Anda di halaman 1dari 7

BAB III

PENGOLAHAN DATA

3.1. Penentuan Koordinat Untuk Pengukuran


Penentuan koordinat pengukuran dilakukan dengan cara meletakan GPS ( Global
Position System) ditanah atau patok pertama lalu kita akan mendapatkan
koordinat serta ketinggian permukaan air laut. Maka dari keterangan tersebut kita
bisa mulai mengukur daerah yang ingin kita cari luasnya dan kita gambarkan
dalam poligon serta garis kontur.
3.2. Penghitungan Jarak Datar Dan Beda Tinggi Dan Altitut
3.2.1. Jarak Datar (Dt)
Tabel. 3.1. Perhitungan jarak datar.
NO
PATOK

BENANG

JAR
AK

AZIMUTH

BERDIRI

DITINJAU

ATAS

TENGAH

BAWAH

DERAJAT

MENIT

DETIK

OPTIS

DATAR

P1

P2

172

152

132

83

34

30

83,58

40

39,50

R1

160

152

144

102

28

40

102,48

16

15,25

R2

162

152

142

51

38

10

51,64

20

12,30

P1

AZIMUTH

Jarak datar dt dapat dicari setelah data hasil pengukuran pada lapangan telah
lengkap. Rumus jarak datar (dt) yaitu :
dt = do sin2 ............... ( 3.1 )
Dimana :
dt = Jarak datar.
do = Jarak optis.
= Healing.
Contoh :
Dik. Healing = 83,58

III-1

do

= 40

Dit.

dt

= .?

Jawab :
dt = do sin2
= 40 sin2 83,58
= 39,50
3.2.2. Beda Tinggi
Rumus beda tinggi (BT) yaitu :
Tabel. 3.2. Perhitungan beda tinggi.
BEDA
TINGGI

HEALING
HEILING

DERAJAT

MENIT

DETIK

POSITIF

96,89
120,5
8
113,4
2

96

53

10

-4,94

120

34

30

-7,01

113

25

20

-7,29

Bt = do sin 2 ............ ( 3.2 )


Dimana :
Bt = Beda tinggi
do = Jarak optis
= Healing
Contoh :
Dik. Healing = 96.89
do

= 40

Dit.

Bt

= .?

Jawab :
Bt = do sin 2
= 38 sin 2. 97,528

III-2

= -4,49
3.2.3. Altitude (Tinggi Atas Laut)
Altitude diukur dengan menggunakan alat, yaitu GPS (Global Position System).
Alat ini bertujuan untuk mempermudah mengetahui lokasi keberadaan tinggi
suatu daerah pengukuran dari tinggi atas permukaan laut.
3.3. Penggambaran Poligon.
Ada dua bentuk poligon, yaitu poligon terbuka dan poligon tertutup.
3.3.1. Poligon terbuka.
Poligon terbuka biasanya digunakan untuk pemetaan jalan raya, dll. Dimana
dalam penggambaran poligon terbuka jarak titik awal dan titik akhirsaling
berjauhan atau titik awal tidak kembali ketitik akhir.
Contohnya :

Titik awal

Titik akhir
Gambar 3.1: Pembuatan poligon terbuka.
3.3.2. Poligon tertutup.
Poligon tertutup digunakan untuk penggambaran peta suatu daerah atau wilayah.
Dimana bentuk dari poligon tertutup ini yaitu jarak antara titik awal dan titik akhir
bertemu sehingga poligon tertutup berbentuk seperti kurva tertutup. Contoh
penggambaran poligon tertutup :

III-3

Titik awal

Titik akhir
Gambar 3.2: Pembuatan poligon tertutup.
3.4. Koreksi poligon
Koreksi poligon diperlukan karena adanya penyimpangan-penyimpangan poligon
yang terjadi dari hasil pengolahan data. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu :
Kesalahan manusia
Kesalahan pada alat
Faktor cuaca / alam.
Langkah-langkah koreksi pada poligon :
Titik
akhir

