayi baru lahir akan mengalami masa yang paling
dinamis dari seluruh siklus kehidupan. Bayi mengalami suatu proses
perubahan dikenal sebagai periode transisi yaitu periode yang dimulai ketika
bayi keluar dari tubuh ibu harus beradaptasi dari keadaan yang sangat
bergantung menjadi mandiri secara fisiologis, selama beberapa minggu
untuk sistem organ tertentu.
Adaptasi merupakan suatu penyesuaian bayi baru lahir dari dalam
uterus ke luar uterus, prosesnya disebut periode transisi atau masa transisi.
Secara keseluruhan, adaptasi diluar uterus harus merupakan sebagai proses
berkesinambungan yang terjadi selama keseluruhan. Maka

pada setiap

kelahiran, bidan harus memikirkan tentang faktor-faktor kehamilan atau


persalinan yang dapat menyebabkan gangguan pada jam-jam pertama
kehidupan diluar rahim seperti partus lama, trauma lahir, infeksi, keluar
mekunium, penggunaan obat-obatan
1

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi dari bayi baru lahir normal?
2. Bagaimana karakteristik dari bayi baru lahir normal ?
3. Bagaimana adaptasi bayi baru lahir selama di luar uterus?
1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian dari bayi baru lahir
2. Untuk mengetahui karakteristik fisiologis dari bayi baru lahir
3. Untuk mengetahui adaptasi dari bayi baru lahir selama di luar uterus

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bayi Baru Lahir


Bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina
tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan
42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram, nilai Apgar > 7 dan tanpa
cacat bawaan.
Menurut M. Sholeh Kosim, (2007) bayi baru lahir normal adalah
berat lahir antara 2500- 4000 gram, cukup bulan, lahir menangis, dan tidak
ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat.
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan
37-42 minggu dan berat badannya 2.500-4.000 gram. (Dewi,2010).
Masa neonatus merupakan masa terjadinya kehidupan baru di luar
uterus. Terjadi proses adaptasi semua system organ tubuh, diawali dengan
aktifitas pernafasan pertama, penyesuaian denyut jantung janin, pergerakan
bayi, pengeluaran mekonium dan defekasi. Perubahan fungsi organ lain,
seperti ginjal, hati, dan sistem kekebalan tubuh belum sempurna.
(Muslihatun, 2010).
2.2 Karakteristik Bayi Baru Lahir
Mungkin orang tua melihat gambaran bayi baru lahir sebagai
makhluk mungil yang tidak selucu nantinya di usia tiga atau empat bulan.
Berikut ini adalah penjelasan karakteristik umum bayi baru lahir yang akan
terlihat beberapa hari setelah lahir.

1. Kepala
Kepala bayi mungkin tampak tidak seimbang dan berbentuk lonjong
seperti buah melon akibat tekanan di jalan lahir. Besar kepala tampak tidak
proporsional dengan tubuhnya-sekitar seperempat panjang tubuhnya. Leher

pendek dan berlipat-lipat. Membran liat menutupi dua titik bukan kepala
yang disebut fontanel, yakni tulang tengkorak yang belum menyatu.
Fontanel anterior,merupakan fontanel yang lebih besar berada diatas agak ke
depan,menutup setelah usia 18-24 bulan. Sedangkan fontanel posterior,
terletak lebih ke belakang, menutup pada usia ke 6 bulan.
Seberapa lebat rambut bayi lahir sulit untuk diperkirakan. Beberapa
bayi tidak memiliki rambut atau hanya sejumput rambut yang akan rontok
dan tumbuh kembali setelah 6 minggu. Sedangkan bayi yang lain mungkin
akan lahir dengan rambut lebat dan tidak mudah rontok.
2. Wajah
Mata bayi baru lahir mungkin tampak merah dan bengkak akibat
tekanan pada saat lahir dan akibat obat tetes atau salep mata yang
digunakan. Bayi berkulit terang biasanya memiliki mata biru-keabu abuan,
dan bayi berkulit gelap biasanya memiliki mata berwarna coklat. Warna
permanen belum terbentuk sampai usia sekitar 6 bulan. Air mata sudah ada
sejak lahir, tetapi tidak akan keluar sampai usia 6 minggu atau lebih.
Hidung bayi baru lahir, yang seluruhnya tersusun dari jaringan
kartilago, tampak datar dan lebar. Pipi biasanya berlemak dan wajah kadang
kadang tampak tanpa bentuk dagu yang jelas.
3. Kulit
Kulit bayi baru lahir keriput dan longgar, dan mungkin mulai tampak
kering dan melupas setelah beberapa hari. Tubuh bayi baru lahir mungkin
dilapisi verniks kaseosa,lapisan putih dan berminyak yang berfungsi
mempermudah gerakan bayi saat dijalan lahir. Tubuh bayi juga memiliki
lanugo, rambut halus di bahu,punggung dan pipi. Lanugo akan menghilang
dalam beberapa hari.
4. Badan

