Anda di halaman 1dari 6

Nama

: Resvi
Aswindani

Definisi

Etiologi

Penyakit yang disebabkan


oleh infeksi Mycobacterium
tuberculosis complex

Infeksi Mycobacterium
tuberculosis

Peradangan pada
bronkus, yang disebabkan
oleh berbagai macam
organisme dan
berlangsung secara
kronis.
1.
Mikroorganisme: Virus 2.
Mikroorganisme
(RSV, virus influenza, dll),
(Bakteri yang paling banyak bakteri, parasit.
Gram negatif, virus, jamur, Benda asing
parasit).
Asap rokok/ polusi udara
Suatu peradangan paru
yang disebabkan oleh
mikroorganisme (bakteri,
virus, jamur, parasit).

Dilatasi bronkus yang


bersifat permanen akibat
kerusakan anatomi/
struktur dinding pada
lumen bronkus
1. Kongenital
2. Didapat
Penyakit paru-paru pada
masa kanak-kanak yang
tidak sembuh (misalnya
pneumonia, BP, TB)
Aspirasi benda asing

Suatu keadaan yang


kebanyakan muncul
sebagai komplikasi
pneumonia aspirasi
akibat bakteri anaerob
di mulut
Bakteri anaerob;
Peptostreptococcus,
Bacteroides,
Fusobacterium,
Microaerophilic
streptococcus

Tumor ganas paru primer


yang berasal dari saluran
napas atau epitel bronkus
(karsinoma bronkus)

Belum diketahui,
kemungkinan paparan
atau inhalasi
berkepanjangan suatu zat
yang bersifat karsinogenik,
genetik.

Patofisi
ologi

*TB primer (3-8 mg)


batuk droplet nuclei di
udara terhisap
menempel pd saluran
napas/ jar paru

faktor-faktor risiko+etiologi
bakteri masuk ke
alveolus
proliferasi cepat bakteri
makrofag menginisiasi
respon inflamasi

asap

mengiritasi jalan napas


hipersekresi lendir dan
inflmasi

Didahului oleh faktor


infeksi pd bronkus dan
paru (infeksi primer
atau sekunder)
Didahului
oleh
obstruksi bronkus (TB
ke limfe pada anak, Ca
bronkus,
corpus
alienum pada bronkus)

jika iritasi konstan


kelenjar yang mensekresi
peningkatan vaskularisasi,
lendir dan sel goblet
dihadapi oleh neutrofil dan
eksudasi
meningkat jumlahnya,
makrofag alveolar
fungsi silia menurun,
lobus yang terkenaakan
banyak lendir yang
menetap di jar paru
berat,
merah,
penuh
cairan.
dihasilkan
mat
destruksi dinding bronki
rongga
alveolar
i
(jaringan elastik, otot
berkembang biak dlm
mengandung: cairan edema
bronkiolus menjadi
polos, tulang rawan,
sitoplasma makrofag
yang berprotein ronki
menyempit dan
mukosa silia) terutama
basah; neutrofil demam;
tersumbat
pada bronki yang
fokus Gohn limfangitis
bakteri. (STADIUM
mendapat
tekanan pada
lokal+ limfadenitis regional
alveoli menjadi rusak dan
KONGESTI)
inspirasi,
batuk
kompleks primer
membentuk fibrosis
rongga alveolar dipenuhi
sembuh, sembuh dgn bekas, eksudasi fibrinosupuratif
perubahan fungsi
Destruksi
Distorsi atau
komplikasi dan menyebar
makrofag alveolar yang
konsolidasi kongestif.
mukosa
penggelembun
berperan untuk
Rongga alveolar dipenuhi:
*TB post primer
bronkus
g-an bronki
membunuh
neutrofil; eritrosit yang
mengenai
(lokal/menyeba
bakteri/partikel asing
ekstravasasi Sputum
Kuman yg dormant saat
pembuluh
r)
Rusty, batuk; presipitat
imunitas turun re-infeksi
darah
rentan
terhadap
infeksi
fibrin. (STADIUM HEPATISASI
sarang dini di bagian
Stasis sputum,
(pecah)
MERAH)
apikal paru
ggn.
sembu
Perdarahan Ekspektorasi,
eritrosit lisis dan
h
Tuberkel
(hemoptisis) ggn. Refleks
terdegradasi, penumpukan
Sembuh dengan
batuk, sesak
terus-menerus fibrin di
melua
bekas
napas
alveolus (STADIUM
s
Menghancurkan jar ikat,
HEPATISASI KELABU)
bagian tengahnya nekrosis
fibrin menggumpal dan
dan lembek
amorf
Jaringan Keju kavitas
Konsolidasi paru vokal
*batuk darah terjadi karena
fremitus meningkat, sonor
terdapat pembuluh darah
memendek
yang pecah. Kebanyakan
Daerah permukaan
jika partikel kecil masuk ke
alveolar

