Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PERALATAN INDUSTRI PROSES

Disusun oleh :
1. ANDI FITRA SAFITRI
2. ANINDYA MISDIANTARI

Instruktur

: Ir. Jacksen M. Amin, M.Si

Judul Percobaan
Jurusan

: Filtrasi

: Teknik Kimia

Program Studi : Teknologi Kimia Industri


Kelas

: 2 KI

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

Tahun Akademik 2014 2015


Bab I
Pendahuluan

1.1

Latar Belakang

Pemisahan bahan dalam suatu proses industri pengolahan bahan merupakan metode yang
umum digunakan. Pemisahan bahan ini dimanfaatkan untuk memperoleh bahan dengan fraksi
atau bentuk dan ukuran yang diinginkan. Adapun metode umum pemisahan bahan yaitu
pemisahan dengan cara mekanis dan pemisahan bahan dengan cara kontak keseimbangan
bahan. Perbedaan keduanya adalah ada atau tidak adanya perubahan fasa bahan setelah
dipisahkan. Pemisahan dengan metode mekanis merupakan pemisahan bahan dengan tetap
mempertahankan fasa bahan atau tidak mengalami perubahan fasa bahan,sedangkan
pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan dapat mengubah fasa bahan yang
dipisahkan dari fasa awalnya.
Pemisahan dengan metode mekanis umumnya digunakan untuk memisahkan partikelpartikel padat atau tetesan zat cair. Separasi mekanik ini dipakai untuk campuran heterogen,
bukan larutan homogenya. Teknik yang digunakan berdasarkan perbedaan fisika antara
partikel-partikel itu, antara lain : ukuran, bentuk, atau densitas.
Pemisahan mekanis ini contonya adalah pengendapan, filtrasi, ekstraksi, dan sentrifugasi.
Sedangkan metode pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan meliputi
penguapan, distilasi, adsorbsi, koagulasi, dan kristalisasi. Metode ini banyak diterapkan
dalam industri khususnya industri pengolahan hasil pertanian untuk memproduksi produk
tertentu. Pengetahuan mengenai metode ini perlu dikuasai agar penggunaanya dalam industri
dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemisahan bahan.
Filtrasi merupakan salah satu contoh pemisahan mekanis. Pemisahan filtrasi sama halnya
dengan pemisahan mekanis lainnya yaitu pemisahan yang berdasarkan ukuran partikel yang
berbeda. Filtrasi dilakukan dengan bantua media filter dan beda tekanan. Molekul-molekul
cairan atau gas dibiarkan menerobos lubang pada media filter, sedangkan partikel-partikel
padat yang lebih kasar akan tertahan oleh media filter.
Berdasarkan jenis mekanisme pemisahan, terdapat tiga proses filtrasi yang berbeda
(filtrasi ayak,filtrasi unggun dalam, dan filtrasi kue). Ketiga proses ini bisa digunakan secara
bersama-sama dalam sebuah filter atau digunakan sendiri-sendiri.

Daya filtrasi (jumlah cairan atau gas yang menerobos per satuan waktu) tergantung pada
sejumlah factor, antara lain :

Luas permukaan filter


Beda tekanan antara kedua sisi media filter
Tahanan media filter
Viskositas cairan

Jenis alat filtrasi yang ditawarkan di pasaran sangat banyak, namun suatu alat filtrasi tidak
dapat sekaligus memenuhi persyaratan untuk semua proses. Faktor-faktor yang berpengaruh
adalah :

Jenis Campuran
Jumlah bahan yang lolos dan yang tertahan
Tekanan Filtrasi (Beda Tekanan)
Jenis Operasi
Pencucian
Sifat bahan yang difiltrasi
Sifat kue filtrasi

Karena filter atau alat filtrasi ini sering digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di
rumah tangga maupun industry maka diperlukan penjelasan lebih lanjut tentang filtrasi.
Sebagaimana akan dibahas pada makalah ini.

1.2Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud dengan filtrasi?