Perut bayi baru lahir lebar, dengan pinggul kecil dan badan
melengkung ke depan. Puntung tali pusat masih ada yang merupakan
potongan tali pusat. Puntung tali pusat akan mengering dan terlepas
sendiri,kebanyakan dalam 10-14 hari.
Payudara dan genital bayi baru lahir mungkin tamapak membengkak
baik bayi laki-laki atau perempuan. Hal ini disebabkan adanya hormon pada
ibu, dan bayi baru lahir. Mungkin akan mengeluarkan sedikit darah dari
vagina. Umumnya pembengkakan ini akan menghilang dalam 3 5 hari.
Urine dan feses pertama biasanya akan keluar dalam 24 jam pertama.
5. Lengan
Lengan bayi baru lahir dalam posisi fleksi atau menekuk. Tangan
biasanya teraba dingin dan melengkung hingga pergelangan tangan,
mungkin tampak kebiruan karena sistem sirkulasi belum sempurna.
Pergelangan tangan tampak gemuk dan berlipat-lipat, sedangkan kuku jari
tampak panjang dan tajam.
6. Kaki
Lutut bayi baru lahir menekuk dan kaki melengkung. Seperti ditangan,
sistem sirkulasi bayi belum sempurna menyebabkan kaki tampak kebiruan.
Kaki pada bayi baru lahir mungkin terdapat bercak-bercak dan tampak datar
karena bantalan lemak ditelapak kaki.
2.3 Adaptasi Bayi Baru Lahir Terhadap Kehidupan Di Luar Uterus
Perubahan- Perubahan Yang Terjadi Setelah Proses Kelahiran
Proses adaptasi BBL yang paling dramatik dan cepat terjadi pada 4
aspek, yaitu pada sistem pernafasan, sistem sirkulasi/kardiovaskuler,
perubahan sistem termogenik dan kemampuan menghasilkan sumber

glukosa. Proses adaptasi tersebut terjadi sebagai akibat perubahan


lingkungan dalam uterus ke luar uterus, maka bayi menerima rangsang yang
bersifat kimiawi, mekanik dan termik.
1. Perubahan Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan merupakan sistem yang paling tertantang ketika
mengalami perubahan dari fase intrauterus menuju ekstra uterus. Bayi baru
lahir harus mulai segera bernafas.Selama kehamilan organ yang berperan
dalam respirasi janin sampai janin lahir adalah placenta.
Paru paru yang bermula dari suatu titik yang muncul dari Pharynx
yang bercabang dan kemudian cabang lagi sehingga membentuk struktur
pencabangan bronkus. Proses tersebut terus berlanjut setelah kelahiran
hingga kira-kira usia anak 8 tahun sampai jumlah bronkhiolus dan alveolus
berkembang

sepenuhnya. Agar alveolus dapat berfungsi, harus ada

surfaktan yang cukup dan aliran darah ke paru-paru. Surfaktan adalah


lipoprotein yang dapat mengurangi ketegangan permukaan dalam alveoli
dan membantu dalam pertukaran gas. Bagian ini di produksi pertama kali
dari usia kehamilan 20 minggu dan jumlahnya akan terus bertambah
hinggaparuparu menjadi dewasa pada minggu 30 34 minggu. Ketidak
dewasaan