Titik
akhir
Titik
awal

Gbr.1

Titik
akhir

Titik
awal

Titik
akhir
Titik
awal

Titik
awal

Gbr.2

Gbr.3

Gbr

Gambar 3.3: Langkah-langkah Koreksi Pada Poligon

III-4

Keterangan gambar :
Data pengukuran diolah dalam bentuk gambar poligon tertutup
berdasarkan jarak datar (dt) dan azimuth. Pengukuran tersebut dilakukan
distas kertas miliblock dengan skala tertentu.
Didapat tidak terhimpitnya titik patok awal dengan titik patok akhir
dengan selisih jarak yang diukur dengan penggaris pada peta. Kemudian
dibuat garis lurus atau garis kesejajaran pada titik patok yang ada.
Gambar pertama menunjukan titik patok awal tidak kembali ketitik patok
akhir.
Gambar kedua menunjukan titik patok awal dan titik patok akhir diberikan
garis koreksi.
Gambar ketiga menunjukan titik patok awal dan titik patok akhir ditarik
garis koreksi dari patok awal kepatok akhir.
Gambar keempat menunjukan titik patok awal dan titik patok akhir telah
dikoreksi dan titik patok awal sudah kembali ketitik patok akhir.
Dengan memakai penggarais diukur jarak selisih pada peta (mis. 2 cm),
maka dengan menggunakan rumus sbb:
Dimana :
X

= jarak selisih antara patok awal kepatol akhir.

JP

= Jumlah patok yang bergeser / jumlah patok yang ada.

= urutan patok yang bergeser.

Contohnya :
Untuk titik patok ke 2 ( N=1, karena P2 merupakan titik pertama yang
bergeser)
Nilai koreksi titik = X/JP x N
Nilai koreksi titik patok 2 = 2/5 x 1
= 0,4 cm
Untuk titik patok ke 3 (N=2)
Nilai koreksi titik = X/JP x N
Nilai koreksi titik patok 3 = 2/5 x 2

III-5

= 0,8 cm
Dan seterusnya dengan langkah yang sama.
Setelah nilai-nilai tersebut diperoleh maka dapat dimasukan pada garis
koreksi kesejajaran dengan memakai penggaris sejauh nilai koreksi untuk
masing-masing titik patok yang bergeser.
Setelah nilai-nilai koreksi tersebut dimasukkan, maka ditariklah garis lurus
sesuai dengan titik nilai koreksi yang telah dibubuhkan pada masingmasing patok yang bergeser.
Setelah terbentuk poligon tertutup hasil koreksi, kemudian menghapus
garis poligon sebelumnya (yang tidak menutup) karena sudah tidak
diperlukan lagi.
Catatan :
Cara ini juga dapat digunakan pada koreksi poligon terbuka yang disebut Ray.
3.5. Penggambaran garis garis poligon
Garis garis poligon dibuat dengan menghubungkan titik patok awal ke titik
patok Kedua, kemudian ke titik patok ketiga danseterusnya hingga kembali ke
titik patok awal.
Pada poligon tertutup bila diukur beda tinggi pada suatu daerah pengukuran, maka
nilai altitude titik awal adalah sama dengan altitide titik akhir atau dengan kata
lain, misalnya suatu daerah A 150 m dpal, maka jika kembali kedaerah A juga
harus sama nilai dpal nya, yaitu 150 m dpal.
Pada suatu pengukuran sering dijumpai, khusunya pengukuran poligon terbuka
dimana titik awal dengan titik akhir tidak bertemu dengan kata lain dari data yang
ada diperoleh hasil beda tinggi yang berbeda, maka untuk itu diperlukan suatu
koreksi beda tinggi untuk menyatukan titik awal dengan titik akhir poligon.
Rumus yang dapat dipakai adalah sbb :
BT

Nilai koreksi = Beda tinggi x data Total BT xselisih BT ... ( 3.3


)
Contoh :

III-6

Diketahui titik elevasi suatu daerah 1445m dpal dengan beda tinggi antara P1 dan
P2 sebesar 13,682. Total beda tinggi = + 73,322 dan - 92,476 sebesar =165,808.
Tentukan nilai koreksi dan nilai elevasi ?
Penyelesainnya :
Selisih beda tinggi = 73,322 92,476
= - 18,154
Catatan :
Bila P1 < P1 maka nilai koreksi semuanya bernilai positip.
Bila P1 > P1 maka nilai koreksi semuanya bernilai negatif.
Maka koreksi dapat dicari sbb :
BT

Koreksi = ( Total BT xselisih BT )


= 13,682/ 165,808 x 18,154
= 1,580
3.6. Penentuan/Luas pengukuran
Setelah poligon tertutupnya diperoleh maka luas daerah yang dipetakan tersebut
pun dapat dicari (dihitung) dengan menggunakan Planimeter.
3.7 Legenda Daerah Pengukuran
Legenda pada daerah pengukuran sangat perlu untuk menerangkan situasi dalam
daerah pengukuran. Legenda bisa berupa jalan raya, sungai, bangunan penting dan
vegetasi alam.

III-7