Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN

Tanggal Pengkajian

: 1 April 2013 Pukul 08.00 WIB

Tgl Masuk Ruangan : 31Maret 2013 Pukul 14.00 WIB


Ruang

: UPJ

1. Identitas Pasien
a. Nama (Inisial)
b. No. Register
c. Umur
d. Jenis Kelamin
e. Agama
f. Pendidikan
g. Pekerjaan
h. Suku
i. Bahasa
j. Alamat

: An.D
: 7243539
: 2 tahun 9 bulan
: Perempuan
: Islam
: Belum Sekolah
:: Jawa
: Indonesia
: Karangawen, Demak
k. Diagnosa Medis
: PJB Asianotik

2. Identitas Penanggung Jawab


a. Nama (inisial)
b. Umur
c. Pendidikan
d. Pekerjaan
e. Suku
f. Bahasa
g. Alamat
3. Keluhan Utama

: Tn. J
: 34 tahun
: SMP
: Pegawai Swasta
: Jawa
: Indonesia
: Karangawen, Demak

: Lemas

4. Riwayat Penyakit Sekarang


6 bulan yang lalu anak dikatakan ada kelainan jantung, disarankan ke RSUP dr
Kariadi untuk pemeriksaan lengkap. Pasien sering batuk dan pilek serta cepat
capek. Pada bulan Oktober 2012 dan bulan Maret 2013 pasien telah diperiksa
echocardiografi dengan hasil PDA, PFO/ASD kecil. Pasien disarankan untuk
kateterisasi jantung, dan dirawat di UPJ.
5. Riwayat Penyakit Dahulu
9 bulan yang lalu pasien didiagnosa TBC dan menjalani terapi OAT.

75

6. Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga pasien tidak ada yang mengalami sakit jantung seperti yang dialami
oleh pasien. Kakak pasien menderita TBC dan sedang menjalani terapi OAT.

An. D
Keterangan :
: laki- laki
: Perempuan

: Menikah
: Anak

: Laki-laki meninggal
: Pasien

7. Pemeriksaan Fisik
a. Tanda tanda vital
Pengkajian
TD (mmHg)
HR : Frekuensi

Keterangan
90/60 mmHg
108 x/menit, regular, tekanan nadi di ektremitas

RR : Frekuensi
Suhu

kanan lebih kuat daripada ekstremitas kiri


25x/menit, reguler
36oC

b. Kepala dan leher


Pengkajian

Keterangan

Bentuk

Mesochepal

Rambut

Bersih, rambut hitam, lesi tidak ada

Mata

Simetris, sklera tidak ikterik, konjunctiva


tidak anemis

Telinga

Fungsi pendengaran baik

Hidung

Tidak ada sekret

Mulut

Tidak ada sariawan, lesi, maupun gusi


berdarah, mukosa bibir lembab

Leher

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,


tidak ada pembesaran limfe

c. Jantung
Pengkajian
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

Keterangan
IC tak tampak
IC teraba di SIC V kiri
Pekak
BJ I-II normal, ada bising, tidak ada
gallop

d. Paru-paru
Pengkajian
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

Keterangan
Simetris, tidak ada tarikan otot pernapasan
Pengembangan paru kanan sama dengan
paru kiri
Sonor seluruh lapang paru
Suara dasar paru vesikuler, tidak ada
ronchi dan whezing

e. Abdomen
Pengkajian
Inspeksi
Auskultasi
Palpasi
Perkusi

Keterangan
Supel, tidak ada lesi, tidak ada memar
Bising usus 12x/menit
Tidak ada pembesaran organ, tidak ada
nyeri tekan, tidak ada benjolan
Timpani

f. Ekstremitas
Ekstremitas atas
Kanan (Terpasang infus RL 8 tpm)
Kesemutan Edema Baal
Nyeri
Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Kesemutan

Kiri
Edema

Baal

Nyeri

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

77

Ekstremitas bawah

Kesemutan
Tidak

Kanan
Edema Baal

Nyeri

Kesemutan

Kiri
Edema

Baal

Nyeri

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Kekuatan otot pasien


5
5
5
5
Skala kekuatan otot :
Nilai 0 : bila tidak terlihat kontraksi, lumpuh total
Nilai 1 : bila terlihat sedikit pergerakan, tidak ada pergerakan
Nilai 2 : ada gerakan pada sendi tetapi tidak mampu melawan gravitasi
Nilai 3 : terdapat gerakan dan mampu melawan gravitasi
Nilai 4 : mampu melawan gravitasi dan melawan sedikit tahanan
Nilai 5 : dapat melawan gravitasi dan tahanan dengan kekuatan maksimal.
g. Sistem persarafan
Pengkajian