paruparu inilah yang paling menentukan dan mengurangi

kemungkinan hidupnya seorang bayi baru lahir oleh karena luas permukaan
alveoli yang terbatas serta tidak adanya surfaktan yang memadai
menyebabkan stress pada bayi.
Fenomena yang menstimulasi neonatus untuk nafas pertama kali,
diantaranya; peristiwa mekanis seperti penekanan toraks pada proses

kelahiran pervagina dan tekanan yang tinggi pada toraks tersebut tiba-tiba
hilang ketika bayi lahir disertai oleh stimulus fisik, nyeri, cahaya suara
menyebabkan perangsangan pusat pernafasan. Pada saat bayi mencapai
cukup bulan, kurang dari 100 ml cairan paruparu terdapat di dalam
nafasnya. Selama proses kelahiran, kompresi dinding dada akan membantu
pengeluaran sebagian dari cairan ini dan lebihnya akan diserap oleh sirkulasi
pulmonum serta sistem limphatik setelah kelahiran bayi. Neonatus yang
dilahirkan dengan SC (Secsio Cesarea) tidak mendapat penekanan thorak
sehingga paruparunya terisi cairan dalam waktu yang lebih lama. Cairan
yang mengisi mulut dan trakhea sebagian dikeluarkan dan udara mulai
mengisi sistem pernafasan ini.
Aktifnya pernafasan

yang pertama menimbulkan serangkaian

peristiwa diantaranya :
a. Membantu perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi dewasa.
b. Mengosongkan cairan dari paruparu.
c. Menentukan volume paru neonatus dan karakteristik fungsi paru
paru bayi baru lahir.
Dengan tarikan nafas yang pertama, udara di ruangan mulai mengisi
saluran napas besar trakhea neonatus dan bronkus. Oksigenasi yang
memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan
kecukupan pertukaran udara. Peningkatan aliran darah paru akan
memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan menghilangklan cairan
paru.
2. Perubahan Sistem Kardiovaskuler

Perubahan sistem kardiovaskuler terjadi akibat perubahan tekanan


pada seluruh sistem pembuluh darah tubuh. Terdapat hukum yang
menyatakan bahwa darah akan mengalir pada daerah daerah yang
mempunyai resistensi yang kecil. Jadi perubahan perubahan resistensi
tersebut langsung berpengaruh pada aliran darah. Perubahan sistem
kardiovaskuler yang terjadi yaitu:
1) Penutupan Foramen Ovale.
Penutupan foramen ovale terjadi bermula pada proses pemotongan tali
pusat yang mana berarti neonatus kini lepas ketergantungan dari plasenta,
hal ini menyebabkan terjadinya penurunan sirkulasi darah neonatus.
Pemotongan tali pusat ini merangsang timbulnya pernafasan pertama kali
dan menyebabkna paru berkembang. Saat paru berkembang terjadi penuruan
tekanan atrium kanan karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan
tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan
itu sendiri. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen
sedikit mengalir ke paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang.
2.) Penutupan Duktus Arteriosus Botali
Duktus

arteriosus

botali

merupakan

pembuluh

darah

yang

menghubungkan arteri pulmo dengan aorta, sedangkan arteri pulmo


menghubungkan ventrikel kanan dengan paru. Pada masa janin darah yang
mengalir menuju atrium kanan akan dialirkan melalui arteri pulmonal
menuju ke paru, fungsinya untuk memberikan nutrisi dan pemeliharan organ
paru bukan untuk proses pernafasan. Sebagaian darah masuk ke paru,
kelebihannya akan dialirkan ke aorta melalui duktus arteriousus botali.
8

Setelah neonatus bernafas untuk pertama kali, oksigen yang masuk


menimbulkan relaksasi dan terbukanya sistem pembuluh darah paru.
Selanjutnya terjadi perubahan tekanan pada atrium kanan, karena foramen
ovale telah menutup dimana darah yang berada pada atrium kanan yang
bersumber dari vena cafa inferior dan superior akan di alirkan melalui arteri
pulmonalis menuju ke paru pada saat janin sudah lahir berfungsi untuk
proses pernafasan bukan untuk memberi nutrisi pada paru seperti pada masa
janin. Sehingga darah yang menuju ke duktus arteriosus botali akan
berkurang dan secara fungsional akan terjadi penutupan duktus arteriosus
botali. duktus arteriosus botali yang menutup akan berubah menjadi
ligamentum arteriosus dalam 10-15 jam dan menutup permanen dalam 2-3
minggu.

