Anda di halaman 1dari 7

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS SETS (Science, Environment, Technology

and Society) DENGAN TEMA BIOPORI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP


PEDULI LINGKUNGAN DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VII SMP
NEGERI 2 YOGYAKARTA

JURNAL

Oleh :
Anindya Kusumaningrum
10312241039

Pembimbing I
Maryati, M.Si.
197202192000032001

Pembimbing II
Nur Kadarisman, M.Si.
196402051991011001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JULI 2014

Pengembangan LKS IPA. (Anindya Kusumaningrum)

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS SETS (Science, Environment, Technology


and Society) DENGAN TEMA BIOPORI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP
PEDULI LINGKUNGAN DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VII SMP
NEGERI 2 YOGYAKARTA
Oleh: 1)Anindya Kusumaningrum 2)Maryati 3)Nur Kadarisman
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
anindya.kusumaningrum@yahoo.com
1)

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan LKS IPA Biopori dengan pendekatan SETS, serta
keefektifan LKS untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap peduli lingkungan peserta didik. Penelitian
yang digunakan dalam penelitian R&D ini mengadaptasi model 4-D dari Thiagarajan (1974) yang
meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap Define meliputi tahap front-end
analysis, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan merumuskan tujuan pembelajaran. Tahap
Design meliputi tahap penyusunan tes acuan patokan, pemilihan media, pemilihan format, membuat
rancangan awal berupa LKS Draft I. Tahap Develop meliputi penilaian validator, revisi 1 sehingga
dihasilkan LKS Draft II, uji coba pengembangan, dan revisi 2. Tahap Disseminate meliputi tahap
penyebaran terbatas, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan materi sehingga LKS ini hanya disebar
di sekolah yang diujikan. Berdasarkan penilaian ahli secara keseluruhan meliputi komponen kelayakan
isi, komponen penyajian, komponen bahasa dan gambar, serta komponen kegrafisan masing-masing
komponen memperoleh nilai A dengan kategori sangat baik. LKS ini dapat meningkatkan hasil belajar
dengan kategori sedang. LKS ini juga dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan dengan kategori baik.
Karakteristik LKS yang dikembangkan antara lain: (1) LKS ini merupakan LKS IPA terpadu; (2)
Keterpaduan tema Biopori dapat dikaji dari aspek biologi dan kimia; (3) LKS ini menekankan
pendekatan SETS.
Kata kunci: LKS IPA, pendekatan SETS, peningkatan hasil belajar dan sikap peduli lingkungan
Abstract
This research is aimed to know testing the biophore science worksheet by applying SETS approach
and the effectivity of the worksheet to improve students study result and their environment-caring
behavior. The research used in this R&D research is adapted from the 4D model of Thiagarajan (1974)
which includes Define, Design, Develop, and Disseminate phase. The Define phase includes the phase of
front-end analysis, student analysis, task analysis, concept analysis, and formulating the objective of the
study. The Design phase includes the phase of arranging the standard reference tests, choosing media,
choosing the format, and the making of the initial design of the worksheet Draft I. The Develop phase
includes the validator assessment, the first revision with the result of the worksheet Draft II, the
development trial, and the second revision. The Disseminate phase includes the limited distribution, this
thing is caused by the limited time and material so that the worksheets are only distributed in the school
where the test is hold. According to the thorough assessment done by the experts including the component
of material expedience, the component of presentation, the component of language and images, and the
component of graphics. Each of the components gets A and belongs to the very good category. This
worksheet can improve students study result. The scale of improvement is catagorized as medium. This
worksheet can also improve students environment-caring attitude. The scale of categorized as good.
There are 3 characteristics of the worksheet that is developed in this research such as: (1) this worksheet
belongs to the cohesive science worksheet; (2) the cohesiveness theme of Biophore can be analyzed
from the biology and chemistry aspect; (3) this worksheet emphazises on SETS approach.

