Anda di halaman 1dari 7

KLASIFIKASI ENERGI

1. Energi dalam Transisi


Adalah energi yang sedang bergerak melintasi batas sistem.
2. Energi Tersimpan
`
Adalah energi yang tersimpan dalam suatu sistem atau massa,
biasanya berbentuk massa atau medan gaya dan biasanya mudah
dikonversi menjadi energi transisi.

Macam-macam energi :
1. energi mekanis
Energi transisi dari energi mekanis adalah kerja. Sedangkan energi
mekanis yang tersimpan adalah energi potensial atau energi kinetik.
2. energi listrik
Adalah energi yang berkaitan dengan akumulasi arus elektron
dinyatakan dalam watt-jam atau kilowatt-jam. Bentuk energi transisi dari
energi listrik adalah aliran elektron melalui konduktor jeni s tertentu.
Sedangkan bentuk energi tersimpan dari energi listrik adalah medan
elektrostatis / medan listrik yang dihasilkan oleh terakumulasinya muatan
elektron pada pelat-pelat kapasitor.
3. energi elektromagnetik
Merupakan bentuk energi yang berkaitan dengan radiasi
elektromagnetik. Energi radiasi dinyatakan dalam satuan energi yang
sangat kecil, yakni elektron volt (eV),atau mega elektron volt (MeV), yang
digunakan juga dalam evaluasi nuklir.
4. energi kimia
Merupakan energi yang keluar sebagai hasil interaksi elektron di
mana dua atau molekul berkombinasi sehingga menghasilkan senyawa
yang stabil. Energi kimia hanya terdapat dalam bentuk energi tersimpan,
dan dapat dilepas dalam suatu reaksi baik reaksi eksotermis dan reaksi
endotermis.
5. energi nuklir
Adalah energi dalam bentuk tersimpan yang dapat dilepas akibat
interaksi partikel dengan atau di dalam inti atom.

6. energi termal
Merupakan bentuk energi dasar, yaitu semua energi yang dapat
dikonversi secara penuh menjadi energi panas. Berntuk energi transisi
dari energi termal adalah energi panas, sedangkan bentuk energi
tersimpan nya adala sebagai kalor laten atau kalor sensibel yang berupa
entalpi.

SUMBER ENERGI
Contoh energi yang dapat dimanfaatkan di sekitar kita :

Sampah organik sungguh banyak memberi manfaat kepada


manusia. Dengan teknologi digester dan proses mikrobiologi terkini,
sampah organik akan menjadi bahan pembangkitan metana (CH4) yang
jika dialirkan ke genset bio Elektrik akan menjadi energi bagi penerangan,
penggerak mesin maupun daya listrik bagi perkakas rumah tangga).
Setelah dibangkitkan gas metana (CH4)nya, sisa proses fermentasinya
adalah bahan pupuk dan penyubur tanaman dan tanah pertanian. Dengan
menempatkan sampah organik secara terpisah, berdasar jenisnya,
kemudian dibangkitkan gas metananya dalam digester kedap udara,
dengan bakteri metan atau bakteri anaerob seperti Green Phoskko (GP-7)
, kemudian, gas (CO2 dan CH4) yang diproduksinya dapat ditampung
dalam gas holder di bagian atas digester. Dengan dialirkan ke inlet genset
(generator biogas), gas akan didikonversi menjadi energi listrik, dan sisa
akhir prosesnya, lumpur sisa hasil pencernaan (slurry) menjadi pupuk
kompos yang baik bagi tanaman.
Contoh sampah organik : tumbuhan gulma air seperti eceng gondok, sisa
masakan dan makanan di Food Beverages Hotel serta restoran, feces
manusia di septic tank, kotoran ternak peternakan, sampah perumahan,
sampah pasar