3) Vena Dan Arteri Umbilikalis


Duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara
fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat di klem.
Setelah duktus venosus menutup akan menjadi ligamentum venosum, vena
dan arteri umbilikalis akan menjadi ligamentum teres dan ligamentum
medial umbilikalis. Denyut jantung neonatus berkisar 140x/menit dan
volume darah berkisar 80-110ml/kg.

3. Perubahan Sistem Termogenik

Bayi baru lahir memilki kecenderungan cepat stress akibat perubahan


suhu lingkungan, karena belum dapat mengatur suhu tubuh sendiri. Pada
saat bayi meninggalkan lingkungan rahim ibu yang bersuhu rata-rata 37 0C,
kemudian bayi masuk ke dalam lingkungan. Suhu ruangan persalinan yang
suhu 25 0C sangat berbeda dengan suhu di dalam rahim.
Bayi baru lahir dapat kehilangan panas melalui empat mekanisme
yaitu :
a.

Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar

udara sekitar yang lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di
dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas.
Kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas
angin, hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
b.

Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan

di dekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu
tubuh bayi. Bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda-benda
tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan
secara langsung).
c.

Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung

antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin, meja, tempat tidur atau
timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap
panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apalagi bayi diletakkan
diatas benda-benda tersebut.
d.

Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas

dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh

10

panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera
dikeringkan. Kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat
dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselimuti.
Meminimalkan kehilangan panas bayi baru lahir, beberapa cara umum untuk
mempertahankan panas adalah sebagai berikut :
a. Selimut, topi atau pakaian yang hangat sebelum kelahiran.
b.

Keringkan bayi baru lahir secepatnya.

c.

Atur suhu ruangan persalinan 25 0C.

d.

Jangan lakukan penghisapan bayi baru lahir jika alas tempat tidur
basah.

e.

Tunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu stabil.

f.

Tempatkan area perawatan bayi baru lahir dari jendela, dinding


luar atau jalan ke pintu.

g.

Selalu menutup kepala bayi baru lahir dan membungkus rapat


tubuh bayi selama 48 jam.

Neonatus dapat menghasilkan panas dalam jumlah besar dengan cara;


menggigil, aktifitas otot dan termogenesis (produksi panas tanpa
menggigil). Sehingga dapat menyebabkan peningkatan metabolisme dan
mengakibatkan peningkatan penggunaan oksigen oleh neonatus. Oleh
karena itu kehilangan panas pada neonatus berdampak pada hipogilikemi,
hipoksia dan asidosis.
4. Glukosa
Sebelum dilahirkan kadar darah janin berkisar 60 hingga 70 % dari
kadar darah ibu. Dalam persiapan untuk kehidupan luar rahim seorang janin

11

yang sehat mencadangkan glukosa sebagai glikogen terutama di dalam hati.


Sebagian penyimpangan glikogen berlangsung pada trimester III.
Pada saat tali pusat diklem, bayi baru lahir harus mendapat cara untuk
mempertahankan glukosa yang sangat diperlukan untuk fungsi otak
neonatus. Pada setiap bayi baru lahir, glukosa darah menurun dalam waktu
singkat (1 hingga 2 jam kelahiran). Bayi baru lahir yang sehat hendaknya
didorong untuk sesegera mungkin mendapatkan ASI setelah dilahirkan.
Seorang bayi yang mengalami stress berat pada saat kelahiran seperti
hipotermia mengakibatkan hipoksia mungkin menggunakan simpanan
glikogen dalam jumlah banyak pada jamjam pertama kelahiran.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL
3.1 PENGKAJIAN
A
1

IDENTITAS
Identitas Klien
Nama,umur,jenis kelamin,tempat lahir, pendidikan, pekerjaan,
agama, suku, bangsa, riwayat persalinan,nama penanggung
jawab, usia penanggung jawab.
B