Apa saja jenis-jenis filtrasi?
Apa saja factor yang mempengaruhi filtrasi atau filter?
Apa saja syarat-syarat dalam pemilihan alat filtrasi?
Apa prinsip kerja filter atau alat filtrasi?

1.3Tujuan

Untuk mempermudah proses pembelajaran tentang filtrasi sebagai alat pemisah


Untuk mengetahui cara pemisahan partikel atau molekul dengan filtrasi
Untuk memenuhi tugas Peralatan Industry Proses

Bab II.
Pembahasan
2.1 Definisi Filtrasi
Pemisahan bahan dalam suatu proses industri pengolahan bahan merupakan metode yang
umum digunakan. Pemisahan bahan ini dimanfaatkan untuk memperoleh bahan dengan fraksi

atau bentuk dan ukuran yang diinginkan. Adapun metode umum pemisahan bahan yaitu
pemisahan dengan cara mekanis dan pemisahan bahan dengan cara kontak keseimbangan
bahan. Perbedaan keduanya adalah ada atau tidak adanya perubahan fasa bahan setelah
dipisahkan. Pemisahan dengan metode mekanis merupakan pemisahan bahan dengan tetap
mempertahankan fasa bahan atau tidak mengalami perubahan fasa bahan,sedangkan
pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan dapat mengubah fasa bahan yang
dipisahkan dari fasa awalnya.
Pemisahan dengan metode mekanis umumnya digunakan untuk memisahkan partikelpartikel padat atau tetesan zat cair. Separasi mekanik ini dipakai untuk campuran heterogen,
bukan larutan homogenya. Teknik yang digunakan berdasarkan perbedaan fisika antara
partikel-partikel itu, antara lain : ukuran, bentuk, atau densitas.
Pemisahan mekanis ini contonya adalah pengendapan, filtrasi, ekstraksi, dan sentrifugasi.
Sedangkan metode pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan meliputi
penguapan, distilasi, adsorbsi, koagulasi, dan kristalisasi.
Filtrasi merupakan salah satu contoh pemisahan mekanis. Pemisahan filtrasi sama halnya
dengan pemisahan mekanis lainnya yaitu pemisahan yang berdasarkan ukuran partikel yang
berbeda. Biasanya filtrasi akan memisahkan partikel yang berbeda fasa yakni larutan dan
pelarut (padat dan fluida).Filtrasi dilakukan dengan bantua media filter dan beda tekanan.
Molekul-molekul cairan atau gas dibiarkan menerobos lubang pada media filter, sedangkan
partikel-partikel padat yang lebih kasar akan tertahan oleh media filter. Hasil penyaringan
disebut filtrate dan zat yang tertahan disebut residu, seperti proses pembersihan sirup dari
kotoran yang ada pad gula. Pada proses itu digunakan alat filtrasi yakni filter press.
Pada pengolahan air minum, filtrasi digunakan air minum dengan kualitas tinggi. Filtrasi
dapat mereduksi kandungan zat padat, dapat pula mereduksi kandungan bakteri,
menghilangkan warna,rasa,bau,besi dan mangan. Perencanaan suatu system filter untuk
pengolahan air tergantung pada tujuan pengolahan dan pre-treatment yang telah dilakukan
pada air baku sebagai influen filter.
Mekanisme pemisahan terutama ditentukan oleh sifat media filter. Bedasarkan jenis
mekanisme pemisahan, terdapat tiga proses filtrasi yang berbeda (filtrasi ayak,filtrasi
unggulan dalam, dan filtrasi kue). Ketiga proses ini bida digunakan sendiri-senidri atau
bersama-sama dalam sebuah filter.
Filtrasi ayak (service filtration) :

