Anda di halaman 1dari 4

Resume Khittah Perjuangan HMI

Khittah Perjuangan merupakan paradigma gerakan atau

manhaj

yang merupakan

penjelasan utuh tentang pilihan ideologis, yaitu prinsip-prinsip penting dan nilai-nilai yang
dianut oleh HMI sebagai tafsir utuh antara azas, tujuan, usaha dan independensi HMI.
Disebutkan dalam pendahuluan Khittah Perjuangan HMI yang ditulis pada tahun
1990-an bahwa Khittah Perjuangan HMI merupakan landasan filosofis dan
ideologis bagi HMI sebagai ciri khas yang lebih dari sekedar atribut luar yang
tidak bisa mewakili heterogenitas yang ada di dalam tubuh HMI. Khittah ini
disusun berdasarkan naskah-naskah yang pernah ditulis sebelumnya yang
dijadikan landasan bagi HMI dan melihat fenomena yang terjadi saat khittah ini
ditulis dengan memberikan gambaran situasi di masa yang akan datang. Khittah
ini diharapkan mampu menjadi penjabaran tujuan individual, sosial dan gerakan
perkaderan di HMI dalam mencapai tujuan organisasi. Muatan yang terkandung
di dalam Khittah Perjuangan HMI adalah konsepsi filosofis azas, tujuan, usaha,
dan independensi HMI. Independensi mendapat perhatian khusus dalam HMI
karena merupakan nilai yang memberi semangat proses mencapai cita-cita
secara sadar yang dilandasi kemandirian dan kemerdekaan menentukan sikap
untuk memilih kebenaran dan memperjuangkannya.
BAB I ASAS
1. Keyakinan Muslim
Sebagai sebuah organisasi yang bernafaskan Islam tentunya keyakinan
terhadap Tuhan menjadi pedoman setiap kader dalam melaksanankan
segala aktifitasnya sebagai seorang muslim.
Hal yang penting dalam keyakinan muslim dalah konsep ketauhidan
Tuhan. Tuhan yang Maha Esa tidak dapat dicapai hanya dengan
pendekatan

ilmiah

maupun

doktrin.

System

keyakinan

Tauhid

ini

mengajarkan untuk menggunakan pendekatan akal dan wahyu dalam


mencari dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Wawasan Ilmu
Sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna manusia dibekali oleh
fuad dan panca indera. Keduanya menjadi pembeda antara antara
manusia dan hewan bahkan malaikat sekalipun. Meskipun diciptakan
sebagai makhluk yang paling sempurna manusia tidak begitu saja
memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Pada saat dilahirkan
manusia tidak memiliki pengetahuan apapun. Diciptakan dengan tujuan

tunggal yaitu beribadah kepa-Nya. Dalam memperoleh pengetahuan dan


wawasan manusia menempuh proses yang panjang. Dalam melalui proses
pencarian ilmu tersebut sejatinya manusia telah dibekali pedoman dan
sumber dari segala ilmu yaitu Al-Quran yang diturun kan melalui Nabi
Muhammad SAW.
3. Wawasan Sosial
.Hakikat manusia sebagai makhluk sosial juga tidak boleh dilepaskan, cara
pandang sebagai makhluk sosial ini harus dimiliki oleh kader HMI dalam
rangka mewujudkan tujuan HMI.
4. Kepemimpinan
Sebagai makhluk yang diciptak di muka bumi sebagi khalifah, manusia
memiliki tanggung jaawab dalam membina lingkungan di sekelilingnya.
Hal tersebut dapat didayagunakan untuk mengatur dan mengelola alam
semesta.

Dalam

lingkup

kehidupan

hubungan

antar

individu

dan

masyarakat harus koheren, membangu, dan sinergis bukan hubungan


yang eksploitatif, negative, dan merusak.
5. Etos Perjuangan
Dalam menjalankan fungsinya sebagai khalifah manusia harus memiliki
semangat untuk berjuang dalam memperbaiki tatanan masyarakat
menuju ridho Allah. Tantangan yang dihadapi terus berubah setiap saat
sehingga harus terus dilakukan perbaikan dalam kehidupan masyarakat
meskipun tidak akan pernah mencapai titik ideal dan statis.
6. Hari Kemudian
Setiap dari perbuatan yang dilakukan oleh manusia kan mendapatkan
pembalasan yang setimpal. Pembalan yang adil akan didapatkan oleh
manusia sesuai dengan apa yang dilakukan semasa di dunia. hari akhir
menjadi tempat kembali bagi manusia setelah banyak melakukan
perjuangan dan pengorbanan selama di dunia.

