Anda di halaman 1dari 10

PENGEMBANGAN LKS KOMIK IPA UNTUK MENINGKATKAN

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP DENGAN TEMA


PENCEMARAN AIR

JURNAL

Oleh
Theresia Asmara Sejati
NIM. 10315244007

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Dr. Insih Wilujeng

Maryati, M. Si.

NIP. 19671202 199303 2 001

NIP. 19720219 20003 2 001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014

SURAT PERSETUJUAN
Jurnal dengan judul:
PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN

LKS
PROSES

KOMIK
SAINS

IPA

UNTUK

SISWA

SMP

MENINGKATKAN
DENGAN

TEMA

PENCEMARAN AIR
Yang disusun oleh:
Nama

: Theresia Asmara Sejati

NIM

: 10315244007

Prodi

: Pendidikan IPA

Fakultas

: MIPA

Telah disetujui oleh pembimbing utama dan pendamping

Yogyakarta,

Juli 2014

Mengetahui,
Penguji Utama

Pembimbing I

Prof. Dr. Zuhdan Kun Prasetyo

Dr. Insih Wilujeng

NIP. 19550415 198502 1 001

NIP. 19671202 199303 2 001

PENGEMBANGAN LKS KOMIK IPA UNTUK MENINGKATKAN


KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP DENGAN TEMA PENCEMARAN
AIR
1)

Theresia Asmara Sejati 2)Insih Wilujeng 3)Maryati


FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
tere.linn@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Siswa
(LKS) Komik IPA dengan pendekatan scientific untuk meningkatkan keterampilan proses
sains siswa. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi model 4D
dari Thiagarajan. Model 4D meliputi tahap Define (Pendefisian), Design (Perancangan),
Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran).
Tahap Define dilakukan dengan analisis permasalahan dalam pembelajaran, analisis
kompetensi inti dan kompetensi dasar, analisis konsep, dan perumusan tujuan
pembelajaran.Tahap Design dilakukan dengan menyusun instrumen, memilih media berupa
LKS Komik, dan merancang draft awal LKS Komik. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi lembar validasi LKS Komik, lembar observasi keterampilan proses
sains, lembar respon siswa terhadap LKS Komik, dan tes keterampilan proses sains.
Perancangan draft awal LKS Komik disesuaikan dengan kebutuhan siswa di sekolah dan
mengacu pada kurikulum 2013. Tahap Develop dilakukan dengan validasi oleh dosen ahli dan
guru IPA. LKS Komik kemudian di uji coba kepada 36 siswa kelas VII B di SMP N 1
Godean. Tahap Disseminate LKS Komik dilakukan secara terbatas pada Guru IPA di SMP N
1 Godean. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif hasil validasi, skor
peningkatan keterampilan proses sains, dan gain score ternormalisasi.
Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa LKS Komik IPA layak digunakan
sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
Berdasarkan penilaian ahli dan hasil respon siswa secara keseluruhan meliputi komponen
kelayakan isi, komponen penyajian, komponen bahasa dan gambar, serta komponen
kegrafisan, masing-masing komponen memperoleh nilai A dengan kategori sangat baik. LKS
Komik ini dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibuktikan dengan hasil
perbandingan nilai rata-rata sebelum menggunakan LKS Komik dan selama menggunakan
LKS Komik. Nilai sebelum menggunakan LKS Komik yaitu 2,11 sedangkan nilai rata-rata
selama menggunakan LKS Komik dari tiga pertemuan yaitu, 2,72 sehingga nilai keterampilan
proses sains siswa meningkat sebesar 0,62. Peningkatan Keterampilan Proses sains siswa juga
dibuktikan dengan perolehan gain score sebesar 0,70 dengan kategori sedang.
Kata kunci: LKS IPA, Komik, pendekatan scientific, keterampilan proses sains
ABSTRACT
The purpose of this study is to know a science comic worksheet with scientific
approach worth to improve students science process skill. The design study using 4D model
from Thiagarajan. 4D model is Define, Design, Develop, and Disseminate.
Define include learning problem analysis, core competence and basic competence
analysis, and specifying instructional objectives. Design include making a instruments and
initial design comic worksheet. Assessment instrument include the expert appraisal sheets,
science process skills observation sheets, student response sheet, and science process skills
test. Science comic worksheet design adapted with learning need and focus on curriculum
2013. Develop done with expert appraisal and science teacher validation. Science comic

worksheet tested to 36 student of class VII B in SMP N 1 Godean. Disseminate of science


