Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan dan memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang
sains, ekonomi, dan teknik, serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat
dipecahkan dengan aljabar elementer. Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial
dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran
kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang
khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika.Sejarah
perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno, zaman
pertengahan, dan zaman modern. Pada periode zaman kuno, beberapa pemikiran tentang
kalkulus integral telah muncul, tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis.
Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri
kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. 1800 SM) di mana orang Mesir menghitung volume
piramida terpancung.Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dan menciptakan
heuristik yang menyerupai kalkulus integral. Pada zaman pertengahan, matematikawan India,
Aryabhata, menggunakan konsep kecil tak terhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan
masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah masalah yang penulis rumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan integral dalam bidang kesehatan?
2. Apa penerapan integral dalam megukur keluaran kardiak jantung?
3. Apa penerapan integral dalam metode penyembuhan luka?
4. A pa penerapan integral dalam pengobatan kanker/tumor?

1.3 Tujuan Makalah


Sejalan dengan latar belakang dan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan
sebagai berikut.
1. Mengetahui penerapan integral dalam bidang kesehatan.
2. Memenuhi tugas akhir mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Aplikasi Integral dibidang Kesehatan
Penerapan matematika semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
misalnya pada bidang kesehatan yang mempelajari tentang keluaran kardiak jantung yang
dibahas berikut ini. Selain itu, integral juga dapat diterapkan dalam proses penyembuhan luka
pada mahluk hidup dan juga berguna dalam proses pengobatan kanker/tumor.
2.1.1 Aplikasi Integral pada Keluaran Kardiak Jantung
Gambar dibawah ini menunjukkan sistem kardiovaskular manusia.

Darah kembali dari tubuh melalui pembuluh darah balik (vena), memasuki serambi kanan
jantung, dan dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonari untuk oksigenasi. Darah kemudian
mengalir kembali ke serambi kiri melalui vena pulmonari dan kemudian keluar ke seluruh tubuh
melalui aorta. Laju aliran darah ke aorta atau volume darah yang dipompa jantung per satuan
waktu disebut dengan keluaran kardiak atau curah jantung (Guyton:1990:164).

Keluaran kardiak jantung dapat diukur dengan menggunakan metode pengenceran zat warna. Zat
warna digunakan untuk mengukur keluaran kardiak. Zat warna yang disuntikkan ke dalam
serambi kanan mengalir melalui jantung ke aorta.
Alat pemeriksa yang dimasukkan kedalam aorta berfungsi untuk mengukur konsentrasi zat
warna yang meninggalkan jantung pasa saat yang tersebar merata sepanjang selang waktu [0, T]
hingga seluruh zat warna dikeluarkan. Misalkan c(t) adalah konsentrasi zat warna pada saat t.
Jika kita bagi [0, T] atas selang bagian dengan panjang t yang sama, maka jumlah zat warna
yang mengalir melalui titik ukur selama selang bagian dari t = t i-1 ke t = ti kurang lebih sama
dengan
(konsentrasi)(volume) = c(t1)(F t)
dengan F menyatakan laju aliran yang sedang kita coba tentukan. Jadi, jumlah total zat warna
kurang lebih sama dengan
t
c
n

t
c
) F t = F

i=1

) t

i=1

dan dengan mengambil n , kita peroleh bahwa jumlah zat warna adalah
T

A=F

c ( t ) dt
0

Jadi keluaran kardiak adalah sebagai berikut:


F= T

c ( t ) dt
0

Dimana jumlah zat warna A diketahui dan integral dapat dihampiri dari pembacaan konsentrasi.

Contoh soal :

Metode pengenceran zat warna digunakan untuk mengukur keluaran kardiak dengan 9 mg zat

warna. Konsentrasi zat warna, dalam mg/L, dmodelkan oleh c(t) =

1
6

t(14-t), 0 t 12 ,

dengan t diukur dalam detik. Hitung keluaran kardiak.


Penyelesaian :
Diketahui

:
1
6

c(t) =

t(14-t)

0 t 12
A = 6 mg
Ditanya

Berapa keluaran kardiaknya (F)?