Keterangan

Status mental
Tingkat kesadaran
GCS
Gaya Bicara

Composmentis
15
Jelas

Fungsi intelektual
Orientasi waktu

Baik

Orientasi orang

Baik

Orientasi tempat

Baik

Daya pikir
Spontan, alamiah,
masuk akal

Ya

Kesulitan berfikir

Tidak

Status emosional
Alamiah & datar

Ya

Pemarah

Tidak

Cemas

Ya

Apatis

Tidak

h. Pemeriksaan integument
Warna
kulit

Turgor

Mukosa
bibir

Capilarry
reffil

Kelainan

Pucat

Elastis

Lembab

> 2 Detik

Tidak ada

8. Pengkajian Fungsional
A. Oksigenasi
Pasien bernafas spontan, nafas reguler, cuping hidung (-), sianosis (-),
retraksi otot bantu pernafasan (-)
Saturasi oksigen:
96 98
97 98
B. Nutrisi dan Cairan
Nutrisi:
Antopometri

Biokimia
Penampilan fisik
Diit

: BB: 11 kg, TB: 87,5 cm


Z score BB/Umur = -1,8 (normal)
Z score TB/Umur = - 1,7 (normal)
Z score BB/TB = - 1,27 (normal)
: Hb 11,60 gr%, Ht 33,4 %
: Pasien lemas, aktivitas pasien dibantu oleh ibunya
: Diit 3 x nasi
3 x 200 cc susu

Cairan:
Balance cairan = input output
Input : minum & makan 450 cc, infuse C 480 cc
Output : urine 600 cc, IWL 48, 125 cc
Balance cairan : 930 cc 648,125 cc = 281,8 cc
C. Eliminasi
Pasien BAK > 4 kali sehari, sekali BAK 100 cc, warna kuning,
inkontinensia (-)
79

Pasien BAB 1 kali sehari, warna kuning kecoklatan, lembek, diare (-),
konstipasi (-), berlendir (-), berdarah (-)
D. Termoregulasi
Suhu badan pasien normal 36oC
E. Aktivitas Latihan/Mobilisasi
Ny. J mengatakan semua aktivitas An. D dibantu, karena belum mandiri.
F. Seksualitas
Tidak terkaji
G. Psikososial
Harga diri
Ideal diri
Identitas diri
Gambaran diri
Peran

: Tidak terkaji
: Tidak terkaji
: Tidak terkaji
: Tidak terkaji
: Tidak terkaji

H. Rasa Aman dan Nyaman


Orang tua pasien mengatakan pasien sering kecapean dan lemas
I. Spiritual
Pasien beragama islam mengikuti orang tuanya
J. Higiene
Pasien disibin oleh ibunya 2x sehari
K. Istirahat Tidur
Sebelum sakit orang tua pasien mengatakan tidur selama 9 jam, saat sakit
pasien juga mampu istirahat pada saat siang atau malam hari. Namun
pasien kadang terbangun ketika batuk.
L. Aktualisasi Diri
Orang tua mengatakan pasien sering mengajak bermain pasien lain yang
berada di satu ruang.
M. Rekreasi
Orang tua mengatakan rekreasi yang bisa dilakukan pasien di rumah sakit
yaitu bermain

N. Kebutuhan Belajar
Tidak terkaji
9. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan Echocardiografi
Pemeriksaan Echocardiografi yang dilakukan menunjukkan gambaran
Atrium Septum Defek (ASD) kecil/ Persistent Foramen ovale (PFO) dan
Patent Duktus Arteriosus (PDA) 4 mm. Ruang jantung normal, VSD (-)
b. Pemeriksaan laboratorium tanggal 31 maret 2013
Jenis

