Anda di halaman 1dari 19

JOURNAL

READING
Effectiveness of magnesium sulfate
as initial treatment of acute severe
asthma in children, conducted in a
tertiary-level university hospital. A
randomized, controlled trial
Silvio Torresa M.D., Nicols Sticcoa M.D., Juan Jos Boscha M.D., Toms
Iolstera M.D.,
Alejandro Siabaa M.D., Manuel Rocca Rivarolaa M.D. and Eduardo
Schnitzlera M.D.

Arch Argent Pediatr 2012;110(4):291-296

Pembimbing:
dr. Hasan Basri, Sp. A
Oleh:
Keyne Christa Monintja (2013-061-111)

PENDAHULUAN

Calcium
Antagoni
s

Hambat
stimulasi
parasimpat
is
Menghamb
at
pelepasan
asetilkolin

Magnesiu
m sulfat

Efektif sebagai
penanganan
emergensi dan
intensif asma (IV,
inhalasi)

Hambat
degranula
si sel
mast,
thromboks
an
histamin,
dan
leukotrien

Kekurangan
studi
pediatrik

TUJUAN
Evaluasi efektivitas pemberian magnesium
intravena dalam penanganan eksaserbasi asma
berat pada pasien pediatrik, dengan mengukur:
Perbaikan skor respirasi
Lama hari perawatan di rumah sakit
Penggunaan ventilasi mekanik

METODE
PENELITIAN

DESAIN STUDI
Clinical, open-label, randomized, controlled

trial
Maret 2006 - Maret 2011
Hospital Universitario Austral (Argentina)
Protokol penelitian telah disetujui oleh Komite
Etik dan Unit Penelitian Klinis di rumah sakit
yang bersangkutan.

SELEKSI PARTISIPAN
Pasien usia 2-15 tahun yang masuk ke unit

gawat darurat karena serangan akut asma berat,


berdasarkan Skor Wood (Skor 5).
Penilaian oleh staff dokter PICU.
Kriteria Eksklusi
Pasien hipertermia (S 38.3C)
Tekanan sistolik <p25 berdasarkan usia
Terapi dengan teophylline atau aminophylline 48

jam sebelumnya
Riwayat penyakit ginjal, jantung, atau penyakit
paru restriktif kronis

SKOR WOOD

RANDOMISASI
Random number sequence, komputer,

software STATA 8.0


Blinding
Pengumpulan data: usia, jenis kelamin, lama
hari perawatan di PICU, kebutuhan ventilasi
mekanik, lama pemakaian ventilasi mekanik,
riwayat keluarga asma, riwayat admisi ke ICU
atau intermediate care unit, riwayat
penggunaan bronkodilator, riwayat
penggunaan kortikosteroid inhalasi.

PROTOKOL TERAPI
Grup A: protokol magnesium
sulfat

Grup B: protokol awal


standar

Parameter
Observasi

Laju nadi
Laju napas
SpO2
Tekanan darah

Kriteria
Penghentian
Terapi
SpO2<88% dengan
sungkup (FiO2
0.35)
Perburukan klinis
bermakna:
peningkatan >2
poin pada skor
Wood dari skor
awal
Hipotensi (p<25)
HR >30% dari
baseline saat awal

ANALISA STATISTIK
Power = 80%. Confidence Interval = 95%
Continuous endpoints: t-test atau Wilcoxon test
Categorical endpoints: chi-square test (2) atau

Fishers exact test.


p-value <0.05 = signifikan.
Multivariate logistic regression analysis
(membandingkan dengan kebutuhan ventilasi
mekanik: terapi magnesium sulfat, riwayat
keluarga dengan asma, riwayat penggunaan
kortikosteroids/-2-adrenergics, usia <60 bulan)

HASIL

PEMBAHASAN

Pemberian magnesium sulfat intravena selama 1

jam pertama pada pasien dengan serangan akut


asma derajat berat secara signifikan:
Mengurangi kebutuhan penggunaan ventilasi

mekanik.
Mengurangi lama perawatan di ruang PICU.

Anak berusia <5 tahun memiliki risiko kebutuhan

akan ventilasi mekanik yang lebih tinggi.


Magnesium sulfat merupakan obat yang
penggunaannya pada pasien anak disetujui oleh
National Administration of Medicines, Food and
Technology of Argentina (ANMAT). Tersedia dan
dianggap aman untuk dikonsumsi unit gawat
darurat atau PICU.

PENELITIAN MENDUKUNG
[2005] Metaanalisis dari 5 RCT (perbandingan
MgSO4, -2-agonists, kortikosteroid inhalasi
VERSUS plasebo)
Terjadi pe risiko perawatan di rumah sakit
Tidak ada efek samping

[2009] Knut dan Halvorsen Manejemen


serangan akut asma berat pada anak
Mendukung penggunaan magnesium sulfat setelah pemberian
-2-agonists dan kortikosteroid inhalasi

[2010] Global Initiative for Asthmav (GINA)


menganggap magnesium sulfat level A of
evidence

Pada anak yang tidak merespon tatalaksana standar setelah 1


jam atau anak yang tidak melewati FEV 60% setelah 1 jam
terapi

Kelemahan
Penelitian

Kelebihan
Penelitian

Range umur
yang luas (2-15
tahun)

Homogenitas
karakteristik
dan tingkat
keparahan
penyakit
Manajemen bias
dengan
stratifikasi dan
multivariate
regression
analysis

Tidak dilakukan
tes fungsi paru
Subjektivitas
penentuan Skor
Wood

TERIMA KASIH