comic worksheet limited to science teacher in SMP N 1 Godean. The Analysis using
descriptive analysis of the expert appraisal results, Score of improving students science
process skills, and normalized gain score.
The results of this study show that Comic worksheet can use as learning media. Based
on the result of expert appraisal and student response includes component of suitability
content, presentation component, graphic component, language and picture component, each
component getting A for excellent category. Comic worksheet can improve students' science
process skills evidenced by the comparing the average value before use comic worksheet and
during use it. The value before using Comic worksheets is 2,11 while the average value of
three meetings using science comic worksheet is 2,72. Students science process skills
increased 0,62. Improvement of students science process skills also evidenced by the
normalized gain score, its get 0.70 with a medium category.
Keywords: Worksheet, Comic, Scientific Approach, Science Process Skill
PENDAHULUAN
Pembelajaran IPA di SMP N I Godean masih dilaksanakan secara terpisah ke dalam
aspek Biologi, Fisika, dan Kimia. Walaupun, terkadang setiap aspek kajian IPA sudah
dikaitkan dengan aspek kajian IPA yang lainnya, namun dalam setiap aspek tersebut kurang
menunjukkan keterpaduan yang jelas karena pembelajaran IPA belum diajarkan secara
tematik. Selain itu, keterampilan proses sains siswa masih rendah, bahkan tiga dari aspek
keterampilan

proses

sains,

yaitu

menuliskan

hipotesis,

menyimpulkan,

dan

mengkomunikasikan tidak muncul dalam kegiatan pembelajaran.


LKS yang digunakan siswa SMP N 1 Godean belum menunjukkan keterpaduan
bidang kajian fisika, kimia maupun biologi. LKS yang ada di sekolah belum sepenuhnya
dapat memberikan pedoman saat melakukan kegiatan/percobaan di sekolah maupun tugas
kegiatan mandiri di rumah, karena masih disusun dengan bahasa yang kaku dan kurang
menampilkan media visual. Selain itu, LKS yang ada belum mengarahkan siswa untuk
menemukan konsep berdasarkan masalah-masalah yang berhubungan dengan objek dan
peristiwa di kehidupan sekitar. Dengan kata lain, LKS yang disajikan belum mengarahkan
pada perilaku ilmiah siswa, dimana siswa tidak dituntun untuk menemukan ide-ide baru
sehingga keterampilan proses sainsnya rendah.
Kurangnya media visual yang ditampilkan dalam Lembar Kerja Siswa memunculkan
gagasan peneliti untuk menggabungkan Lembar Kerja Siswa dengan media yang sangat dekat
dengan kehidupan sehari-hari siswa, yaitu komik. Nana Sudjana (2002: 60) menyatakan
bahwa komik dapat menjadi pelengkap materi bacaan, percobaan serta berbagai kegiatan
yang kreatif. Kelebihan komik adalah penyajiannya mengandung unsur visual, dimana secara

empirik siswa lebih menyukai buku yang bergambar, yang pernuh warna dan divisualisasikan
dalam bentuk realistis maupun kartun.
Menggabungkan daya tarik komik dengan Lembar Kerja Siswa akan membuat siswa
seolah-olah

sedang terlibat

dalam

pengalaman

langsung,

karena

setiap

kegiatan

tervisualisasikan secara jelas dan menarik dalam LKS Komik. LKS Komik dapat menarik
perhatian dan minat, memperjelas ide, serta sederhana dalam penyampaian informasi. Selain
itu, LKS komik dapat mempertajam ingatan siswa sehingga memudahkan pelaksanaan
kegiatan percobaan.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti mencoba mengembangkan sebuah LKS komik
dan penerapannya dalam pembelajaran IPA dengan materi tentang pencemaran air. Tema
pencemaran air dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan yang
digunakan dalam LKS ini mengikuti pendekatan yang ada dalam kurikulum 2013, yaitu
pendekatan scientific untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini
diharapkan mampu mengurangi hambatan-hambatan yang terjadi pada guru maupun siswa
dalam proses pembelajaran di kelas.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and
Development (R & D) dengan model 4D. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama
yaitu: Define (Pendefisian), Design (perancangan), Develop (Pengembangan), dan
Disseminate (Penyebaran).