Hasil

Satuan

Nilai Normal

Kesa

Pemeriksaa

n
Hematologi
Hemoglobin
Hematokrit

11.60
33.4

gr%
%

11.00 13.00
36.0 44.0

N
L

Eritrosit

4.08

juta/m

3.60 5.00

MCH

28.40

mk
pg

23.00 31.00

MCV

81.90

fL

77.00

101.00
MCHC

34.70

g/dL

29.00 36.00

Lekosit

11.20

ribu/m

6.00 18.00

315.0

mk
ribu/m

150.0 400.0

11.60 14.80

Trombosit

mk
RDW

Rasional

12.10

Hemoglobin normal
Penurunan nilai Hct
merupakan indikator
anemia. Hct <20%
menyebabkan gagal
jantung
Eritrosit normal
Berat Hb di dalam
sel darah merah
normal
(Normokromik)
Sel darah merah
berukuran
normal
(Normositik)
Konsentrasi Hb di
dalam sel darah
merah normal
Jumlah sel darah
putih normal
Jumlah
platelet
normal, tidak ada
keganasan
Koefisien
variasi
dari volume eritrosit

81

MPV

8.90

fL

4.00 11.00

normal
Ukuran

rata-rata

platelet normal

Jenis

Hasil

Satuan

Pemeriksaan
Laju Endap Darah
LED 1 jam
19.0
mm
LED 2 jam
44.0
mm
Plasma Prothrombin Time
Waktu
11.2
detik
Prothrombin
PPT kontrol
11.1
Partial Thromboplastin T
Waktu
24.8
thromboplastin
APTT kontrol
Kimia klinik
Glukosa

Nilai

Kesan

Normal
3.0-14.0

H
H

10.0 15.0

23.4 36.8

detik
detik

32.3

detik

86

mg/dl

74 - 106

40
0.45

mg/dl
mg/dl

15 - 39
0.60 1.30

H
L

141

mmol/

136 - 148

4.6

L
mmol/

3.5- 5.1

Chlorida

104

L
mmol/

98 - 107

Calcium

2.45

L
mmol/

2.12 2.52

Magnesium

1.12

L
mmol/

0.79 0.99

sewaktu
Ureum
Creatinin
Elektrolit
Natrium
Kalium

Rasional

10. Terapi
11.

Jenis

Terapi

12.

Do

sis

17. Ambr
oxol

19.

mg/ 8 j

13.

14.

Rut

Cara Kerja

e
20.

21.

PO

mempunyai

18.

Indikasi

Ambroxol

mukokinetik

24.

hipersensitif -

terhadap ambroxol

Efek samping

Ambroxol pada umumnya


ditoleransi

dan

dengan

baik.

Kadang-kadang

pada

Memperlancar

adanya

efek

samping

sekresi

gastrointestinal yang ringan.

yang kental dan lengket

Reaksi alergi dapat terjadi

di

dan

dalam

mengurangi

khasiat

Pasien

16.

beberapa pasien dilaporkan

pemafasan

23.

Kontra Indikasi

sekretolitik.
pengeluaran

22. Capto

dan 15.

saluran
dan
staknaa

umumnya

jarang,

beberapa

pasien

yang

terkena

alergi

]uga

lendir dan karenanya

menunjukkan reaksi alergi

pengeluaran

lendir

terhadap obat-obat lai

dipermudah

dan

melegakan pemafasan.
- Pengobatan

Penderita

yang

Proteinuria,

peningkatan

83

pril

mg/12 j

PO

hipertensi
sampai
Pada

ringan
sedang.
hipertensi

hipersensitif

terhadap

Captopril

atau

penghambat ACE lainnya

berat digunakan bila

(misalnya

terapi standar tidak

mengalami

angioedema

efektif atau tidak

selama

pengobatan

dapat digunakan.
Pengobatan gagal

dengan penghambat ACE

jantung

kongestif, -

digunakan bersama

ureum darah dan kreatinin.


Idiosinkrasi, rash, terutama

pruritus.
Neutropenia,

trombositopenia.
Hipotensi

pasien

anemia,

lainnya).
Wanita hamil atau yang

dengan diuretik dan


bila
mungkin -

berpotensi hamil.
Wanita menyusui.
Gagal ginjal.
Stenosis aorta.

dengan digitalis

26.

25.

84

27. Analisa Data


28.

29.

Data

anggal
33.
1 34.
DS:
- Orang tua klien mengatakan klien sering terlihat lemas
April
35. DO:
2013
- Warna kulit pucat
- Kapileri refill > 2 detik
- Tekanan Nadi ektremitas kiri lebih kuat daripada ektremitas kanan
- TD: 90/60 mmHg
- HR 108x/menit
- RR 25x/menit
- Suhu 36oC
- Hb 11.60 gr/dl
- Ht 33,4 %
- Pemeriksaan Echocardiografi yang dilakukan menunjukkan gambaran Atrium

30.