POTENSI ENERGI DI INDONESIA


Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup
besar diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW,
energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3
GW. Data potensi EBT terbaru disampaikan Direktur Energi Baru
Terbarukan dan Konservasi Energi dalam acara Focus Group Discussion
tentang Supply- Demand Energi Baru Terbarukan yang belum lama ini
diselenggarakan Pusdatin ESDM.
Saat ini pengembangan EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun
2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan
kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025
adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%,
Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara
yang dicairkan sebesar 2%. Untuk itu langkah-langkah yang akan diambil
Pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik
Mikro Hidro menjadi 2,846 MW pada tahun 2025, kapasitas terpasang
Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang angin (PLT Bayu)
sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan
nuklir 4,2 GW pada tahun 2024. Total investasi yang diserap
pengembangan EBT sampai tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13,197
juta USD.
Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan biomasa adalah
mendorong pemanfaatan limbah industri pertanian dan kehutanan
sebagai sumber energi secara terintegrasi dengan industrinya,
mengintegrasikan pengembangan biomassa dengan kegiatan ekonomi
masyarakat, mendorong pabrikasi teknologi konversi energi biomassa dan
usaha penunjang, dan meningkatkan penelitian dan pengembangan
pemanfaatan limbah termasuk sampah kota untuk energi.
Upaya
untuk
mengembangkan
energi
angin
mencakup
pengembangan energi angin untuk listrik dan non listrik (pemompaan air
untuk irigasi dan air bersih), pengembangkan teknologi energi angin yang
sederhana untuk skala kecil (10 kW) dan skala menengah (50 - 100 kW)
dan mendorong pabrikan memproduksi SKEA skala kecil dan menengah
secara massal. Pengembangan energi surya mencakup pemanfaatan PLTS
di perdesaan dan perkotaan, mendorong komersialisasi PLTS dengan
memaksimalkan keterlibatan swasta,
mengembangkan industri PLTS dalam negeri, dan mendorong terciptanya
sistem dan pola
pendanaan yang efisien dengan melibatkan dunia perbankan.
Untuk mengembangkan energi nuklir, langkah-langkah yang dambil
pemerintah adalah melakukan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan
masyarakat dan melakukan kerjasama dengan berbagai negara untuk
meningkatkan penguasaan teknologi. Sedang langkah-langkah yang

dilakukan
untuk
pengebangan
mikrohidro
adalah
dengan
mengintegrasikan program pengembangan PLTMH dengan kegiatan
ekonomi masyarakat, memaksimalkan potensi saluran irigasi untuk
PLTMH, mendorong industri mikrohidro dalam
negeri, dan mengembangkan berbagai pola kemitraan dan pendanaan
yang efektif.
Untuk mendukung upaya dan program pengebangan EBT,
pemerintah sudah menerbitkan serangkaian kebijakan dan regulasi yang
mencakup Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi
Nasional, Undang-Undang No. 30/2007 tentang Energi, Undang-undang
No. 15/1985 tentang Ketenagalistrikan, PP No. 10/1989 sebagaimana yang
telah diubah dengan PP No. 03/2005 Tentang Perubahan Peraturan
Pemerintah No. 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan
Tenaga Listrik dan PP No. 26/2006 tentang Penyediaan & Pemanfaatan
Tenaga Listrik, Permen ESDM No. 002/2006 tentang Pengusahaan
Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan Skala Menengah, dan
Kepmen ESDM No.1122K/30/MEM/2002 tentang Pembangkit Skala Kecil
tersebar. Saat ini sedang disusun RPP Energi Baru Terbarukan yang berisi
pengaturan kewajiban penyediaan dan pemanfaatan energi baru dan
energi terbarukan dan pemberian kemudahan serta insentif.
(sumber : http://www.esdm.go.id/berita/37-umum/1962-potensi-energibaru-terbarukan-ebt-indonesia.pdf)
POTENSI ENERGI DI DUNIA
VIVAnews - Politisi dan para aktivis lingkungan saat ini sangat senang
membicarakan pemakaian sumber energi alternatif yang tidak merusak
lingkungan. Tetapi, hingga saat ini dunia masih menganggap bahan bakar dari
fosil sebagai raja.Dikutip dari Business Insider, Selasa 18 Februari 2014, semakin
berkembangnya teknologi dalam beberapa tahun terakhir, ada cadangan energi
lain selain minyak dan batu bara yang sebelumnya sangat sulit untuk dijangkau
yakni gas alam.
Dengan menggunakan data ulasan statistik dari British Petroleum pada
2013, Business Insider membuat peringkat negara-negara yang memiliki
cadangan energi terbesar. Adapun cadangan energi yang dimaksud adalah tiga
bahan bakar fosil yakni minyak, batu bara, dan gas alam.
Business Insider menghitung nilai total cadangan energi masing-masing negara
dengan menggunakan harga global yang ada saat ini. Untuk harga minyak,
digunakan harga Brent Crude Oil pada Bloomberg Markets. Untuk harga gas,
digunakan rata-rata harga BP pada 2013 untuk Jepang, Amerika Serikat dan
Jerman, guna mengakomodasi pasar dunia yang beragam. Sementara itu, untuk
harga batu bara digunakan harga perdagangan Bank Dunia pada 2013 untuk
harga batu bara Australia, yang biasanya menjadi patokan harga untuk pasar
global.
Berikut negara-negara dengan cadangan energi terbesar di dunia :
1.Rusia