Penelitian dilaksanakan di SMP N I Godean, antara bulan

Februari sampai dengan April 2014. Subjek penelitian ini adalah kelas VII B SMP N I
Godean dan obyek penelitian ini adalah LKS Komik dengan pendekatan scientific pada tema
Pencemaran Air.
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi ahli untuk
menilai kelayakan LKS Komik yang dihasilkan, angket respon siswa untuk menilai respon
siswa terhadap LKS Komik yang digunakan, lembar observasi keterampilan proses sains dan
test keterampilan proses sains digunakan untuk menilai peningkatan keterampilan proses sains
siswa. Lembar validasi LKS komik dan angket respon siswa dianalisis dengan menggunakan
rumus yang dikutip dari Sugiyono (2005: 43) sebagai berikut:
=

Keterangan:
= skor rata-rata
n = Jumlah penilaian
X = jumlah skor
Skor aktual yang bersifat kuantitatif ini diubah menjadi nilai kualitatif dengan
berpedoman pada konversi skor menjadi skala lima untuk mengetahui kelayakan penggunaan
LKS Komik. Acuan pengubahan skor menjadi skala lima dikutip dari Eko Putro Widoyoko
(2009: 238) tersaji pada Tabel 1. Sebagai berikut:
Tabel 1. Konversi skor skala lima
No
Rentang Skor (i)
1 X xi + 1.8 Sbi
2
3
4
5

xi + 0.60 SBi < X xi + 1.80 SBi


xi 0.60 SBi < X xi + 0.60 SBi
xi - 1.80 SBi < X xi - 0.60 SBi
X xi 1.8 Sbi

Nilai
A

Kategori
Sangat Baik

B
C
D
E

Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Keterangan:
X: skor aktual (skor yang diperoleh)
xi: rerata skor ideal = (1/2 [skor tertinggi ideal + skor terendah ideal])
SBi: Simpangan baku skor ideal = (1/2) (1/3) (Skor tertinggi ideal skor terendah ideal)
Skor tertinggi ideal = butir kriteria x skor tertinggi
Skor terendah ideal = butir kriteria x skor terendah

Nilai keterampilan proses sains yang diperoleh berdasarkan lembar observasi keterampilan
proses sains dianalisis dengan menggunakan rumus yang dikutip dari Sugiyono (2005: 43)
sebagai berikut:

Keterangan:
= rerata skor keterampilan proses
n = Jumlah siswa
X = jumlah skor keterampilan proses siswa

Nilai Pretes dan postes dianalisis dengan perhitungan gain score ternormalisasi.
Perhitungan dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

Gain Score =
Kriteria peningkatan hasil belajar siswa ditentukan sesuai dengan kriteria yang tersaji dalam
Tabel 2.
Tabel 2. Kriteria Peningkatan Hasil Belajar
Nilai Kuantitatif
Nilai Kualitatif
(<g>) > 0,7
Tinggi
0,7 (<g>) 0,3
Sedang
(<g>) < 0,3
Rendah
(Sumber: Hake, 1999: 1)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini melalui beberapa tahapan, yang pertama Define bertujuan untuk
menetapkan dan mendefinisikan kebutuhan dalam proses pembelajaran yang akan
dilaksanakan, terdiri dari beberapa tahap yaitu analisis permasalahan pembelajaran, analisis
kompetensi inti dan kompetensi dasar, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembelajaran.
Tahap kedua yaitu design bertujuan untuk

merancang produk yang akan

dikembangkan, terdiri dari beberapa tahap yaitu pemilihan media, dan rancangan produk
awal. Media yang dipilih yaitu media berupa LKS Komik IPA dengan pendekatan scientific.
Perancangan draft awal LKS Komik disesuaikan dengan kebutuhan siswa di sekolah dan
mengacu pada kurikulum 2013
Tahap ketiga yaitu develop bertujuan untuk menghasilkan bentuk akhir perangkat
pembelajaran setelah melalui revisi berdasarkan masukan para ahli dan data hasil uji coba,
terdiri dari beberapa tahap yaitu validasi ahli, validasi guru IPA di SMP N 1 Godean, dan uji
coba produk. Hasil penilaian validator terhadap LKS Komik hasil pengembangan berdasarkan
komponen kelayakan isi, komponen penyajian, komponen bahasa dan gambar, serta
komponen kegrafisan masing-masing memperoleh nilai A dengan kategori sangat baik. Data
kelayakan LKS Komik oleh Dosen Ahli dan Guru IPA dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Data Kelayakan LKS Komik oleh Dosen Ahli dan Guru IPA
Validator
Jumlah Skor
No.
Komponen
Nilai
Rata-rata
Ahli Guru
1. Kelayakan Isi
37
39
38
A
2. Penyajian
15
15
15
A
3. Bahasa dan Gambar
30
30
30
A
4. Kegrafisan
25
25
25
A
Berdasarkan hasil uji coba produk terhadap 36 siswa di SMP N 1 Godean

