Anda di halaman 1dari 13

PEMBUATAN AMONIA DARI UREA

I. TUJUAN
Mempelajari pembuatan ammonia dari urea dan penentuan kadar ammonia
dalam urea
II. TEORI
Nama ammonia berasal dari lingkungan masyarakat masa purba yaitu
berupa gas dari hasil pelapukan hewan kurban untuk pemujaan. Struktur molekul
ammonia terdiri dari 1 atom Nitrogen dan 3 atom H membentuk ikatan pada
kedudukan sp3.
Amonia berupa gas yang tidak berwarna, mudah larut dalam air, busuk dan
merangsang selaput lendir dengan kelarutannya dalam air pada temperature 8C
dan tekanan 1 atm lebih kurang 1150 L NH3 larut dalam 1 L H2O. Larutannya
bersifat basa dan dapat membirukan lakmus dan memerahkan larutan fenol
ftalein.
Molekul NH3 (ammonia) sangat polar dan dapat membentuk ikatan
hydrogen antara sesame molekul ammonia, yaitu antara atom hydrogen dari salah
satu molekul ammonia dengan nitrogen pada molekul ammonia yang lain,
sehingga mempengaruhi titik didih dari ammonia.
Sifat fisik dari ammonia:
a. Wujud gas dan tidak berwarna
b. Berbau busuk
c. Titik didih 33,5C
d. Cairannya mempunyai panas penguapan besar
e. Tetapan dielektrik cukup tinggi

f. Kereaktifannya lebih rendah dari pada H2O terhadap logam elektropositif


g. Titik leleh -77,74C
Kemampuan melarutkan ammonia sangat besar, disebabkan karena
terjadinya ikatan hydrogen antara molekulnya dan kepolaran kedua molekul air
dan ammonia. Larutan aqua umumnya berkaitan dengan larutan basa lemah
NH4OH yang disebut ammonium hidroksida.
Larutan yang paling baik diperkirakan sebagai NH3(aq)
NH3(aq)

+ H2O

NH4+

+ OH-

Sifat-sifat kimia ammonia:


1. Sifat basa amonia
Pasangan electron bebas yang terdapat dalam atom N didalam molekul
ammonia bias bertindak sebagai basa Lewis, yang mampu memberikan pasangan
electron bebas ini pada orbital lain yang kosong. Selain itu juga basa bertindak
sebagai basa Bronsted, pasangan bebas atau electron bebas atom N mampu pula
menerima proton atau mengikat sebuah proton dari molekul lain.
NH3 + H2O

NH4+ + OH-

Bila dipanaskan pada suhu tinggi (10000C) akan terurai sempurna:


4NH3 + 3O2

2N2

+ 6H2O

2. Amonia terbakar diudara (proses Ostwald)


4NH3(g) + 3O2(g)

2N2(g) + 6H2O(g)

Proses ini disukai secara termodinamik, pada 750 sampai 900C dengan
adanya katalis platina atau platina Rhodium reaksinya dengan oksigen dapat
dibuat berlangsung sesuai dengan persamaan:
4NH3 + 5O2

4NO + 6H2O

menghasilkan sinytesis NO yang berguna untuk pembuatan asam nitrat alkali


industry, yaitu bereaksi dengan O2 berlebihan menghasilkan NO2 dan oksida
campuran dapat diserap air mermbentuk asam nitrat.
Amonium dapat dibuat dengan melarutkan urea dalam air, dimana urea
akan terurai menjadi ammonia jika ditambahkan dengan natrium hidroksida akan
terbentuk natrium karbonat dengan reaksi sebagai berikut:
O
NH2 C NH2

+ 2NaOH

2NH3 + Na2CO3

Garam ammonium berupa garam kristal stabil NH 4+ tetrahedral


kebanyakan

larut

dalam

air.