31.

asalah
37.
Ke

38.

perifer
(00204)

iska

tidakefekti gguan
fan perfusi transport
jaringan

Oksigen

Amalia

Duktus Arteriosus (PDA) 4 mm. Ruang jantung normal, VSD (-)


36.
1 55.
DS:
- Orang tua pasien mengatakan pasien sering terlihat kecapean dan lemas
April
56. DO:
2013

ogi
Gan

32.

TD
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
G

Septum Defek (ASD) kecil/ Persistent Foramen ovale (PFO) dan Patent

54.

Etiol

57.

Int

oleransi
aktivitas

AP
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
58.
Penu 59.
60.
runan curah
61.
jantung
62.

85

(00092)
TD 90/60 mmHg
HR 108 x/menit
RR 25x/menit
Suhu 36oC
Pemeriksaan Echocardiografi yang dilakukan menunjukkan gambaran Atrium

63.
64.
iska

Amalia
AP

Septum Defek (ASD) kecil/ Persistent Foramen ovale (PFO) dan Patent
-

Duktus Arteriosus (PDA) 4 mm. Ruang jantung normal, VSD (-)


Semua aktivitas pasien dibantu oleh orang tua

86

65. Diagnosa Keperawatan


66. Tanggal 1 April 2013
(1) Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (00204) b.d gangguan transport oksigen
(2) Intoleransi aktivitas (00092) b.d penurunan curah jantung
67.
68. Perencanaan
69.

70.

Tanggal

N
o
74. 26 Maret 2013
8.0 IB
1

71.

Tujuan dan

72.

Intervensi

Kriteria hasil
75. Setelah
dilakukan
asuhan selama
3x24 jam
ketidakefektifan
perfusi jaringan
perifer teratasi
dengan kriteria
hasil:
- Tekanan systole dan
diastole dalam
rentang yang
diharapkan
- Nadi perifer kuat
dan simetris

73.

TD

77. Kode NIC 4070


78. Circulatory Precautions
79.
Observasi perubahan ECG
Auskultasi suara jantung dan paru
Monitor irama dan jumlah denyut jantung
Monitor angka PT, PTT dan AT
Monitor elektrolit (potassium dan magnesium)
Monitor status cairan
Evaluasi oedem perifer dan denyut nadi
Monitor peningkatan kelelahan dan kecemasan
Jelaskan pembatasan intake kafein, sodium, kolesterol
dan lemak
Tingkatkan istirahat (batasi pengunjung, kontrol
stimulasi lingkungan)
80.

84.
85.
86.
87.
88.
89.

iska
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.

iska
97.

87

103. 104.
2

2013
105.
WIB

April

Tidak ada oedem


perifer dan asites
- Denyut jantung,
dalam batas normal
- Kapileri refil < 2
detik
76.
106. Setelah
dilakukan tindakan

08.00

keperawatan selama
3x24 jam, pasien
bertoleransi terhadap
aktivitas dengan

81.

82. Vital Signs Monitoring


83. Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan RR

Tanda tanda vital

dalam batas normal


Berpartisipasi dalam
aktivitas fisik tanpa
disertai peningkatan
tekanan darah, nadi

dan RR
Mampu melakukan

98.
99.
100.
101.

iska
102.
108. Kode NIC 0180
118.
109. Energy Management
119.
1 Observasi adanya pembatasan pasien dalam melakukan 120.
121.
aktivitas
122.
2 Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
123.
3 Monitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat
124.
4 Monitor respon kardivaskuler
terhadap aktivitas
iska
(takikardi, disritmia, sesak nafas, diaporesis, pucat,

Kriteria Hasil :
-

Kode NIC 6680

5
6

perubahan hemodinamik)
Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien
Bantu pasien untuk mengidentifikasi aktivitas yang

mampu dilakukan
110.
111. Kode NIC 4044
112. Cardiac Care: Acute
1 Evaluasi adanya nyeri dada
2 Auskultasi suara jantung
3 Auskultasi suara paru
4 Monitor balance cairan

88

aktivitas sehari hari


(ADL) secara
-

mandiri
Keseimbangan

5
6
7

Lakukan pemeriksaan EKG


Monitor nilai elektrolit
Kolaborasi medikasi terhadap nyeri dan iskemia

113.

aktivitas dan
istirahat

114.

