Anda di halaman 1dari 18

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengembangan Sistem


2.1.1 Definisi Pengembangan Sistem
Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai definisi dari pengembangan
sistem, diantaranya :
Pengembangan sistem merupakan suatu proyek yang harus melalui suatu proses
pengevaluasian seperti pelaksanaan proyek lainnya. (Amsa, 2008)
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan
sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada
(kami, 2008).
Pengembangan sistem adalah metode/prosedur/konsep/aturan yang digunakan untuk
mengembangkan suatu sistem informasi atau pedoman bagaimana dan apa yang
harus dikerjakan selama pengembangan sistem (algorithm). Metode adalah suatu
cara, teknik sistematik untuk mengerjakan sesuatu (dinu, 2008).
2.1.2 Hal Mendasar Dalam Pengembangan Sistem
Dalam pengembangan dan perancangannya, penganalisa sistem merupakan bagian
dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan
memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan dipengaruhi sejumlah hal
(Okta, 2007), yaitu:

Produktifitas

Saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih baik dan lebih cepat. Hal ini
membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas,
kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengembangkan sendiri, bahasa
pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50% s.d
70% sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian
perangkat lunak, dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.

Reliabilitas

Waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari
waktu total pengembangan sistem. Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem
yang digunakan diberbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya tidak
mungkin untuk diubah. Sebagai contoh kasus; untuk setiap program yang dihasilkan
dari IBMs superprogramer project punya tiga sampai lima kesalahan untuk setiap
kesalahan untuk setiap sepuluh statement pemrograman.
2.1.3 Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Dalam pengembangan sistem terdapat beberapa hal yang menjadi faktor utama
(klas,2008) diantaranya :
1. Perencanaan Sistem (System Planning)
Beberapa hal yang termasuk kedalam tahap perencanaan sistem diantaranya yang
menyangkut kebutuhan-kebutuhan fisik yang digunakan untuk mendukung
pengembangan sistem serta mendukung operasi setelah diterapkan.
Adapun proses-proses yang dilakukan dalam tahapan perencanaan sistem,
diantaranya :
1) Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana
sistem. Dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Mengkaji tujuan dan perencanaan strategi
b. Mengidentifikasikan proyek-proyek sistem
c. Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
d. Menetapkan kendala proyek-proyek sistem
e. Menentukan proyek-proyek sistem prioritas
f. Membuat laporan perencanaan sistem
g. Meminta persetujuan manajemen
2) Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan. Tahapan yang
dilakukan diantaranya :
Menunjukan team analis
Mengumumkan proyek pengembangan sistem

3) Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan dan dilakukan oleh


analis sistem. Tahapannya sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Melakukan study kelayakan


Menilai kelayakan proyek sistem
Membuat usulan proyek sistem
Meminta persetujuan manajemen

Adapun tahapan utama dalam siklus pengembangan sistem, yaitu :


1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
2. Analisis Sistem (System Analysis)
3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
4. Seleksi Sistem (System Selection)
5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation &
Maintenance)
2.2 Konsep Dasar Sistem
2.2.1 Definisi Sistem
Ada beberapa pendapat yang menjelaskan definisi sistem, yaitu :
Menurut (wiki, 2008) Pengertian sistem diambil dari asal mula sistem yang berasal
dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) yang memiliki pengertian
bahwa sutatu sistem merupakan suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari
komponen atau elemen yang berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi
untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering
dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi.
Menurut (Stoa, 2008) Pengertian dari sistem merupakan gabungan dari keseluruhan
langit dan bumi yang saling bekerja sama yang membentuk suatu keseluruhan dan
apabila salah satu unsur tersebut hilang atau tidak berfungsi, maka gabungan
keseluruhan tersebut tidak dapat lagi kita sebut suatu sistem.
Menurut (Kerz, 2008) Sistem yaitu gabungan dari sekelompok komponen baik itu
manusia dan/atau bukan manusia (non-human) yang saling mendukung satu sama
lain serta diatur menjadi sebuah kesatuan yang utuh untuk mencapai suatu tujuan,
sasaran bersama atau hasil akhir.

