Anda di halaman 1dari 1

Melatih Anak Usia 2-3 Tahun Ke Toilet

Mengajarkan anak usia 2-3 tahun agar dapat ke toilet sendirian, berikut ini adalah langkahlangkah :
1. Membuat rencana atau jadwal toilet training anak yang akan dilakukan, termasuk jadwal
yang diharapkan, tetapi tidak terlalu menekan anak.
2. Mensosialisasikan rencana dan jadwal ini kepada seluruh anggota keluarga dan
penghuni rumah, agar semua orang mengetahui dan melakukan hal yang seragam.
3. Menjelaskan pada anak proses apa yang akan dilakukan pada latihan toilet training, dan
mengapa baik untuk buang air di toilet. Anda dapat menggunakan contoh-contoh, atau
melalui buku cerita mengenai anak yang belajar toilet training.
4. Mempraktekkan apa yang akan di ajarkan pada anak dan Anak akan belajar dengan
mencontoh, dan salah satu contoh yang paling mudah adalah dengan melihat praktek
duduk di toilet.
5. Membelikan perlengkapan yang memadai, seperti menyediakan pispot, atau dudukan
toilet untuk anak. Pispot lebih dianjurkan karena dengan duduk di pispot, kaki anak
menjejak ke bawah dan menimbulkan tekanan dalam perut yang memadai saat
mengedan, sehingga memudahkan buang air besar.
6. Membantu anak menggunakan pispot/toilet seat tersebut, dengan menjelaskan cara
pemakaiannya pada anak. Bisa juga menggunakan boneka kesayangannya sebagai
contoh, terkadang anak lebih ingat dengan cara ini dibandingkan dengan bila kita
mengatakannya.
7. Biasakan tidak mengenakan popok, terutama di rumah: Biarkan anak merasakan
ketidaknyamanan celana yang basah, sehingga lebih memotivasinya untuk buang air di
toilet. Belikan celana dalam dan jelaskan bahwa ia sekarang sudah besar, sehingga
sudah mulai bisa buang air di toilet. Jangan lupa menyingkirkan benda-benda yang
berisiko seperti karpet, dari daerah anak bermain. Apabila terjadi insiden, jangan
bersihkan anak di tempat. Bawa anak ke kamar mandi/toilet, untuk mengingatkan
bahwa ia seharusnya buang air di kamar mandi tadi.
8. Pujilah anak apabila ia berhasil melakukan pembelajaran toilet training. Selama proses
ini, anak akan sangat menghargai pujian saat ia berusaha melakukan apa yang
diajarkan. Jangan kecewakan dia, saat ia berhasil mencapai suatu kemajuan (meskipun
tidak sepenuhnya), katakan bahwa ia telah berusaha dengan baik, dan bahwa anda
bangga padanya. Namun jangan berikan pujian berlebihan, karena justru dapat
membuatnya takut salah lain kali, dan dapat memberikan hasil yang sebaliknya.
9. Terimalah bahwa "insiden"tetap akan terjadi sekali-kali. Semua anak pasti memerlukan
proses hingga benar-benar terlatih, dan bahkan saat sudah terlatih pun, masih akan
sering terjadi kebobolan terutama pada malam hari, hingga anak mencapai usia 5 tahun.
Jangan marah atau menghukum anak, libatkan ia dalam membantu membereskan hasil
karyanya itu.
10. Bersikaplah optimis, anda bukan merupakan satu-satunya orang tua yang berjuang agar
anaknya dapat mengendalikan dorongan buang air, sejalan dengan jumlah jam latihan,
anak akan bisa. Pengalaman positif dan optimisme di tahap ini akan membantu proses
berjalannya toilet training ini.