Kode NIC 4150

115.

Hemodynamic Regulation

1. Monitor adanya edema, dan distensi vena jugularis


2. Monitor kapileri refil, suhu dan warna kulit
3. Monitor efek pemberian terapi farmakologis

107.

116.
117.
125.

Implementasi

126.

Tanggal 127.

131.

No Dx
1 April 133.
134.

2013
132.

07.40

128.

Implementasi

129.

WIB

07.40

Mengkaji

adanya

edema

dan

distensi vena jugularis


-

142.

143.

kulit

130.

TT
D

WIB
141.

Evaluasi Formatif

135.

S: -

136.

O:

Tidak

ada

edema,

137.
138.
139.
tidak 140.

Gis

ka
146.
147.

Gis

pembesaran vena jugularis


144.
S: -

Mengkaji kapileri refill dan warna

145.
-

O:

Kapileri refill > 2 detik, kulit pucat

ka

89

148.

07.45

WIB

149.

150.

1,2

paru

Mengauskultasi suara jantung dan 151.

153.
154.
152. O:
155.
- Suara jantung S1 dan S2 normal, 156.

09.00

WIB

158.

159.

Melakukan persiapan pemeriksaan 160.

1,2

Echo

161.
-

165.

11.00

WIB

175.

1,2

11.10

WIB
182.

176.
1,2

12.00

WIB
189.

166.

183.

167.

177.

169.

179.

Membatasi pengunjung

1
12.15

190.

191.

O:
S: O:

- TD 90/60 mmHg
- HR 108x/menit
- RR 25 x/menit
- Suhu 36oC
Melakukan pemeriksaan APTT dan 178. S: -

APTT(K)
184.

ada suara tambahan


S: Pasien kooperatif

Memonitor tekanan darah, nadi, 168.

suhu dan RR

Mengkaji

keterbatasan

pasien

Gis

ada bising
ka
Suara dasar paru vesikuler, tidak

157.

S: -

S:-

186.

O:

Ruangan

pengunjung terbatas
192.
S: orang tua

Gis

ka
170.
171.
172.
173.
174.

Gis

ka

O: -

185.

162.
163.
164.

tenang,

180.
181.

Gis

ka
187.
188.

Gis

ka
pasien 194.

90

WIB

dalam melakukan aktivitas

mengatakan pasien lemas


193.

O:

Aktivitas

pasien

seluruhnya dibantu oleh orang


197.

12.20

WIB

205.

12.30

WIB
213.

198.

206.
2

13.00

WIB

199.

207.

07.40

sumber

Melakukan

kolaborasi

pemberian terapi farmakologis

226.

Ambroxol 6 mg/8 jam


Captopril 3 mg/12 jam
Mengkaji

adanya

edema

dan

distensi vena jugularis


-

WIB
233.

07.40

234.

235.

Mengkaji kapileri refill dan warna

ka

S: Orang tua mengatakan 202.


203.
anak makan porsi yang
204.
disediakan
ka
201.
O: 208.
S: Orang tua mengatakan 210.
211.
pasien mampu istirahat
212.
209.
O: Pasien istirahat
ka
216.
S:219.
220.
217.
O:
221.
218.
222.

Memonitor pola tidur dan lamanya

215.
-

2013
224.

dan

istirahat pasien

1,2

2 April 225.

nutrisi

Gis

tua
200.

energy yang adekuat

214.

223.

Memonitor

195.
196.

227.

S: -

228.

O:

Tidak

ada

edema,

pembesaran vena jugularis


236.
S: -

ka
229.
230.
231.
tidak 232.

Gis

Gis

Gis

Gis

ka
238.

91

WIB
240.

07.45

WIB

kulit

241.

242.

1,2

paru

237.

239.

Gis

ka
245.
246.
244. O:
247.
- Suara jantung S1 dan S2 normal, 248.

Gis

- Kapileri refill > 2 detik, kulit pucat


Mengauskultasi suara jantung dan 243. S: -

ada bising
ka
Suara dasar paru vesikuler, tidak

249.

09.00

WIB

250.

251.

Melakukan persiapan kateterisasi

1,2

252.
253.
-

257.

11.00

WIB

267.

1,2

11.10

WIB
274.
WIB

258.