Menurut (Hart, 2005) Sistem mengandung dua pengertian utama yaitu: (a)
Pengertian sistem yang menekankan pada komponen atau elemennya yaitu sistem
merupkan komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berinteraksi
satu sama lain, dimana masing-masing bagian tersebut dapat bekerja secara sendirisendiri (independent) atau bersama-sama serta saling berhubungan membentuk satu
kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai secara
keseluruhan (b) Definisi yang menekankan pada prosedurnya yaitu merupakan suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelasaikan suatu sasaran tertentu.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa Sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang
disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan.
2.3 Konsep Dasar Informasi
2.3.1 Definisi Data
Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal
datum atau data item.
Data merupakan deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi serta menggambarkan
kesatuan nyata yang terjadi pada saat tertentu (Prabu, 2006).
Data merupakan kumpulan objek-objek beserta atributnya yang menunjukan
karakteristik dari objek tersebut (Phil, 2006).
Informasi tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk. Begitu
pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas.
Keakuratan data sangat mempengaruhi terhadap keluaran informasi yang akan
terbentuk.
2.3.2 Definisi Informasi
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga
informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Informasi (information) dapat
didefinisikan sebagai berikut:
1. Informasi (Information) adalah data yang telah dibentuk menjadi sesuatu yang
memiliki arti dan berguna bagi manusia (kent, 2008).
2. Menurut Leitel dan Davis dalam bukunya Accounting Information System
menjelaskan bahwa Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang
lebih berguna dan serta lebih berarti bagi yang menerimanya (kami, 2008).

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan


bahwa Informasi adalah sebagai data yang sudah diolah, dibentuk, atau
dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu.
2.3.3 Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) (Prabu, 2006) diantaranya ditentukan
oleh beberapa hal, yaitu :
Relevan (Relevancy), dalam hal ini informasi yang diterima harus memberikan
manfaat bagi pemakainya. Kadar relevancy informasi antara orang satu dengan yang
lainnya berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan masing-masing pengguna
informasi tersebut. How is the message used for problem solving (decision
masking)?
Akurat (Accurate), yaitu berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan.
Selain itu informasi yang didapatkan tidak boleh bias atau menyesatkan bagi
penggunanya, serta harus dapat mencerminkan dengan jelas maksud dari informasi
tersebut. Ketidak akuratan data terjadi karena sumber dari informasi tersebut
mengalami gangguan dalam penyampaiannya baik hal itu dilakukan secara sengaja
maupun tidak sehingga menyebabkan data asli tersebut berubah atau rusak.
Komponen keakuratan suatu informasi diantaranya:
a. Completeness ; Are necessary message items present ? Hal ini dapat berarti bahwa
informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik,
karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan
mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara
keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol
atau memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam suatu organisasi tersebut.
b. Correctness ; Are message items correct ? maksudnya bahwa informasi yang
diterima kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Kebenaran dari informasi tersebut
harus dapat dipertanggung jawabkan.
c. Security ; Did the message reach all or only the intended systems users? Informasi
yang diterima harus terjamin keamanan datanya.
d. Time Lines (Tepat waktu); Informasi yang dibutuhkan oleh si pemakai tidak dalam
hal penyampaiannya tidak boleh terlambat (usang) karena informasi yang usang
maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai yang baik dan kualitasnya pun
menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Jika informasi tersebut digunakan
sebagai dasar pengambilan keputusan maka akan berakibat fatal sehingga salah
dalam pengambilan keputusan tersebut. Kondisi tersebut mengakibatkan mahalnya

nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah serta


mengirimnya memerlukan teknologi terbaru.
e. Economy (Ekonomis); What level of resources is needed to move information
through the problem-solving cycle ?. Kualitas dari Informasi yang digunakan dalam
pengambilan keputusan juga bergantung pada nilai ekonomi yang terdapat
didalamnya.
f. Efficiency (Efisien); What level of resources is required for each unit of
information output ?
g. Reliability (Dapat dipercaya); Informasi yang didapatkan oleh pemakai harus
dapat dipercaya, hal ini menentukan terhadap kualitas informasi serta dalam hal
pengambilan keputusan setiap tingkatan manajemen.