RIWAYAT KESEHATAN

12

Riwayat Kesehatan Sekarang :


keadaan ibu setelah melahirkan sampai dilakukan pengkajian
juga keadaan bayi pasca persalinan hingga dilakukan

pengkajian janin.
Riwayat kesehatan prenatal
a. HPHT
: untuk tafsiran kesesuaian antara
perkiraan persalinan dengan hari persalinan
b. ANC
: untuk melihat apakah

selama

kehamilan ibu melakukan pemeriksaan rutin dan


adakah gangguan selama kehamilan.
c. Imunisasi TT : untuk melihat kapan ibu diberikan
imunisasi TT, apakah sudah diberikan atau belum.
d. BB ibu
: BB ibu saat setelah
melahirkan biasanya turun
e. Keluhan
Trimester I
: mual, muntah, cemas berhubungan
dengan kehamilan
Trimester II : mulai menerima kondisi kehamilan
Trimester III : sering BAK
f. Keluhan lain : apakah ibu selama kehamilan pernah
mengalami hipertensi, pusing , sakit saat kehamilan
dsb.
3 Riwayat kesehatan intranatal
a Tanggal lahir
: untuk tafsiran umur bayi, juga
b
c
d
e

perkiraan terjadi hipertermi patologis


Tempat
: klinik bidan, rumah sakit, rumah, dll
Penolong
: Dokter/bidan/dukun beranak
Jenis persalinan
: normal atau cesar
Penyulit
: adakah penyulit seperti saat
persalinan terjadi lilitan tali pusat, perdarahan, atonia uteri,

dsb
f Lama persalinan: Riwayat postnatal
a APGAR Score
:
b Kebutuhan resusitasi :
c Trauma lahir : apakah terjadi gawat janin, afiksia, dsb

C PEMERIKSAAN FISIK
1 Pemeriksaan umum
a Keadaan umum

pernafasan cepat atau tidak

13

menangis

kencang,

lemah,

b
c

Kesadaran
Tanda-tanda vital

: composmentis, apatis, delirium


:

Suhu 36,50C-370C (aksila),


Frekwensi jantung 120-140 x/m (apical),
Pernafasan 30-60x/m
Tekanan darah

Antropometri :
Lingkar kepala 33-35 cm,
Lingkar dada 30,5-33 cm,
Lingkar kepala 2-3 cm > dari linkar dada,
Panjang kepala ke tumit 48-53 cm,
Pemeriksaan Per Sistem
1. Sistem Pernapasan
ada dan kedua hidung harus simetris.
Ada cuping hidung
batuk tidak ada saat lahir, ada setelah 1-2 hari.
bunyi nafas bronchial sama secara bilateral.
2. Sistem Kardiovaskuler
Apeks: ruang intercostal ke4-5, sebelah lateral batas kiri
sternum
Nada S2 sedikit lebih tajam dan lebih tinggi daripada S1
3. Sistem pencernaan eliminasi alvi
Mulut dan tenggorok :
Utuh, palatum arkus-tinggi, uvula di garis tengah,

frenulum lidah, frenulum bibir atas


Reflek menghisap kuat dan terkoordinasi, reflek

rooting
Refleks gag, refleks ekstrusi
Salivasi minimal atau tidak ada, menangis keras
Abdomen :
Bentuk silindris

14

Hepar: dapat diraba 2-3 cm dibawah marjin kostal

kanan
Limpa: puncak dapat diraba pada akhir minggu

pertama
Ginjal: dapat diraba 1-2 cm diatas umbilicaus
Pusat umbilicus: putih kebiruan pada saat lahir

dengan 2 arteri dan 1 vena


Nadi femoral bilateral sama

Lubang anal paten


Lintasa mekonium dalam 36 jam
4. Sistem Muskuloskeletel Dan Integumen.
1. Ekstrimitas
Ekstremitas biasanya mempertahankan derajat fleksi
Ekstensi ekstrimitas diikuti dengan posisi fleksi

sebelumnya.
Kelambatan kepala saat duduk, tetapi mampu

menahan kepala agar tetap tegak walaupun sementara


Mampu memutar kepala dari satu sisi kesisi lain

ketika tengkuran
Mampu menahan kepala dalam garis horizontal

dengan punggung bila tengkurap.


