Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

Nama Pengujian/Analisis/Materi : KESADAHAN


Mata Kuliah

: Laboratorium Kesehatan Lingkungan

Semester

: VI (enam)

PJMK / Dosen Praktikum

: Budiyono, SKM, M.Kes

Asisten Praktikum

: Layna Ratna S.

Disusun oleh :
RISMAWATI

25010112120004

DAHONA LENTHE LAVINIA

25010112120006

DIAH AYU PUSPARINI

25010112120010

NOVITA DIAN RAHMAWATI

25010112120016

NENI SASWITA

25010112120018

RIANASARI

25010112120019

DESI TRI PUSPANINGRUM

25010112120020

MEIDIA ATIKA SARI

25010112120022

NORMA ARINDA KESUMA

25010112120024

PRADIPTA DHIMASRASTA.S.P.

25010112120029

PURNOMO

25010114140323

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

DAFTAR ISI
1

Halaman Judul..i
Daftar Isi......ii
Daftar Tabel....iii
Daftar Gambar
Daftar Lampiran.....iv
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang1
B. Tujuan Praktikum2
C. Manfaat Praktikum..2
BAB II Metode Praktikum
A. Waktu
B. Tempat
C. Alat dan Bahan
D. Sampling
E. Metode
F. Pengolahan Data
G. Analisis Data
H. Skema Kerja
I. Perhitungan
Bab III Hasil dan Pembahasan
Gambaran Umum Lokasi Pengambilan Sampel
Cara Kerja
Pembahasan..16
Bab IV Penutup
Kesimpulan
26
Saran..26
Daftar Pustaka
A.

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Massa Zat Padat pada Cawan porselen.........................
14
2

DAFTAR GAMBAR
Gambar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air dengan kualitas yang baik, harus memenuhi syarat secara fisik,
kimia, dan bakteriologis. Daerah dengan kondisi tanah berkapur, mempunyai
air tanah dengan tingkat kesadahan yang tinggi. Persyaratan kualitas air minum
dalam salah satu parameter kimia adalah jumlah kandungan unsur kalsium
(Ca2+) dan magnesium (Mg2+) dalam air yang disebut kesadahan air.1
Kesadahan air berbeda dari satu tempat dengan yang lainnya. Pada
umumnya air tanah lebih keras dari pada air permukaan. Kesadahan dapat
dilihat pada daerah yang terdapat batu kapur/batu gamping dalam jumlah yang
besar. Ketika air melarutkan batu kapur dan melepaskan ion kalsium.2
Masalah yang timbul karena tingginya tingkat kesadahan air antara lain
adalah dalam penggunaan air rumah tangga mengakibatkan konsumsi sabun
lebih banyak dikarenakan sabun menjadi kurang efektif akibat sabun yang
dimasukkan kedalam air bereaksi dengan karbonat dari Ca2+ dan Mg2+. Selain
itu pada industri, air pengisi boiler memerlukan kualitas air yang baik yaitu
dengan kesadahan kurang dari 1,79 mg/L CaCO3 agar tidak terjadi kerusakan
pada boiler dan pipa pipa salurannya. Untuk mengetahui cara pengujian
kesadahan pada air dan untuk menghindarkan dari dampak negatif kesadahan,
oleh karena itu perlu dilakukannya praktikum kesadahan ini. 3
B. Tujuan Praktikum

Untuk mengetahui kadar Ca2+ dan Mg2+ dalam sampel air sumur Perumahan
Griya Tembalang Makmur Asri Blok D2 Kelurahan Bulusan Kecamatan
Tembalang.
C. Manfaat Praktikum
1. Dapat menganalisis kualitas sumber air yang berasal dari sampel air sumur
Perumahan Griya Tembalang Makmur Asri Blok D2 Kelurahan Bulusan
Kecamatan Tembalang dan membandingkannya dengan Peraturan Pemerintah
No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air.
2. Dapat menganalisis dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan dari kesadahan
sumber air
3. Dapat menganalisis dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan dari kesadahan
sumber air

