Anda di halaman 1dari 13

MODUL AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

BERBASIS AKRUAL

AKUNTANSI KAS DAN SETARA KAS

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH

KAS DAN SETARA KAS

DEFINISI DAN KLASIFIKASI - 1


Kas dan Setara Kas adalah uang tunai dan saldo
simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan
untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah yang
sangat likuid yang siap dijabarkan/dicairkan menjadi kas
serta bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan.

Kas juga meliputi seluruh Uang Yang Harus


Dipertanggungjawabkan (UYHD) yang wajib
dipertanggungjawabkan dan dilaporkan dalam neraca.
Saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat ditarik
atau digunakan untuk melakukan pembayaran.

DEFINISI DAN KLASIFIKASI - 2


Kas

Kas di Kas Daerah


Kas di Bendahara Penerimaan
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di BLUD

Setara Kas Deposito (kurang dari 3 bulan)


Surat Utang Negara /Obligasi (kurang dari 3 bulan)

DEFINISI DAN KLASIFIKASI - 3


Kas

Kas di Kas Daerah

Kas di Kas Daerah


Potongan Pajak dan Lainnya
Kas Transitoris
Kas Lainnya

Kas di Bendahara Penerimaan

Pendapatan Yang Belum Disetor


Uang Titipan
Kas di Bendahara Pengeluaran
Sisa Pengisian Kas UP/GU/TU
Pajak di SKPD yang Belum Disetor
Uang Titipan

Kas di BLUD

Kas Tunai BLUD


Kas di Bank BLUD
Pajak yang Belum Disetor BLUD
Uang Muka Pasien RSUD/K BLUD

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Kas diakui saat diterima di Rekening Kas Umum
Daerah/ Tunai.
Kas dicatat sebesar nilai nominal.
Nilai nominal artinya disajikan sebesar nilai
rupiahnya.
Apabila terdapat kas dalam bentuk valuta asing,
dikonversi menjadi rupiah menggunakan kurs
tengah bank sentral pada tanggal neraca.

PENYAJIAN
Saldo kas dan setara kas harus disajikan dalam
Neraca dan Laporan Arus Kas.
Mutasi antar pos-pos kas dan setara kas tidak
diinformasikan dalam laporan keuangan karena
kegiatan tersebut merupakan bagian dari
manajemen kas dan bukan merupakan bagian
dari aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan
transitoris pada Laporan Arus Kas.
.

PENGUNGKAPAN
Pengungkapan kas dan setara kas dalam Catatan
atas Laporan Keuangan (CaLK) sekurang-kurangnya
mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
Rincian kas dan setara kas;
Kebijakan manajemen setara kas; dan
Informasi lainnya yang dianggap penting.

AKUNTANSI KAS DAN SETARA KAS - 1


PIHAK-PIHAK TERKAIT
A. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
1. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD)
2. Bendahara Penerimaan SKPD
3. Bendahara Pengeluaran SKPD
4. Pengguna Anggaran (PA)
B. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)
1. Pejabat Penatausahaan Keuangan PPKD (PPK-PPKD)
2. Bendahara Penerimaan PPKD
3. Bendahara Pengeluaran PPKD
4. PPKD

AKUNTANSI KAS DAN SETARA KAS - 2


DOKUMEN YANG DIGUNAKAN
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi kas
dan setara kas pada SKPD maupun PPKD mengikuti
dokumen terkait:
1. Penerimaan Kas (Pendapatan-LO, Aset, Kewajiban &
Ekuitas)
2. Pengeluaran Kas (Beban, Aset, Kewajiban & Ekuitas)

AKUNTANSI KAS DAN SETARA KAS - 3


JURNAL STANDAR
Jurnal standar terkait kas dan setara kas pada SKPD maupun PPKD
mengikuti transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kaspada
sistem akuntansi akun-akun Pendapatan-LO, Beban, Aset,
Kewajiban, dan Ekuitas. Jika kas dan setara kas bertambah maka
akan dicatat disisi debit sedangkan jika kas dan setara kas
berkurang akan dicatat disisi kredit.
Jurnal Standar Kas dan Setara Kas Saat Bertambah
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal Nomor
Bukti

XXX

XXX

Kode
Rekening

XXX

Uraian

Kas dan Setara Kas

Debit

XXX

Kredit

AKUNTANSI KAS DAN SETARA KAS - 4


JURNAL STANDAR
Jurnal standar terkait kas dan setara kas pada SKPD maupun PPKD
mengikuti transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kaspada
sistem akuntansi akun-akun Pendapatan-LO, Beban, Aset,
Kewajiban, dan Ekuitas. Jika kas dan setara kas bertambah maka
akan dicatat disisi debit sedangkan jika kas dan setara kas
berkurang akan dicatat disisi kredit.

Jurnal Standar Kas dan Setara Kas Saat Berkurang


Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal Nomor
Bukti

XXX

XXX

Kode
Rekening

XXX

Uraian

Beban/Aset/Kewajiban/Ekuitas

Debit

XXX

Kredit

TERIMA KASIH

13