Filtrasi ayak mempunyai prinsip kerja seperti ayakan. Media filter menahan smua partikel
padat yang ukurannya lebih besar dari pada lubang-lubang media. Contoh : filter kelongsong
(catridge filter) dengan jaringan kawat.
Filtrasi unggu dalam (deep bed filtration) :
Partikel-partikel padat masuk ke dalam pori-pori media filter dan bertumpuk di sana. Hal
ini menyebabkan diameter pori menjadi lebih kecil. Dengan cara ini partikel-partikel yang
amat halus dapat dipisahkan juga dengan menggunakan media filter yang memiliki pori-pori
yang relative kasar. Namun pada awal filtrasi, pemisahan belum sempurna sehingga cairan
yang keruh (yang dihasilkan mula-mula) atau juga gas harus disirkulasikan kembali selama
beberapa waktu. Contoh : filter pasir.
Filtrasi kue (cake filtration) :
Pemisahan terjadi oleh kue filter berpori yang terbentuk selama proses filtrasi
berlangsung. Cairan yang dihasilkan mula-mula biasanya juga keruh.
Contoh : filter hisap (suction filter), pres filter (filter press).
Filtrasi dapat dilaksanakan berdasarkan tiga pertimbangan berikut;
Pada filtrasi cairan (filtrasi jernih = clear filtration) dihasilkan cairan jernih. Pada filtrasi
bahan padat dihasilkan bahan padat. Tujuan filtrasi dapat juga untuk memperoleh kedua
komponen di atas.
Daya filtrasi (jumlah cairan atau gas yang menerobos per satuan waktu) tergantung pada
sejumlah factor, antara lain :

Luas permukaan filter


Beda tekanan antara kedua sisi media filter
Tahanan media filter
Viskositas cairan
Luas permukaan filter
Jumlah filtrate persatuan waktu berbanding langsung dengan luas permukaan media
filter. Semakin besar luas media tersebut, semakin besar pula daya filtrasinya.

Beda tekanan antara kedua sisi media filter


Beda tekanan (p1 p2 ) adalah gaya pendorong setiap proses filtrasi. Secara teoritik,
daya filtrasi juga sebanding dengan beda tekanan. Gaya pendorong dapat ditimbulkan

oleh :
Tekanan hidrostatik
Penekanan oleh suspensi pada permukaan filter. Pada umumnya beda tekanan yang
dihasilkan kecil.
Tekanan lebih (filtrasi tekanan)

Suatu tekanan p1 yang lebih besar daripada 3-4 bar biasanya jarang digunakan, karena
alat-alat filtrasi tidak dikonstruksi untuk tekanan-tekanan yang tinggi. Filtrate yang
dihasilkan berada pada tekanan atmosfir.
Tekanan lebih dapat dicapai dengan memperbesar tekanan hidrostatik (misalnya
pengaliran dari lantai yang lebih tinggi), dengan pompa, atau dengan gas bertekanan.
Dengan menggunakan tekanan lebih, cairan yang panas atau cairan dengan tekanan

uap yang tinggi juga dapat difiltrasi.


Tekanan rendah (filtrasi vakum)
P1- p2 paling tinggi berharga 1 bar. Tekanan uap filtrate harus lebih kecil daripada
p2. Jika tidak, filtrate akan mendidih. Karena itu cairan yang panas atau bahan pelarut

(tekanan uapnya tinggi) tidak dapat disaring dengan baik oleh filtrasi vakum.
Gaya sentrifugal
Dengan gaya sentrifugal, seperti misalnya pada alat sentrifugasi keranjang ayak
(perforated basket centrifuge), dapat dicapai beda tekanan (p1 p2) yang jauh lebih
tinggi daripada yang terdapat pada filtrasi tekanan biasa, tanpa perlu membuat alat

tersebut tahan terhadap tekanan tinggi.


Tahanan media filter
Media filter yang berpori memiliki banyak saluran (kapiler, pori-pori). Tahanan media
terhadap aliran yang menembusnya semakin kecil jika diameter kapiler semakin
besar, yang berarti jumlah kapiler per satuan luas semakin sedikit. Tahanan media
juga semakin kecil jika kapiler semakin pendek. Ini berarti bahwa semakin tipis dan

kasar media filter itu, semakin besar daya filtrasinya.