BAB II
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu
Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Mei 2015 pukul 10.00 WIB s/d
selesai.
B. Tempat
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Diponegoro Gedung D Lantai 3.
C. Alat dan Bahan
1) Alat
a) Buret
b) Corong kaca
c) Gelas ukur
d) Erlenmeyer
e) Pipet ukur ukuran 2 ml
f) Pipet ukur ukuran 5 ml
g) Pipet tetes
h) Spatula
i) Timbangan analitik
j) Bulb
k) Statif
2) Bahan
a) Larutan EDTA 0,01 M
b) Larutan buffer pH 10
c) Larutan NaOH 5%
d) Indikator EBT
e) Indikator Murexida
f) NaCl
g) Sampel air sumur Perumahan Griya Tembalang Makmur Asri Blok D2
Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang
D. Sampling
Pengambilan air dilakukan disumur Perumahan Griya Tembalang Makmur
Asri blok D2, kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang dengan menggunakan
botol bekas 1,5 liter yang telah dicuci sebelumnya dengan air sumur tersebut.
Kemudian botol tersebut diisi dengan penuh lalu ditutup cepat guna
menghindari kontak langsung dengan udara. Pengambilan dilakukan 3 jam
sebelum praktikum dimulai yaitu pukul 07.00 WIB.
E. Metode

Metode yang digunakan adalah metode titrimetri atau Volumetri. Metode


titrimetri yaitu merupakan metode analisis kuantitatif yang didasari pada
prinsip pengukuran volume.
F. Pengolahan Data
Pengolahan data yang dilakukan dengan menghitung kesadahan total dan
kesdahan calsium dengan cara mengalikan titran EDTA dikali dengan
konstanta dikali dengan seribu dan dikali dengan faktor perbedaan lalu dibagi
dengan jumlah sampel.
G. Analisis Data
1. Analisa Pengamatan
a) Analisa kesadahan total
Pada pengamatan sampel air, diberi perlakuan untuk mengetahui kadar
ca2+ dan Mg2+. Setelah dilakukan pengamatan didapatkan perubahan
warna yaitu merah menjadi biru laut
b) Analisa kesadahan calsium
Pada pengamatan sampel air, diberi perlakuan untuk mengetahui kadar
Calsium (Ca). Setelah dilakukan pengamatan didapatkan perubahan
warna yaitu warna merah muda menjadi warna lembayung
H. Skema kerja

1. Kesadahan Total
Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan terlebih dahulu
Dimasukkan 100 ml sampel ke dalam Erlenmeyer dan tambahkan 5 ml buffer
pH 10. Bila keruh maka ditambahkan larutan KCN 10%
Ditambahkan 50 mg Indikator EBT dan NaCl
Lalu dititrasi dengan Larutan EDTA 0,01 M sampai terjadi perubahan warna
(merah menjadi biru laut)
2. Kesadahan Calsium

Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan terlebih dahulu

Dimasukkan 50 ml sampel air kedalam Erlenmeyer

Ditambahkan 2 ml larutan NaOH 5% kemudian erlenmeyer dikocok

Ditambahkan 50 mg indikator murexida dan NaCl

Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai terjadi perubahan warna (merah
menjadi lembayung)
I. Perhitungan

A 1 1,0009 1000 f
B
A 2 1,0009 1000 f
b. Kesadahan Calsium =
B
a. Kesadahan Total =

Keterangan:
A1 = ml titran EDTA untuk percobaan kesadahan total
A2 = ml titran EDTA untuk percobaan kesadahan calsium
B = ml sampel air
1,0009 = Ekivalen antara 1 ml EDTA 0,01 M dan 1 mg Kesadahan
sebagai CaCO3
f = faktor perbedaan antara kadar larutan EDTA menurut
standarisasi dengan CaCO3 (f 1)