Pengembangan LKS IPA. (Anindya Kusumaningrum)


PENDAHULUAN
Fungsi
pendidikan
nasional
adalah
mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi Marusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab (UndangUndang No. 20 Tahun 2003).
Namun tujuan pendidikan nasional belum
sepenuhnya tercapai. Potensi peserta didik belum
diasah secara maksimal oleh para pendidik.
Pendidikan nasional yang terjadi di sekolahsekolah lebih fokus kepada hasil akhir atau nilai
yang diperoleh peserta didik, tanpa melihat proses
yang dilakukan peserta didik, sehingga tidak
membentuk mereka menjadi pribadi yang beriman,
berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Mengingat pentingnya karakter dalam
membangun sumber daya manusia yang kuat,
maka perlunya pendidikan karakter yang
dilakukan dengan tepat. Dapat dikatakan bahwa
pembentukan karakter merupakan sesuatu yang
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.
Sikap peduli lingkungan merupakan wujud
tanggung jawab manusia kepada lingkungannya.
Dengan bertanggung jawab terhadap lingkungan,
maka lingkungan di sekitar kita akan terjaga.
Dampak jika kita tidak menjaga lingkungan adalah
munculnya bencana alam, salah satunya adalah
kekeringan atau krisis air.
Krisis air disebabkan oleh minimnya daerah
resapan air yang merupakan salah satu dampak
dari pembangunan yang tidak bertanggung jawab.
Pembangunan menuntut terjadinya perubahan
penggunaan lahan daratan yang terus meluas.
Perluasan lahan untuk pemukiman penduduk

menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau


yang semula berfungsi untuk meresap air hujan.
perumahan yang didirikan beserta bangunan lain
berupa prasarana jalan (aspal, semen, paving blok,
dan konblok) serta saluran air yang merupakan
bidang kedap yang tidak dapat meresapkan air.
Dampak lain dari minimnya daerah resapan air
yaitu banjir, longsor, kekeringan, dll. Salah satu
cara untuk menanggulangi krisis air adalah dengan
pembuatan biopori (Khamir, 2008:13).
Biopori dianggap sebagai solusi karena
dapat membuat air hujan bergerak meresap ke
dalam tanah melalui pori tanah besar (pori makro).
Pori makro yang berbentuk liang sinambung yang
akan mempercepat peresapan air ke dalam tanah.
Bila di dalam tanah cukup bahan organik,
perakaran tanaman dapat dengan mudah
berkembang dan menembus tanah. Di kawasan
pemukiman yang memiliki lahan hijau yang
terbatas, biopori dianggap cukup efektif untuk
menanggulangi masalah krisis air (Khamir,
2008:17).
Pendidikan adalah suatu usaha masyarakat
dan bangsa dalam mempersiapkan generasi
mudanya bagi keberlangsungan kehidupan
masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi
wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri
dan alam sekitar, serta prospek pengembangan
lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam
kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA
menekankan pada pemberian pengalaman
langsung untuk mengembangkan kompetensi agar
dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar
secara ilmiah (Depdiknas, 2007:4)
Pembelajaran
IPA
dinilai
dapat
menumbuhkan sikap peduli lingkungan peserta
didik,
karena
dalam
pembelajaran
IPA
mempelajari alam secara sistematis, mulai dari
fakta, konsep, dan prinsip IPA. Tidak hanya
mempelajari, peserta didik juga terlibat langsung
dalam proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan

Pengembangan LKS IPA. (Anindya Kusumaningrum)


peserta didik mendapat pengalaman langsung yang
akan meningkatkan daya tangkap siswa.
Pendekatan SETS (Science, Environment,
Technology
and
Society)
menekankan
pembelajaran IPA yang terkait dengan lingkungan,
teknologi dan sosial. Dengan menggunakan
pendekatan ini krisis air yang menjadi masalah
dunia dapat diselesaikan dengan teknologi yang
ada, yaitu teknologi biopori. Biopori akan
mengubah kualitas tanah yang akan menjadi lebih
baik serta akan memperbaiki kehidupan
masyarakat. Pendekatan SETS dipilih karena
memiliki kelebihan yaitu melibatkan peserta didik
dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan
kognitif siswa akan meningkat.
Krisis air bersih sedang menjadi bencana
internasional, hal ini disebabkan tempat resapan
air sudah semakin berkurang dan digantikan
dengan gedung-gedung bertingkat dan aspal yang
membuat air tidak dapat meresap kedalam tanah.
Karena lokasi SMP Negeri 2 Yogyakarta berada di
tengah kota maka siswa-siswa disana juga harus
tahu bagaimana cara menanggulangi bencana ini.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan
jenis penelitian pengembangan Research and
Development (R&D).
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP N 2
Yogyakarta pada semester genap tahun pelajaran
2013/2014.
Target/Subjek Penelitian
Target atau subjek penelitian adalah LKS
IPA Biopori.Penilaian kelayakan dilakukan oleh
Dosen Ahli yang berjumlah 2 orang dan Guru
SMP mata pelajaran IPA yang berjumlah 1
orang.Instrumen tes ini diuji terhadap siswa kelas
VII F SMP 2 Yogyakarta berjumlah 30 orang.
Prosedur
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan
LKS IPA Biopori yang telah dikembangkan