Tahanan kue filter
Khususnya pada filtrasi kue, kue filter memberikan tahanan terhadap aliran cairan
(biasanya juga gas) yang menembusnya. Bersamaan dengan menebalnya kue selama
proses filtrasi, tahanannya juga semakin besar. Sebagai akibatnya, daya filtrasi
menurun. Penurunan daya ini tergantung pula pada jenis kue filter.
Kue filter pada umumnnya dapat dibagi atas bahan yang dapat ditekan (compressible)

dan yang tidak dapat ditekan (incompressible).


Kue yang tidak dapat ditekan (compressible)
Kue ini terdiri atas Kristal-kristal yang relative besar, berbentuk serupa dan sering
agak bulat. Jadi bahan-bahan ini menyerupai pasir dan biasa nya keras.
Volume dan porositasnya tidak dapat dikecilkan dengan penekanan. Tahanan spesifik
kue (yaitu tahanan dari lapisan setebal 1 cm) tetap, tidak tergantung pada beda
tekanan. Karena itu tekanan total hanya akan naik apabila ketebalan kue bertambah.
Untuk meningkatkan daya filtrasi pada kue yang tidak dapat ditekan dapat dilakukan

dengan penambahan tekanan.


Kue yang dapat ditekan

Berbeda dengan kue yang tidak dapat ditekan. Jika kue filter ini diberikan tekanan
maka akan membuat kue semakin tertekan dan sukar ditembus. Hal ini disebabkan
karena bahan-bahan Kristal berbentuk jarum atau lembaran tipis yang bersifat sperti
lendir, atau bahan dengan ukuran butir yang berbeda-beda, membentuk kue yang akan
-

dapat ditekan dengan memperbesar beda tekanan.


Viskositas cairan
Semakin kecil viskosita cairan, semakin besar daya filtrasinya. Viskositas dapat
dikurangi dengan meningkatkan suhu, namun sering mengakibatkan penggembungan
(swelling) media filter, terjadinya proses korosi yang lebih cepat atau pelarutan

2.1.1

kembali Kristal-kristal.
Media filter
Media filter adalah suatu lapisan berpori yang terbentuk dari bahan-bahan lepas atau
terpadatkan (misalnya pasir,anyaman, kertas, kerak = sinter body). Dalam pemilihan
media filter ada beberapa factor yang harus diperhatikan. Factor-faktor tersebut adalah

;
Sifat bahan yang difiltrasi
Nilai pH, korosivitas, kemampuan mengembung (swelling capability), daya larut,
kemampuan terabrasi, temperatur dan ukuran butir bahan padat.
Konstruksi media filter
Luas permukaan filter, beda tekanan, daya tamping beban, bentuk.
Di samping pasir dan kertas, ada beberapa media filter yang sering digunakan, sebagai
berikut ;
Anyaman katun, sutera, bahan sintetik (misalnya poli propilen, poli tetra fluor etilin,

2.1.2

poli amida), logam, serat gelas.kerak dari keramik, grafit, gelas, logam.
Bahan penolong filter
Bahan penolong adalah bahan padat dengan luas permukaan yang besar sekali
sehingga memiliki daya adsorpsi yang besar terhadap partikel-partikel padat yang
sangat halus, di samping itu karena strukturnya, bahan penolong filter mampu
membentuk kue filter yang agak longgar.
Bahan penolong filter dapat berupa kiselgur (kerikikil berasal dari algae silikat yang
membatu, dikenal dengan nama hyflo, celite), batu-batu vulkanik atau serat-serat
asbes. Bahan-bahan tersebut tahna terhadap asaam, tetapi tidak dapat rusak oleh
larutan basa yang panas.

