Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN BIOKIMIA: PEMISAHAN KASEIN DARI SUSU SAPI (kualitatif)

Pendahuluan
Susu terdiri dari tiga komponen utama yaitu air, lemak dan protein. Disamping itu susu adalah bahan
makanan yang sempurna karena mengandung protein, lemak, karbohidrat (laktosa), vitamin, dan garam
anorganik. Dalam susu terdapat fosfat baik sebagai protein maupun sebagai ion posfat anoorganik.
Kesegaran susu dapat ditandai dengan masih aktifnya enzim-enzim yang terdapat didalamnya,
diantaranya amylase, lipase, peroksidase, katalase, dan sebagainya (Tim Dosen Biokimia, 2001).
Protein menyediakan amino yang penting untuk tubuh dan digunakan sebagai pondasi
pembentukan otot, tetapi tidak semua protein sama. Protein yang terbesar dalam susu adalah
dan whey. Kedua protein susu ini sama-sama sumber asam amino essensial yang sempurna,
mereka berbeda dalam satu aspek yang penting, whey adalah protein yang cepat dicerna dan
adalah protein yang lambat dicerna.

untuk
kasein
tetapi
kasein

Kasein berasal dari bahasa latin yaitu Caseine yang berasal dari kata Caesus yaitu keju. Kasein adalah
zat yang digunakan sebagai stabilisator emulsi air susu. Kasein merupakan proteida fosfor yang
dijumpai dalam endapan koloida air susu. Kasein merupakan hasil pengolahan susu yang larut dalam
larutan alkali dan asam pekat, mengendap dalam asam lemak serta tidak larut dalam air
(www.shvoong.com).
Kasein merupakan komponen protein terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. Kadar
protein pada protein susu mencapai 80%. Kasein ini terdiri dari beberapa fraksi seperti alpha-casein,
betha caseindan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organic yang berlimpah dalam
susu bersama lemak dan laktosa (Shiddieqy, 2004).

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Tujuan :
Untuk memisahkan kasein yang terdapat dalam susu sapi murni
Alat dan Bahan :
Gelas piala
Pipet tetes
Pengaduk
Erlenmeyer
Gelas ukur
Pembakar spirtus
Kasa asbes
Penyangga kaki tiga
Corong
Susu sapi murni
Aquades
HCl 10%
Etanol 95%
Eter

Cara kerja :
1. Dimasukkan 200ml susu sapi kedalam gelas piala 500ml.
2. Ditambahkan aquadest dengan volume yang sama, diaduk hingga merata.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Diteteskan HCl 10% sedikit demi sedikit yang disertai pengadukan dan dalam keadaan panas (kurang
lebih 3-5ml).
Diteruskan penambahan sampai terbentuk endapan (tahu susu/curd).
Didiamkan hingga endapan terbentuk sempurna, sampai cairan supernatant yang ada dibagian atas
menjadi jernih.
Dipisahkan endapan dan saring dengan menggunakan corong kemudian keringkan dengan menekannekan diantara dua lapisan kertas saring.
Endapan yang dihasilkan ditambah etanol 95% secukupnya, aduk dan saring kembali.
Selanjutnya kedalam endapan ditambahkan eter secukupnya, aduk dan panaskan.
Disaring endapan dan biarkan eter menguap.
Endapan yang dihasilkan adalah kasein, kasein dapat digunakan dalam uji protein.

Hasil pengamatan :

Sampel

SUSU

Pereaksi yang ditambahkan

Pengamatan
Terbentuk endapan berwarna
+ HCL 10% 77 tetes
putih seperti tahu
Endapan berwarna putih agak
+ etanol 95%
kekuningan
Endapan berwarna putih
+ Eter
kekuningan
Terbentuk kasein putih agak kekuningan

Pembahasan :
Pada percobaan pemisahan kasein dari susu murni langkah kerja yang pertama kali dilakukan ialah
penambahan air dengan jumlah yang sama dengan susu murni. Hal ini dilakukan bertujuan untuk
mengencerkan susu. Pengenceran susu sangatlah dibutuhkan karena protein yang terdapat pada susu
terdiri dari sebagian besar kasein yang bisa mencapai sekitar 80%. Kentalnya kandungan kasein ini
dikhawatirkan akan mempersulit susu ketika akan disaring oleh sebab itu adanya air bisa membantu
mengurangi kekentalan susu.

Susu merupakan minuman yang bersifat asam, keasaman pada susu terutama disebabkan oleh aktivitas
bakteri yang dapat mengubah laktosa menjadi asam laktat yang dikenal dengan istilah developed
acidity. Perubahan laktosa menjadi asam laktat meyebabkan perubahan pada senyawa kalsium fosfat
yang terdapat didalam protein, yaitu terputusnya ikatan kalsium dan senyawa fosfor (Susilorini, 2006).
Pada tahapan kedua setelah susu dihomogenkan dengan air dilakukan proses pengendapan dengan
mengunakan HCl 10%. Dalam praktikum dibutuhkan 3ml HCl 10% agar susu dapat mengendap dengan
sempurna. Penambahan asam harus dilakukan setetes demi tetes agar kasein yang terkandung dalam
susu bisa menggumpal secara sempurna. Endapan yang dihasilkan dari proses ini jika dilihat secara
visual akan seperti tahu susu/curd. Ketika HCl ditambahkan susu harus dipanaskan dengan
menggunakan spirtus atau penangas air dengan tujuan mempercapat terjadinya reaksi pengendapan.
Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa suhu yang digunakan harus berkisar antara 35-40C karena suhu
40C merupakan suhu optimum untuk kasein menggumpal.
Hal lain yang penting untuk diperhatikan yaitu kondisi keasaman, kasein akan mengendap karena
memiliki kelarutan (solubility) rendah pada kondisi asam (Shiddiey, 2004). Penurunan pH susu dari
kisaran normal menajdi rendah (terlalu asam) akan menyebabkan perubahan bentuk susunan
komponennya. Derajat keasaman (pH) susu menurun akibat terputusnya fosfat koloidal dan
berkurangnya ikatan antara kation dengan protein. Dalam penambahan asam ini kondisi keasaman
haruslah diperhatikan karena apabila kondisi terlalu asam bisa terjadi Denaturasi Protein yaitu proses
rusaknya struktur protein karena lingkungan, salah satunya pH.
Setelah semua proses selesai dilakukan proses selanjutnya yaitu pemisahan kasein dengan larutannya
(air yang terkandung didalamnya), endapan disaring dengan kertas saring dan didiamkan hingga seluruh
endapan tertampung dan menjadi agak kering. Setelah itu gumpalan kasein yang diperoleh
disuspensikan dengan atanol 95% kemudian kembali menyaring. Setelah itu gumpalan kasein kembali
disuspensikan dengan eter. Fungsi eter disini adalah untuk mengikat sisa etanol yang mungkin masih
menempel. Eter digunakan karena sifat eter yang sangat mudah menguap. Dari percobaan diperoleh
gumpalan kasein yang berwarna putih agak kekuningan.
Daftar pustaka
Poedjiadi, Anna.1994.Dasar-dasar Biokimia.UI-Press: Jakarta
Silalahi, Jansen.2006.Makanan Fungsional.Kanisius: Jogjakarta
Susilorini, Tri Eko.2006.Produk Olahan Susu. Penebar Swadaya: Jakarta
http://id.shvoong.com/exact-science/2119918-pengertian-kasein/
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak 2006/ cakrawal/lain 05.htm.

Anda mungkin juga menyukai