Kategori
Sangat Baik
Sangat Baik
Sangat Baik
Sangat Baik
didapatkan data

respon siswa terhadap LKS Komik hasil pengembangan setelah digunakan selama

pembelajaran. Hasil menunjukkan kategori sangat baik pada semua komponen penilaian
sebagaimana ditampilkan pada Tabel 4.
Tabel 4. Data Respon Siswa terhadap LKS Komik
No. Komponen
Rata-rata Nilai Kategori
1.
Kelayakan Isi
10,5
A
Sangat baik
2.
Bahasa dan Gambar
10,31
A
Sangat baik
3.
Penyajian
6,83
A
Sangat baik
4.
Kegrafisan
7,03
A
Sangat baik
Penggunaan LKS Komik hasil pengembangan dalam pembelajaran IPA dapat
meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan penilaian menggunakan lembar
observasi keterampilan proses sains dan tes keterampilan proses sains. Keterampilan proses
sains yang dinilai yaitu keterampilan mengamati, mengukur, membuat hipotesis,
menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Nilai peningkatan keterampilan proses sains
sebelum dan sesudah menggunakan LKS Komik dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Nilai Peningkatan Keterampilan Proses sebelum dan sesudah menggunakan
LKS Komik
Sebelum menggunakan
setelah menggunakan
Aspek
LKS Komik
LKS Komik
Mengamati
2.42
2.8
Mengukur
2
2.82
Membuat Hipotesis
1.33
1.97
Menyimpulkan
2.75
3.1
Mengkomunikasikan
2.03
2.93
Skor Rata-rata
2,11
2,72
Keterampilan proses sains siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan.
Berdasarkan rata-rata dari seluruh keterampilan proses yang diamati dapat dilihat
peningkatannya sebelum menggunakan LKS Komik skor rata-rata lima aspek keterampilan
proses sains yang diamati sebesar 2,11 dan setelah menggunakan LKS Komik IPA selama
tiga pertemua kelima aspek keterampilan proses sains sebesar 2,72, sehingga nilai
keterampilan proses sains siswa naik sebesar 0,61. Diagram peningkatan keterampilan proses
sains ditampilkan pada Gambar 1.

Skor

Peningkatan Keterampilan Proses


3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0

Sebelum menggunakan
LKS Komik
setelah menggunakan
LKS Komik

Aspek

Gambar 1. Diagram Peningkatan Keterampilan Proses Sains


Peningkatan keterampilan proses sains juga dianalisis melalui tes. Pretest diberikan
sebelum pembelajaran dilaksanakan dan posttest diberikan diakhir pembelajaran setelah tiga
kegiatan dalam LKS Komik terselesaikan. Rerata skor hasil tes tertulis berupa pretest dan
postest dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Rerata Skor Pretest dan Postest
Rerata
Gains
No.
Tes
Skor
Score
1.
Pretest
17.06
0.70
2.
Postest
26.29

Kategori
Sedang

Melalui analisis dengan gain score ternormalisasi diperoleh nilai gain score sebanyak
0,70 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil observasi keterampilan proses sains selama
menggunakan LKS Komik menunjukkan hasil yang positif, terbukti dengan adanya
peningkatan keterampilan proses sains sebesar 0,61.
Tahap keempat yaitu Disseminate, bertujuan untuk menyebarkan produk hasil
pengembangan agar dapat diterima pengguna. Pada penelitian ini penyebaran LKS Komik
dilakukan secara terbatas pada Guru IPA di SMP N 1 Godean.

KESIMPULAN
1. LKS Komik IPA pada tema Pencemaran Air untuk siswa kelas VII memenuhi
kelayakan sebagai media pembelajaran. Hal ini berdasarkan hasil penilaian ahli dan guru
IPA, dimana masing-masing komponen penilaian yang meliputi komponen kelayakan isi,
komponen penyajian, komponen bahasa dan gambar, serta komponen kegrafisan
memperoleh nilai A dengan kategori sangat baik.

2. LKS Komik IPA pada tema Pencemaran Air hasil pengembangan dapat meningkatkan
keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran IPA di SMP N 1 Godean.

DAFTAR PUSTAKA
Eko Putro Widoyoko. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hake, Richard R. 1999. Analyzing Change/Gain Scores. Diakses pada tanggal 30 April 2014,
dari: http: // www. physics. indiana. edu/ ~sdi /AnalyzingChange-Gain.pdf.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rifai. 2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Thiagarajan, dkk. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Exceptional
Children. Bloomington, Indiana: Indiana University