Garam

dari

asam

kuatnya

terionisasi

sempurna/seluruhnya dan larutannya sediit asam. Banyak garam ammonium


menguap dengan disosiasi sekitar 300C.
Kegunaan ammonia dan garam ammonium:
a. Sebagai pupuk
b. Sebagai pembersih, karena garam amonia bisa mengembulsikan kotoran dan
sifat basanya bias menghilangkan lapisan lemah pada permukaan yang
dibersihkan
c. Sebagai pendingin, ammonia dapat dengan mudah dicairkan pada tekanan
yang tinggi Untuk pembuatan nitrat
d. Pembuatan garam-garam ammonium
e. Untuk obat-obatan
f. Sebagai pewarna
g. Sebagai bahan peledak
h. Sebagai pelarut pengion yang baik

Beberapa cara pembuatan ammonia:


A. Cara Laboratorium
1. Pemanasan garam ammonia dengan basa kuat

2NH4Cl + Ca(OH)2

2NH2OH + CaCl2

NH4OH

NH3 + H2O

2. Hidrolisa NaCN

NaCN + 2H2O

NH3 + CHOONa

3. Reaksi senyawa nitrit dengan air


Mg(NO3) + 2H2O

Mg(Og)2 + NH3

B. Cara Industry
1. Proses Haber-Bosch
Ditemukan oleh Fritz Haber seorang ahli Jerman, 1905 dimana ammonia
dibuat melalui reaksi kesetimbangan:
N2 + 3H2

2NH3

Dalam proses ini reaksi berjalan pada 400 sampai 500C dan tekanan 100
sampai 103 atm dengan adanya katalis. Meskipun kesetimbangan lebih disukai
pada suhu rendah dengan katalis yang terbaik, suhu tinggi yang diperlukan untuk
mendapatkan laju yang memuaskan. Katalis yang terbaik adalah besi yang
mengandung beberapa oksida untuk memperbesar aktif dan memperluas kisi.
2. Proses Sianida
Berdasarkan pada pembentukan Ca- cyanide dari reaksi antara Ca-cyanida
dengan gas N2 dalam tanur listrik pada suhu 900 sampai 1000C. Kebanyakan
cyanide digunalan sebagai pupuk.
CaCO3

CaO + CO2

CaO + 3C

CaC2 + CO2

CaC2 + N2

CaCN2 + C

CaCN2 + 3H2O

2NH3

+ CaCO3

Tahapan pemanfaatan nitrogen atmosfer industry adalah:


H2
N2

O2
NH3

Proses Haber

O2 + H2O
NO

proses Oswald

HNO3(aq)

III. PROSEDUR PERCOBAAN


3.1 Alat dan Bahan
Alat

: - Satu set labu destilasi

- Erlenmeyer

- Pemanas

- Labu ukur

- Pipet gondok

- Pipet tetes

- Gelas ukur

- Buret

- Gelas piala
Bahan

: - Urea

- Aquadest

- HCl

- Asam oksalat

- pp

- NaOH

3.2 Skema Kerja


5 g urea dimasukkan kedalam labu destilasi
+ air
+ NaOH pekat
Sampai urea larut dan destilasi lagi sampai timbul gelembung udara dalam
gelas penampung
Siapkan 50 ml HCl 2 N dalam Erlenmeyer sebagai penampung destilasi
Titrasi HCl sisa dengan NaOH
Tentukan kadar NH3 dalam urea

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Perhitungan
1. Pembuatan NaOH 2 N
N

gr

1000

BE
2N =

gr

1000

40
gr

100

8 gram

2. Pembuatan NaOH 4 N
N

gr

1000

BE
4N =

gr

1000

40
gr

100

16 gram

3. Pembuatan Asam Oksalat 1 N


N

gr

BE
1 N = gr
63
gr

= 6,3 gram

1000
V

1000
100

4. Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat


V asam oksalat

= 10 ml

V NaOH 1

= 0,4 ml

V NaOH 2

= 0,2 ml

V NaOH rata-rata = 0,3 ml


N NaOH

1 N x 10 ml
0,3 ml

= 33,3 N
5. Titrasi HCl sisa dengan NaOH
V HCl sisa

= 10 ml

V NaOH

1,4 ml + 1,3 ml
2

= 1,35 ml
N HCl sisa

1,35 ml x 33,3 N
10 ml

= 4,4955 N
6. Penentuan massa NH3 secara teori
Reaksi pembuatan NH3 dengan urea 5 gram
(NH2)2CO + 2NaOH
Massa urea = 5 gram
Mol urea