Dijawab

:
12

16 t (14t)dt
0

12

1
6

1
6

1
1
7(12) (12)
]
6 [
3

t (14t)dt
0

12

(14 tt ) dt
0

14 t 2
2

1 t)
3

1
6

(1.008 432)

1
6

(432)

= 72
Jadi, keluaran kardiak berdasarkan rumus ,sebagai berikut :
A
F=

12

c ( t ) dt

9
72

= 0,125 L/s = 7,5 L/menit.


2.1.2 Aplikasi Integral pada Penyembuhan Luka

Contoh soal :
Sebuah luka pada kulit mamalia gajah mengalami proses penyembuhan sedemikian rupa
sehingga t hari sejak hari Selasa lebar luas lukanya berkurang dengan kecepatan

10 (t+8)

-2

cm2 tiap hari. Jika pada hari Kamis lebar luka itu 5 cm2. Berapakah lebar luka pada kulit mamalia
gajah tersebut saat hari Selasa dan berapakah lebar yang diharapkan pada hari Sabtu jika luka itu
menyembuh secara kontinu pada kecepatan yang sama?
Penyelesaian :
Diketahui

t0 = hari Selasa
v =

dA
dt

= 10 (t+8)

-2

A2 = 6 cm2

Ditanya

a. Berapa lebar luka pada hari pertama (Selasa) mamalia gajah tersebut terluka (A0) ?
b. Berapa lebar yang diharapkan pada hari Sabtu (A4)?
Dijawab

Ambil A cm2 sebagai lebar luka sejak hari Selasa. Maka,


dA
dt

= 10 (t+8)

A=10 (t +8)

-2

-2

dt

Karena (t+8) = dt kita dapatkan :

A = 10 .

A=

10
t +8

(t+ 8)1
+C
1

+ C(1)

Karena pada hari Kamis lebar luka adalah 5 cm2, maka kita ketahui bahwa A= 5 bila t = 2.
Dengan mensubstitusikan nilai-nilai ini dalam (1) , kita peroleh:
10
2+ 8

5=

+C

5=1+C
C= 4
Oleh karena itu dari dari persamaan (1), kita dapat bahwa :
10
A = t +8 + 4(2)
Sehingga :
a) Pada hari Selasa, t = 0. Ambil A0 sebagai nilai dari A bila t = 0 dengan menggunakan
persamaan (2),
10
A =
0
0+8

+4

10
8

A0 =
A

+4

= 5,25 cm2

Jadi, lebar luka pada hari Selasa sebesar

5,25 cm2

b) Pada hari Sabtu, t = 4. Ambil A4 sebagai nilai A bila t = 4 dengan menggunakan


persamaan (2),
10
A =
4
4+ 8
A
A

4 =

10
12

+4
+4

= 4,83 cm2

Jadi, lebar luka pada hari Sabtu sebesar

4,83 cm2

2.1.3 Aplikasi Integral dalam Pengobatan Kanker/Tumor


Semakin banyaknya orang yang mengutamakan kepraktisan mengakibatkan semakin maraknya
penyakit tumor dan kanker berkembang. Untuk kanker sendiri, penyebab utamanya adalah zat
karsinogenik yang biasanya terbentuk oleh makanan yang bersentuhan dengan api secara
langsung, banyak dijumpai pada makanan yang dibakar. Berkembangnya teknologi kedokteran
menjadikan pengobatan kanker yang tadinya menggunakan kemoterapi, beralih ke pengobatan
dengan high energy inonizing radiation yang relatif lebih cepat, lebih efektif dan lebih
nyaman, salah satunya sinar-X, karena tidak mungkin tubuh manusia di bongkar pasang.
Matematika berperan dalam menghitung volume kanker. dan koordinat-koordinatnya dengan
penerapan kalkulus (bisa integral cakram, cincin, lipat 2, bahkan lipat 3), karena umumnya sel
kanker tidak mungkin bebentuk prisma, tabung, kerucut atau limas yang mudah sekali dihitung
volumenya. Pasca itu dokter spesialis onkologi radiasi akan menghitung persamaan intensitas
laser yang digunakan. Salah hitung bisa bahaya, misal kasus pada kanker payudara, kalau salah
beberapa mm saja, atau intensitasnya kelebihan sedikit ada peluang kena jantung, kalau
intensitas kurang, sel kanker mungkin bisa jadi kebal.
Biasanya para dokter spesialis onkologi radiasi itu bekerjasama sama dengan ahli dosimetri
membicarakan rencana pengobatan terhadap penyakit tumor (tidak hanya tumor, hanya yang
sering dibahas memang tumor, kadang-kadang kanker juga). Dosimetri adalah ilmu yg
8