268.
1,2

12.00

275.
1

259.

O:

261.

S: O:

- TD 90/60 mmHg
- HR 108x/menit
- RR 25 x/menit
- Suhu 36oC
Melakukan pemeriksaan APTT dan 270. S: -

APTT(K)
276.

ada suara tambahan


S: Pasien kooperatif

Memonitor tekanan darah, nadi, 260.

suhu dan RR

269.

O:

Membatasi pengunjung

271.

S:-

278.

O:

Ruangan

Gis

ka
262.
263.
264.
265.
266.

Gis

ka

O: -

277.

254.
255.
256.

tenang,

272.
273.

Gis

ka
279.
280.

Gis

92

281.

12.15

WIB

289.

12.20

WIB

297.

290.
2

12.30

WIB
305.

282.

298.
2

13.00

WIB

283.

291.

299.

07.40

ka
pasien 286.
287.
mengatakan pasien lemas
288.
285.
O:
Aktivitas pasien
ka
seluruhnya dibantu oleh orang

Memonitor

nutrisi

dan

sumber

S: Orang tua mengatakan 294.


295.
anak makan porsi yang
296.
disediakan
ka
293.
O: 300.
S: Orang tua mengatakan 302.
303.
pasien mampu istirahat
304.
301.
O: Pasien istirahat
ka
308.
S:311.
312.
309.
O:
313.
310.
314.

Memonitor pola tidur dan lamanya

307.

Melakukan

kolaborasi

pemberian terapi farmakologis

318.

Ambroxol 6 mg/8 jam


Captopril 3 mg/12 jam
Mengkaji

adanya

edema

Gis

tua
292.

istirahat pasien

2013
316.

pengunjung terbatas
284.
S: orang tua

pasien

energy yang adekuat

1,2

3 April 317.

keterbatasan

dalam melakukan aktivitas

306.

315.

Mengkaji

dan

distensi vena jugularis


-

319.

S: -

320.

O:

Tidak

ada

edema,

ka
321.
322.
323.
tidak 324.

Gis

Gis

Gis

Gis

93

WIB
325.

07.40

WIB
332.

07.45

WIB

326.

327.

kulit

333.

334.

1,2

paru

pembesaran vena jugularis


328.
S: -

Mengkaji kapileri refill dan warna

329.

- Kapileri refill > 2 detik, kulit pucat


Mengauskultasi suara jantung dan 335. S: -

09.00

WIB

342.
1,2

343.

O:

memasang infus
349.

11.00

WIB

359.
WIB

350.
1,2

11.10

360.
1,2

351.

- Pasien kooperatif
- Infuse 2A N 5 tpm
Memonitor tekanan darah, nadi, 352. S: -

suhu dan RR

361.

353.

O:

- TD 90/60 mmHg
- HR 100x/menit
- RR 25 x/menit
- Suhu 36oC
Melakukan pemeriksaan APTT dan 362. S: -

APTT(K), Darah rutin, elektrolit, studi 363.

Gis

ada bising
ka
Suara dasar paru vesikuler, tidak

ada suara tambahan


Melakukan persiapan kateterisasi, 344. S: -

memberikan injeksi ampisilin 300 mg, 345.

Gis

ka

337.
338.
336. O:
339.
- Suara jantung S1 dan S2 normal, 340.
-

341.

O:

ka
330.
331.

O:

346.
347.
348.

Gis

ka
354.
355.
356.
357.
358.

Gis

ka
364.
365.

Gis

94

koagulasi, LED, Ureum, Creatinin


366.

12.00

WIB
373.

12.15

12.20

WIB

382.
2

12.30

WIB
397.

374.
2

WIB

389.

368.

Membatasi pengunjung

WIB

381.

367.

390.
2

13.00

Creatinin 0.45 mg/dl


Ureum 41 mg/dl
LED 1 jam 20.0 mm
369.
S:370.

375.

Mengkaji

keterbatasan

pasien

dalam melakukan aktivitas

383.

Memonitor

nutrisi

dan

sumber

energy yang adekuat

391.

Memonitor pola tidur dan lamanya

istirahat pasien

398.

399.

1,2

Melakukan

kolaborasi

pemberian terapi farmakologis


-

Ambroxol 6 mg/8 jam

O:

Ruangan

pengunjung terbatas
376.
S: orang tua

ka

tenang,

371.
372.