bakteri anaerob di
rongga mulut
bakteri masuk ke
saluran pernapasan
bawah
jika bakteri tidak dapat
dimusnahkan oleh
sistem pertahanan
tubuh
pneumonia aspirasi
nekrosis
pembentukan abses

Terjadi ketidakseimbangan
antara
fungsi
onkogen
dengan
gen
tumor
supressor dalam proses
tumbuh dan kembangnya
sebuah
sel.
Perubahan
atau mutasi gen yang
menyebabkan
terjadinya
hiperekspresi
onkogen
dan/atau kurang/hilangnya
fungsi gen tumor supressor
menyebabkan sel timbuh
dan
berkembang
tak
terkendali. Dari beberapa
penelitian
telah
dapat
dikenal beberapa onkogen
yang
berperan
dalam
proses
karsinogenesis
kanker paru, antara lain
gen
myc,
gen
k-ras
sedangkan kelompok gen
tumor supressor antara
lain gen p53, gen rb.
Sedangkan
perubahan
kromosom pada lokasi 1p,
3p
dan
9p
sering
ditemukan pada sel kanker
paru.

batuk darah pada TB terjadi


pada kavitas, tetapi dapat
juga terjadi pada ulkus
dinding bronkus.

pertukaran oksigen dan


karbondioksida menurun
Sesak napas
hiperventilasi PCH
Stadium Resolusi

Anamnesis

Gejala respiratorik
Batuk> 2 minggu

Demam tinggi (dapat

1.

melebihi 40 C)
0

Batuk kronis hingga

1.

Batuk kronis,

berbulan-bulan.

berdahak produkif,

Batuk darah

Menggigil

Produktif, sputum

sputum

Sesak nafas

Sesak nafas

mukoid sampai

mukopurulent

Batuk dengan dahak

purulent.

(dahak 3

Sesak nafas terus

lapisbuih,

menerus. memberat

saliva/cairan jernih,

Nyeri dada
Gejala Sistemik
Demam
Gejala sistemik lain adalah
anoreksia, keringat malam
hari, penurunan BB, malaise)

mukoid atau purulen

2.

kadang disertai darah


Nyeri dada

terutama saat aktivitas


atau udara dingin.
3.

pus/endapan)
2.

Batuk berdarak

Riwayat merokok/

akibat arteri pada

terpapar polusi udara.

bronkus/bronkhiolus

Riw kontak dengan


penderita TB +

robek)
3.

Sesak napas (akibat


obstruksi oleh

1.
2.
3.
4.

Demam
Batuk berdahak
disertai bau
busuk
Batuk berdarah
(pada 25%
kasus)
Nyeri dan rasa
berat di dada

1.
2.

Asimptomatik
Klinis lokal: batuk
kronis dengan atau
tanpa dahak,
hemoptosis, wheezing,
stridor, abses,
atelektasis

3. Klinik invasi lokal:

Nyeri dada

Dyspnea

Aritmia

Suara serak

Sindrom pancoast

Sulit/sakit menelan

Benjolan di pangkal
leher

Sembab muka dan


leher

dahak dan terjadi


inflamasi)
4.

Mengi (wheezing)

5.

Foetor Ex Ore/napas

FR:
1.
2.

berbau (akibat
3.
4.

kuman anaerob)

Tergantung luas kelainan


pada paru. Pada awal
perkembangan penyakit
umumnya tidak/sulit sekali

Pem.
Fisik

Inspeksi: Hemithorax yang 1.


sakit tertinggal saat
Palpasi: VF meningkat

distemukan kelainan
Pemeriksaan Thoraks:

Auskultasi: suara napas

Suara napas bronkial

bronkovesikularsampai

Suara nafas melemah

bronkial yang mungkin

Ronki basah di basal paru

disertai ronki basah halus,

Tanda-tanda penarikan paru, yang kemudian menjadi


ronki basah kasar pada
stadium resolusi.
Pem.
Penunjang

Pemeriksaan Bakteriologi:
BTA (pemeriksaan BTA 3x
yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu)
Pemeriksaan Biakan Kuman
M. Tuberculosis
Pem. Radiologi (Foto
Thoraks PA)

3.