Negara ini memiliki 87 miliar barel cadangan minyak, 1.163 triliun kaki
kubik cadangan gas, dan 157 juta ton cadangan batu bara. Ketiga cadangan
energi itu jika dikonversi dengan harga pada saat ini US$40,7triliun. Rusia saat
ini merupakan produsen terbesar kedua gas alam kering dan mengekor Amerika
Serikat dan Arab Saudi untuk produksi minyak.
Pertumbuhan ekonomi Rusia sebagian besar didorong oleh ekspor energi
dengan pendapatan minyak dan gas menyumbang 52 persen seluruh
pendapatan negara.
Dominasi energi oleh Rusia diperkirakan akan berlangsung terus-menerus.
Gas alam akan menjadi sumber energi yang paling penting bagi Rusia karena
negara ini memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia.
2. Iran
Negara ini memiliki 157 miliar barel cadangan minyak, 1.187,3 triliun kaki
kubik cadangan gas. Kedua cadangan energi itu jika dikonversi dengan harga
pada saat ini US$35,3 triliun. Dengan headline yang mendominasi yakni
pembicaraan nuklir Amerika Serikat-Uni Eropa-Iran dan sanksi yang sedang
berlangsung, mudah untuk melupakan bahwa Iran memiliki cadangan gas alam
terbesar di dunia dan cadangan minyak terbesar ke empat di dunia.
Sanksi yang masih dijalankan tersebut memiliki efek yang merugikan pada
sektor energi Iran karena mencegah investasi dan teknologi asing untuk
mengembangkan cadangan gas Iran. Tetapi, keuntungan yang tak terduga dari
sanksi tersebut adalah perluasan kilang minyak dalam negeri Iran, yang telah
tumbuh untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kondisi seperti itu,
haruskah Iran mematuhi kesepakatan nuklir yang tertunda dan mencabut semua
sanksi-sanksi itu? Tentu investasi asing bisa terburu-buru untuk mengembangkan
sumber daya Iran yang besar itu.
3. Venezuela
Negara ini memiliki 297,6 miliar barel cadangan minyak, 196,4 triliun kaki
kubik cadangan gas, dan 479 juta ton cadangan batu bara. Ketiga cadangan
energi itu jika dikonversi dengan harga pada saat ini US$34,9 triliun.Venezuela
mungkin dapat terganggu oleh pemadaman listrik, kurangnya investasi, dan
perusahaan minyak negara yang berjalan pada kerugian besar-besaran, tetapi
memiliki cadangan energi yang luas.
Venezuela saat ini menjadi negara eksportir minyak terbesar ke-delapan
dan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.The Orinoco Belt, pasir minyak
seperti yang ditemukan di Kanada, merupakan sebagian besar cadangan minyak
Venezuela. Menurut survei US Geological, Orinoco diperkirakan menghasilkan
380 miliar - 652 miliar barel minyak. Namun, untuk mengambil minyak dari
Orinoco dibutuhkan metode yang lebih kompleks untuk mengekstrak dari banyak
sumber minyak konvensional.
4. Saudi Arabia