BAB II TUJUAN
Setelah asas dijabarkan dengan memakai landasan utama berupa Tauhid.
Selanjutnya tujuan HMI dirumuskan dalam kalimat Terbinanya mahasiswa
Islam menjadi insan ulil albab yang turut bertranggungjawab atas
terwujudnya masyarakat yang diridhoi oleh Allah subhanahu wataala.

Tujuan HMI ini secara garis besar mempunyai dua tujuan utama yaitu
tujuan individu dan tujuan masyarakat. Tujuan individu melalui sistem
perkaderan dan perjuangannya bertujuan membentuk sikap kader yang
memiliki pemahaman ajaran dan nilai kebenaran dengan penuh hikmah
dan kasih saying. Selanjutnya sebagai wadah pendidikan HMI berusaha
dengan kesungguhan dan dengan totalitasnya membentuk mahasiswa
yang dapat melakukan perbaikan masyarakat disegala medan perjuangan
dan disegala waktu. Sebagai alat perubahan HMI secara tekun dan
istiqomah melakukan perbaikan-perbaikan kehidupan masyarakat dengan
melibatkan diri secara langsung dalam proses amar maruf nahi munkar
pada sitem sosial masyarakat umum.
BAB III USAHA
Dalam mewujudkan tujuan harus diiringi dengan usaha. Usaha yang
dilakukan merupakan sebuah proses menuju kea rah yang lebih baik.
Dalam menjalani proses tersebut tidak ada jaminan kepastian akan
kesuksesannya. Hanya dengan mengharapkan lindungan dan bantuan dari
Allah SWT manusia memiliki kekuatan untuk menjalani proses tersebut.
Dalam menjalani proses tersebut ada beberapa hal yang harus dilakukan
yaitu amar maruf yang berarti menyampaikan kebaikan yang dilengkapi
dengan nahi munkar yang secara harfiah berarti mencegah kemungkaran
yang mendekat ke dalam diri serta lingkungan sosial di sekitar.
Setiap langkah yang dilakukan harus diawali dari diri sendiri dengan
membentuk diri berdasarkan standar kaum muttaqin. Standar standar
yang harus dipenuhi tersebut telah disebutkan dalam Al-Quran yaitu
memposisikan diri sebagai muabbid, mujahid, mujtahid, dan mujadid.
Setelah mampu memposisikan diri sebagai individu yang muttaqin
barulahh orientasi lebih luas ditujukan untuk membentukan tatanann
masyarakat. Pembentukan tatanan masyarakat yang sesuai dengan
ketentuan Tuhan menjadi sebuah keniscayaan karena tidak ada individu
yang bisa selamat berada dalam komunitas yang hancur.
BAB IV INDEPENDENSI
Dalam menjalankan perannya sebagai khalifah, manusia pada dasarnya
dalam keadaan fitrah (suci) dimana menusia diberi kmerdekaan dalam
menentukan pilihan dengan konsekuensi pertanggungjawaban. Dengan
keistimewaan

yang

diberikan

oleh

Allah

SWT

manusia

dibekali

kemampuan untuk menangkap ilmu pengetahuan dan petunjuk yang

disampaikan melalui nabi berupa wahyu. Dengan demikian manusia


memiliki intuisi untuk memperjuangkan apa yang diyakininya. Sikap ini
secara sosiologis dapat berarti keberpihakan, keberpihakan terhadap nilai
nilai kebenaran dengan amal shalih yang rahmatan lilalamin.
1. Independensi HMI
Sebagai sebuah organisasi yang dengan tegas menyataka bahwa
dirinya

bersifat

independen,

HMI

tidak

boleh

menyatakan

ketergantungan dengan organisasi tertentu dan membuat ikatan


dengan organisasi atau individu lain. Independensi menjadi nafas gerak
HMI dalam setiap aktifitasnya dari waktu ke waktu. Independensi HMI
merupakan

pernyataan

perjuangan

terhadap

segala

nilai-nilai

kebenaran dari Allah dengan segala konsekuensi yang harus diterima.


2. Sikap independen kader HMI
Sebagai bagian dari organisasi,
menginternalisasi

independensi

kader

yang

HMI

dianut

harus
oleh

mampu

organisasi.

Independensi merupakan pengejawantahan dari sikap insan ulil albab


yang memiliki sikap yang cenderung kepada kebenaran (hanief),
merdeka, kritis, jujur, progresif, dan adil. Untuk memiliki sikap tersebut
setiap kader harus memiliki keberanian untuk berbuat secara mandiri
dan menghadapi resiko yang nantinya dapat membawa perubahan
dalam masyarakat menuju tatan Islam.