2.2Kriteria pemilihan alat filtrasi


Jenis alat filtrasi yang ditawarkan di pasaran sangat banyak, namun suatu alat filtrasi
tidak dapat sekaligus memenuhi persyaratan untuk semua proses. Faktor-faktor yang
berpengaruh adalah :
- Jenis campuran

Campuran gas-padat memerlukan ruang filtrasi dan luas permukaan filter yang lebih
besar daripada campuran gas-padat. Hal ini disebabkan volume gas lebih besar
daripada cairan. Disamping itu pada campuran gas-padat hanya mungkin digunakan
-

beda tekanan yang kecil.


Jumlah bahan yang lolos dan yang tertekan
Semakin besar jumlah campuran yang harus difiltrasi, semakin besar daya filtrasi
yang diperlukan dan dengan demikian juga semakin besar luas permukaan total filter.
Filtrasi bahan padat memerlukan volume kerja kue filter yang jauh lebih besar
daripada filtrasi jernih.
Ukuran pemanfaatan yang optimal dapat berupa luas permukaan filter yang sebesar

mungkin dengan ruang filter yang sekecil mungkin.


Tekanan filtrasi
Tekanan filtrasi mempengaruhi jenis konstruksi dan ukuran alat filtrasi
Jenis operasi
Konstruksi alat pada dasarnya berbeda untuk operasi yang kontinu atau yang tidak
kontinu.
Pencucian
Bila kue filter harus dicuci, diperlukan tambahan perlengkapan untuk mencuci.
Tergantung pada jenis cairan pencuci yang digunakan, yaitu apakah mengandung air,
mudah terbakar atau beracun, maka alat filtrasi harus dikonstruksi dengan cara
berbeda- beda ( misalnya terbuka, tertutup, dengan perangkat penghisap, dengan

ruang-ruang terpisah).
Sifat bahan yang difiltrasi
Baik konstruksi maupun jenis bahan yang dipakai untuk membuat alat filtrasi
tergantung pada bahan yang difiltrasi, apakah bersifat asam, basa, netral, mengandung
air,mudah terbakar, tahan api, peka terhadap oksidasi, steril, panas atau dingin.

Konstruksi dapat terbuka, tertutup atau dalam lingkungan gas inert.


Sifat kue filter
Ukuran dan bentuk partikel bahan padat akan mempengaruhi kue filter yang dapat
ditekan atau sebaliknya. Selain itu sifat kue filter juga dapat mempengaruhi luas
permukaan filter, tebal kue, beda tekanan, dan juga ukuran pori dari media filter.

2.3Alat filtrasi
Untuk filtrasi campuran cair-padat :
1. Filter pasir
2. Filter kelongsong (catridge filter)
3. Filter spiral
4. Filter pelat (platen filter)
5. Filter hisap (suction filter)
6. Pres filter (filter press)
7. Filter putar (rotatory filter)
8. Sentrifugasi filtrasi

2.3.1

Filter pasir
Filter pasir terbagi dua yakni filter pasir terbuka dan filter pasir tertutup. Terdapat
factor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menyeleksi peralatan dan kondisi
operasi :
a. Sifat-sifat fluida khususnya viskositas density dan sifat korosif
b. Kosentrasi peralatan dalam suspensi
c. Jumlah material yang ditangani dan nilainya
d. Sifat alami padatan, antara lain bentuk dan ukuran partikel, distribusi ukuran, dan
e.
f.
g.
h.
i.

karakteristik isian (packing)


Nilai produk baik padata, cairan atau keduanya
Kemampuan cairan umpan untuk dipanaskan
Pertolongan bentuk pengolahan awal
Keperluan untuk mencuci padatan yang disaring
Apakah kontaminasi ringan yang disebabkan oleh kontak suspense atau filtrate
dengan macam-macam komponen peralatan akan berbahaya pada produk

Prinsip kerja filter pasir


Cairan yang akan disaring mengalir dari atas ke bawah menembus lapisan pasir
karena gaya gravitasi. Partikel padat yang akan dipisahkan dengan cara
menyemprotnya dengan air dan udara bertekanan secara periodic.
Filtrasi pasir digunakan untuk filtrasi jernih (clarifying filtration) terutama untuk
penanganan awal air minum atau untuk pembuatan air keperluan pabrik.
2.3.2