BB turun

7.

Lemah

8.

Nafsu makan turun

1.

Thorax: dypsneu

Takipneu
Dada emfisematous/
barrel chest

bernapas

Perkusi: Redup

diafragma& mediatinum

2.

6.

Palpasi: Sela iga

Auskultasi: Ronkhi

melebar.
4.

VF menurun

5.

Bunyi nafas vesikuler


melemah

6.

Ekspirasi memanjang

7.

Ronki kering/ Wheezing

basah di lobus
inferior paru
2.

Foto Thorax: gambaran


1.
infiltrat sampai konsolidasi
dengan air broncogram
Pemeriksaan lab:
leukositosis, pada hitung
2.
jenis leukosit terdapat shift
to the left, peningkatan
LED
Pemeriksaan dahak
Kultur darah

Ekstremitas:
Clubbing Finger

3.

Terdapat tandatanda pneumonia

(+)
8.

merokok
Polusi lingkungan
kerja
Polusi udara
Radiasi prosedur
diagnostik

1.Adanya bukti penyakit


di gusi
2.Jika konsolidasi
penurunan suara
napas, perkusi paru
redupsuara napas
bronkhial dan ronkhi
saat inspirasi
3.Muncul kaviti suara
napas amorfik pada
daerah paru yang
terkena
4.Clubbing finger

1.
2.

Perubahan bentuk
dinding thorax dan
trakea
Pembesaran KGB
dan tanda-tanda
obstruksi parsial

Bunyi jantung jauh


Spirometri: Fungsi

1.

respirasi menurun
(FEV1/FVC <70%)

2.

Foto thoraks
3.

Pemeriksaan darah: 1.Pemeriksaan darah:


leukositosis, hitung
leukositosis
jenis leukosit shift to
Pemeriksaan
the left
2.Foto thorax: kaviti
Sputum: Dahak 3
dengan bentuk tidak
lapis
teratus dengan
gambaran air fluid
Pem. Foto Thorax:
level
Honey Comb
3. Kultur sputum
Appearance/ sarang
tawon
4. Bronkhografi:
tampak
kelainan
bronkus yang
ektasis (tidak

1. Pem. Sitologi (gambaran


perubahan sel, proses
dan sebab peradangan)
2. Pem. Histopatologis
3. Foto thoraks (melihat
ukuran tumor, KGB,
metastasis ke organ
lain)
4. Bronkoskopi (jika
dicurigai tumor
bronkus)

Terapi

Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pengobatan dengan


1. Obat lini pertama
antibiotik (berdasarkan
INH, Rifampisin,
data mikroorganisme dan
Pirazinamid,
hasil uji kepekaan)
Etambutol,
Pengobatan suportif
Streptomisin
2. Kanamisin,
Kapreomisin,
Amikasin, Kuinolon,
Sikloserin,
Etionamid, ParaAmino Salisilat
Pasien baru diberikan OAT
2HRZE/4HR dengan
pemberian dosis setiap hari.
OAT lini kedua hanya
digunakan untuk kasus
resisten obat, terutama TB
multidrug resistant (MDR)

1.

2.
3.

Antibiotik (berdasar
hasil pemeriksaan
kultur dan
sensitivitas)
Bronkodilator
Hentikan merokok

rata/menyempit
di beberapa
tempat)
5. Bronkoskopi:
mengetahui bila
ada benda
asing atau
tumor dalam
bronkus
6. Faal paru:
kelainan
restriksi dan
obstruksi
1. Konservatif:
1.Pengobatan dengan
antibiotik sesuai

antibiotik sesuai
penyebab
bakteri penyebab
2.Pembedahan
(jika

mukolitik
abses
>6
cm,
2. Pembedahan:
hemoptisis masif,
Reseksi bronkhus/
empiemma, obstruksi
percabangan
bronkial, fistel
bronkus yang rusak
bronkopleural,
kegagalan terapi
konservatif)

1.
2.
3.

Pembedahan
Radioterapi
Kemoterapi