Gis

ka

pasien 378.
379.
mengatakan pasien lemas
380.
377.
O:
Aktivitas pasien
ka
seluruhnya dibantu oleh orang

Gis

tua
384.

S: Orang tua mengatakan 386.


387.
anak makan porsi yang
388.
disediakan
ka
385.
O: 392.
S: Orang tua mengatakan 394.
395.
pasien mampu istirahat
396.
393.
O: Pasien istirahat
ka
400.
S:402.
403.
401.
O:
404.
405.

Gis

Gis

Gis

95

Captopril 3 mg/12 jam

ka

406.
407.
408.
409.
410.
411. Evaluasi
412.
416.
417.

Tanggal
4 April 2013
13.00 WIB

413.
o.Dx
418.

N 414.

Evaluasi Sumatif

1 419. S:
- Orang tua An. D mengatakan pasien masih terlihat lemas
420.
-

TD 90/60 mmHg
HR 100x/menit
RR 26x/menit
Suhu 36,7oC
Kulit pucat
Kapileri refill > 2 detik
Tekanan nadi ektremitas kanan lebih kuat daripada ekstremitas kiri
421.

O:

415.

TT

D
425.
426.
427.
428.
429.
430.
431.

Gis

ka

A:

Masalah belum teratasi


422.

P: Lanjutkan intervensi intervensi

423.

96

432.
433.

4 April 2013
13.00 WIB

434.

424.
2 435. S:
440.
- Orang tua mengatakan pasien masih lemas, seluruh aktivitas dibantu 441.
442.
orang tua
443.
436.
O:
444.
445.
- Aktivitas pasien dibantu orang tua
446.
- Tidak ada edema
447.
- TD 90/60 mmHg
448.
- HR 100x/menit
- RR 26x/menit
ka
- Suhu 36,7oC
437.

Gis

A: Masalah penurunan curah jantung belum teratasi

438. P: Lanjutkan intervensi Cardiac Care: Acute


- Auskultasi suara jantung- paru
- Lakukan pemeriksaan Echo
- Monitor nilai elektrolit
439. Kode NIC 4150 Hemodynamic Regulation
449.

Monitor adanya edema, dan distensi vena jugularis


Monitor kapileri refil, suhu dan warna kulit
Kolaborasi terapi
An.D
PAC
PJB Asianotik/ PDA

450.
-

- TD: 90/60 mmHg


Atrium Septum Defek (ASD)
Warna kulit pucat
- HR 108x/menit
Kapileri refill > 2 detik
kecil/ Persistent Foramen ovale
- RR 25x/menit
Tekanan Nadi ektremitas
o
- Suhu 36 C
(PFO) dan Patent Duktus
kiri lebih kuat daripada
Ortu mengatakan
lemas
(PDA) 4 mm. Ruang
Observasi
perubahananak
ECG,
Auskultasi
ektremitasS:
kanan
Mengukur VS,Arteriosus
Echo, memberikan
O: TD 90/60 mmHg, HR 100x/menit,
suara
jantung dan paru,
RR 26x/menit,
Suhu Monitor
36,7oC,irama
Kulit
dan
jumlah
denyut
jantung,
Monitor
pucat, Kapileri refill > 2 detik,
Tekanan
Circulatory
Precautions
4070
angka
PT,
PTT
danperfusi
AT,
Monitor
nadi
ektremitas
kanan
lebih perifer
kuat
Ketidakefektifan
jaringan
daripada
ekstremitas
kiritransport
elektrolit
(potassium
dan
magnesium)
(00204)
b.
d
gangguan
oksigen
Vital Sign Monitoring 6680

S:
mengatakan
anaknormal,
D lemas
jantung
VSD (-)
O2Ortu3l/menit,
mengukur
balance

Pasien
mengeluh
lemas dan
sesak

Semua aktivitas
dibantu oleh istri

Mengkaji
aktivitas
yg
bisa
cairan,
mengkaji
distensi
vena
dilakukan,
memonitor
O: Aktivitas
dibantu4044
orang tua,(00092)
Tidak
adab.dedema,
TD 90/60 pola
mmHg,tidur,
HR
Cardiacpasien
Care
Acute
Intoleransi
aktivitas
o
100x/menit,
RRdan
26x/menit,
Suhu4150
36,7th/
C
jugularis
edema,
Hemodynamic
Regulation
memonitor
nutrisi,
mengkaji
penurunan curah jantung
Energyfisik
Management 4044
Vital Sign Monitoring 6680
farmakologis
kelemahan

97

451.