Filtrasi kelongsong
Filter ini berupa silinder berongga yang terbuat dari bahan berpori. Silinder ini
dapat secara tunggal dipasang di dalam saluran pipa , atau beberapa buah secara
bersamaan di dalam bejana yang tahan tekanan. Cairan ditekan dari dalam dan
menerobos keluar melalui dinding silinder.Filter kelongsong terutama digunakan
untuk filtrasi jernih, khususnya sebagai penangkap kotoran di dalam saluransaluran pipa cairan dan gas. Pembersihan dilakukan dengan cara melepaskannya
kemudian mencucinya, atau dengan menggunakan perlengkapan penyiram atau
pembilas yang dipasang di dalamnya.

Gambar 2.3.2 filter kelongsong


2.3.3

Gambar 2.3.1 filter pasir

Filtrasi spiral
Filter spiral dapat dibuat sebagai alat yang terpasang tetap atau yang dapat dipindahpindah, tanpa atau dengan mantel ganda untuk pemanasan. Filter ini digunakan untuk
filtrasi jernih pada cairan dengan kandungan bahan padat yang rendah. Luas

2.3.4

permukaan filter dapat mencapai 20 m2 dan tekanan hingga 6 bar.


Filtrasi pelat
Filter pelat di satu pihak digunakan untuk filtrasi jernih dan di lain pihak untuk filtrasi
bahan tersisa (residu filtration). Luas permukaan filter mulai dari 2 hingga kira-kira
80 m2 dan tekanan hingga 6 bar. Filter pelat, karena digunakan secara tertutup dan
bertekanan, sesuai juga untuk filtrasi suspensi yang mengandung cairan panas atau
mudah terbakar.

2.3.5

Gambar 2.3.4 filtrasi pelat


Gambar 2.3.3 filter spiral
Filtrasi hisap
Jenis konstruksi yang paling sederhana dari sebuah filter hisap adalah tangki segi
empat atau bundar yang terbuka dengan media filter dipasang mendatar di dalamnya.
Di atas sebuah kisi yang terbuat dari pelat keramik yang berlubang-lubang (sebagai
landasan) ditempatkan batu-batu filter berpori. Batu filter ini direkat dengan dempul
yang tahan terhadap pengaruh kimia. Suspensi yang akan difiltrasi dimasukkan dari

atas. Bahan padat akan mengumpul pada batu-batu filter sebagai kue filter,
sedangkan filtrat mengalir keluar melalui batu-batu filter. Landasannya, serta pipa
pembuangan yang terletak di bagian tengah. Dengan membuat vakum, perbedaan
tekanan diperbesar sehingga daya filtrasi ditingkatkan. Filter seperti ini disebut filter
2.3.6

hisap.
Pres filter
Pres filter terdiri atas elemen-elemen filter (hingga mencapai 100 buah) yang berdiri
tegak atau terletak mendatar, disusun secara berdampingan atau satu di atas yang lain.
Elemen-elemen ini terbuat dari pelat-pelat beralur yang dilapisi kain filter dan disusun
pada balok-balok luncur sehingga dapat digeser-geser. Dengan suatu sumbu giling
atau perlengkapan hidraulik, pelat-pelat itu dipres menjadi satu diantara bagian alat
yang diam (bagian kepala) dan bagian yang bergerak. Saluran masuk dan saluran
keluar terdapat dibagian kepala (untuk sistem tertutup) atau saluran keluarnya di
samping pelat-pelat (untuk sistem terbuka).