Negara ini memiliki 265,9 miliar barel cadangan minyak, 290,8 triliun kaki
kubik cadangan gas. Kedua cadangan energi itu jika dikonversi dengan harga
pada saat ini US$33 triliun.Selain menjadi produsen dan eksportir minyak
terbesar di dunia, Arab Saudi juga memiliki hampir seperlima dari cadangan
minyak dunia.
Arab Saudi juga memiliki cadangan gas alam yang besar, tetapi masih
belum berkembang. Saat ini, Arab Saudi lebih memfokuskan energi surya untuk
memenuhi kebutuhan listriknya, bukan lagi dengan minyak.
5. Amerika Serikat
Negara ini memiliki 35 miliar barel cadangan minyak, 300 triliun kaki kubik
cadangan gas, dan 237.295 juta ton cadangan batu bara. Ketiga cadangan
energi itu jika dikonversi dengan harga pada saat ini US$28,5 triliun. Amerika
Serikat merupakan konsumen energi terbesar kedua di dunia yakni 25 persen
konsumsi minyak dunia. Sementara, negara ini hanya mampu menghasilkan 6
persen pasokan minyak dunia. Ketergantungan Amerika pada energi asing bisa
berubah dalam waktu dekat karena adanya revolusi gas dan rekah hidrolik.
6. Kanada
Negara ini memiliki 173,9 miliar barel cadangan minyak, 70 triliun kaki
kubik cadangan gas, dan 6.582 juta ton cadangan batu bara. Ketiga cadangan
energi itu jika dikonversi dengan harga pada saat ini US$20,2 triliun. Kanada
adalah salah satu dari lima produsen energi terbesar di dunia. Dengan cadangan
minyak dan gas alam yang besar dan dekat, Kanada menjadi pemasok utama
impor energi Amerika Serikat. Pengembangan ladang Bakken dan pasir minyak
Athabasca telah mendorong pertumbuhan pasokan bahan bakar yang tak
terduga. Diperkirakan Kanada menjadi pemain kunci di sektor energi dunia ke
depannya.
7. Irak
Negara ini memiliki 150 miliar barel cadangan minyak, 126,7 triliun kaki
kubik cadangan gas. Kedua cadangan energi itu jika dikonversi dengan harga
pada saat ini US$18 triliun. Pada 2012, Irak bisa menggeser posisi Iran sebagai
produsen terbesar kedua minyak mentah di OPEC, meskipun hanya sebagian
kecil ladang minyak Irak yang dibangun. Pembangunan ladang minyak di Irak
membutuhkan stabilitas negara yang mendukung perkembangan ekonomi
sehingga investor asing tertarik untuk masuk ke Irak. Perusahaan asing dapat
membantu pembangunan infrastruktur dan perkembangan sektor energi Irak.
8. Qatar
Negara ini memiliki 23,9 miliar barel cadangan minyak, dan 885,1 triliun
kaki kubik cadangan gas. Kedua cadangan energi itu jika dikonversi dengan
harga pada saat ini US$16,4 triliun. Beberapa tahun terakhir Qatar berkembang
pesat berkat sektor energinya yang kuat. Qatar menjadi eksportir gas alam cair

terbesar dan pemasok gas alam kering terbesar ke-empat. Pada 2012, Qatar
memperoleh US$55 miliar dari ekspor minyak atau 60 persen dari total
pendapatan pemerintah.
9. United Arab Emirates (UAE)
Negara ini memiliki 97,8 miliar barel cadangan minyak, dan 215,1 triliun
kaki kubik cadangan gas. Kedua cadangan energi itu jika dikonversi dengan
harga pada saat ini US$13,8 triliun. UAE saat ini mampu memproduksi rata-rata
2,8 juta barel minyak mentah per hari atau tertinggi ke-delapan di dunia. UAE
juga menjadi salah satu 20 produsen gas terbesar di dunia. Beberapa proyek
yang sedang berlangsung dapat meningkatkan produksi gas alam, tetapi lebih
difokuskan untuk pemenuhi kebutuhan dalam negeri, buka n ekspor. Beberapa

tahun ini, UAE membuat kemajuan pada diversifikasi ekonomi di bidang


pariwisata dan manufaktur. Diperkirakan dalam waktu dekat sektor energi
akan mendominasi perekonomian UAE.
10. China
Negara ini memiliki 17,3 miliar barel cadangan minyak, 109,3 triliun kaki
kubik cadangan gas, dan 11.450 juta ton cadangan batu bara. Ketiga cadangan
energi itu jika dikonversi dengan harga pada saat ini US$13,2 triliun. China
memang menjadi negara dengan jumlah penduduk paling padat di dunia dan
konsumen energi terbesar di dunia. Tetapi negara yang ekonominya berkembang
sangat pesat itu juga menjadi salah satu produsen energi terbesar di dunia.
(sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/482403-ini-negara-dengancadangan-energi-terbesar-di-dunia)