Pembahasan
452. Penyakit jantung bawaan adalah kelainan formasi dari jantung atau

pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan
pada An. D yaitu Asianotik PDA. Kelainan asianotik merupakan kelainan
bawaan yang terjadi pada janin yang tidak menimbulkan keluhan kebiruan.
PDA (Patent Duktus Arteriosus) merupakan suatu keadaan dimana terdapat
saluran yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonalis. Saluran tersebut
biasanya menutup beberapa jam setelah lahir.
453. Penyakit jantung bawaan yang diderita oleh An. D yaitu PDA yang
menunjukkan masalah ketidakefektifan perfusi jaringan yang berhubungan
dengan gangguan transport oksigen. Hal tersebut terjadi karena adanya aliran
darah yang mengalir melalui lubang yang abnormal sehingga terjadi
shunting/pencampurann darah arteri dan vena. Pada PDA terdapat lubang
abnormal diantara arteri pulmonal dan aorta, sehingga darah yang seharusnya
dialirkan ke seluruh tubuh tidak adekuat karena sebagian masuk ke arteri
pulmonal.
454.
Gangguan hemodinamik terjadi pada pasien dengan PDA, yaitu
darah dari aorta yang bertekanan tinggi mengalir melalui duktus ke arteri
pulmonal. Manifestasi yang ditimbulkan yaitu berupa bising kontinyu yang
kasar di daerah sternum kiri atas, tekanan nadi melebar, takikardi dan
kardiomegali. Ketidakefektifan perfusi pada An.D menunjukkan data-data
klinis, antara lain An.D terlihat lemas, warna kulit pucat, kapileri refill > 2,
saturasi oksigen dan tekanan nadi di ekstremitas kiri lebih kuat daripaa
ekstremitas kanan, TD 90/60 mmHg, HR 108x/menit, RR 25x/menit,
Suhu36oC. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan implementasi
memonitor irama denyut jantung, mengauskultasi suara jantung dan paru,
mengkaji kapileri refill dan warna kulit, Memonitor TTV, dan melakukan
kolaborasi pemberian terapi farmakologis serta pemeriksaan echocardiogram.
455. Penyakit jantung bawaan yang dialami oleh An.D juga
menyebabkan intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan penurunan curah
jantung. Pasien sering terlihat kecapean dan lemas saat beraktivitas, semua
aktivitas pasien dibantu oleh orang tua, dan pada pemeriksaan echocardiogram

98

menunjukkan adanya gambaran atrium septum defek (ASD) kecil/ Persistent


foramen Ovale (PFO) dan Patent Ductus Arteriosus (PDA) 4 mm, ruang
jantung normal.

ASD merupakan kelainan adanya lubang pada dinding

pemisah antara atrium kiri dan kanan.


456.
PFO menunjukkan adanya shunt di intrakardiac. Implementasi
yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu mengkaji edema
dan distensi vena jugularis, mengauskultasi suara jantung dan paru,
memonitor pola tidur dan lamanya istirahat An.D, melakukan kolaborasi
pemeriksaan echocardiogram dan kateterisasi jantung serta sesuai jurnal
memonitor nutrisi dan sumber energy yang adekuat . Sumber energy perlu
diperhatikan pada pasien yang mengalami masalah jantung bawaan karena
pasien dapat mengalami masalah perkembangan.
457.
458.
459.
460.
461.
462.
463.
464.
465.
466.
467.
468.
469.
470.
471.
472.
473.
474.

DAFTAR PUSTAKA

1. Corwin, Elisabeth J. 2007. Buku Patofisiologi. Jakarta: EGC.


2. Davey, Patrick. 2005. At a Glance medicine. Jakarta: Erlangga.
3. Sudoyo, Aru W. et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Ed V. PAPDI:
Jakarta.
4. Herdman, Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi.
Jakarta: EGC.

99

5. Mc.Closkey, Joanney C. 2000. Nursing Intervention Classification (NIC).


United States of America: Mosby, Inc.
6. Emorn W. Moving towards Evidence-Based Policy and Program Planning
in Multiple Micronutrient Interventions for Children: Symposium Summar.
The Journal of nutrition. Th 2013.
475.

100