2.3.4 Nilai Informasi


Fungsi informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang
diperlukan dengan proses yang cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan
penggunaan informasi hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan serta informasi yang
apa adanya. Dengan perlakukan seperti ini mengakibatkan keputusan yang diambil
tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk memperbaiki keputusan
yang telah diambil maka pencarian informasi yang lebih tepat perlu dilakukan. Suatu
Informasi memiliki nilai karena informasi tersebut dapat menjadikan keputusan yang
baik serta menguntungkan (memiliki nilai informasi yang tepat). Besarnya nilai
informasi yang tepat dapat didapatkan dari perbedaan hsil yang didapat dari
keputusan yang baru dengan hasil keputusan yang lama dikurangi dengan biaya
untuk mendapatkan informasi tersebut. Penghitungan atas informasi yang tepat
memberikan banyak manfaat diantaranya untuk menghilangkan pemborosan biaya
yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan
keputusan tersebut (Sofa, 2008).
Menurut Gordon B. Davis nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan
antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal
menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas.
Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang
dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :
1. Kemudahan dalam memperoleh

Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara
mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika
sulit diperoleh.
2. Sifat luas dan kelengkapannya
Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/
cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak
bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik.
3. Ketelitian (accuracy)
Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang
tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan
mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
4. Kecocokan dengan pengguna (relevance)
Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan
penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai
dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk
pengambilan keputusan.
5. Ketepatan waktu
Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh
pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak
bernilai jika terlambat diterima/ usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat
pengambilan keputusan.
6. Kejelasan (clarity)
Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan
informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
7. Fleksibilitas/ keluwesannya
Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
8. Dapat dibuktikan
Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan
kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang
diolah.

9. Tidak ada prasangka


Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan
prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
10. Dapat diukur
Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat
mencapai nilai yang sempurna.
2.3.5 Mutu Informasi
Menurut Gordon B. Davis, kesalahan informasi adalah antara lain disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut :
1. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
2. Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
3. Hilang/tidak terolahnya sebagian data.
4. Pemeriksaan/pencatatan data yang salah.
5. Dokumen induk yang salah.
6. Kesalahan dalam prosedur pengolahan (contoh: kesalahan program aplikasi
komputer yang digunakan).
7. Kesalahan yang dilakukan secara sengaja.
Penyebab kesalahan tersebut dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Kontrol sistem untuk menemukan kesalahan.
2. Pemeriksaan internal dan eksternal.
3. Penambahan batas ketelitian data.
4. Instruksi dari pemakai yang terprogram secara baik dan dapat menilai adanya
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.

2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi


2.4.1 Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai macam pengertian Sistem Informasi menurut beberapa ahli,


diantaranya :
1. Sistem informasi (Information System) adalah sekumpulan komponen yang saling
berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan
mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan
pengawasan dalam suatu organisasi serta membantu manajer dalam mengambil
keputusan (Kent, 2008).
2. Pengertian dari sistem informasi menurut Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi
di Yogykarta memaparkan bahawa Sistem informasi adalah sebuah aplikasi komputer
yang digunakan untuk mendukung operasi dari suatu organisasi serta merupakan
aransemen dari orang, data dan proses yang terjadi di dalamnya yang berinteraksi
satu sama lain dalam menudukung dan memperbaiki organisasi serta mendukung
dalam pemecahan masalah dan kebutuhan pembuat keputusan (KAMI, 2008).

BAB III
PEMBAHASAN

Pengembangan Sistem
1. Perlunya Pengembangan Sistem
Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk
menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah
ada
Sebab Perlunya pengembangan Sistem :
1. Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
Permasalahan yg timbul dapat berupa :
Ketidakberesan
Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
Ketidakberesan ini dapat berupa :
- kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
- kesalahan yg tidak disengaja
- tidak efisiennya operasi
- tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
Pertumbuhan Organisasi
2. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
3. Adanya instruksi-instruksi (directives)

2. Prinsip Pengembangan Sistem


Prinsip Pengembangan Sistem :

Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.

Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.


Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi

Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity
cost dari masing-masing alternatif
Investasi yang terbaik harus bernilai
manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk
memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan
apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.

Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik

Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang
dididik dengan diberikan on-the-job training.

Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses


pengembangan sistem
Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja
& melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya.
Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya
menunjukkan tahap tahap kerja yg harus dilakukan.

Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut

Jangan Takut membatalkan proyek

Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

3. Tahapan Pengembangan Sistem


Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:

Perencanaan Sistem (systems planning )

Analisis Sistem (systems analysis )

Perancangan Sistem (systems design )

Seleksi Sistem (systems selection )

Implementasi
maintenance )

&

pemeliharaan

sistem

(system

Tahapan - tahapan diatas


sebenarnya
merupakan
pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

implementation &
tahapan

didalam

4. Pendekatan Pengembangan Sistem


Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

Dipandang dari metodologi yang digunakan :

Pendekatan Klasik (Clasical approach )

Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan


sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini
menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan
pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup
digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan
timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
1.

Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.

2.

Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal

3.

Kemungkinan kesalahan sistem besar

4.

Keberhasilan sistem kurang terjamin

5.

Masalah dalam penerapan sistem

Pendekatan Terstruktur (structured approach )

Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat
(tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

Dipandang dari sasaran yang dicapai :

Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )


Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.

kesatuan

Pendekatan Sistem (systems approach )


Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu
terintegrasi

Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :

Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )

Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi
dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani
transaksi dan naik ke level atas
dengan merumuskan kebutuhan informasi
berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut
juga data analysis) .

Pendekatan Atas Turun

Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai
dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan
analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi
(merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision
analysis )

Dipandang dari cara mengembangkannya :

Pendekatan Sistem menyeluruh

Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.


(merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )

Pendekatan Moduler

Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian /


modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

Dipandang dari teknologi yg digunakan :

Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )

Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan


teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan
investasi yg besar.

Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )

Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih


memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

hanya untuk aplikasi yg

5. Metodologi Pengembangan Sistem


Metodologi adalah :
Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturanaturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni,
atau disiplin lainnya.
Metode adalah :
Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :

Penulis buku

Peneliti

Konsultan

Systems house

Pabrik software

Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :

Functional decomposition methodologies


fungsional )

( metodologi Pemecahan

Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )

Prescriptive methodologies

Functional decomposition methodologies


fungsional )

( metodologi Pemecahan

Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih


kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk
metodologi ini :
-

HIPO (Hierarchy Input Process Output )

Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)

Information hiding

Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )

Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.


Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
-

Data Flow Oriented Methodologies


Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :

SADT (Structured Analysis and Design Technique )

Composite Design

Structured System Analysis & Design (SSAD)

Data Structure Oriented Methodologies


Yang termasuk metodologi ini adalah :

JSD

W/O

Prescriptive methodologies

Yang termasuk metodologi ini adalah :


- ISDOS (Information System Design and Optimization System )
- PLEXSYS
- PRIDE
- SDM/70
- SPEKTRUM
- SRES dan SREM
dll

6. Alat & Teknik Pengembangan Sistem


Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :

HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO

Data Flow Diagram


analysis and design

digunakan

di metodologi

structured

systems

and

Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis


design

SADT Diagram digunakan di metodologi SADT

Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr

Jakson's Diagram digunakan


Development)

di metodologi

JSD (Jackson System

Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada


suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg
sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.
Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )

Bagan alir sistem (systems flowchart)

Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :


- Bagan alir logika program (program logic flowchat )

- Bagan
program flowchart )

alir

program komputer

Bagan alir kertas kerja


bagan alir formulir

(paperwork

terinci

(detailed computer

flowchart )

atau disebut

(database

relationship

(form flowchart )

flowchart )

Bagan alir

hubungan database

Bagan alir proses (process flowchart )

Gantt Chart

Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

Bagan untuk
relationship charting )

menggambarkan

hubungan

personil

Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )

Bagan Organisasi (Organization Chart )

(personal

Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk


suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada.
Teknik -teknik yg digunakan :

Teknik Manajemen Proyek yaitu :


- CPM (Critical Path Method)
- PERT (Program Evaluation and Review Technique )
Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek

Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )

Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta


dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
Teknik ini antara lain :
- Wawancara (interview)
- Observasi (observation )
- Daftar Pertanyaan (questionaire )
- Pengumpulan sampel (sampling )

Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost


benefit analysis )

Teknik menjalankan rapat

Teknik Inspeksi (Walkthrough )