2. Kepala
Fontanel anterior: bentuk berlian, 2,5-4,0 cm
Fontanel posterior:bentuk segitiga 0,5-1 cm
Fontanel harus datar, lunak danpadat
Bagian terlebar dari fontanel diukur dari tulang ke
tulang, bukan dari sututa ke sutura.
3. Kulit :
Saat lahir: merah terang, menggembung, halus
Hari kedua-ketiga: merah muda, mengelupas, kering
Vernik kaseosa
Lanugo
Edema sekitar mata, wajah, kaki, punggung tangan,
telapak, dan skrotum atau labia.
4. Telinga :
Posisi puncak pinna berada pada garis horizontal
bersama bagian luar kantus mata

15

Reflek moro atau refleks terkejut ditimbulkan oleh

bunyi keras dan tiab-tiba


Pina lentur adanya kartilago.
Hidung :patensi nasal, rabas nasal-mukus putih
encer, bersin
5. Sistem Reproduksi
Genetalia wanita :

Labia dan klitoris biasanya edema


Labia minora lebih besar dari labia mayora
Meatus uretral di belakang klitoris
Verniks kaseosa di antara labia
Berkemih dalam 24 jam

Genetalia laki laki


Testis sudah turun kedalam scrotum pada 90 % bayi.
Spermatogenesis belum terjadi, baru terjadi saat

pubertas.
Sering terjadi

hidriceles

yaitu

akumulasi

cairan

disekitar testis,
bisa sembuh sendiri.
6. Sistem Persepsi Sensori
Mata

Kelopak biasanya edema, mata tertutup


Warna agak abu-abu, biru gelap, coklat
Tida ada air mata
Ada refleks merah, reflek pupil (repon cahaya),

refleks berkedip (respon cahaya atau sentuhan)


Fiksasi rudimenter pada obyek dan kemampuan
mengikuti ke garis tengah.

D REFLEKS FISIOLOGIS
1 Refleks Moro
2 Refleks Rooting : Ada
3 Refleks Sucking : Ada
4 Refleks Grapsing : Ada
5 Reflek Tonic Neck

: Ada (kuat /lemah) / tidak ada


(kuat /lemah) / tidak ada
(kuat /lemah) / tidak ada
(kuat /lemah) / tidak ada
: Ada (kuat /lemah) / tidak ada

16

E PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kalau perlu sesuai kebijakan setempat :
1. Gula darah sewaktu
2. Bilirubin dan golongan darah : ABO dan Rhesus faktor
3. Hb, Ht, Lekosit dan Trombosit.

3.2 Analisa Data Pasien


NS.
DIAGNOSIS :
(NANDA-I)

1.
2.
3.
4.

Hipotermia
Resiko infeksi
Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

1. Suhu tubuh berada dibawah kisaran normal


2. Mengalami peningkatan resiko terserang organisme
patogenik.
3. Beresiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu
tubuh dalam kisaran normal.
DEFINITION:

4. Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau


obstruksi

dari

saluran

pernafasan

mempertahankan bersihan jalan nafas.

HIPOTERMIA
RESIKO INFEKSI
DEFINING
CHARACTERI

RESIKO KETIDAKSEIMBANGAN SUHU TUBUH

STICS
KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS

17

untuk

Nyeri Akut
Agens cedera (mis., biologis, zat kimia, fisik,
psikologis)

RELATED
FACTORS:

1. Kekurangan Volume Cairan

kehilangan cairan aktif

Kegagalan mekanisme regulasi

2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan

Faktor biologis
Faktor ekonomi
Ketidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrien
Ketidakmampuan untuk mencerna makanan
Ketidakmampuan untuk menelan makanan
Faktor psikologis

3. Ansietas

Perubahan dalam :
o Status ekonomi
o Lingkungan
o Status kesehatan
o Pola interaksi
o Fungsi peran
o Status peran