untuk mengetahui peningkatan sikap peduli


lingkungan dan hasil belajar peserta didik.
Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes
yang berupa soal pilihan ganda yang di bagi
menjadi soal pretest dan soal posttest. Sedangkan
untuk menilai peningkatan sikap peduli
lingkungan menggunakan angket dengan skala
lima.
Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan
Data
a. Data tingkat kelayakan LKS IPA Biopori
berdasarkan penilaian dan masukan dari
b. dosen ahli dan guru IPA dengan
menggunakan instrumen angket validasi.
c. Peningkatan sikap peduli lingkungan peserta
didik dilihat dari gain score nilai pretestpostest sebelum dan setelah menggunakan
LKS IPA Biopori.
d. Peningkatan hasil belajar peserta didik dilihat
dari gain score nilai pretest-postest sebelum
dan setelah menggunakan LKS IPA
Biopori.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data validasi instrumen tes
oleh dosen ahli dan guru IPA menggunakan rumus
berikut.
................................ (1)
Keterangan :
X
= rerata skor
= jumlah total skor tiap aspek
= jumlah validator
Untuk mengetahui kualitas instrumen tes
hasil pengembangan dan penskoran dari reviewer
acuan yang digunakan pengubah skor menjadi
skala lima tersebut menurut Eko Putro Widyoko
(2009).
Tabel 2. Kriteria Kategori Penilaian Ideal
No.

Rentang Skor (i)

Kategori

1.

X > xi + 1,8 SBi

Sangat Baik (SB)

2.

xi + 0,6 SBi < X xi + 1,8 SBi

Baik (B)

Pengembangan LKS IPA. (Anindya Kusumaningrum)


3.

xi - 0,6 SBi < X xi + 0,6 SBi

Cukup (C)

4.

xi - 1,8 SBi < X xi - 0,6 SBi

Kurang (K)

5.

X < xi - 1,8 SBi

Sangat Kurang (SK)

Maka, jika xi dan SBi disubtitusikan ke


dalam kategori penilaian ideal pada tabel 2, maka
dapat dituliskan seperti terlihat pada tabel 3.

hasil belajar, dan peningkatan sikap peduli


lingkungan.
Tabel 7. Hasil Akhir Penilaian LKS
Validator
No

Komponen

1.

Kelayakan
Isi
Penyajian

2.

Bahasa dan
Gambar

3.

Tabel 3. Kategori Penilaian Ideal Skala Lima


No.

Rentang Skor (i)

Kategori

Nilai
Huruf

1.

4,2 < X

Sangat Baik (SB)

2.

3,4 < X 4,2

Baik (B)

3.

2,6 < X 3,4

Cukup (C)

4.

1,8 < X 2,6

Kurang (K)

5.

X 1,8

Sangat Kurang (SK)

(Sumber: S Eko Putro Widyoko, 2009: 238)

Hasil belajar kognitif siswa diperoleh


berdasarkan hasil tes ditentukan kategorinya
dengan perolehan gain score. Gain score dapat
diperoleh dengan menggunakan rumus:
Gain score =
Hasil belajar kognitif siswa ditentukan
sesuai dengan kriteria disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Kriteria Peningkatan Hasil Belajar
Batasan
Kategori
Tinggi
g > 0,7
Sedang
0,3 g 0,7
Rendah
g < 0,3
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
penelitian
yang
telah
dilakukan, data hasil penilaian validator terhadap
instrumen tes hasil pengembangan ditunjukkan
pada Tabel 7, Tabel 8 dan Tabel 9. Data meliputi
data kelayakan LKS IPA Biopori, peningkatan

Kegrafisan

4.