Gambar 2.3.5 filter hisap


gambar 2.3.6 pres filter
2.3.7 Filter putar
Filter putar terdiri atas sebuah tromol ayak yang berputar lambat dan terbagi dalam selsel. Kain filter direntangkan pada permukaan tromol dan bagian bawah tromol tercelup di
dalam bak berisi suspensi yang harus dipisahkan. Putaran dikontrol oleh bagian
pengendali yang tidak bergerak di pusat. Dalam satu kali putaran, pada setiap sel
berlangsung berturut-turut:
penghisapan suspensi dan pembentukan kue filter

pencucian kue filter

penghilangan kelembaban dari kue filter

pelepasan dan penyapuan bersih kue filter

pembilasan kue filter


2.3.8 Sentrifugasi filtrasi
Alat-alat sentrifugasi filtrasi yang paling sederhana dan bekerja secara tidak kontinu,
terdiri atas sebuah keranjang ayak yang berputar cepat di dalam sebuah rumah.

Keranjang tersebut dapat terpasang vertikal (alat sentrifugasi ayun) atau horizontal
(alat sentrifugasi kupas) dan sisi dalamnya dilapis dengan media filter. Keranjang
dapat digerakkan dengan listrik atau secara hidraulik, secara langsung atau melalui
sebuah kopling penggerak awal.

Gambar 2.3.7 filtrasi putar

gambar 2.3.8 sentrifugasi filtrasi

2.4Aplikasi filtrasi

Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga
pemisahan yang kompleks. Baik dalam skala laboratorium dan skala industri.
Filtrasi banyak dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air,
menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen dan pengotor pada air
suntik injeksi dan obatobat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula
dan untuk memurnikan bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak diinginkan
sehingga dapat menjamin hasil akhir dari suatu produk obat yang berkualitas dan sesuia
syarat yang ditentukan. Selain itu filtrasi juga digunakan dalam industry farmasi.

2.5 Perhitungan dasar laju filtrasi


Persamaan dasar laju filtrasi pada proses
batch.
t kpv
=
+B
v
2
Dimana

k p=

c s
2

A ( P )

B=

Rm
A ( p)

Keterangan :
t = waktu atau lama filtrasi (detik)
V = volume filtrat m3
p = pressure drop, N/m2
A = luas filter, m2
= viskositas, Pa.s atau kg/m.s
= hambatan cake, m/kg
Rm = hambatan filter medium terhadap aliran filtrasi, m-1

Bab. III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Filtrasi merupakan salah satu contoh pemisahan mekanis. Filtrasi akan memisahkan
partikel yang berbeda fasa yakni larutan dan pelarut (padat dan fluida). Berdasarkan jenis
mekanisme pemisahan, terdapat tiga proses filtrasi yang berbeda (filtrasi ayak,filtrasi unggun
dalam, dan filtrasi kue). Ketiga proses ini bisa digunakan secara bersama-sama dalam sebuah
filter atau digunakan sendiri-sendiri.
Daya filtrasi (jumlah cairan atau gas yang menerobos per satuan waktu) tergantung pada
sejumlah factor, antara lain , luas permukaan filter, beda tekanan antara kedua sisi media
filter, tahanan media filter, viskositas cairan. Dalam pemilihan alat filtrasi factor yang harus
diperhatikan adalah jenis campuran, jumlah bahan yang lolos dan yang tertahan, tekanan
filtrasi (Beda Tekanan), jenis Operasi, pencucian,sifat bahan yang difiltrasi dan sifat kue
filtrasi.
Filtrasi digunakan dalam industry baik sekala pabrik maupun laboratorium. Biasanya
filtrasi diterapkan pada peroses pengolahan air limbah dan juga bisa di bidang farmasi.

Bab IV.
Daftar Pustaka

M.Amin, Jacksen., Elina Margaretty (2015). Peralatan Industri Proses.


Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.
Anonym (2011). Industri dan Limbah Pelapisan Logam . From
https://fatysahinknowledge.wordpress.com
Respa S, Yossi. dkk. (2012). Filtrasi dan Aplikasinya dalam Industri. From
https://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com
Zulfikar. 2011. Filtrasi. From http://www.chem-is-try.org/