Pemajanan toksin

Terkait keluarga

Herediter

Infeksi / kontaminan interpersonal

Penularan penyakit interpersonal

Krisis maturasi

Krisis situasional

Stress

Penyalahgunaan zat

Ancaman kematian

Ancaman pada :
o Status ekonomi
o Lingkungan
o Status kesehatan
o Pola interaksi

18

o Fungsi peran
o Status peran
o Konsep diri
Konflik yang tidak disadari mengenai tujuan penting

hidup
Konflik yang tidak disadari mengenai nilai yang

esensial / penting
Kebutuhan yang tidak dipenuhi

4.3 Intervensi
NIC
INTERVENSI

NOC

AKTIVITAS

OUTCOME

INDICATOR

Level Nyeri

Reported pain : 5
Length
of
pain

episodes : 4
Restlesness : 5
Facial expressions

of pain : 5
RR : 5

1. Nyeri Akut

Manajemen

Lakukan
pengkajian

nyeri

nyeri

Def :

secara

Def :

komprehensif

Kekuatan dari

Mengurangi

termasuk

nyeri yang

Nyeri

lokasi,

diamati atau

menurunkan

karakteristik,

dilaporkan.

nyeri ke level

durasi,

kenyamanan

frekuensi,

yang

kualitas

atau

diterima

dan

faktor

oleh pasien

presipitasi.
Gunakan
teknik
komunikasi
terapeutik
untuk
mengetahui
19

pengalaman

nyeri pasien
Kontrol
lingkungan
yang

dapat

mempengaruh
i Nyeri seperti
suhu ruangan,
pencahayaan
dan

kebisingan
Kurangi
faktor

presipitasi
Pilih
dan
lakukan
penanganan
nyeri
(farmakologi,
non
farmakologi
dan

interpersonal)
kaji tipe dan
sumber nyeri
untuk
menentukan

intervensi
Berikan
analgetik
untuk
mengurangi

nyeri
Evaluasi
20

keefektifan

kontrol nyeri
Tingkatkan
istirahat

2.Kekurangan
Volume

Cairan

intake

Hipovolemia

volume

cairan

intravaskuler
pada

pasien

yang
mengalami

output
Monitor

dan

Def :

output balance : 3
Skin turgor : 3

kadar Water balance

hematokrit
intracellular
Monitor adanya
and
kehilangan
extracellular
cairan, misalnya
compartments
perdarahan,
of the body
muntah, diare,
perspirasi

penurunan
volume cairan

3
24-hour intake and

hemoglobin dan in the

Memperbanya
k

status

Blood preasure : 4
Radikal pulse rate :

cairan, termasuk Fluid balance

Manajemen

Def :

Monitor

takipnea
Monitor
vital

dan
tanda
secara

tepat
Berikan cairan

Ketahui

3.Ketidak
Seimbangan
Nutrisi
Kurang Dari
Kebutuhan
Manajemen

makanan

Menjelaskan
komponen

kesukaan
21

diet

nutrisi.

pasien
Tentukan

Status gizi

Def :

kemampuan

Membantu atau

pasien

menyediakan

memenuhi

asupan

kebutuhan

makanan

dan

cairan

diet

nutrisi
Pantau

seimbang

untuk

Def : tingkat

massa tubuh dan

ketersediaan

badan dalam batas

zat gizi untuk

memenuhi

kandungan
nutrisi

dan

kalori

pada

bergizi adekuat : 3
Mempertahakan

normal : 4
Melaporkan

kebutuhan

tingkat

energi

metabolik

yang adekuat : 3

catatan asupan
4.Ansietas
Anxiety level
Def :
Severity of
manifested
apprehension,
tension, or
uniasiness
arising from
an
unidentifiable
source

22

Restlesness : 4
Facial tension : 4
Fatigue : 4

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
4.2 SARAN

23

DAFTAR PUSTAKA
Arief,Mansjoer. (2000). Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jilid 1.
Penerbit Media Aesculapius. Jakarta
Carpenito, Lynda juall. (1999). Buku Diagnosa Keperawatan, Penerbit
Buku Kedokteran, EGC. Jakarta
Doengoes E. Marylin. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Penerbit
Buku Kedokteran, EGC. Jakarta
Doengoes E. Marylin. (2001). Rencana Asuhan Keperawatan Maternal /
Bayi, EGC. Jakarta

24

Beri Nilai