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran umum lokasi pengambilan sampel
Sumber air yang digunakan adalah sumber air yang berasal dari air sumur
di perumahan Tembalang Makmur Asri, Kelurahan Bulusan, Kecamatan
Tembalang. Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang terletak
pada koordinat 7347,31 LS dan 1102646,64 BT. Kelurahan Bulusan
terdiri atas 5 RW dan 23 RT. Kelurahan ini merupakan dataran tinggi dengan
luas wilayah 304.072 ha. Kelurahan Bulusan, memiliki batas wilayah utara
yaitu Kelurahan Mangunharjo, sebelah barat yaitu Kelurahan Tembalang,
sebelah selatan yaitu Kelurahan Kramas, dan sebelah timur yaitu kelurahan
Meteseh.
Sumber air tersebut masih banyak digunakan masyarakat sekitar untuk
kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana kualitas air
tersebut terutama kadar padatan yang mengandung kesadahan maka diadakan
percobaan pengukuran Kesadahan dengan menggunakan metode Titrimetri.
B. Cara Kerja
a) Kesadahan Total
1. Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan terlebih dahulu
2. Dimasukkan 100 ml sampel ke dalam Erlenmeyer dan tambahkan 5 ml
buffer pH 10. Bila keruh maka ditambahkan larutan KCN 10%.
3. Ditambahkan 50 mg Indikator EBT.
4. Lalu dititrasi dengan Larutan EDTA 0,01 M sampai terjadi perubahan
warna (merah menjadi biru laut)
b) Kesadahan Calsium
1. Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan terlebih dahulu
2. Dimasukkan 50 ml sampel air kedalam Erlenmeyer
3. Ditambahkan 2 ml larutan NaOH 5% kemudian erlenmeyer dikocok
4. Ditambahkan 50 mg indikator murexida
5. Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai terjadi perubahan warna
(merah menjadi lembayung)
C. Hasil Perhitungan
2. Hasil Pengamatan Kesadahan Total (Ca2+ dan Mg2+)
Gambar yang berubah warna
10

No
.
1.

Kesadahan
Total

Penambahan

Indikator

Perubahan warna

EDTA

50 mg EBT

50 ml

Merah tua

biru

laut
Tabel 3.1 Hasil Pengamatan Kesadahan total Sampel Air
PERHITUNGAN
a. Kesadahan Total

A 1 1,0009 1000 f
B
9,5 1,0009 1000 1

100
= 95,0855 mg/l

3. Hasil Pengamatan Kesadahan Total (Ca2+ dan Mg2+)


Gambar yang berubah warna
No
.
1.

Kesadahan
Calsium

Penambahan

Indikator

Perubahan warna

EDTA

50 mg murexida

50 ml

Merah muda

lembayung
Tabel 3.2 Hasil Pengamatan Kesadahan kalsium Sampel Air
PERHITUNGAN
b. Kesadahan Calsium

A 2 1,0009 1000 f
B
5,7 1,0009 1000 1
=
50
= 114,1026 mg/l
=

D. Pembahasan
Kesadahan merupakan salah satu parameter tentang kualitas air bersih,
karena kesadahan menunjukkan ukuran pencemaran air oleh mineral-mineral
terlarut seperti Ca2+ dan Mg2+. Dikutip dari Agung Rizal Bahtiar dalam jurnal
PENURUNAN KESADAHAN AIR MENGGUNAKAN SERBUK SEKAM
PADI PERLAKUAN DENGAN NaOH

11

Kesadahan air dapat dibedakan atas 2 macam, yaitu kesadahan sementara


(temporer) dan kesadahan tetap (permanen). Kesadahan sementara disebabkan
oleh garam-garam karbonat (CO32-) dan bikarbonat (HCO3-) dari kalsium dan
magnesium, kesadahan ini dapat dihilangkan dengan cara pemanasan atau
dengan pembubuhan kapur kohor. Kesadahan tetap disebabkan oleh adanya
garam-garam khlorida (Cl-) dan sulfat (SO42-) dan kalsium dan magnesium.
Kesadahan ini disebut juga kesadahan non karbonat yang tidak dapat
dihilangkan dengan cara pemanasan, tetapi dapat dihilangkan dengan cara
pertukaran ion.
Pengambilan air dilakukan disumur Perumahan Griya Tembalang Makmur
Asri

blok

D2,

kelurahan

Bulusan,

Kecamatan

Tembalang

dengan

menggunakan botol bekas 1,5 liter yang telah dicuci sebelumnya dengan air
sumur tersebut. Kemudian botol tersebut diisi dengan penuh lalu ditutup cepat
guna menghindari kontak langsung dengan udara. Pengambilan dilakukan
kurang lebih 2 jam sebelum praktikum dimulai yaitu pukul 05.30 WIB.
Analisa kesadahan total, pada pengamatan sampel air, diberi perlakuan
untuk mengetahui kadar ca2+ dan Mg2+. Setelah dilakukan pengamatan
didapatkan perubahan warna yaitu warna merah tua menjadi warna biru laut.
Analisa kesadahan calsium, pada pengamatan sampel air, diberi perlakuan
untuk mengetahui kadar Calsium (Ca). Setelah dilakukan pengamatan
didapatkan perubahan warna yaitu warna merah muda menjadi warna
lembayung.
Nilai standar

mutu

baku

sesuai

dengan

permenkes

Nomor:

416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas


Air adalah 500 mg/l. Sehingga air sumur yang dijadikan sampel dikategorikan
aman untuk di konsumsi dan baik digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.
Air yang banyak mengandung mineral calsium dan magnesium dikenal
sebagai "air sadah" . Air sadah yang telah melebihi batas maksimum (500
mg/lt) dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Dampak yang
ditimbulkan air sadah bagi kesehatan antara lain adalah dapat menyebabkan
cardiovasculer deseasae (penyumbatan pembuluh darah jantung) dan
urolithiasis (batu ginjal).

12

Pada praktikum kesadahan bertujuan untuk mengetahui kadar Ca2+ dan


Mg2+ dalam sampel air sumur Perumahan Griya Tembalang Makmur Asri,
Tembalang. Langkah pertama yaitu meneliti kesadahan total (Cu dan Mg)
dengan cara memasukkan 100 ml sampel air sumur Perumahan Griya
Tembalang Makmur Asri, Tembalang ke dalam Erlenmeyer lalu tambahkan 5
ml buffer pH 10. Larutan tetap bening (tidak keruh) maka tidak perlu
ditambah larutan KCN 10%. Langsung saja tambahkan 50 mg indikator EBT
dan NaCl, ternyata menjadi bewarna merah tua. Pada percobaan kami terjadi
perubahan warna pada saat dititrasi EDTA 0,01 M sebanyak 9,5 ml. Sehingga
dapat dilakukan perhitungan kadar kesadahan total dalam air sampel. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi hasil dari percobaan ini antara lain
prosedur pencampuran bahan yang salah, sedikitnya kadar Calsium dan
Magnesium dalam air sempel.
Langkah selanjutnya yaitu penelitian kesadahan Calsium. Caranya 50 ml
air sampel sumur dimasukkan kedalam Erlenmeyer kemudian tambahkan 2 ml
larutan NaOH 5 %, lalu kocok. Tambahkan larutan 50 mg indikator murexida
dan NaCl lalu warna larutan menjadi merah muda. Selanjutnya lakukan titrasi
dengan larutan EDTA 0,01 M sampai terjadi perubahan warna merah muda
menjadi lembayung. Ternyata pada percobaan kami terjadi perubahan warna
sampai pemakaian EDTA 0,01 M sebanyak 5,7 ml. Sehingga dapat dilakukan
perhitungan kadar Calsium dalam air sampel. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi hasil dari percobaan ini antara lain prosedur pencampuran
bahan yang salah, sedikitnya kadar calcium dalam air sempel.

13

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dari hasil praktikum dengan menggunakan sampel air sumur di sumur
Perumahan Griya Tembalang Makmur Asri blok D2, kelurahan
Bulusan,

Kecamatan Tembalang

didapatkan

hasil

perhitungan

kesadahan total yaitu diperoleh nilai 95,0855 mg/l.


2. Dari hasil praktikum dengan menggunakan sampel air sumur di sumur
Perumahan Griya Tembalang Makmur Asri blok D2, kelurahan
Bulusan,

Kecamatan Tembalang

didapatkan

hasil

perhitungan

kesadahan Calsium yaitu diperoleh nilai 114,1026 mg/l.


3. Saran
1. Perlu dilakukan ketelitian saat penggunaan alat-alat laboratorium
sehingga menghasilkan hasil yang benar-benar akurat
2. Selalu menjaga kebersihan laboratorium sebelum dan sesudah
praktikum.
3. Diperlukan ketelitian saat membaca konsentrasi titrasi agar tidak
terjadi kesalahan pembacaan konsentrasi larutan titrasi.

14

15

DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.undip.ac.id/7024/1/Abstrak_Agung_RB.pdf ( yg pengertian
kesadahan)

16