mempelajari berbagai besaran dan satuan dosis radiasi. Setelah rapat antara dokter spesialis dan
ahli dosimetri, akan ditentukan dosis radiasi yang akan ditembakkan ke tubuh pasien. Tugas dari
ahli dosimetri adalah menentukan dosis radiasi yang tepat untuk terapi bagi para pasien. Ahli
dosimetri harus cerdas menentukan dosis yang tepat untuk penembakan sinar radioaktif, salahsalah perhitungan dapat mengakibatkan kerusakan organ tubuh bagi si penderita tumor, salahsalah hitung akan sangat berbahaya.. Kalkulus berperan pada saat penentuan lokasi koordinat
penembakan laser. Pada kalkulus integral di bahas volume benda putar dengan metode cakram,
cincin Dan lain-lain (dengan ini kita dapat mengukur volume tumor, kalau pasca penembakan
laser volume menurun, maka operasi berhasil). Aplikasi kalkulus selanjutnya adalah mengukur
fungsi pergerakan kulit tumor setiap waktu, tujuannya agar setelah tumor hilang, laser tidak
ditembakkan lagi (takut merusak organ). Sekedar catatan,

ada juga sumber lain yang

menganggap tumor adalah sistem fluida, jadi hukum-hukum fluida juga penting untuk ilmu
dosimetri.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan

1. Penerapan integral dalam menghitung keluaran kardiak jantung (volume darah yang
dipompa ke jantung persatuan waktu) dengan metode pengenceran zat warna adalah pada
T

perhitungan jumlah zat warna (A = F

c ( t ) dt
0

), sehingga formula untuk menghitung

keluaran kardiak jantung adalah:

F= T

c ( t ) dt
0

2. Penerapan integral pada penyembuhan luka pada mahluk hidup adalah pada perhitungan
luas luka selama tahap penyembuhan, sehingga dengan demikian diketahui dosis obat yang
tepat selama tahap penyembuhan.
3. Penerapan integral pada penyembuhan kanker/tumor adalah pada pengukuran volume
kanker/tumor dan koordinat-koordinatnya dengan menggunakan integral (bisa integral
cakram, cincin, lipat dua, bahkan lipat tiga) karena bentuk sel kanker/tumor tidak mungkin
berbentuk prisma, tabung, kerucut atau limas yang mudah dihitung volumenya.
3.2 Saran
Penguasaan integral berfungsi untuk membentuk kompetensi program keahlian. Melalui
pemaparan penerapan integral diatas, penulis menyarankan kepada pembaca untuk dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan diri di bidang keahlian dan
pendidikan yang lebih tinggi.
Integral memiliki peran penting di bebagai bidang ilmu pengetahuan. Diantaranya bidang
ekonomi, kesehatan, komputer, ilmu alam, dan sebagainya. Karena keterbatasan sumber, yang
bisa penulis paparkan dalam makalah ini hanya uraian sederhana mengenai penerapan integral
dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada pembaca untuk mencari
tahu lebih banyak lagi penerapan integral di bidang lainnya dari berbagai sumber.

10

DAFTAR PUSTAKA
Cahyani,Astuti .2003 . Konsep Penerapan Kalkulus . Bandung : Institut Teknologi Bandung
http://www.radiologisciences.com/dosimetri.html (diakses tanggal 27 Maret 2015)
http://www.scribd.com/doc/40068553/Fisiologi-Sistem-Kardiovaskuler
Maret 2015

(diakses

tanggal

25

http://www.wikipedia.org.com/Aplikasi kalkulus didalam bidang kedokteran (diakses tanggal 25


Maret 2015)

11