5 gram
60 g/mol

2NH3 + Na2Co3

= 0,0833 mol
Mol NH3

= 2 x 0,0833 mol
= 0,1666 mol

Massa NH3 = 0,1666 mol x 17 g/mol


= 2,8322 gram

8. Kadar NH3 dalam urea


=

gram NH3

100 %

gram urea
=

0,936 g

x 100 %

5g
=

18,72 %

9. Rendemen

massa percobaan

massa teori
=

0,936 g
2,8322 g

33,05 %

100%

100 %

4.2 Pembahasan
Pada percobaan yang telah kami lakukan yaitu pembuatan ammonia
dari urea, kami campuran tersebut didestilasi sampai timbul gelembung udara
dalam gelas penampung. Tetapi peristiwa itu tidak terjadi karena ammonia yang
didestilasi telah bercampur dengan air dalam kondensor sehingga membentuk
NH4OH, jadi hasil yang didapatkan pada Erlenmeyer bukanlah murni ammonia
tetapi ammonia yang telah bercampur dengan air.
Hasil dari destilasi tersebut dititrasi dengan NaOH yang sebelumnya
telah distandarisasi terlebih dahulu dengan asam oksalat. Karena NaOH bersifat
higroskopis dan konsentrasinya tidak dapat ditentukan secara langsung melalui
penimbangan.
Digunakan asam oksalat, karena asam oksalat merupakan larutan
standar primer sedangkan NaOH merupakan larutan standar sekunder. Dan sifat
asam oksalat sangat stabil dan tidak higroskopis serta mempunyai berat molekul
yang besar.
Adapun penyebab kurang berhasilnya percobaan ini karena: banyak uap
NH3 yang keluar pada saat didestilasi, kurang teliti pada saat titrasi dan kurang
teliti pada saat penimbangan zat yang akan digunakan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan, yaitu pembuatan ammonia
dari urea, dapat kami simpulkan bahwa:
a. Prinsip dari percobaan ini adalah destilasi
b. Untuk mendapatkan ammonia, dapat dengan cara mereaksikan urea dengan air
dan NaOH yang kemudian didestilasi
c. Massa NH3 yang didapat adalah 0,936 %
d. Massa NH3 secara teori adalah 2,8322 gram
e. Kadar NH3 dalam urea adalah 18,72 %

f. Rendemen yang diperoleh yaitu 33,05 %

5.2 Saran
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, disarankan pada praktikan
agar:
a. Memahami cara kerja
b. Teliti dalam titrasi
c. Teliti dalam membaca skala buret

JAWABAN PERTANYAAN
1. Fungsi ammonia dalam bidang kedokteran:
Merangsang selaput lender sehingga baik untuk membangunkan orang yang
pingsan
2. Kesulitan dalam percobaan ini:
Sulit melakukan penimbangan NaOH karena bersifat higroskopis
3. Reaksi pembuatan ammonia:
A. Cara Laboratorium
a. Pemanasan garam ammonia dengan basa kuat
2NH4Cl + Ca(OH)2

NH4OH

2NH2OH + CaCl2

NH3 + H2O

b. Hidrolisa NaCN
NaCN + 2H2O

NH3 + CHOONa

c. Reaksi senyawa nitrit dengan air


Mg(NO3) + 2H2O

Mg(Og)2 + NH3

B. Cara Industry
a. Proses Haber-Bosch
N2 + 3H2

2NH3

b. Proses Sianida
CaCO3

CaO + CO2

CaO + 3C

CaC2 + CO2

CaC2 + N2

CaCN2 + C

CaCN2 + 3H2O

2NH3

+ CaCO3

DAFTAR PUSTAKA

Cotton, Wilkinson. 1989. DASAR KIMIA ANORGANIK. Jakarta: UI. Press.


Hal 325 328.
Takhir, Agus. 1983. KONSEP-KONSEP KIMIA. Bandung: Pustaka Iadja.
Wollosn, J.D. 1994. INORGANIC EXPERIMENTS. New York: VCH Publisher
Inc.