Skor
RataRata

Nilai

Kategori

Jumlah
Skor

40

36

37

113

37,67

Sangat
Baik

40

44

40

124

41,33

Sangat
Baik

15

20

16

51

17

Sangat
Baik

12

15

14

41

13,67

329

27,41

Total Rata-Rata

Sangat
Baik
Sangat
Baik

Menurut Tabel 7, komponen kegrafisan


untuk validator A telah menilai minimal dengan
angka 4,00 dengan nilai B dan termasuk kategori
baik, sedangkan validator B telah menilai dengan
angka 5,00 dengan nilai A dan termasuk kategori
sangat baik, dan validator C telah menilai dengan
angka 4,67 dengan nilai A dan termasuk kategori
sangat baik. Sehingga komponen kelayakan isi
sudah layak untuk diuji coba dengan beberapa
perbaikan sesuai dengan saran dan masukan dari
validator.
Tabel 8. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik.
No.

Tes

1.
2.

pretest
posttest

Rerata
Nilai
68
86

Gain
Score
0,564

Kategori
Sedang

Dengan menggunakan nilai pretest dan


posttest maka akan diperoleh nilai gain score atau
besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik.
Setelah melalui analisis gain score, maka
didapatkan nilai gain score sebesar 0,56 dengan
nilai maksimum sebesar 1,00, dapat dilihat pada
gambar 10. Jadi peningkatan hasil belajar siswa
masih sedang. Hal tersebut terjadi karena waktu
yang terbatas membuat peserta didik susah untuk
membiasakan diri untuk melakukan pembelajaran
menggunakan LKS.

Pengembangan LKS IPA. (Anindya Kusumaningrum)


Tabel 9. Penilaian Sikap Peduli Lingkungan
Peserta Didik.
No.

Tes

Rerata Nilai

1.
2.

Pretest
Posttest

67
77

Gain Score
0,302

Kategori
Sedang

Pada Tabel 9 dapat dilihat bahwa sikap


peduli lingkungan dengan gain score sebesar
0,302 dengan kategori peningkatan sedang. Sikap
peduli lingkungan yang baik karena peneliti
memberi
permasalahan-permasalahan
di
lingkungan sekitar peserta didik dan merangsang
peserta didik untuk mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut. Permasalahan yang
diangkat di dalam LKS membuat peserta didik
lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan
pembahasan yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa:
1. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dengan tema
Biopori untuk siswa kelas VII yang
dikembangkan dengan kualitas Sangat Baik.
2. LKS Biopori dapat digunakan untuk
meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta
didik dengan kategori peningkatan Sedang.
3. LKS Biopori dapat meningkatkan hasil
belajar peserta didik dengan kategori
peningkatan Sedang.
Saran
Berdasarkan
hasil
penelitian
yang
dilakukan, maka dapat diajukan saran sebagai
berikut:
1. Bagi pembaca diharapkan untuk melakukan
penelitian dan pengembangan lebih lanjut
terhadap
media
pembelajaran
yang
dikembangkan berupa Lembar Kegiatan
Siswa (LKS).
2. Setiap siswa sebaiknya menggunakan media
pembelajaran yang dikembangkan oleh

peneliti ini secara mandiri, namun tetap


difasilitasi oleh guru, agar memperoleh
manfaat dan pemahaman yang optimal.
3. Pembuatan biopori tidak hanya dilakukan
pada saat pembelajaran, namun juga tetap
dirawat untuk menjaga ketersediaan air bersih
di lingkungan sekitar kita.
4. Materi keterpaduan hendaknya meliputi aspek
biologi, kimia, dan fisika, sehingga kajian
keilmuan yang didapatkan oleh peserta didik
dapat utuh.
DAFTAR PUSTAKA
Barlia. 2008. Integrasi Pendidikan Lingkungan
Hidup Melalui Pembelajaran IPS di Sekolah
Dasar sebagai Alternatif Menciptakan
Sekolah
Hijau.
http://journal.umsida.ac.id/files/rifkiV2.1.pdf
. Diakses tanggal 16 Oktober 2013.
Eko Putro Widyoko. 2009. Evaluasi Program
Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kamir R. Brata dan Anne Nelistya. 2008.
Lubang Resapan Biopori. Depok: Penebar
Swadaya
Thiagarajan, Sivasailam, Semmel, Dorothy S.,
Semmel, Melvyn I. 1974. Instructional
Development for Training Teachers of
Exceptional
Children.
Bloomington,
Indiana: Indiana University.